Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#44 Makan malam bersama Sahabat


__ADS_3

Senin pagi itu Rio sudah kembali lagi ke Surabaya. Sissy masih punya waktu seminggu di Malang. Dia ingin memanfaatkan waktunya untuk berkumpul dengan sahabatnya. Seperti pagi itu mereka sudah nongkrong di Cake Shop. Mereka berencana menemani Sissy ke salon dan berbelanja di Mall.


"Si, mau berangkat jam berapa?" Tanya Zizi sambil menidurkan si kecil Kian di sofa.


"Ya nunggu Mall buka dulu lah. Sekarang baru jam 9. Bentar lagi lah." jawab Sissy.


"Iya sih." Amira membetulkan hijabnya yang berantakan gara-gara helm.


"Yoan kemana sih ? Daritadi gak bisa diem banget." Sissy mencari sosok sahabatnya yang tomboy itu.


"Lagi pesen kue buat ntar dibawa pulang." kata Zizi.


"Ooh. Tumben dia pesen kue. Biasanya juga beli yang ada." komentar Amira.


"Karena besok mau ada arisan keluarga di tempat Mama." Yoan yang baru masuk langsung menjawab pertanyaan sahabatnya itu.


"Ooh. Kirain buat di rumah aja." kata Amira.


"Yuk, berangkat sekarang. Biar pulang nya gak terlalu sore." Ajak Zizi sambil menggendong Kian yang masih tertidur.


"Hayuk deh. Kita spa dulu kan." jawab Amira.


"Iya dong." jawab Sissy sambil membuka pintu.


"Eh, kita gak anter Kian ke rumah Mami kamu Zi?" tanya Yoan.


"Gak. Nanti Mami juga mau ke Mall, jadi kita ketemu disana." jawba Zizi sibuk menenteng tas bayi dan kanting berisi kue buat Maminya.


"Siapa yang mau bawa mobilnya ? Sissy atau Yoan?" Tanya Zizi sambil menyerahkan kunci mobilnya.


"Yoan aja deh. Aku nelum biasa bawa mobil besar." Sissy menolak dengan halus.


"Oke lah, siapa takut." Yoan menerima kunci mobil dari Zizi.


Mereka berempat pun pergi ke Mall terbesar di Malang. Mereka segera menuju tempat spa untuk perawatan. Baby Kian sudah dibawa pulang oleh Eyangnya, jadi mereka bebas seharian di Mall.


Setelah satu jam akhirnya mereka selesai melakukan perawatan.


"Ah, segarnya." Zizi puas dengan perawatan hari ini.


"Badan rasanya seger banget." kata Amira sambil membenarkan hijabnya.


"Kapan lagi bisa perawatan bareng kalian." Sissy yang sudah rapi duduk di sebelah Zizi.


"Kan masih bisa pas kamu pulang ke Malang Si." Jawab Zizi.


"Atau kita yang ke Surabaya." usul Yoan yang disambut riuh sahabat yang lain.


"Bisa diatur lah." Sissy menuju kasir untuk membayar perawatan mereka.


"Makasih ya udah ditraktir." Amira memeluk Sissy dari samping.


"Sama-sama. Yuk kita makan dulu, udah laper banget." Sissy menyusul Yoan dan Zizi yang sudah menunggu diluar tempat spa.


"Makan dulu say." ajak Sissy pada sahabatnya.


"Yuk." jawab ketiga sahabatnya kompak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari sudah sore ketika Sissy kembali ke rumah. Tak lupa membawa Terang bulan kesukaan Mama.


" Assalamualaikum." sapa Sissy ketika memasuki rumah.

__ADS_1


"Waalaikumsalam. Kok lama banget jalan-jalannya? Mama kesepian di rumah." kata Mama mulai merajuk.


"Iya Ma. Biasalah kalo udah ngumoul suka lupa waktu." Sissy mencium lembut pipi Mamanya.


"Tinggal berapa hari disini kok malah pergi terus." Mama masih protes dengan kesibukan Sissy.


"Iya Ma. Muali besok nemenin Mama di rumah aja kok." Sissy memeluk erat Mamanya.


"Bener ya?" Mama menatap lama wajah Sissy. Wajah yang selalu menemaninya selama ini yang sebentar lagi akan pindah dari rumah ini.


"Nih Ma. Aku bawain terang bulan favorit Mama." Sissy mengeluarkan kotak ternag bulan dan membukanya didepan Mama.


"Wah. Makasih ya De." mama mengambil 1 potong dan memakannya dengan lahap.


"Te, aku juga mau." kata Rara yang langsung muncul entah dari mana.


"Kamu tuh kalo nyium bau makanan aja langsung muncul." gerutu Sissy sambil mengacak rambut Rara.


"Iya dong kan normal penciumanku." Rara menjawab dengan mulut penuh dengan makanan.


"Te, besok kan aku libur. Main ke toko buku yuk." ajak Rara.


"Boleh aja. Tapi kalo Eyang ngijinin ya. Soalnya Eyang mau Ate dirumah aja." kata Sissy sambil menoleh pada Mamanya.


"Eyang ikut aja ke toko buku." Rara ganti merayu Eyangnya.


"Nanti Eyang kecapekn loh." Kata Sissy lagi.


"Bentar kok. Abis beli buku trus makan trus pulang. Mau ya Eyang?" Rayu Rara lagi.


"Iya deh. Tapi janji gak lama ya?" jawab Mama pasrah.


"Asik. Mau minta uang ke papa dulu ah buat beli buku." Rara langsung berlari menuju kamarnya.


"Gak papa De. Kan cuma bentar." jawab Mama.


"Yawda besok ngajak Mbak Sari juga. Biar bisa nemenin Mama." kata Sissy kemudian menuju kamarnya.


*trrtt... ttrrtt... *


Rio


Assalamualaikum Dek. Lagi apa?


Sissy


Waalaikumsalam. Baru beres mandi Mas. Baru pulang dari Mall sama temen2.


Rio


Ngapain aja di Mall sampe sore ?


Sissy


Ya kan abis perawatan trus makan. Udah gitu aja.


Rio


Wah tambah cantik dong klo abis perawatan. Perlu di cek langsung nih. Hehehe.


Sissy


Mulai mesum deh. Jangan bahas itu lah.

__ADS_1


Rio


Awas ya nanti kalo ketemu. Hehehe.


Sissy


Uuh.. Takut. Awas kalo macem2.


Rio


Semacem aja. Kan udah kangen Dek.


Sissy


Iya..iya. Sabar, abis itu kan kita barengan terus.


Rio


Sabar terus kok. Hehehe.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tak terasa udah hari sabtu lagi. Rio sudah datang ke Malang untuk menjemput Sissy.


Malam ini mereka berencana mengundang keluarga sahabatnya untuk makan-makan di rumah.


"Mbak Sari, siapin kursi tambahan di teras depan. Bapak-bapak biar nanti duduk disana aja." Perintah Sissy pada Mbak Sari yang masih membersihkan meja di ruang tamu.


"Iya Mbak." jawab Mbak Sari yang dengan cekatan mengambil kursi di ruang belakang keluar.


"Mas masuk golongan Bapak - bapak?" Rio sudah muncul di belakang Sissy dan melingkarkan tangannya di pinggang Sissy.


"Ya iyalah. Masa mau jadi ibu-ibu." Sissy berusaha lepas dari pelukan Rio.


"Iih, Om jangan mesra-mesraan disini."protes Rara dan Reva yang ikut membantu Sissy menata kue di piring.


"Biarin aja. Kan istri Om sendiri." Rio tak mau kalah oleh ponakannya itu.


"Mas, udah sana bantuin Mbak Sati ngangkat kursi." Sissy pun mengusir Rio agar keluar dari dapur.


Zizi, Faisal, dan anak - anak mereka datang paling dulu. Zizi membawakan buah - buahan buat Sissy. Setelah itu disusul rombongab keluarga Amira dan Yoan. Acara malam itu berlangsung hangat. Obrolan dan canda tawa memghiasi makan malam mereka. Para lelaki memilih makan dan mengobrol di teras depan. Sedang kan para wanita asik ngerumpi di ruang tengah. Mama ikut serta dalam obrolan mereka. Tapi jam 8, Mama sudah pamit untuk beristirahat dan membiarkan Sissy dan sahabatnya untuk lanjut mengobrol. Akhirnya jam 10, mereka pamit pulang bersamaan. Rumah pun kembali lengang, karan Rara dan Reva pun sudah mengunci diri di kamarnya. Rio dan Sissy membereskan kursi dibantu oleh Mbak Sari.


"Udah Mbak, biar piring dan gelasnya saya yang bereskan." kata Mbak Sari sambil mengangkut piring dan gelas ke dalam ember.


"Bener nih Mbak?" tanya Sissy membantu memasukkan piring ke ember.


"Iya Mbak. Udah Mbak sama Mas Rio istirahat aja di kamar." Mbak Sari segera membawa ember yang sudah penuh ke dapur.


"Yawda Mbak. aku tinggal ya." Sissy dan Rio pun naik ke atas ke kamarnya.


"Dek, aku dah kangen." Rio memeluk Sissy yang sedang berganti pakaian dari belakang.


"Mas, kan capek." Sissy berusaha melepaskan diri dari Rio.


"Ayo Dek, bentar aja. Gak baik menolak keinginan suami." Kata Rio sambil membalikkan tubuh Sissy.


Sissy pun menyambutnya ketika Rio mulai menciumi Sissy dengan lembut. Makin lama ciuman itu menjadi makin panas. Kamar itu pun menjadi lagi dari penyatuan cinta mereka.


Maaf kalo agak sedikit telat update nya. Author usahain kedepannya lebih rajin update nya. 🙏🙏🙏


Jangan lupa Like 👍, komen dan Vote..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2