Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#13 Bertemu Bunda


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Rio di Malang. Besok dia harus kembali kerja di kantor di Surabaya.


Tak terasa sudah seminggu ini mereka hampir selalu bersama-sama. Sissy menikmati setiap detik kedekatannya dengan Rio. Hari ini Rio memilih pulang dengan travel yang akan menjemputnya di rumah Sissy nanti malam.


Kebetulan sekali Sissy sedang libur sehingga dia bisa menemani Rio seharian ini.


Pagi ini Rio sudah check out dari hotel dan membawa ransel dan tas bajunya ke rumah Sissy. Kemudian dia mengajak Mama dan Sissy untuk jalan-jalan ke Mall. Rara akan menyusul sepulang sekolah.


Rio mengajak Sissy dan Mamanya ke counter Hp. Rio ingin membeli hp yang baru untuknya dan juga Sissy. Sebenarnya Rio juga ingin membelikan Mama hp baru tapi ditolak oleh mama karena tidak terlalu membutuhkan hp yang canggih, yang penting bisa buat telpon aja sudah cukup.


"Mas, kenapa harus beli hp sih? " tanya Sissy.


"Hp ku kan sedikit rusak Dek. Mau ganti yang baru. Sekalian aja kamu juga aku beliin yang baru, biar couple hp nya. Hehehe." Alasan Rio.


"Dasar Bucin. Pake couple an segala." Ledek Sissy.


"Biarin. Kan cinta." Gombal Rio.


"Sstt malu sama Mama tuh." Kata Sissy sambil melirik mama yang senyum-senyum sendiri.


Setelah memilih hp, mereka menuju food court. Mama terlihat sedikit lelah.


"Mama capek ya? Kita makan dulu aja ya ma? " Tanya Sissy sambil menggandeng tangan Mama.


"Sedikit dek."


Mereka sengaja berlama-lama di food court sambil menunggu Rara yang sedang menuju ke food court. Rara pun datang dan memesan makanan kesukaannya di Mall tersebut.


Setelah selesai makan, mereka menuju ke supermarket untuk belanja keperluan bulanan dan pulang ke rumah.


Malam harinya Travel pun menjemput Rio, mengantarnya kembali ke Surabaya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari demi hari hubungan Rio dan Sissy semakin erat. Hari-hari mereka pun diisi telpon dan bertukar pesan. Tak terasa sudah 2 bulan mereka menjalani LDR ini. 2 minggu Sekali Rio selalu datang ke Malang untuk bertemu Sissy. Rio pun sudah cukup akrab dengan Mama dan keponakan Sissy. Sesekali Rio mengajak mereka jalan-jalan di Mall.


Minggu ini Rio mengajak Sissy bertemu dengan bundanya di Jombang.


Sissy akan mengambil cuti 2 hari untuk menginap di Jombang. Rio menjemput Sissy dengan mobil kantor nya. Tak lupa Rio meminta ijin dan berpamitan pada Mama.


Selama perjalanan, perasaan Sissy berkecamuk. Antara senang, gugup dan takut.


Ini pertama kalinya Sissy akan menemui calon mertuanya. Sissy bingung harus bersikap bagaimana nantinya.


"Kamu kenapa Dek. Kok diem aja? " tanya Rio melihat gelagat yang tidak biasa dari Sissy.


"Gak papa Mas." Sissy menjawab pelan.

__ADS_1


"Kamu gugup ya Dek?" Tanya Rio lagi sambil mengusap lembut tangan Sissy.


"Sedikit Mas." Sissy menatap Rio.


"Nyantei aja Dek. Bunda baik kok orangnya." Rio berusaha menenangkan Sissy.


"Iya Mas." Jawab Sissy singkat sambil memalingkan mukanya ke jendela.


"Dek.. Dek.. mau ketemu bunda kok kayak mau ketemu presiden aja." Rio mengacak-acak tambut Sissy dengan sayang.


"Apaan sih Mas. Bunda kamu lebih dari presiden bagiku. Kan beliau yang udah ngelahirin orang sebaik kamu Mas." Sissy sudah mulai terlihat santai.


Akhirnya mereka tiba di Jombang, Sissy turun dari mobil sambil menenteng tas bajunya dan bungkusan kue.


"Assalamualaikum." Sissy memberi salam.


"Waalaikumsalam." Seorang wanita separuh baya yang terlihat masih cantik itu keluar menyambut Sissy.


Sissy pun mencium takzim tangan Bunda. Bunda pun memeluk dan mencium Sissy dengan lembut.


"Alhamdulilah akhirnya Bunda bisa ketemu sama kamu Nak." Bunda mengajak Sissy masuk ke rumahnya.


"Ini ada sedikit kue buat bunda.." Sissy menyimpan bungkusan kue di meja makan


"Makasih Nak. Tas nya kamu simpan aja di kamar Bunda. Biar malam ini Sissy tidur sama Bunda ya." Perintah Bunda pada Rio.


"Ngaco. Nunggu sah dulu baru diajak tidur bareng." Kata Bunda sambil memukul ringan Rio.


"Becanda Bun. Belum Rio apa-apain kok. Hehehe" Sissy langsung melotot mendengar ucapan Rio.


"Udah Nak. Kamu istirahat dulu, pasti capek kan?" Bunda menyuruh Sissy ke kamar.


Sissy pun merebahkan tubuhnya di kamar Bunda. Sedangkan Bunda terdengar sedang sibuk di dapur. Karena memang capek, Sissy pun tertidur.


Tiba-tiba dia merasa ada yang mengusap-usap pipinya. Sissy pun kaget ketika dilihatnya muka Rio sudah dekat dengannya.


"Apaan sih Mas" Reflek Sissy mendorong muka Rio menjauh.


"Bangun sayang. Udah Sore nih. Bunda bikin pisang goreng sama teh manis tuh." kata Rio sambil menarik Sissy keluar kamar.


"Maaf ya Bunda, tadi ketiduran." kata Sissy pada bunda. Dilihatnya Bunda sedang duduk bersama wanita muda, sepertinya adik bungsu Rio.


"Gak papa Nak. Kamu pasti capek." kata bunda lembut.


"Hallo mbak. Kenalin aku Widi." Adik Rio itu mengulurkan tangannya pada Sissy.


"Sissy." jawabnya Singkat.

__ADS_1


"Mbak kok cantik sih? Kok mau sama Mas yang buluk. Hehehe." Puji Widi yang bikin dongkol Rio.


"Siapa yang kamu bilang buluk heh? " tanya Rio sambil menjitak kepala Widi.


"Aduh, sakit Mas." protes Widi.


"Salah sendiri ngejek Mas nya"


"Udah udah. Kalian ini selalu aja berantem. Malu sama Sissy." Bunda coba menengahi.


Sissy hanya bisa tertawa melihat tingkah Rio dan adiknya itu. Dimata Sissy justru mereka terlihat akrab. Sissy jadi kangen dengan almarhum A Arya dan teh Ochy. Dulu mereka juga akrab seperti itu. Setelah teh Ochy bercerai dan A Arya meninggal semuanya berubah. Teh Ochy sedikit dingin dan memilih menjauh dari keluarga.


Malam itu Sissy tidur berdua dengan Bunda.


"Nak, kamu serius dengan Rio? " Tanya Bunda.


"Insha Allah Bun. Semua sedang dijalani Bun." jawab Sissy.


"Rio tuh memang jarang bawa cewek kesini. Dia terlalu sibuk bekerja." Cerita Bunda.


"Tanggapan orang tua kamu gimana Si ?" tanya Bunda lagi.


"Kemarin udah ketemu sama Mama, alhamdulilah baik kok Bun." jawab Sissy " Tapi kalo sama Papa belum ketemu, Papa kan di Bandung, biasanya ke malang 4-5 bulan sekali." Lanjut Sissy.


"Trus kapan katanya mau ketemu Papa?" Bunda masih coba mengorek informasi dari Sissy.


"Ya nanti kalo papa datang Bun." jawab Sissy.


"Kalo Papa Mama udah setuju, kalian udah sama-sama suka ya gak usah nunggu lama-lama Nak." harap Bunda.


"Insha Allah Bun. Doain aja." Jawab Sissy.


Liburan 2 hari di Jombang terasa singkat. Kekhawatiran Sissy terhadap tanggapan Bunda padanya ternyata tidak terbukti. Bunda sangat baik dengan Sissy. Sissy pun nyaman dengan sikap lembut Bunda padanya. Cerita Bunda tentang Rio pun membuat Sissy mantap untuk menikah dengan Rio.


Lampu hijau kedua sudah didapat oleh Sissy dan Rio. Sekarang tinggal menunggu waktu untuk bertemu Papa nya Sissy.


Apakah Papa akan merestui mereka berdua?


Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?


Tunggu lagi ya kisahnya..


Jangan lupa selalu dukung penulis ya.. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Semangat๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช


Makasih๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2