
Akhirnya para suami sepakat untuk membuka usaha bersama. Mereka membuka bengkel dan tempat cuci mobil/motor. Sesuai nama usaha para istri mereka pun sepakat memberi nama Pelangi. Hari ini mereka akan mengadakan syukuran pembukaan tempat usaha baru mereka.
Sissy dan ketiga sahabatnya sudah sibuk menata makanan di kantor baru bengkel pelangi. Mereka sepakat untuk membagikan makanan bagi orang sekitar yang membutuhkan.
"Semoga usaha bersama kita ini berjalan dengan lancar ya kawan." Alif menyampaikan harapannya saat mereka berkumpul.
"Aamiin. Sekarang kita bukan hanya teman tapi juga keluarga ya." tambah Topan sambil menggendong anak bungsunya.
"Akhirnya bukan hanya istri - istri kita yang punya usaha bareng, tapi kita juga." Rio merangkul Faisal.
"Biar ada pegangan nih waktu pensiun." celetuk Faisal.
"Pak dosen udah mau pensiun kah?" tanya Alif iseng.
"Ya belum lah Mas. Anak 2 masih butuh banyak biaya." jawab Faisal sambil tertawa.
"Iya ya. Saya anak 1 aja udah banyak banget pengeluarannya." keluh Alif.
"Apalagi anak aku ada 3. Hehehe." Topan ikut bersuara.
"Kan usahanya juga maju kan?" kata Alif. Topan memiliki usaha kerajinan tangan yang sudah mencapai mancanegara.
"Ya namanya usaha pasti ada oasang surutnya." kata Topan.
"Ya dijalanin dan disyukuri aja. Udah tugas kita sebagai kepala keluarga." kata Rio.
"Permisi Bapak - Bapak. Ayo kita segera bagikan makanannya. Biar cepet pulang." Yoan muncul di depan pintu.
"Siap." jawab mereka berempat serempak.
Mereka pun masuk ke membawa beberapa bungkusan dan mulai mbagikan makanan pada tukang becak, pemulung dan pedagang di sekitar tempat usaha mereka.
Sissy memutuskan untuk kembali aktif di Cake shop Pelangi. Sesekali dia mengajak si kembar untuk berkunjung kesana. Hari ini mereka janjian berkumpul untuk membicarakan perkembangan cake shop.
"Assalamualaikum." sapa Sissy saat memasuki cake shop.
"Waalaikumsalam." jawab Amira dan Zizi berbarengan.
"Udah lama girls?" tanya Sissy sambil duduk di salah satu sofa.
"Aku sih baru datang. Amira dari pagi, kan jadwal piket." jawab Zizi.
"Oh iya ya. Kita langsung keatas atau nunggu Yoan dulu?" tanya Sissy lagi.
"Langsung aja. Biar Kian bisa main." jawab Zizi.
Mereka sengaja membangun cake shop menjadi 2 lantai, dan lantai atas khusus difungsikan sebagai kantor manager, ruang meeting, ruangan owner dan area bermain buat karyawan atau owner yang memiliki anak balita.
"Ayo Nak kita ke atas." ajak Sissy pada si kembar.
"Asik.. Aku mau main perosotan." Ical berlari menyusul Kian mendahului Bubun dan kakak kembarnya.
"Pelan - pelan Nak." teriak Sissy.
__ADS_1
"Seneng ya Kian punya teman yang hampir sama umurnya.
Umur Kian dan si kembar memang terpaut 3 tahun, sedangkan Vanya, anak bungsu Yoan umurnya setahun lebih muda dari si kembar.
Hana dan si kembar Dafa dan Difan umurnya hanya terpaut setahun. Hana kelas 1 SMP sedangkan Dafa, Difan kelas 2 SMP.
"Assalamualaikum." Sapa Yoan yang datang bersama ketiga anaknya.
"Hai anak cantik. Udah makan belum?" tanya Zizi sambil memcium pipi gembil Vanya.
"Belum Tante." Yoan menjawab mewakili Vanya yang tampak malu - malu.
"Kalian di bawah aja. Ada Hana dan Kinan juga." kata Amira.
"Ma, Aku pesen makan sama minum di bawah ya?" pamit Dafa pada Mamanya.
"Iya di bawah aja sana. Disini yang kumpul emak - emak sama anak kecil." kata Yoan.
Dafa dan Difan pun turun ke lantai bawah dan memesan makanan. Mereka memesan Sandwich dan chicken rice mentai serta milkshake.
"Duduk disana yuk!" Difan menujuk sofa tempat Hana dan Kinan sedang asik nonton dari laptop.
"Nonton apaan sih? Serius amat?" tanya Dafa sambil mengintip laptop mereka.
Kedua gadis abg itu tak ada yang menjawab dan fokus pada layar laptopnya.
Dafa pun mulai iseng mengganggu mereka dengan menutup separuh layar laptopnya.
"Hahaha. Lagian ada orang nanya gak dijawab." kata Dafa cuek. Difan hanya tersenyum melihat kejahilan saudara kembarnya itu. Dafa memang memiliki sifat yang jahil dan aktif sedangkan Difan pendiam dan pemikir.
"Kan kita lagi nonton. Masa sambil ngobrol?" Kinan ikut menjawab.
"Ya jawab bentar aja kan bisa." kata Dafa.
"Males." jawab Hana singkat. Dia melirik Difan yang asik dengan gadgetnya. Dalam hati Hana merasa tertarik dengan Difan yang kalem itu.
"Hei.. Ditanya malah bengong. Mana ngelihatin Difan lagi. Kamu naksir ya?" ledek Dafa sambil menyikut lengan Difan.
"Apaan sih Daf." muka Hana langsung memerah. Dafa kembali menyikut lengan Difan.
"Apaan?" Difan tak paham apa yang sedang diributkan oleh 2 orang itu.
"Tuh si Hana naksir kamu." kata Dafa sambil menunjuk ke arah Hana.
"Biarain aja." Difan melirik Hana sekilas lalu kembali asik dengan gadgetnya.
"Gak asik ah kamu." Dafa cemberut sambil menyenderkan badannya di sofa.
"Syukurin deh." ledek Hana yang diikuti tawa dari Kinan.
"Sstt.. Jangan berisik ya anak - anak." Amira mengintip dari lantai atas.
"Lihat deh anak - anak itu. Gak kerasa ya mereka udah besar dan mulai saling ledek - ledekan gitu." Yoan tersenyum melihat ulah jahil si kembar.
__ADS_1
"Anakmu tuh iseng banget Yo." kata Amira.
"Biasalah namanya juga ABG." Yoan menanggapi dengan santai.
"Menurut aku ya, salah satu dari si kembar ada yang naksir sama Hana." kata Sissy membuat Amira langsung tersedak.
"Itu bisa - bisaan kamu aja Si." kata Amira.
"Atau dua - duanya naksir sama Hana ya?" Sissy tak memperdulikan ucapan Amira dan terus mengeluarkan pendapatnya.
"Berarti kita siap besanan ya Ra." Yoan memeluk Amira.
"Asik. Itu kan mimpi kita." Zizi ikut menanggapi.
"Mimpi kamu. Bukan kita. Hehehe." kata Amira.
"Aminin aja lah Ra. Siapa tau memang mereka ada yang berjodoh." kata Sissy.
"Lah kamu gak jadi mau besanan sama aku ?" tanya Amira jahil pada Sissy.
"Ya ampun Ra. Hana sama Ical bedanya 10 tahun. Kasian Hana nanti keburu tua nungguin Ical." Sissy tertawa. Mereka berempat pun kompak tertawa dengan kenyataan itu.
"Kita aja yang besanan Si." kata Zizi.
"Kian sama Aca?" tanya Sissy.
"Iyalah. Masa Kinan sama Ical." canda Zizi.
"Iya trus Ical sama Vanya." Yoan ikut menambahkan.
"Jangan lupa Dafa jodohin juga sama Kinan." Zizi menambahkan lagi.
"Ya ampun perbesanan kita hanya sebatas geng pelangi nih ?" kata Sissy sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Hahaha. Halu kalian semua." ledek Amira sambil geleng - geleng mendengar ide gila sahabatnya itu.
"Ya namanya juga mengkhayal. Mumpung gratis." jawab Yoan.
"Ya siapa tau memang ada diantara mereka yang berjodoh ya." kata Sissy bijak.
"Aamiin." jawab ketiga sahabatnya kompak.
Apakah anak - anak mereka ada yang berjodoh?
Episode berikutnya akan masuk ke season 2 yang menceritakan tentang anak - anak mereka.
Jangan lupa dukung terus ya..
Jangan lupa Likeπ, Komen dan Vote..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1