Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) #23 Kepergian Difan


__ADS_3

Tibalah hari keberangkatan Difan. Yoan, Topan, Dafa dan Hana mengantarkan Difan ke Sekretariat guru bantuan.


"Han, aku nitip berikan kotak ini buat Aca ya." Difan menyerahkan kotak berwarna biru pada Hana, saudara iparnya.


"Isinya apa Fan ?" tanya Hana.


"Rahasia. Biar Aca yang buka." Difan tersenyum tipis.


"Gaya kamu. Pake rahasia segala." ledek Hana.


"Satu lagi, kalo bisa jangan sampai ada yang tahu." Difan memandang sang cinta pertama yang menjadi saudara iparnya.


"Kalo aku boleh tahu gak ?" tiba - tiba Dafa muncul di belakang Hana sambil menggendong Fahmi.


"Ya cuma kalian berdua yang boleh tahu soal kotak ini." Difan sedikit cemberut.


"Apa ini semua ada hubungannya dengan omongan Ical tempo hari ?" Dafa mencoba mengorek informasi.


"Kepo deh. Udahlah. Biar ini jadi rahasia aku dan Aca." kata Difan.


"Iya deh. Kamu hati - hati disana ya! Cepet sembuh." Dafa memeluk saudara kembarnya. Ini kali kedua mereka terpisah jauh. Sebelumnya Difan juga menghindar pergi jauh setelah Hana memilih untuk menikah dengan Dafa.


"Makasih ya. Titip jagain Mama sama Papa." Tak lupa Difan memeluk Yoan dan Topan bergantian sebelum masuk ke dalam bis yang akan membawanya ke daerah NTT.


*flashback on*


Setelah mengumumkan keberangkatan Difan menjadi guru bantuan pada sahabatnya, Yoan sengaja mengundang sahabat dan keluarganya untuk makan malam perpisahan di rumahnya.


"Kenapa harus pergi lagi sih Fan ?" tanya Sissy pada Difan.


"Gak apa - apa Bunda. Difan cuma perlu waktu untuk sendiri aja." jawab Difan sambil berusaha tersenyum.


"Iya Bun. Disini terlalu banyak kenangan dengan Fitri. Biarkan Difan tenang dulu disana." Yoan menjelaskan situasinya.


"Semoga kamu segera pulih ya." kata Zizi.


"Berarti kamu gak akan ngajar lagi di SMA Pratama ?" tanya Amira.


"Gak Ma. Difan juga sekitar 2 tahunan di NTY. Setelah dari sana Difan mau bantuin Papa aja." jawab Difan.


"Tetap semangat ya Sayang." kata Zizi.


" Makasih Nda, Ma, Bun." Difan berjalan meninggalkan sekelompok ibu - ibu itu dan berjalan menuju kamarnya. Dia ingin menyendiri.


"Ka Difan.." panggil Ical.


"Iya Cal." Difan menghentikan langkahnya.


"Ada yang mau aku bicarakan sama Kakak." kaat Ical.


"Boleh. Ikut aku ke kamar aja yuk." ajak Difan.


Ical pun mengikuti Difan ke kamarnya di lantai atas.


"Kak, ada yang mau sampaikan." kata Ical serius.


"Ada apa Cal ?" tanya Difan.


"Aku cuma mau cerita sedikit Kak." Ical menjeda ucapannya.

__ADS_1


"Tentang apa Cal ?" Difan mulai penasaran.


"Mohon maaf sebelumnya ya Kak. Aku tahu hal ini gak ada mengubah semua rencana Kakak. Tapi aku pengen Kakak tahu bahwa Aca menyukai Kakak." cerita Ical.


"Maksud kamu apa Cal ?" Difan terkejut.


"Sudha dari lama Aca suka sama Kakak. Bahkan Kak Difan adalah cinta pertama Aca. Mulai saat Kakak dan Kak Dafa memperebutkan Kak Hana hingga akhirnya Aca tahu kalo Kak Difan berpacaran dengan Bu Fitri. " Ical mengambil nafas sejenak.


"Yang bener Cal ? Kok bisa ?" Difan masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Apa Kakak gak ada perasaan sama Aca ?" tanya Ical.


"Aca memang cantik dan manis. Tapi aku hanya mengganggap dia seperti yang lainnya, adik." jawab Difan.


"Ya wajar lah. Umur kita kan emang terpaut 11 tahun." kata Ical.


"Bukan gitu. Emang kalian sudah seperti adik aku. Apalagi usia kalian hampir sama dengan Vanya, adikku." kata Difan.


"Iya Kak." kata Ical singkat.


"Apa Aca masih menyukai aku ?" tanya Difan.


"Jujur ya Kak. Dulu waktu tahu Kakak pacaran serius dengan Bu Fitri, Aca ngakunya udah move on. Dia mulai dekat dengan cowok lain tapi ternyata cowok itu akhirnya dekat dnegan cewek lain. Bahkan sepertinya mereka pacaran. " kata Ical.


"Cowok dan cewek lain itu siapa ?" Difan agak bingung dengan cerita Ical.


"Bukan itu masalahnya. Intinya setelah Bu Fitri, maaf ya Kak, meninggal, Aca mulai berharap lagi dengan Kakak." Ical menjelaskan.


"Kok gitu ya ?" Difan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ketika tahu Kakak mau pergi ke NTT, Aca sangat sedih. Semalaman dia mengurung diri di kamar." kata Ical.


"Iya Kak. Itu yang bikin Aca jadi pendiam dan murung." kata Ical.


"Trus aku harus gimana ?" tanya Difan.


"Ya gak gimana - gimana Kak. Tolong aja pertimbangkan perasaan Aca." Ical menatap Difan.


"Iya Cal." Difan menepuk bahu Ical lembut.


"Ini rahasia ya Kak. Jangan sampai ada yang tahu aku cerita ini ke Kakak." pesan Ical sebelum keluar dari kamar Difan.


"Tenang Cal. Semuanya aman di aku. Makasih ya ceritanya. Kalo emang jodoh gak akan kemana." kata Difan.


*flashback off*


Hana kembali ke mobil dengan membawa kotak seukuran kotak sepatu untuk Aca.


"Apa itu sayang ?" tanya Yoan melihat kotak yang dibawa Hana.


"Ini dari Difan buat Aca. Tapi Mama jangan bilang siapa - siapa ya ?" jawab Hana.


"Malah bikin penasaran ini sih." kata Yoan dalam hati.


Setelah mengantarkan Yoan dan Topan, Dafa menjalankan mobil menuju rumah Aca.


"Nanti ketahuan sama Bunda gimana Yang ?" Dafa melirik sekilas pada istrinya.


"Aku udah WA Aca kok. Nanti biar dia yang keluar." kata Hana.

__ADS_1


Benar saja, saat mereka sampai di tujuannya, Aca sudah menunggu di depan pagar.


"Ada apa Kak ?" tanya Aca menghampiri mereka.


"Ini Ca ada titipan dari Difan." Hana menyerahkan kotak bewarna biru itu.


"Apa isinya ?" tanya Aca sambil menerima kotak itu.


"Gak tau. Difan gak bilang apa isinya. Cuma kamu yang boleh buka." kata Dafa dari kursi kemudi.


"Kak Difan nya mana ?" tanya Aca lagi.


"Barusan Difan udah berangkat ke NTT. Ini kita baru pulang nganter." jawab Hana.


"Oh gitu ya." Aca terlihat sedih.


"Iya Ca. Kita pamit pulang ya. Fahmi udah ngantuk nih." kata Hana sambil mencium pipi gemas anaknya yang terlihat mengantuk.


"Iya Kak. Makasih. Dah Fahmi gembul." Aca mencubit pipi Fahmi.


"Assalamualaikum." pamit Dafa.


"Waalaikumsalam." Aca pun masuk ke rumah dengan membawa kotak biru itu.


"Bawa apaan Ca ?" tanya Ical yang baru keluar dari kamar mandi.


"Ada deh." Aca meninggalkan Ical.


"Pake rahasia - rahasia segala sama aku." Ical mengikuti Aca sampai ke kamarnya.


"Ini dari Kak Difan. Aku juga belum tahu apa isinya." Aca mencubit pipi Ical.


"Ya udah dibuka dong." pinta Ical.


"Ntar aja ah. Nunggu kamu keluar." Aca menyimpan kotak itu di dalam lemari.


"Kok gitu ?" protes Ical.


"Kamu keluar aja dulu. Nanti aku ceritain apa isinya." Aca mendorong Ical keluar dari kamarnya.


"Bener ya kamu harus cerita sama aku." Ical menahan pintu kamar Aca.


"Iya bawel." Aca pun menutup pintu kamarnya.


Lalu diambilnya kotak biru itu dari dalam lemari. Dia membawanya ke ranjang dan bersiap membukanya.


Kira - kira apa isi kotaknya ? Apa ada hubungannya dengan perasaan Aca ke Difan ?


Jangan lupa tetap dukung Author..


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2