Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#32 Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Sissy dan Rio. Mereka akan melaksanakan ijab kabul di KUA dan resepsi akan dilaksanakan keesokan harinya.


Sissy sudah berdandan sejak pagi. Dia tidak memanggil perias pengantin khusus karena Teh Ochy sendiri yang akan meriasnya. Sissy sudah bersiap sejak jam 4 karena akad nikahnya dilaksanakan jam 7 pagi. Karena hari ini hanya akad saja, persiapan mereka pun tidak terlalu repot. Papa, Mama, Teh Ochy, Teh Santi dan 3 keponakan ditambah dengan 3 sahabatnya sudah bersiap di rumah itu untuk mengantarkan Sissy ke kantor KUA.


"Wah cantik sekali adikku ini." Teh Santi masuk ke kamar Sissy dan kagum denhan perubahannya.


"Iya dong. Siapa dulu yang ngeriasnya." Teh Ochy membanggakan hasil riasannya.


"Yeey... Emang dasarnya aku yang cantik." Sissy gak mau kalah.


"Hahaha. Iya deh. Adikku ini memang cantik." Puji Teh Ochy yang diikuti Teh Santi dengan anggukan.


"Kalo udah siap kita berangkat De." Kata Teh Santi sambil melirik jam yang ernyaat udah jam 6.


"Tunggu dulu, coba kamu telpon Rio, udah sampai mana dia." Teh Ochy mencegah Sissy untuk turun.


"Oh iya. Sebentarya Teh." Sissy segera mengambil hp nya dan menelpon Rio.


*kring.. kring.. *


"Assalamualaikum Mas. Udah sampe mana?" Tanya Sissy.


"Waalaikumsalam. Ini masih di tol, baru nyampe Pandaan Dek. 15 menit lagi keluar Tol Malang." Jawab Rio.


"Ooh.. Yawda ntar langsung ke KUA aja ya." Kata Sissy.


"Siap." jawab Rio singkat menutupi nervousnya.


"Rio masih di tol, baru nyampe Pandaan." Lapor Sissy ke kakaknya.


"Brarti sekitar 15 menit lagi baru keluar tol ya? Gimana Teh?" Ochy bertanya ke Teh Santi.


"Yawda kita siap-siap untuk berangkat aja." Usul Teh Santi.


"Gak kelamaan nunggunya?" Tanya Ochy lagi.


" Ya ntar dibawah kan siap - siap dulu. Ntar beresin bawaan. Mending nunggu disana lah daripada telat kita datangnya." Kata Teh Santi sambil merapikan pakaiannya dan turun ke bawah.


"Oke deh." Ochy menggandeng Sissy untuk turun bersamanya.


Di lantai bawah Mama dan Papa sudah tampak rapi. Begitu juga Rara, Reva dan Icha yang masih asik makan lapis malang.


"Ayo kita siap - siap untuk berangkat." Teh Santi memberitahu semuanya.


"Zizi bawa mobil kan? Ntar kembalian seserahannya kalian yang bawa ya." Sissy gak sadar tetap ikut mengatur semuanya.


"Siap Calon pengantin. Udahlah kamu duduk manis aja menikmati deg-deg an. Hehehe." Yoan yang menjawab.

__ADS_1


"Iya pengantin gak boleh ikut ngatur." Amira menambahkan sambil mulai mengangkuti kembalian seserahannya.


"Iya girls. Emang lagi deg-deg an banget. Makanya pengen menyibukkan diri. Hehehe." Jawab Sissy sambil duduk di ruang tamu.


"Tenang Si. Ambil nafas panjang." Saran Amira.


Mereka pun berangkat menuju KUA dengan 4 mobil. Mama, Papa dan Sissy di mobil Yaris milik Sissy. Teh Ochy, Teh Santi dan anak-anak mereka naik taksi online. Keluarga Pakde Yudi, kakak tertua Mama ikut dengan mobil mereka. Dan terakhir rombongan Sahabat Sissy yang membawa kembalian seserahan, naik mobil Zizi yang disupiri Faisal, suami Zizi.


Mereka tiba lebih dulu di KUA, Sissy menuju ruangan kecil yang disediakan untuk persiapan para calon pengantin.


"Kalian tunggu disini temani Sissy sampai rombongan calon pengantin pria datang ya." Kata Teh Santi meninggalkan mereka berempat di ruangan itu.


"Iya Teh." Jawab mereka kompak.


"Udah gak usah tegang gitu. Banyak istigfar dan sholawatan aja." Kata Amira yang sudah duduk disamping Sissy.


Teh Ochy dan Teh Santi sibuk mengecek persiapan di meja akad dan juga konsumsi untuk yang hadir.


Jam 06.40 rombongan calon pengantin pria pun datang. Teh Santi pun meminta Amira, Zizi dan Yoan untuk keluar membantunya menerima seserahan. Sissy sekarang hanya berdua ditemani oleh Icha, keponakannya.


Rombongan pengantin pria disambut oleh Mama dan Papa juga Pakde Yudi dan istrinya.


Mama menyambut Rio dengan mengalungkan kalung melati dan memberikan minum sebagai simbolis bahwa Rio sudah diterima di keluarganya sebagai menantu.


Rio yang didampingi oleh Pakde dan Bude Suroso memasuki ruangan akad dan segera menempati kursi di depan penghulu dan Papa Adhi sebagai wali nikah.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya dengan mas kawin perhiasan seberat 8 gram dibayar tunai." Papa mengucapkan ijab dengan suara tenang.


"Saya terima nikah dan kawinnya Rissya Kamalia binti Adhi Suryadi dengan mas kawin tersebut, Tunai!!" Jawab Rio dengan lantang dan tegas.


"Bagaimana Saksi.. Sah?" Tanya penghulu pada kedua saksi.


"Sah..." Seisi ruangan iku menjawab.


"Alhamdulilah. Barakallah." Semua yang hadir ikut lega dan mendoakan kedua mempelai.


Sissy yang berada di ruangan lain pun ikut lega mendengarnya dan tanpa disadari air matanya ikut menetes. Akhirnya dia sekarang menjadi seorang istri dari lelaki yang dicintainya.


Setelah itu, Sissy keluar didampingi oleh Teh Santi dan Teh Ochy dan menempati kursi disamping Rio. Sissy merasa gugup hingga tak berani untuk menatap Rio, yang sekarang sudah menjadi suaminya.


Penghulu pun memberi kotbah nikah dan menutupnya dengan doa.


"Assalamualaikum istriku." Bisik Rio yang membuat muka Sissy memerah.


"Waalaikumsalam." Jawab Sissy singkat.


"Selamat ya Anak-anakku. Kalian sudah jado suami istri harus saling menyayangi." Kata Papa sambil memeluk keduanya bergantian.

__ADS_1


"Selamat ya. Mama titip Sissy sama kamu y Nak. Jangan kamu sakiti dia." Kata Mama sambil berbisik pada Rio.


"Insha Allah Ma." Rio menjawab sambil memeluk Mama.


"Selamat ya Dek, Yo. Semoga kalian langgeng selalu." Teh Ochy dan Teh Santi menyalami mereka.


"Makasih Teh." kata Rio mewakili Sissy.


"Selamat ya Ate, Om." Rara, Reva dan Icha menyalami dan mencium mereka.


"Maksih ya sayang-sayangku." Sissy menciumi satu persatu keponakannya.


"Selamat Sissy, Rio. Semoga SaMaWa ya." Yoan memberi selamat pada mereka.


"Cepetan kasih keponakan buat kita ya." Zizi ikut menimpali.


"Siap. Habis ini kita bikinin." Kata Rio yang langsung disikut oleh Sissy.


Mereka pun tertawa bahagia. Semuayang hadir ikut berbahagia bersama kedua pengantin itu.


Setelah itu mereka pun sungkem kepada orang tua Sissy dan juga Pakde, Bude Rio sebagai perwakilan Bunda yang tidak hadir.


Setelah itu mereka kembali ke rumah untuk beristirahat sejenak.


Rio memilih untuk menaiki mobil mereka hanya berdua dengan Sissy.


"Alhamdulilah Dek. Kita udah sah jadi suami istri." Rio memecahkan keheningan diantara mereka.


"Iya Mas. Aku bahagia." Jawab Sissy sambil memeluk lengan Rio dari samping.


"Udah boleh cium yang banyak dong sekarang." Rio mulai menggoda Sissy.


"Boleh aja. Tapi cuma peluk cium aja. Belum boleh lebih." Sissy menjawab sambil tersenyum.


"Emang kenapa Dek. Kan udah halal." Rio bingung dengan pernyataan Sissy.


"Sabar dulu ya Mas. Dedek masih halangan." Jawab Sissy dengan muka polosnya.


"Ya Allah, cobaan apa lagi ini." Rio hanya bisa berkata dalam hati.


Bahagia gak sih akhirnya mereka menikah? Gimana kelanjutan pernikahan mereka?


Dukung terus author ya biar lebih bisa menulis dengan lancar πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ


Jangan lupa LikeπŸ‘ dan Vote.


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2