Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) #39 Cinta pada pandangan Pertama


__ADS_3

Tak terasa sudah 3 bulan Aca menikah dengan Difan. Selama ini mereka tinggal di rumah yang di belikan oleh Rio dan Sissy untuk si kembar.


Difan sibuk mengajar di kampus Aca. Sedangkan Aca sudah melamar kerja sebagai guru bahasa inggris di bimbingan belajar di Bandung. Menyiapkan sarapan sudah mennjadi rutinitas Aca. Dia sibuk di dapur memasak menu sederhana untuk sarapan suami dan saudara kembarnya. Pagi ini Aca memasak menu Tahu tempe goreng dan tumis sayuran.



...(source : google )...


"Makan dulu Kak." kata Aca pada suaminya.


"Iya. Ical kemana yang. Kok belum kelihatan ?" tanya Difan sambil meneguk kopinya.


"Tadi sih lagi siap - siap. Kan hari ini dia sidang skripsi." jawab Aca.


"Oh iya ? Ayah sama Bunda kok gak kesini ?" Biasanya mertuanya datang saat salah satu anak mereka sidang atau wisuda.


"Ical sengaja gak bilang ke Ayah Bunda. Aku juga dilarang buat bilang." Aca membawa gelas berisi susu dan duduk di sebelah Difan.


"Kok gitu ?" tanya Difan heran.


"Katanya dia lebih nervous kalo ada Ayah sama Bunda. Sekalian bikin surprise juga." Aca menjelaskan.


"Kamu gak nemenin dia ke kampus ?" tanya Difan.


"Pengennya sih Kak. Tapi pasti Ical gak mau." kata Aca sedih.


"Gini aja Yang. Aku pake motor dia ke kampus trus kamu bisa nemenin Ical pake mobil." usul Difan.


"Boleh juga tuh Kak. Kakak gak apa - apa naik motor ?" tanya Aca.


"Ya gak apa - apa yang. Kalo tau dia sidang hari ini, pasti aku anteriin. Tapi sayangnya aku ada meeting dengan dekan hari ini." kata Difan.


"Gak apa - apa Kak. Maaf ya aku gak bilang dari kemarin." Aca merasa gak enak tidak memberitahu suaminya.


"Pagi semuanya." sapa Ical yang sudah rapi dengan pakaian hitam putihnya.


"Pagi Cal. Katanya kamu sidang hari ini ya ?" tanya Difan basa - basi.


"Iya Kak. Doain ya." Ical duduk di hadapan Difan.


"Pasti. Semoga sukses. Oh iya Cal, Aku pinjem motor kamu ya." kata Difan.


"Tapi Kak. Nanti aku gimana ke kampusnya ?" tolak Ical.


"Kamu pake mobil di temenin sama Aca." Kata Difan.


"Macet gak ya ?" gumam Ical.


"Gak lah. Kan kampus kamu deket. Nanti biar Aca yang nyetir. Kamu fokus matengin materi buat sidang aja." kata Difan lagi.


"Iya Cal. Biar aku setirin. Kebetulan aku juga mau ke daerah situ." kata Aca beralasan.


"Oke deh." jawab Ical.


Akhirnya mereka bertiga berangkat ke tujuan masing - masing.


"Cal, beneran nih gak usah ngasih tau Ayah sama Bunda." Aca melirik saudara kembarnya dari kursi kemudi.


"Jangan dulu. Nanti begitu aku lulus, pasti aku langsung VC mereka." kata Ical.


"Oke deh. Tapi aku boleh nemenin kamu kan ?" tanya Aca.


"Loh katanya kamu ada perlu di daerah situ ?" Ical balik bertanya.


"Iya. Tapi kan cuma bentar Cal. Selesai dari tempat temen, aku balik ke kampus kamu ya ?" Aca terpaksa berbohong.

__ADS_1


"Iya. Tapi kamu tunggu di mobil aja, parkir depan fakultas." kata Ical.


"Oke siap." Aca tersenyum sendiri.


Seelah sampai di kampus, Ical segera turun dari mobil. Aca pun terpaksa pergi dari kampus agar Ical tidak curiga.


"Nunggu dimana ya ? Kalo langsung balik nanti Ical lihat lagi trus dia curiga." gumam Aca.


"Ya udahlah. Aku ke St****ck aja. Beliin Ical minuman dan makanan." batin Aca.


Aca sengaja memarkir dulu mobilnya di ruko seberang St****ck. Dia menunggu sekitar sejam sebelum memesan minumannya. Saat hendak masuk ke gerai minuman yang cukup terkenal itu, Aca teralihkan dengan sebuah resto yang menjual ayam goreng crispi. Dia pun masuk dan memesan paket ayam goreng.


"Perasaan tadi udah sarapan, tapi kenapa jadi laper lagi ya ?" batin Aca.


Aca sudah kembali ke kampus Ical. Dia menunggu di depan ruang sidang sambil minum caramel machiatto favoritnya.


Tak lam kemudian tampak Ical dan puluhan temna lainnya keluar dari ruang sidang.


Ical langsung menghampiri Aca yang tak menyadari kedatangannya.


"Aca..." Ical langsung memeluk saudara kembarnya.


"Cal, bikin kaget aja." protes Aca sambil menyimpan minumannya.


"Kamu sih ngelamun." ledek Ical.


"Gimana Cal ? Kamu lulus kan ?" tanya Aca sambil memegang pipi Ical.


"Alhamdulilah aku lulus cumlaude." Kata Ical bangga.


"Selamat ya Cal. Aku bangga sama kamu." Aca memeluk dan mencium pipi Ical. Mereka tidak memperdulikan oarng lain yang memandang iri pada kemesraan mereka. Bahkan banyak yang menganggap Aca itu kekasih Ical.


"Kita telpon Ayah sama Bunda yuk." Aca langsung mengeluarkan ponsel nya. Ical pun duduk di sebelah Aca.


"Waalaikumsalam. Ada apa Nak ? Koktumben kalian berduaan gitu ?" tanya Sissy.


"Ayah ada Bun ?" Ical balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan dari Sissy sebelumnya.


"Ada. Nih." Rio bergabung dengan istrinya.


"Bun, tebak kira lagi dimana ?" Aca memutar kamera ponselnya.


"Kayaknya lagi di kampus Ical ya ? Ada apa kalian disana ?" tanya Sissy.


"Jangan bilang Kalo kamu abis ujian Cal ?" Rio ikut bertanya setelah memperhatikan pakaian yang dikenakan Ical.


"Iya Bun, Yah. Maaf ya gak ngabarin kalian. Aku sudah lulus Bun, Yah." kata Ical dengan wajah bahagia.


"Alhamdulilah. Selamat ya Nak." kata Rio.


"Alhamdulilah. Tapi kamu keterlaluan deh masa Bunda sama Ayah gak dikasih tahu." protes Sissy.


"Hehehe. Maaf Bun. Inikan ngasih tahu." kata Ical.


"Ngasih tahu nya telat." Sissy masih ngambek.


"Gimana hasilnya Nak ?" tanya Rio sambil menenangkan istrinya.


"Alhamdulilah aku lulus cumlaude." kata Ical lagi.


"Ayah bangga sama kamu. Sama kalian." kata Rio dengan mata berkaca - kaca.


"Bun, kemarin kan Bunda lagi gak enak badan. Makanya aku sengaja gak kasih tahu kalian. Biar kalian gak kecapekan." Ical berusaha membujuk Bundanya yang menangis.


"Iya Nak. Bunda ngerti kok. Ini Bunda cuma terharu aja." Sissy mulai tersenyum menatap anak - anaknya.

__ADS_1


"Makasih ya Bun, Ayah. Berkat doa kalian Ical bisa lulus dengan nilai baik." kata Ical.


"Sama - sama Nak. Sudah tugas kami mendoakan kalian." Rio menatap lembut pada kedua anaknya.


"Kapan Bunda bisa kesana ?" tanya Sissy.


"Wisudanya akhir bulan depan Bun. Tapi kalo mau kesini segera ya gak apa - apa." kata Ical.


"Iya, Bunda kesini dong. Aku kangen." rengek Aca.


"Insha Allah minggu depan kita kesana." Kata Sissy.


"Asik. Jangan lupa nanti aku nitip oleh - oleh ya." kata Aca.


"Jamgan banyak- banyak lah. Ayah sama Bunda mau naik kereta kesananya." Rio memberitahu anaknya.


"Iya enggak. Nanti aku WA lagi ya Bun. Kita mau pulang dulu." pamit Aca.


"Iya Nak. Hati - Hati di jalan. Assalamualaikum." Sissy mengakhiri panggilan teleponnya.


"Waalaikumsalam." jawab Aca dan Ical kompak.


Sore harinya mereka bertiga merayakan kelulusan Ical dengan makan - makan di resto yang cukup terkenal di daerah Lembang. Sambil menunggu pesanan mereka datang, Ical pamit ke toilet. Saat hendak kembali ke meja nya tanpa sengaja Ical menyenggol seorang wanita yang sedang membawa minuman.


"Maaf Mbak. Saya gak sengaja." Ical melihat baju yang dikenakan wanita itu terkena tumpahan minuman.


"Gak apa - apa Mas. Biar saya bersihkan sendiri." wanita itu berusaha menepis tangan Ical yang membantu mengelap bajunya.


"Biar saya ganti gelas dan minuman yang tumpah ini." Ical lalu meninggalkan wanita itu.


Tak lama kemudian Ical sudah kembali dengan membawa segelas jus strawberi yang baru.


"Makasih Mbak udah mau nunggu. Ini minumannya." kata Ical.


"Makasih ya Mas. Ini minuman buat keponakan saya soalnya. Kalo dia gak dapat minuman ini bisa ngamuk nanti." wanita itu menjelaskan tanpa menatap Ical.


"Oh iya kenalin saya Ical." Ical sudah menjulurkan tangannya.


"Saya Shavira. Panggil saja Avi." Wanita yang berna Avi itu mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


"Iya Mbak." Ical menatik kembali tangannya. Dipandanginya wajah ayu khas jawa milik wanita itu.


"Saya permisi dulu ya Mas Ical. Sudah ditunggu keponakan saya." pamit Avi sambil melihat sekilas pada Ical.


"Silahkan Mbak." Ical hanya mampu memandangi kepergian wanita yang menggunakan hijab syar'i itu. Entah kenapa hatinya merasa gugup saat memandang Avi.


"Sial. Kenapa tadi gak minta nomer telepon dia ya. Jadi penasaran kan." gumam Ical dalam hati.


"Cal, kamu ngapain ngelamun disini ?" pertanyaan Difan membuyarkan lamunan Ical.


"Eh.. Gak Kak. Tadi gak sengaja nabrak orang." Ical menyembunyikan wajah merahnya dan langsung menuju ke meja mereka.


Ada apa dengan Ical ? Apa Ical jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Avi ? Lalu siapa sebenarnya Avi ?


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2