Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#71 Baby Bule


__ADS_3

"Mas, cepetan pulang ya.. Kita ke Malang. Mama masuk rumah sakit lagi." kata Sissy saat menelepon Rio.


"Iya Dek. Mas pamit dulu sama bos di Surabaya." jawab Rio berusaha tenang.


"Kamu beresin baju - baju kita ya." kata Rio lagi.


"Iya Mas." jawab Sissy singkat.


*flashback on*


kring.. kring..


"Assalamualaikum Teh." Sissy menjawab panggilan dari Teh Ochy.


"Waalaikumsalam. De, Mama masuk rumah sakit. Tadi pagi muntah - muntah terus." kata Ochy dengan suara panik.


"Kok bisa Teh?" tanya Sissy mulai panik.


"Kayaknya kemarin masuk angin. Seharian duduk di teras sambil lihatin tanaman." Ochy menjelaskan secara singkat.


"Subhanallah. Iya aku segera kesana Teh." Sissy mulai menuju kamar untuk bersiap - siap.


"Nanti kamu langsung ke rumah sakit aja ya. Oh iya. Si kembar dibawa juga. Mama pengen ketemu." kata Ochy.


"Iya Teh. Nanti saling berkabar lagi ya." ucap Sissy sebelum menutup panggilan teleponnya.


*flashback off*


Sissy sudah sampai di Malang dan langsung menuju rumah sakit menemui Mama.


Sedih rasanya melihat Mama yang sedang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit.


"Assalamualaikum Ma." Sissy menyapa dan mencium tangan serta pipi Mamanya.


"Waalaikumsalam De. Kamu sama siapa?" Mama terlihat senang dengan kedatangan Sissy.


"Sama rombongan lah Ma. Mas Rio sama Anak - anak langsung pulang ke rumah." jawab Sissy sambil tersenyum.


"Gak ketemu Mama dulu disini?" tanya Mama.


"Kalo Mama mau ketemu si kembar ya Mama harus pulang." Sissy tersenyum menggoda Mamanya.


"Mama gak tau bisa pulang apa gak." Mama menjawab dengan sedikit melamun.


"Bisa. Mama pasti bisa sembuh lagi." Sissy membelai rambut Mamanya.


"Mama capek De. Aa Kamu juga udah jemput Mama." jawab Mama lirih.


"Mama belum boleh pergi. Mama mau lihat baby bule lahir kan?" Kata Sissy.


"Iya. Mama kan janji mau nemenin aku membesarkan anak ini." Ochy mendekat pada Mamanya sambil mengelus perut buncitnya.


Mama hanya terdiam mendengar ucapan kedua anak perempuannya.

__ADS_1


"Iya Mama akan coba bertahan. Mama membelai rambut Ochy dan Sissy bergantian.


Pagi itu badan Sissy terasa lemas dan sakit semua. Sejak tadi pun dia sudah bolak balik ke kamar mandi karena mual dan muntah.


"Kamu kenapa Dek?" Rio khawatir melihat Sissy yang muntah - muntah.


"Masuk angin Kayaknya Mas." kata Sissy sambil duduk di tepi ranjang.


"Aku bikinin teh manis anget ya." tanpa menunggu jawaban dari Sissy, Rio langsung menuju dapur.


Tak lama Rio masuk dengan membawa secangkir teh manis.


"Mas, kamu beliin testpack ya. Kayaknya aku belum haid bulan ini." Sissy meneguk pelan teh nya.


"Yang bener? kok bisa?" tanya Rio tak percaya.


"Ya bisa lah kan kamu yang menabur benih." Sissy kesal dengan reaksi Rio.


"Hehehe. Iya ya. Sebentar aku mandi dulu." Rio mengambil handuk dan menuju kamar mandi.


Di kamar Sissy masih memikirkan soal kemungkinan dirinya hamil. Usianya yang sudah menginjak kepala 4 membuatnya khawatir.


"Apa aku masih sanggup untuk hamil dan mengurus anak lagi?" gumam Sissy dalam hati. Tanpa terasa Sissy tertidur sambil menunggu Rio yang sedang membeli testpack.


"De, kamu kenapa?" tanya Ochy ketika melihat Sissy berbaring lemas di sofa lantai atas.


"Lemes Teh. Kayaknya aku hamil lagi deh." jawab Sissy pelan.


"Wah.. Selamat De. Anak kita nanti seumuran nih." Ochy memeluk erat adik satu - satunya itu.


"Kenapa harus gitu? Aku juga hamil usia 40 lebih De. Dan aku bisa kok." Ochy menyemangati Sissy.


"Doain aku ya Teh. Biar bisa merawat bayi ini." Sissy memeluk erat Ochy.


"Bismilah aja De. Semua serahkan sama Allah. Kamu pasti bisa." Ochy mengelus manja kepala Sissy.


"Alhamdulilah ya Dek. Kamu beneran hamil. Besok kita periksa ke dokter ya." Rio langsung memeluk Sissy begitu Sissy menyodorkan hasil testpack nya yang menunjukkan 2 garis merah.


"Alhamdulilah Mas. Kamu janji ya temenin aku melewati kehamilan ini." kata Sissy.


"Insha Allah Dek. Kita jalani sama - sama ya." Rio mengecup lembut kening Sissy.


"Mama seneng banget dengar kalo kamu hamil De." Mama tersenyum lemah pada Sissy.


"Iya Ma. Doain biar Sissy bisa jalanin kehamilan ini dengan lancar." Sissy mencium lembut tangan Mama yang masih terbaring lemah di ranjangnya.


"Pasti Mama doain Ade. Teteh juga." Mama bergantian menatap Sissy dan Ochy.


"Mama juga harus sehat ya biar bisa lihat adik si kembar lahir." kata Teh Ochy yang hanya disambut dengan senyuman oleh Mama.


Semenjak Mama sakit, Sissy memutuskan untuk tinggal di Malang. Selain menjaga Mama juga agar lebih mudah dalam menjalani kehamilannya. Teh Ochy dan suami bulenya sengaja membeli rumah di sebelah rumah Mama agar bisa lebih dekat dengan Mama. Usia si kembar sudah 3 tahun dan saat ini sedang aktif - aktifnya. Mereka senang bisa bermain dengan kakak - kakak sepupunya. Kondisi Mama masih saja lemah dan hanya berbaring di kamar.


Sissy, Ochy dan cucu Mama bergantian menemani di kamar. Sesekali sahabat Sissy datang untuk menemani Mama.

__ADS_1


Hari ini pun Sissy menemani Mama bersama dengan Amira.


*kring.. kring.. *


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam. Sissy, your sister had a baby. It's a boy."


"Congratulation Matt. Is she okay?"


"Alhamdulilah."


"Alhamdulilah. I'll go to hospital this afternoon."


"Okay Si. See you."


"Alhamdulilah Ma. Teteh udah melahirkan. Anaknya laki - laki." Sissy menyampaikan berita gembira itu pada Mama.


"Alhamdulilah. Cucu Mama nambah lagi." jawab Mama sambil berusaha untuk bangun.


"Pelan - pelan Ma. Mau kemana sih ?" Sissy membantu Mama untuk duduk.


"Mama mau lihat anaknya Ochy." jawab Mama.


"Mereka masih di rumah sakit. Nanti klao sudah pulang baru Mama bisa lihat dan gendong sepuasnya. Sabar ya." Sissy melihat semangat baru dari Mama.


"Iya deh. Mama sekarang mau nonton tv diluar aja." Mama berjalan keluar dibantu oleh Sissy.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


2 hari kemudian Teh Ochy dan baby bule sudah boleh pulang ke rumah. Mama sudah menunggu di teras tak sabar menyambut cucu keenamnya.


"Halo anak ganteng." Sapa Mama sambil mencubit gemas pipi baby bule.


"Halo Eyang. Alhamdulilah ya Eyang kelihatan lebih sehat." kata Ochy sambil mencium Mama.


"Kan Mama mau ngelihat baby bule. Jadi Mama harus sehat." jawab Mama.


"Siapa namanya Teh?" Tanya Sissy yang menuntun Mama masuk ke dalam rumah.


"Namanya Rico. Lengkapnya Richard Adrian Smith." jawab Ochy.


"Lucunya kamu. Nanti bakal seumuran sama anak aku nih Teh." kata Sissy.


"Iya De. Semoga anak kamu cowok juga." Ochy pun menidurkan baby Rico di kamarnya.


Entah kenapa ketika membicarakan tentang janin yang dikandungnya, Sissy selalu merasakan kesedihan.


Apa sebenarnya yang akan terjadi?


Jangan lupa dukung terus ya..


Jangan lupa LikeπŸ‘, Komen dan Vote..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2