Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) # 40 Dua Kebahagiaan


__ADS_3

...* last chapter *...


Pagi Ini Ical bersiap untuk berangkat ke tempat wisuda. Didampingi oleh Rio dan Sissy juga ditemani oleh Aca dan Difan.


"Yang, kamu pelan - pelan dong jalannya. Kan lagi hamil." gerutu Difan yang mengikuti Aca dari belakang.


"Kalo aku pelan - pelan nanti semuanya bisa telat." kata Aca.


"Ya tapi gak jalan cepat kayak gini juga. Lagian masih keburu kok waktunya." Difan membukakan pintu mobil untuk Aca. Lalu dia sendiri masuk ke kursi kemudi.


"Maaf ya jadi agak terlambat gara - gara aku." Aca memandang Ical.


"Gak apa. Masih banyak waktu." jawab Ical cuek.


"Kamu udah baikan sayang ? Masih mual ?" tanya Sissy sambil mengelus punggung Aca lembut. Ya saat ini Aca sedang hamil muda.


"Udah mendingan kok Bun. Tadi udah sempet muntah banyak." Aca menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.


"Yang sabar ya. Memang seperti itu rasanya hamil." Sissy membelai pipi Aca.


"Iya Bun." jawab Aca singkat.


Aca jadi teringat kejadian seminggu yang lalu.


flashback on


"Kak, badanku pusing banget nih. Kamu bisa ambilin air putih sama obat pusing." kata Aca sambil berbaring di ranjangnya.


"Iya bentar aku ambilin. Tapi kamu harus makan dulu." kata Difan.


"Dikit aja Kak." kata Aca sambil berusaha untuk duduk.


Difan dengan telaten menyuapi Aca. Baru beberapa suap tiba - tjba Aca merasa mual. Dia pun bangun dan berlari ke kamar mandi.


"Kamu gak apa - apa Sayang ?" Difan membantu memijit tengkuk Aca.


"Eneg Kak." Aca terduduk lemas di lantai kamar mandi.


"Ya sudah kamu istirahat aja ya." Difan menggendong Aca kembali ke ranjangnya.


"Kita ke dokter ya sayang ?" tanya Difan lembut.


"Nanti aja Kak. Aku lemes banget. Boleh minta obat nya ?" kata Aca.


"Iya. Nih kamu minum." Difan menyerahkan obat sakit kepala ke tangan Aca dan tak lupa segelas air putih.


"Kamu istirahat ya sayang. Kalo belum sembuh besok kita harus ke dokter." Difan menyelimuti tubuh istrinya. Difan pun keluar dari kamar.


"Aca kemana Fan ?" tanya Sissy yang tak melihat keberadaan Aca.


"Lagi istirahat di kamar Bun. Tadi pusing dan sempat muntah - muntah." jawab Difan sambil duduk di sofa sebelah Sissy.


"Boleh Bunda lihat Aca ?" Sissy meminta ijin dulu sebelum masuk ke kamar Aca.


"Boleh Bun." kata Difan.


"Assalamualaikum anak cantik Bunda." Sissy memberi salam sambil membelai lembut kepala Aca.


"Waalaikumsalam. Bunda udah pulang ?" Aca bangun dari tidurnya.


"Iya. Katanya kamu sakit Nak ?" tanya Sissy.


"Tadi pusing Bun. Tapi sekarang udah mendingan kok." jawab Aca.


"Bunda bawain batagor kesukaanmu tuh." kata Sissy sambil berjalan keluar kamar. Aca mengikuti Bundanya.


"huek.. huek.." tiba - tiba Aca merasa mual ketika mencium aroma batagor kesukaannya.


"Kenapa Nak ?" tanya Sissy khawatir.


Difan, Ical dan Rio yang sedang di taman belakang pun langsung masuk begitu mendengar suara panik Sissy.


"Cium bau batagor sama bumbu kacangnya kenapa jadi eneg gini ya?" kata Aca bingung.


"Biasanya kamu suka banget sama batagor ini." kata Ical.

__ADS_1


"Iya loh. Padahal ini batagor yang biasa kamu beli." kata Sissy.


"Gak tau deh Bun." kata Aca sambil menjauhkan batagor beserta bumbunya.


"Kayaknya Bunda tau deh kamu kenapa." kata Sissy sambil tersenyum.


"Emang Aca kenapa Bun ?" tanya Difan penasaran.


"Kamu istirahat dulu aja ya. Fan, kamu bikinin istri kamu teh tawar hangat." perintah Sissy.


"Iya Bun." Difan bergegas ke dapur.


"Cal, kamu antar Bunda ke depan ya." kata Sissy lagi.


"Kemana Bun ?" Ical masih gak mengerti maksud Bundanya.


"Udah kamu antar Bunda naik motor ke depan." Sissy pun pamit ke Rio sambil memberi kode pada suaminya.


Tak lama kemudian Sissy datang membawa bungkusan dan langsung menghampiri Aca di kamarnya.


"Nak, Kamu coba pake ini." Sissy menyodorkan sebuah alat kecil.


"Ini kan tespek Bun ?" tanya Aca sambil melihat benda kecil di tangannya.


"Iya. Bunda yakin kamu hamil. Gejalanya tuh kayak Bunda dulu." kata Sissy.


"Iya Bun. Aku coba ya." Aca masuk ke kamar mandi.


"Bunda bantuin ya sayang." Sissy pun mengambil gelas plastik berisikan ur*** milik Aca dan mencelupkan tespek ke dalam gelas itu.


"Gimana Bun hasilnya ?" Aca penasaran.


"Alhamdulilah sayang. Ternyata kamu beneran hamil. Selamat ya sayang." Sissy memeluk putrinya erat.


"Alhamdulilah." Aca menangis bahagia di pelukan Sissy.


"Ada apa ini Bun ? Ca ?" Difan sudah masuk ke kamar. Rio mengikuti dari belakang.


"Nih kamu lihat sendiri." Sissy menyerahkan tespek pada Difan.



"Iya. Kalian akan menjadi orangtua." Sissy beralih memeluk suaminya.


"Kita akan punya cucu Bun ?" tanya Rio yang disambut anggukan oleh Sissy.


"Selamat ya Nak. Kamu jaga istri kamu baik - baik. Kamu juga harus jaga kehamilan kamu ya Ca." Rio menatap anak dan menantunya bergantian.


Difan mendekati Aca dan memeluknya.


"Kamu hamil sayang ?" Difan menatap wajah istrinya.


"Iya Kak. Kita hamil." Aca menangis di pelukan suaminya.


"Selamat ya sayang." Difan memeluk erat Aca.



*gambar hanya ilustrasi, source : google*


flashback off


Tiba di kampus, Difan langsung menghentikan mobilnya di depan lobby Aula fakultas teknik. "Kalian turun disini aja. Nanti biar kita tunggu di parkiran aja." kata Difan.


"Kalian gak ikut masuk ?" tanya Sissy.


"Kasian Aca Bun kalo nunggu di luar. Nanti aja kalo sudah selesai kami datang menghampiri kesini." kata Difan. Aca hanya mengangguk, mengikuti ucapan suaminya.


"Kita juga mau lihat - lihat yang jualan di depan situ." kata Aca.


"Ya udah. Kamu jangan capek - capek ya Nak." pesan Rio.


"Jangan jajan sembarangan loh Nak. Kamu jagain Aca ya Fan." Sissy ikut berpesan pada anak dan mantunya.


Sissy berjalan menuju gedung wisuda diapit oleh dua lelaki tersayangnya.

__ADS_1


Tanpa sengaja Sissy menabrak seorang wanita dalam perjalanan menuju gedung wisuda.


"Maaf ya Nak. Kamu gak apa - apa ?" tanya Sissy sambil membantu mengambilkan tas milik wanita itu.


"Gak apa - apa Bu. Makasih." jawab Wanita itu sambil bergegas pergi.


"Bun, ayo cepetan. Kamu ngapain ?" tanya Rio.


"Ini Yah. Tadi aku nabrak wanita." jawab Sissy sambil menghampiri Rio dan Ical.


"Mana orangnya ?" tanya Rio sambil mencari. Ical pun melakukan hal yang sama.


"Udah pergi. Masih muda, cantik banget. Wajahnya Ayu kayak orang jawa gitu." kata Sissy.


"Jangan - jangan itu Avi." gumam Ical dalam hati. Ical langsung berbalik dan mencari sosok wanita yang dimaksud. Tapi sepertinya Avi sudah pergi dari tempat itu.


"Cal, Ayo. Kok malah bengong." tegur Sissy sambil menggandeng lengan putranya.


"Iya Bun." Ical pun berjalan menuju gedung wisuda bersama orangtuanya.


Acara wisuda berjalan dengan lancar. Ical didampingi oleh Sissy dan Rio.


Sissy merasa flashback saat nama Ical dipanggil sebagai salah satu lulusan terbaik, cumlaude dengan nilai ipk 3,88


"Khalid putra Hanggana, putra tercinta dari Bapak Mario Hanggana dan Ibu Rissya Kamalia, jurusan design, fakultas seni rupa dan design." pembawa acara memyebut nama Ical untuk maju ke podium untuk memberikan sambutan sebagai lulusan terbaik. Ical pun memberikan pidato nya mewakili seluruh wisudawan dan wisudawati hari ini.


Rio dan Sissy memandang putra mereka dengan bangga.


"Selamat ya Sayang Ayah sama Bunda bangga sama kamu." bisik Rio sambil memeluk sekilas Ical saat turun dari podium.


Sissy pun menghujani putranya dengan ciuman.


"Makasih Ayah, Bunda." Ical memeluk kedua orangtuanya erat.


Aca dan Difan menyambut Ical yang baru keluar dari gedung wisuda dengan sebuah buket bunga.


"Selamat Ical sayang." Aca memeluk saudara kembarnya.


"Makasih ya Ca." Ical menerima buket bunga yang diberikan Aca.


"Selamat ya bro." Difan memeluk Ical.


"Makasih bro." Ical meninju lengan Difan pelan.


"Akhirnya Ayah dan Bunda merasa lega bisa mengantar kalian sampai menjadi sarjana." kata Rio menatap putra putrinya penuh bangga.


"Semoga kalian tetap bisa mengamalkan ilmu yang kalian dapat sebaik mungkin." lanjut Rio.


"Tapi gak boleh juga menentang kodrat kamu sebagai istri dan Ibu. Amalkan ilmu kamu dengan ridho dari suami kamu." Sissy ikut menasehati putrinya.


"Siap Bun." jawab Ical dan Aca kompak.


"Tinggal satu lagi nih Bun." kata Rio dengan wajah jahil.


"Apa Yah ?" tanya Sissy sambil tertawa.


"Nungguin bujang kita keemu sama jodohnya." ledek Rio yang langsung disambut tawa lainnya.


"Ah.. Selalu deh ujungnya kesitu lagi. Ical mau bangun karir dulu. Jodoh mah akan datang dengan indah pada waktunya." Ical tersenyum sambil memeluk Bundanya.


Hari ini kebahagiaan Rio dan Sissy berlipat ganda. Selain menghadiri wisuda Ical, mereka juga merayakan kehamilan Aca. Perjalanan hidup yang berliku dan penuh cobaan. Airmata, kebahagiaan yang datang silih berganti hingga mencapai kebahagiaan di hari ini.


...*****...


Akhirnya selesai juga karya ini. Ini karya perdana othor yang cukup menguras waktu dan pikiran.


Tunggu karya lainnya ya.


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung


__ADS_2