Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) #28 Pertunangan


__ADS_3

Selesai makan keluarga Topan pun pamit pulang.


"Yah, Nanti sore aku mau ngajak Aca keluar. Boleh kan ?" Difan ijin ke Rio.


"Boleh. Tapi pulang harus tetap utuh ya." Rio tertawa sambil memukul pelan bahu Difan.


"Siap Yah. Assalamualaikum." kata Difan sambil mencium tangan calon mertuanya itu.


"Waalaikumsalam." Rio pun masuk ke dalam rumah.


Difan menjemput Aca tepat jam 4 sore.


"Assalamualaikum Bun. Saya mau ajak Aca makan malam diluar." kata Difan sambil mencium punggung tangan Sissy.


"Waalaikumsalam. Iya boleh. Tapi pulangnya jangan terlalu malam ya." pesan Sissy pada calon menantunya itu.


"Ayah kemana Bun ? Kok gak kellihatan ?" tanya Difan.


"Ayah lagi ke Jombang. Ngabarin Om sama Tante nya Aca kalo kalian mau bertunangan." kata Sissy.


"Ooh.. Apa gak sebaiknya kami kesana juga ?" tanya Difan lagi.


"Gak usah. Kan Ayah anak tertua. Orang tuanya juga udah gak ada. Cuma kebetulan ada adik Ayah yang ngurus usaha brownis kami disana. Sekalian mau bawa buat acara tunangan lusa." jawab Sissy.


"Iya deh Bun. Tapi kalo memang kami perlu ke Jombang atau Bandung, Kami siap kok." Difan menatap wajah calon ibu mertuanya.


"Iya Nak Difan. Nanti saja menjelang mennikah ya. Sekarang tunangannya kan hanya menngundang keluarga dekat saja. Bunda ke dapur dulu ya." Sissy meninggalkan Difan sendirian.


"Iya Bun." jawab Difan singkat.


Tak lama kemudian Aca keluar dari kamarnya dan menghampiri Difan.


"Ayo Kak kita berangkat sekarang." ajak Aca pada Difan yang masih terdiam mengagumi mahluk di hadapannya.


"Kamu cantik banget Ca." Difan tersenyum menatap Aca.


"Kakak bisa aja. Aku jadi malu nih." Aca menepuk pundak Difan.


Mereka pun pamit pada Sissy. Difan berjalan mendahului dan membukakan pintu mobil untuk Aca. Sissy yang melihatnya pun hanya bisa tersenyum dengan sikap romantis Difan pada Aca. Sebagai Ibu, Sissy merasa bahagia bisa melepaskan anak gadis satu - satunya pada pria yang tepat seperti Difan.


Difan menghentikan mobilnya di depan suatu resto yang sedang trending di kalangan anak muda. Resto itu mengusung konsep outdoor dan dilengkapi dengan live music. Difan menggandeng tangan Aca masuk ke dalam resto itu.


"Ca, aku minta maaf ya kalo bikin kamu menunggu lagi." kata Difan sambil memegang tangan Aca.


"Iya Kak. Sampai kapan di NTT ?" tanya Aca.

__ADS_1


"Setahun lagi Ca. Kurang lebih lah. Hampir pas dengan kamu lulusan ya." jawab Difan.


"Iya. Aku mau ngambil sks lebih banyak biar cepet lulus." kata Aca.


"Duh segitu gak sabarnya pengen jadi istri aku." goda Difan.


"Hehehe. Aku cuma gak mau Kakak gagal untuk ketiga kalinya." Aca berkata lirih sambil menundukkan kepalanya.


"Insha Allah ya Ca. Semoga semuanya berjalan dengan lancar." Difan menaikkan dagu Aca agar melihat padanya.


"Kakak langsung berangkat setelah pertunangan ?" tanya Aca.


"Iya Ca. Ini Aku ijinnya cuma seminggu. Lusa kita tunangan, Besoknya Aku langsung berangkat ke NTT lagi." jawab Difan.


"Disana susah sinyal kan Kak ?" tanya Aca lagi.


"Iya Ca. Tapi Aku janji seminggu 2 kali akan ke kota buat telpon kamu." Difan menggenggam tangan Aca erat memberikan sebuah janji.


"Iya Kak. Aku akan menunggu." Aca membalas genggaman tangan Difan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Acara pertunangan berlangsung dengan kekeluargaan. Mereka sengaja hanya mengundang keluarga besar kedua keluarga dan Geng pelangi bersama keluarganya. Tanpa menggunakan adat istiadat atau prosesi resmi, kedua keluarga bersama undangan yang lain pun mennikmati makan malam dengan suasana santai. Yoan memakaikan kalung pada Aca sebagai tanda pengikat hubungan Difan dan Aca. Aca pun mencium punggung tangan Yoan dan Topan sebagai calon mertuanya. Begitupun Difan yang mencium punggung tangan Sissy dan Rio. Kemudian keduanya berfoto sebagai dokumentasi acara ini. Terlihat senyum yang terus mengembang dari wajah Sissy sepanjang acara.


"Seneng banget ya akhirnya mau punya menantu." bisik Amira.


"Selamat ya Si. Siap berbesan dengan Yoan." Zizi memeluk dan mencium kedua pipi Sissy.


"Makasih Zi. Kupikir tadinya aku bakal besanan sama kamu. Ternyata malah sama Yoan." Sissy teesenyum menatap sahabatnya.


"Ya.. Mau gimana lagi. Emang ada kecelakaan juga." Zizi berkata pelan.


"Memang jodohnya Kian sama Vanya." Amira ikut menambahkan.


"Seandainya Kian lebih dekat sama Aca, Mungkin mereka gak akan melakukan hal - hal diluar batas seperti itu." sesal Zizi.


"Kamu gak boleh gitu Zi. Bagaimanapun Vanya sekarang udah jadi menantu kamu. Sebentar lagi kamu juga akan mendapat cucu dari dia." kata Sissy mengingatkan sahabatnya.


"Kamu selalu bijaksana Si. Makasih ya." Zizi memeluk Sissy sekali lagi.


"Kalian lagi ngobrol apa sih ? Pelukan gak ngajak - ngajak." Yoan datang menghampiri mereka.


"Ya cuma ngasih selamat aja ke Sissy buat pertunangan Aca dan Difan." Amira menjawab pertanyaan Yoan.


"Ooh.. Kirain ada apa." Yoan ikut memeluk sahabatnya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sehari setelah pertunangan, Sissy menemani Aca untuk mengantar Difan ke sekretariat Guru Bantuan Daerah. Yoan dan Topan juga ikut mengantar kepergian Difan.


"Ca, aky pergi dulu ya. Kamu jangan nakal disini." Difan membelai lembut kepala Aca yang terbalut hijab.


"Iya Kak. Kakak juga baik - baik disana ya." Aca memeluk Difan.


"Ca, Ini aku kasih hadiah buat kamu. Tanda sayang aku ke kamu." Difan memakaikan gelang di tangan Aca.


"Wow.. Cantik banget Kak. Makasih." Aca kembali memeluk Difan erat.


"Cantik seperti kamu." bisik Difan.


"Ehmm.. Udah jangan pelukan terus. Belum mahrom." goda Topan mendekat ke anak dan calon menantinya itu.


"Papa.." Aca langsung melepaskan pelukannya.


"Iya Pa. Minta bekal dulu biar kuat nahan rindu." celetuk Difan sambil cengengesan.


"Dasar kamu nih. Tuh, udah dicari sama orang di sekretariat." kata Topan.


"Maaf Pa. Tadi aku gak denger." Difan pun berjalan menuju ruang sekretariat.


"Ma, Pa, Bunda.. Difan pamit dulu ya." Difan menciumi tangan mereka satu persatu.


"Iya Nak. Kamu baik - baik disana ya. Cepet pulang, kasian ada yang kangen." goda Yoan.


"Mama bisa aja." Difan menoleh pada sang tunangan yang memerah wajahnya.


"Ca, aku pergi dulu ya. Tunggu aku datang menjemputmu." Bisik Difan.


"Iya Kak. Aku akan setia menunggu Kakak." Untuk pertama kalinya Aca mencium punggung tangan Difan dengan khidmat. Difan langsunv masuk ke mobil yang akan membawanya ke NTT.


Mereka pun menunggu sampai mobil yang ditumpangi Difan hilang dari pandangan. Setelah itu mereka pun pulang ke rumah masing - masing.


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2