Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) #16 Penjodohan


__ADS_3

Hari ini keempat keluarga Geng Pelangi akan berlibur. Mereka sudah merencanakan dari jauh - jauh dari liburan ini. Semua komplit hadir termasuk anak, menantu dan cucu. Bahkan Kinan dan suaminya yang juga dokter menyempatkan untuk bergabung dalam liburan kali ini. Alif sudah memesan villa di sebuah pulau di daerah jawa tengah.


Malam itu mereka berkumpul di rumah Zizi dan Faisal.


"Assalamualaikum." Sapa Sissy saat memasuki rumah Zizi.


"Waalaikumsalam. Hai say, udah sampe aja nih." Zizi menyambut sahabatnya dengan ciuman di pipi kiri dan kanannya.


"Iyalah. Kan aku paling gak ribet. Anakku cuma 2, udah gitu pada nyantei juga mereka tuh. Hehehe." jawab Sissy sambil menyimpan sekotak buah - buahan di atas meja.


"Bener - bener nurun ke kamu ya Si." Zizi membuka kotak buah itu.


"Kan Rio juga cuek sama kayak aku." kata Sissy.


"Iya juga ya. Kalian emang pasangan cuek." Zizi terkekeh mengomentari sahabatnya itu.


"Amira sama Yoan belum datang ?" tanya Sissy.


"Paling juga Amira lagi sibuk nyiapin cucunya. Kalo Yoan ya kayak biasa aja. Emang suka ngaret." jawab Sissy.


"Lho Kinan belum datang Zi ?" mata Sissy mencari ke seluruh ruangan.


"Udah. Tapi lagi keluar dulu beli perlengkapan buat Nana." kata Zizi sambil menutup boks makanan yang akan dibawanya.


"Ooh.. Seneng ya udah punya cucu." kata Sissy sambil sedikit merenung.


"Ya gitu deh. Kayak punya anak kecil lagi." Zizi terlihat bahagia.


"Masih lama ya aku ngerasain punya cucu." Sissy tiba - tiba sedikit mellow.


"Kan udah ada cucu kamu dari Teh Ochy." Zizi menepuk lembut bahu Sissy.


"Iya sih. Udah banyaklah kalo dari ponakan. Apalagi ponakan Rio." kata Sissy.


"Aku juga jarang ketemu sama Kikan Si. Kan mereka tinggalnya jauh." kata Zizi.


"Gak ada rencana pindah ke Malang ? Atau paling gak ke pulau jawa lah." tanya Sissy.


"Gak tau tuh. Mereka kan masih penugasan di daerah." Zizi menceritakan Anak dan mantunya yang sama - sama dokter itu yang kini tinggal di Lampung.


"Ya semiga aja cepat kembali ke Malang ya." Sissy tulus mendoakan anak sahabatnya itu.


"Oh iya. Si kembar udah punya pacar ?" tanya Zizi.

__ADS_1


"Gak tau. Mereka belum ada yang cerita sama aku." jawab Sissy.


"Emang bakalan cerita ?" tanya Zizi lagi.


"Harusnya sih gitu. Karena dulu Ical pernah pacaran juga cerita sama aku." kata Sissy.


"Gimana kalo kita besanan aja." Zizi tersenyum.


"Maksudnya ?" Sissy gak ngerti dengan maksud perkataan Zizi.


"Ya Kita jodohin Kian sama Aca. Setuju gak ?" Zizi berkata pelan karena tak ingin di dengar oleh Kian, Aca dan Ical yang sedang duduk menonton tv di ruang tengah.


"Gak mau ah." jawab Sissy spontan.


"Kamu gak mau besanan sama aku ? Kenapa ? Apa Kian kurang pantas buat Aca ?" Zizi kesal dengan jawaban Sissy.


"Bukan gitu. Aku suka kok sama Kian. Tapi.." Sissy sengaja menggantung ucapannya.


"Tapi kenapa ?" Zizi terlihat tal sabar menunggu jawaban Sissy.


"Sabar dulu napa. Maksudku, aku maunya kalo memang mereka berjodoh ya berjalan dengan sendirinya. Tanpa dijodohin." Sissy tersenyum pada sahabatnya itu.


"Kelamaan say nunggu mereka sadar." kata Zizi.


"Aku pengen besanan dengan salah satu dari kalian. Kan seru ya." kata Zizi mengalihkan pandangan ke ruang tengah melihat ketiga anak muda itu bercengkrama.


"Kan ada anaknya Yoan juga, Vanya. Kamu jodohin deh kalo gak sabaran gitu." Sissy kesal dengan rengekan Zizi.


"Makin lama aja nungguinnya. Vanya kan setahun lebih muda dari anak kamu." gerutu Sissy.


"Sabar say. Kita doain aja yang terbaik buat anak - anak kita. Kalo emang jodoh, aku gak akan nolak. Mau nikah abis lulus SMA juga gak papa." kata Sissy.


"Bener ya ?" Zizi mulai tersenyum lagi.


"Iya. Asal bukan dipaksakan. Semuanya dari kemauan mereka sendiri." Sissy merangkul sahabatnya itu.


"Assalamualaikum. Lagi pada ngapain sih ? Serius banget." sapa Amira yang langsung menghampiri mereka.


"Waalaikumsalam." jawab Sissy dan Zizi serempak.


"Gak bareng Yoan ?" tanya Zizi.


"Gak. Aku sama Mas Alif, Hana, Fahmi dan Dafa." Amira menunjuk anak, menantu dan cucunya yang sudah bergabung di ruang tengah.

__ADS_1


"Tinggal nunggu Yoan nih. Selalu aja lama." gerutu Zizi.


"Kalo gak ngaret bukan Yoan namanya." ledek Sissy.


"Hayo.. Lagi ngomongin aku ya?" Yoan datang dengan tiba - tiba mengagetkan ketiga sahabatnya.


"Ya Allah Yo. Bikin kaget aja." kata Amira.


"Nenek kaget ya. Maaf ya gaes, tadi nungguin Difan jemput pacarnya dulu." kata Yoan dengan muka tanpa dosa.


"Difan bawa pacarnya ?" tanya Sissy kaget. Dia pernah mendengar dari Ical kalo Aca pernah suka sama Difan tapi ternyata Difan malah pacaran sama teman sesama guru. Sissy sangat takut Aca akan merasa cemburu atau kecewa lagi.


"Wah bentar lagi mau mantu nih kayaknya." kata Zizi sambil tertawa.


"Doain aja ya gaes. Sepertinya tahun ini Difan mau nikah. Akhirnya setelah sekian lama." Yoan bernafas lega. Dia masih sangat ingat kejadian saat Difan dan Dafa sama - sama menyukai Hana. Ketika Hana memilih Dafa, akhirnya Difan memilih untuk berkerja di luar kota untuk menyembuhkan patah hatinya.


"Pasti kita doain." Amira mewakili sahabat yang lain.


"Yuk kita berangkat sekarang. Udah lengkap kan ?" kata Sissy.


"Udah. Kita bagi mobil ya. Yuk kumpul di ruang tengah." ajak Zizi.


Mereka pun berangkat dengan 2 mobil minibus.


APV dan 1 GrandMax. Mobil Apv disupiri Dafa bergantian dengan Difan. Mobil APV berisikan Amira, Alif, Hana, Dafa, Fahmi, Yoan, Tofan, Difan dan Fitri. Mobil GrandMax disupiri Kian bergantian dengan Ridwan. Mobil ini berisikan Zizi, Faisal, Ridwan, Kinan, Nana, Sissy, Rio, Vanya, Kian, Aca dan Ical. Mobil berjalan beriringan menuju ke tempat yang dituju. Setengah perjalanan mereka beristirahat sejenak di rest area. Butuh waktu sekitar 6 jam hingga akhirnya tiba di pelabuhan kartini. Mereka pun menyeberang menuju pulau dengan menggunakan kapal feri dan tiba di pulau yang dituju tepat jam 8 pagi. Sepanjang perjalanan Sissy asik bercanda dengan ketiga sahabatnya. Para suami pun membentuk kelompok sendiri. Hana dan Kinan sibuk mengurus anak mereka dan sesekali bertukar cerita dalam mengurus buah hati masing - masing. Para anak muda juga membentuk kumpulan sendiri dan tampak bercanda dengan akrabnya.


Seru ya melihat kebersamaan Geng pelangi dengan keluarga mereka.


Sebelumnya Author mau minta maaf karena jarang update.


Sepertinya karena banyak kesibukan lain di dunia nyata, cerita ini akan segera tamat. Mungkin hingga chapter 100.


Jangan lupa tetap dukung Author..


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2