
Aca dan Difan menikmati makanannya dalam diam. Keduanya seolah larut dalam pikiran masing - masing. Difan berusaha mengulur waktu sebelum mengutarakan isi hati dan perasaannya. Sedangkan Aca ingin segera menyelesaikan makannya untuk mengetahui perasaan Difan padanya. Now or Never, Sekarang atau Tidak Sama sekali.
Aca yang sudah selesai makan langsung menuju ke wastafel untuk mencuci tangannya.
Aca mulai tak sabar melihat Difan yang masih menikmati makanannya dengan santai bahkan sepertinya lelaki itu belum ada niat untuk memulai obrolan mereka.
"Kak, cepetan dong makannya." pinta Aca.
"Kamu udah gak sabar ya ?" goda Difan.
"Capek tau nungguin terus." kata Aca sambil memajukan bibirnya.
"Iya..Iya.. Ini aku udah selesai. Sebentar ya." Difan bangkit untuk mencuci tangannya.
*tring... * suara datang dari ponsel Aca.
Ical - ku
Kamu lagi ketemuan sama Kak Difan ya ?
Aca
Iya bawel.
Ical - ku
sukses ya. Jangan lupa kabar baiknya.
Aca
Okeh bawel. Tunggu aja, siapin cemilan sm tisue buat antisipasi. 😄😅
"Hayo lagi wa an sama siapa ?" Difan yang datang membawa 2 gelas minuman dingin membuat Aca kaget.
"Eh Kak. Bikin kaget aja." Aca memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"Pasti pesan dari orang penting ya sampai kaget gitu." tanya Difan.
"Iya dong. Dia lelaki yang penting buat aku." jawab Aca sambil meminum Es cappucino nya.
"Berarti obrolan kita udah gak penting lagi dong." Difan terlihat kecewa.
"Ya penting dong Kak. Itu tadi pesan dari Ical, saudara kembar aku." Aca menyimpan minumannya dan menatap lekat lelaki di hadapannya.
"Ca, perasaan kamu ke aku gimana ? Masih sama atau udah berubah ?" tanya Difan.
"Aku selalu menunggu hari ini untuk dapat kepastian dari Kakak. Hatiku belum ada yang mengisi selain Kakak." jawab Aca jujur.
"Syukurlah. Tapi ini bukan sekedar rasa kagum kan Ca ?" tanya Difan lagi.
"Kakak pasti tahu jawabannya. Kalo memang aku hanya kagum kemarin aku gak akan pakai baju yang Kakak kasih." Aca mengalihkan pandangannya ke arah lain. Airmatanya sudah hampir berhamburan keluar mendengar pertanyaan Difan barusan.
"Maafin aku ya Ca. Aku sudah buat kamu sedih." Difan memegang kedua tangan Aca.
Aca hanya terdiam tanpa memandang ke arah Difan.
"Ca, apa kamu gak keberatan punya calon suami yang sudah tua ?" pertanyaan Difan langsung membuat Aca menolehkan kepalanya memandang wajah lelaki itu.
"Aku gak pernah mempermasalahkan hal itu Kak. Lagian Kakak belum terlalu tua kok." Aca tersenyum manis.
"Ca, aku juga menyukai kamu. Kamu mau menikah sama aku ?" tanya Difan serius.
"Kakak melamar aku ?" Aca masih tak percaya. Dipikirannya mereka akan berpacaran dulu.
__ADS_1
"Tapi aku masih kuliah Kak." kata Aca menundukkan kepalanya.
"Kamu hanya perlu jawab mau atau gak ?" Difan menaikkan dagu Aca.
"Aku mau Kak." mata Aca tampak berkaca - kaca.
"Kamu sudah siap untuk menikah denganku ?" tanya Difan lagi.
"Aku mau tapi aku belum siap sekarang. Aku ingin lulus kuliah dulu." jawab Aca ragu - ragu.
"Itu bukan masalah buat aku. Kita bisa menikah setelah kamu lulus kuliah." kata Difan.
"Iya Kak." jawab Aca singkat.
"Makasih ya Ca." Difan mencium lembut tangan Aca.
"Makasih buat apa Kak ?" Aca masih bingung dengan ucapan Difan.
"Makasih kamu sudah mencintaiku dan sudah mau menungguku." kata Difan.
"Makasih juga Kakak mau membuka hati buat aku." balas Aca.
"Besok aku akan kerumahmu untuk menemui Ayah dan Bunda." kata Difan.
"Iya Kak. Aku bakal bilang ke Bunda." Aca tersenyum pada lelaki yang menjadi kekasihnya itu.
"Ayo aku antar pulang." Difan menggenggam tangan Aca dengan erat.
"Assalamualaikum." Aca mengucap salam saat memasuki rumah. Dia langsung menghampiri Sissy yang sedang di dapur.
"Waalaikumsalam. Kamu pulang sendiri ?" tanya Sissy.
"Diantar sama Kak Difan Bun. Tadi nitip salam buat Bunda dan Ayah." jawab Aca.
"Kok gak mampir dulu ?" Sissy coba menggali informasi tentang hubungan Aca dan Difan.
"Wah.. Ada yang mau dilamar nih kayaknya." goda Ical yang baru masuk dapur.
"Sok tau bawel. Lihat aja besok." Aca bergegas keluar dari dapur menuju ke kamarnya.
"Kan kamu janji mau cerita sama aku." Ical mengikuti Aca sampai ke depan kamarnya.
"Besok juga kamu tau kok." Aca langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ca, kata Bunda besok Difan mau kesini ?" tanya Rio saat mereka makan malam.
"Iya Yah. Ada yang mau diomongin ke Ayah dan Bunda." jawab Aca.
"Trus mau jam berapa kesini nya ?" tanya Rio lagi.
"Jam makan siang Yah." Aca menatap Ayahnya.
"Sendiri atau sama orang tuanya ?" Sissy ikut bertanya.
"Gak tau Bun. Kak Difan gak bilang apa - apa." jawab Aca lagi.
"Ya udah kamu siapin aja makanannya Bun. Kalo gak habis kan bisa dikasihkan sama satpam komplek." Rio memberikan solusi.
"Iya Yah. Bunda mau masak yang spesial." kata Sissy sambil tersenyum jahil.
"Spesial buat calon mantu ya Bun ?" Ical ikut menggoda saudara kembarnya.
__ADS_1
"Iya dong. Calon menantu spesial." kata Sissy. "Ical.. Jangan iseng deh. Bunda juga nih. Kompak banget sih godain aku." Aca memajukan bibirnya tanda protes.
"Cie.. Yang mau dilamar kok jadi ngambekan." Ical mencubit pipi Aca.
"Ical bawel." teriak Aca sambil mengusap pipi nya bekas dicubit Ical.
"Jadi gimana nih ceritanya ? Kita boleh tau kan ?" tanya Sissy penasaran.
Aca pun menceritakan pertemuan tadi siang dengan Difan. Rio dan Sissy saling bertatapan saling tersenyum. Mereka bahagia akhirnya anak gadisnya berhasil menemukan cintanya. Sesekali ketiganya menggoda sang gadis, suasana di ruang makan pun lebih hidup.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Siang itu Difan menepati janjinya untuk datang menemui orangtua Aca. Difan datang bersama Papa dan Mamanya.
"Assalamualaikum." Topan memberi salam saat memasuki rumah sahabatnya.
"Waalaikumsalam." jawab Rio sambil mempersilahkan mereka duduk.
"Kami datang untuk mengantarkan anak saya untuk menyampaikan niat baiknya untuk meminang putri kalian." kata Topan.
"Kami menerima maksud kedatangan kalian dengan sepenuh hati. Silahkan jika ada yang ingin disampaikan." ujar Rio.
"Yah, Bun, Mohon maaf sebelumnya jika saya menyampaikan sendiri maksud kedatangan kami kesini." kata Difan. Rio dan Sissy hanya menganggukkan kepalanya.
"Saya bermaksud untuk melamar Khanza untuk menjadi istri saya." lanjut Difan.
"Apa ini semua tidak terlalu cepat ? Kalian kan baru bertemu lagi ?" tanya Rio.
"Tidak Yah. Saya memang berniat untuk melamar Khanza. Tapi saya juga belum bisa menikahinya dalam waktu dekat." Difan kembali menjelaskan maksudnya.
"Maksud kamu gimana ?" tanya Rio lagi.
"Saya masih harus kembali ke NTT untuk menyelesaikan tugas saya. Mungkin sekitar setahun lagi. Setelah itu saya akan kembali kesini. Kalau Ayah, Bunda, Papa, Mama dan Khanza berkenan, Saya ingin menikahi Khanza setelah Khanza lulus kuliah." kata Difan sambil memandangi satu persatu calon mertua dan orang tuanya.
"Kami sih setuju saja. Tapi semuanya nya kami serahkan pada Khanza yang menjalaninya. Apa kamu mau menerima pinangan Difan ?" Rio menatap pada anak gadisnya.
"Bismillah.. Iya Yah, Aku menerima pinangan Kal Difan." Aca menjawab dengan tegas.
"Alhamdulilah." Semua kompak mengucap syukur.
"Masalah kapan pelaksanaannya akan kita bicarakan lagi nanti." kata Rio sambil memandang Topan dan Difan bergantian.
"Iya Yah." jawab Difan singkat.
"Aku setuju dengan usul Rio." Topan ikut menambahkan.
"Kalo gitu sekarang kita makan siang dulu yuk. Aku sudah masak buat kalian." ajak Sissy sambil mendahului berjalan ke ruang makan.
Mereka pun menikmati makan siang dengan hangat. Obrolan mengenai rencana pernikahan mereka pun bergulir selama makan siang itu.
Difan terus menatap Aca sepanjang makan siang. Aca yang awalnya cuek sambil menikmati makan siang akhirnya jadi salah tingkah karena di tatap oleh Difan.
"Ehem.. Habisin dulu makannya baru boleh pandangin anak Ayah sepuasnya." sindir Rio.
Aca pun semakin tertunduk malu sedangkan Difan hanya bisa senyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung