Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#36 Bulan Madu (2)


__ADS_3

Sissy terbangun pagi harinya dengan sedikit nyeri di bagian inti tubuhnya. Dilihatnya Rio masih tertidur pulas disampingnya. Tangan Rio melingkar di perutnya. Sissy hendak menyingkirkannya ketika tiba-tiba Rio menarik tangannya dan menariknya ke atas tubuhnya. Selimut yang menutupi tubuh te****ang mereka pun tersibak. Rio membalik posisi mereka dan mengungkung tubuh Sissy dibawah tubuhnya.


"Mas, udah jam 4. Ayo kita sholat dulu." Kata Sissy yang langsung dibungkam oleh bibir Rio yang menciumnya dengan lembut.


"Mau lagi Dek." Rio mulai menyusuri leher dan semakin turun ke Pa****ra Sissy.


Sissy pun akhirnya menikmati setiap kecupan suaminya itu. Mereka pun melakukan penyatuan lagi dengan lebih santai. Setelah 2 ronde akhirnya Sissy bangkit ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sissy menutup matanya merasakan tetesan air yang menyentuh kulit tubuhnya. Rasa lelah yang menyelimuti Sissy seolah sudah terbayarkan dengan kebahagiaan di hatinya. Sissy tersenyum, perlahan dibuka matanya.


"Ahh.." Sissy terdiam sejenak dengan mata membulat, "Mas ngapain disini? Aku malu." gerutu Sissy mencoba menutupi bagian tubuhnya yang telanjang.


Rio langsung memeluk tubuh Sissy, menyentuh setiap jengkal tubuh telanjang istrinya dengan penuh kelembutan.


"Kenapa malu sayang, kan semalam Mas udah lihat semuanya." Ucap Rio menggodanya.


Sissy merasa berdesir mendengar ucapan suaminya.


"Tapi kan Malu Mas." Sissy memelingkan wajahnya.


Rio segera menarik wajah Sissy mendekat dan langsung ******* bibirnya, sebelah tangannya juga memainkan 'gunung kembar' Sissy bergantian.


Sissy menciba rileks dan mengalungkan tangannya di leher Rio.


"Mmpphh...." Sissy melenguh sambil melengkungkan punggungnya menikmati tangan Rio yang menjelajah pa****ra nya.


Desahan, ******* Sissy membuat Kelelakian Rio bangkit.


Penyatuan tubuh mereka pun kembali terjadi di bawah guyuran shower.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah sholat subuh mereka tertidur sampai siang hari.


"Mas, ayo bangun. Kita harus check-out." Sissy membangunkan Rio yang masih terlelap.


"Udah jam berapa emangnya?" Tanya Rio yang masih memejamkan matanya.


"Jam sebelas. Kita udah ketinggalan sarapan nih. Aku mandi duluan." Sissy langsung kabur ke kamar mandi. Sissy pun segera mandi dengan cepat.


"Mas, ayo cepet mandi." Sissy menarik Rio hingga bangun.


"Iya Dek. Ini udah bangun." Kata Rio sambil menunjuk celananya yang menggembung.


"Dasar mesum." Sissy membereskan koper mereka.


"Trus ini gimana Dek?" Rio masih terduduk di ranjang.


"Dipake mandi juga tidur lagi kan?" Sissy tak memperdulikan Rio yang merengek minta jatah.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mereka sudah hampir sampai di Bondowoso. Sebelum menginap di Banyuwangi, mereka ingin berjalan-jalan sejenak disana. Mereka menuju ke air terjun miniagara di desa kalianyar. Mereka pun menikmati nasi mamong khas Bondowoso. Setelah matahari mulai meredup, mereka pun melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi.


Sampai di Banyuwangi mereka langsung menuju hotel. Sissy masih merasa tubuhnya sakit akibat pergulatan mereka semalam.


Dia pun langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Dek.." Rio langsung mendekati dan memeluk Sissy.


"Apa Mas?" Sissy menjawab sambil memejamkan matanya.


"Kok tidur sih?" rengek Rio seperti anak kecil yang merengek minta permen.


"Ngantuk Mas." Sissy hendak membalikkan badan membelakangi Rio, tapi ditahan oleh Rio.


"Aku mau lagi." Rio berkata dengan lembut.


"Apa sih Mas?" Sissy mulai membuka mata menatap Rio yang sedang memandangnya dengan tatapan redup.


"Ayo Dek. Biar bisa tidur." Rio mendekatkan wajahnya ke wajah Sissy.


"Mas, kamu... " ucapan Sissy terputus ketika Rio menciumnya.


cup.. langsung diciumnya bibir Sissy dan dilumatnya. Tangannya pun mulai memainkan dua gundukan milik Sissy.


"Udah basah Dek." Kata Rio berbisik setelah tangannya mengelus pusat kewanitaan Sissy.


"Hhmm.." Sissy masih menikmati setiap sentuhan Rio di tubuhnya.


Sissy mencengkeram sprei ketika dirasakannya milik Rio sudah memasuki miliknya. Rio berdiam sejenak sebelum mulai bergerak didalam tubuh Sissy. Permainan mereka sungguh liar dan panas. Hingga akhirnya mereka 'keluar' berbarengan. Rio pun ambruk diatas tubuh Sissy.


"Diam disini dulu Mas." Kata Sissy ketika Rio hendak bangkit dari atas tubuh Sissy.


"Iya, sebentar aja ya." Rio tak tega Sissy harus menanggung tubuhnya yang berat.


Mereka pun tertidur dengan saling berpelukan.


*kring.. kring.. *


Rio terbangun mendengar suara hp berbunyi


"Assalamualaikum." Rio menjawab sambil terpejam.


"Waalaikumsalam. Woi bro, gimana bulan madunya?" Terdengar suara jahil Beno diseberang sana.


"Sia**n kamu Ben. Ganggu orang tidur aja." Jawab Rio sedikit kesal.


"Tidur apa tidur nih?" Beno terus menggoda Rio.

__ADS_1


"Ya tidur lah bukan mandi." Rio mulai duduk dan menatap istrinya yang masih tertidur pulas.


"Ceile, pengantin baru, tidur mulu." Beni tak henti menggodanya.


"Rese banget nih anak. Kayak belum pernah nikah aja." Rio membelai rambut ikal Sissy yang terurai di bantal.


"Hehehe. Yawda lanjutin deh. Jangan lupa bikinin ponakan buat aku ya." Kata Beno mengakhiri telponnya.


"Dasar Beno. Telpon cuma gangguin aja." Rio pun bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sore itu mereka menghabiskan waktu di Taman Blambangan dan menikmati nasi tempong.


"Dek, kamu ikut pindah ke mess?" Tanya Rio sambil menikmati nasi tempongnya.


"Ada tetangga nya gak Mas?" Sissy balik bertanya.


"Ada. Kan disana ada 4 rumah sama 1 mess bujang." jawab Rio.


"Rumahnya udah siap Mas?" Tanya Sissy lagi.


"Udah Dek. Kita nempatin rumah no 3. Yang lain udah terisi semua." Rio meneguk kopi hitam favoritnya.


"Iya Mas. Tapi minggu besok kita pulang dulu ke Malang ya." Kata Sissy.


"Kangen Mama?" Ledek Rio.


"Kan barang aku masih banyak di Malang. Sekalian nengok cake shop dan pamit ama anak-anak." Sissy sedikit kesal dengan pertanyaan Rio.


"Trus cake shop kamu gimana Dek." Tanya Rio lagi.


"Kan masih ada teman-teman yang lain. Mungkin nanti sebulan sekali kita tengok. Aku juga bisa kok ngerjain laporan absensi dari jauh." Sissy memberikan jawaban yang cukup masuk akal bagi Rio.


"Iya Dek. Sebulan sekali juga kita kunjungi Bunda dan Mama bergantian ya." Rio mulai mengantur jadwal mereka.


"Siap Mas. Aku ngikut apa kata Mas aja." Sissy memberikan senyum termanisnya untuk Rio.


"Istri yang pinter." Kata Rio sambil menyentil hidung Sissy.


"Iya dong. Siapa dulu suaminya." Sissy bergelayut manja di lengan Rio.


Mereka pun kembali ke hotel dan beristirahat.


Jangan lupa likeπŸ‘ dan Vote ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2