
Sebelumnya saya minta maaf ya karena sering libur. Kebetulan lagi ada masalah keluarga yang harus di urus, apalagi harus bolak - bolak antara orangtua dan mertua. Sungguh menyita waktu dan pikiranku 😔😔.
Author tetap berusaha update tiap hari.
Semoga kalian tetap setia membaca novel ini.
Sekian curhatnya. Mohon di maklum ya 🙏🙏
🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
"Assalamualaikum." Aca memberi salam saat memasuki rumah. Dilihatnya tak ada orang di lantai bawah. Aca pun menuju lantai 2 dan membuka kamar Ical. Dilihatnya Ical sedang tidur pulas di ranjangnya. Aca pun langsung menuju kamarnya. Setelah berganti pakaian, Aca langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan mulai menangis mengingat kejadian tadi siang.
"Kenapa kamu gak bisa melihat aku aja sih?" gumam Aca.
"Apa aku hanya adik kecil bagimu?" kata Aca lagi. Aca terus menumpahkan kekesalannya hingga akhirnya tertidur sambil memeluk boneka beruangnya.
Pagi harinya Ical sudah bangun dan masak nasi goreng untuk sarapan mereka berdua. Mumpung hari minggu, Ical berencana untuk pergi ke bengkel Pelangi untuk mengambil motornya yang kemarin diperbaiki disana.
"Ca, Sarapan dulu yuk." teriak Ical.
Tak lama Aca pun beluar dengan rambut yang masih kusut.
"Tumben masak Cal." kata Aca langsung mengambil piringnya.
"Kan aku mau ambil sepeda motor ke bengkel." jawab Ical.
"Ooh.. Aku gak ikut ya. Tapi nanti titip neliin makanan." kata Aca lagi sambil menikmati nasi gorengnya.
"Mata kamu kenapa kok bengkak gitu?" tanya Ical sambil mengamati wajah Aca.
"Nangis semalaman. Gak usah tanya kenapa. Nanti aku cerita." Aca bangkit mengambil susu dingin di kulkas.
"Iya. Jangan nangis terus nanti makin jelek loh." ledek Ical sambil mengacak rambut Aca.
"Biarin aja. Emang gak ada yang mau sama aku." Aca sudah hampir menangis lagi.
"Eits.. makan dulu yang bener. Nanti nasi nya makin asin kena ingus kamu." Ical menggoda Aca.
"Ical.. Rese deh." gerutu Aca.
"Udah.. Aku berangkat dulu ya. Mumpung belum panas banget." Ical pergi meninggalkan Aca sendirian.
Sepeninggal Ical, Aca pun mencuci semua piring kotor. Setelah itu Aca pun masuk ke kamarnya.
Ical sudah sampai di bengkel Pelangi, usaha bersama Ayahnya dengan suami sahabat Ibunya. Ical langsung menuju ruangan owner.
"Assalamualaikum Om." sapa Ical pada Topan yang sedang berjaga di bengkel.
"Waalaikumsalam. Sendirian Cal?" tamya Topan.
"Iya Om. Mau ambil sepeda motor. Udah beres kan?" tanya Ical.
"Sudah. Sini kamu duduk dulu." Topan mengambilkan Ical Minuman dari lemari pendingin.
"Makasih Om." Ical duduk di hadapan Topan.
__ADS_1
"Sekolah kamu gimana Cal?" tanya Topan.
"Alhamdulilah lancar Om." jawab Ical.
"Kamu sekolah di SMA Pratama kan?" tanya Topan lagi.
"Iya. Kak Difan juga jadi guru di sekolah saya." kata Ical.
"Iya ya? Itu sekolah kamu ya. Maaf Om baru tahu, soalnya Om sering sibuk diluar kota." ucap Topan.
"Gak papa Om. Kan kak Difan juga baru 3 bulan ngajar di sekolah." Ical meneguk lagi minumannya.
"Tahun depan juga Vanya akan Om masukkan ke sekolah kamu. Biar ada temennya juga." Topan diikuti Ical keluar ruangan untuk mengecek sepeda motor Ical.
"Oh iya. Vanya kan tahun depan masuk SMA ya Om." kata Ical.
"Iya. Kan ada kakaknya juga jadi biar sekalian di awasin." Topan mengecek sepeda motor milik Ical.
"Udah beres tuh Cal. Kamu mau langsung pulang?" tanya Topan.
"Iya Om. Kasihan Aca sendirian di rumah." Ical menghampiri motornya.
"Iya. Ayah sama Bunda kamu kapan pulangnya?" tanya Topan lagi.
"Insha Allah lusa Om. Saya pamit dulu ya Om. Mau mampir ke tempat lain juga." Ical mencium tangan Topan dan pergi meninggalkan bengkel.
Ical mampir dulu untuk membeli makanan pesanan Aca. Setelah itu dia langsung pulang menuju rumah.
Ical langsung memasukkan sepeda motor ke garasi dan masuk melalui pintu samping. Ical melihat Aca tidak ada dibawah, berarti gadis itu sedang mengurung diri di kamarnya.
"Cal.. Aku patah hati." Ical langsung memeluk saudara kembarnya.
"Kenapa? Siapa yang bikin kamu kayak gini?" tanya Ical sambil menghapus airmata dari pipi Aca.
"Tapi kamu jangan bilang sama Bunda dan Ayah ya. Ini rahasia kita berdua aja." kata Aca.
"Janji. Kamu bisa cerita sama aku." Ical tersenyum menatap Aca.
"Kak Difan pacaran sama Bu Fitri." kata Aca lirih.
"Kamu kata siapa? Mungkin cuma gosip." Ical coba membesarkan hati Aca.
"Gak Cal. Aku lihat dan dengar sendiri." kata Aca lagi. Aca pun menceritakan semua yang terjadi kemarin. Ical mendengarkan dengan sabar dan sesekali mengusap punggung tangan Aca untuk menguatkan gadis itu.
"Jadi mereka backstreet Ca?" tanya Ical.
"Iya." jawab Aca singkat.
"Kamu yang sabar ya Ca. Memang Kak Difan bukan jodoh kamu." kata Ical.
"Kenapa sih Kak Difan hanya anggap aku sebagai adik kecilnya." gerutu Aca.
"Kan emang umur kita beda jauh Ca." Ical coba memberikan alasan.
"Tapi kan jodoh gak pandang umur. Bedanya kan cuma 11 tahun." Aca masih coba membela dirinya.
__ADS_1
"Tapi Kak Difan gak mungkin nungguin kamu sampai kamu lulus SMA apalagi kuliah. Kelamaan Ca." kata Ical lagi.
"Kan bisa nungguin aku sampe lulus SMA. Aku mau kok nikah muda." Aca masih berusaha membela diri.
"Kamu pikir Ayah sama Bubun akan biarin kamu nikah muda. Gak semudah itu Ca." Ical mengacak rambut Aca.
"Tapi aku udah lama cinta sama Kak Difan." Aca masih belum terima kenyataan.
"Kamu tuh bukan cinta tapi obsesi." Ical coba menyadarkan Aca.
"Apa emang gitu Cal?" Aca mulai menangis lagi.
"Iya sayang. Selama ini Kak Difan baik ke kita karena kita sudah dianggap adiknya." Ical menghapus airmata Aca.
"Iya juga sih. Ya udah deh aku nyerah. Emang Kak Difan bukan jodohku." Aca menundukkan kepalanya.
"Gitu dong Ca. Jangan maksain sesuatu. Masih banyak cowok baik yang pantas buat kamu." Ical mengusap bahu Aca lembut.
"Andai aku bertemu dengan cowok kayak kamu." Aca mulai berkhayal.
"Gak bakal ada. Aku kan limited edition. Hehehe." Ical membanggakan dirinya.
"Seandainya kamu bukan saudara kembarku pasti udah aku pacarin deh." gumam Aca.
"Dasar halu. Kamu harus antri sama cewek lainnya. Cowok ganteng kayak aku kan banyak yang naksir." sombong Ical.
"Nyesel aku muji kamu Cal." Aca menepuk jidatnya.
"Gak boleh gitu dong. Kapan lagi kamu muji saudaramu ini." Ical mencubit pipi Aca.
"Makasih ya Cal, selalu ada buat aku." Aca memeluk Ical erat.
"Hahaha. Itulah gunanya saudara." Ical membalas pelukan Aca.
"Pokoknya kamu gak boleh pacaran sebelum aku punya pacar." Aca melepaskan pelukannya.
"Iya. Aku nungguin kamu punya pacar baru pacaran." kata Ical sambil berdiri menuju pintu.
"Janji ya." kata Aca sebelum Ical keluar kamarnya.
"Insha Allah. Kita masih muda Ca. Jalan masih panjang." pesan Ical sebelum pergi meninggalkan Aca.
Rasanya pengen punya saudara kayak Ical ya.
Jangan lupa tetap dukung Author..
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1