Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) #7 Kian Atau Difan ?


__ADS_3

Tak terasa sudah 3 hari si kembar ditinggal berdua di rumah. Akhirnya mereka terbiasa hanya berdua saja di malam hari. Dan hari minggu ini Aca dan Ical sedang bermalas - malasan di kamar masing - masing.


"Ca, Cal, Kalian mau ikut sama kakak gak?" tanya Reva sambil masuk ke kamar Aca.


"Kak Reva mau kemana?" tanya Aca langsung menutup laptopnya.


"Mau ke Mall. Mau belanja bulanan." kata Reva.


"Boleh kak. Aca ikut." kata Aca sambil masuk ke kamar mandi.


"Kamu juga ikut ya Cal." pinta Reva dari luar kamar Ical.


"Iya Kak. Aku ganti baju dulu." Ical membuka lemari bajunya.


"Gak mandi dulu ?" tanya Reva sebelum turun.


"Udah kak. Emang Aca males mandi." kata Ical sambil menutup pintu kamarnya.


"Kak, berangkat naik apa?" tanya Ical yang sudah berganti pakaian dan menghampiri Reva di dapur.


"Nanti dijemput sama Mas Jojo." jawab Reva sambil menghidangkan nasi goreng di meja.


"Ya ampun jadi kita nganter orang pacaran nih." gerutu Ical.


"Ya sekali - kali gak papa Cal. Kalian tolong jagain Rico ya. Hehehe." kata Reva sambil mengedipkan matanya ke Ical.


"Ternyata kita ditipu Ca." kata Ical pada Aca yang baru turun.


"Ditipu siapa?" tanya Aca yang memang tak tahu apa - apa.


"Ternyata kita disuruh ikut biar bisa jagain Rico. Dia nya mau pacaran." kata Ical sedikit kesal.


"Yang penting ada uang buat makan sama main di tim***e kan." Aca mengedipkan matanya pada Reva.


"Gampang kalo itu. Nih aku kasih di muka." Reva memberikan 5 lembar uang berwarna merah.


"Asik. Tuh kan lumayan bisa jajan gratis." Aca langsung memamerkan uangnya pada Ical.


"Dasar lemah. Disogok segitu aja langsung girang." ledek Ical.


"Cukup lah buat kalian bertiga. Nanti makan juga kan Mas Jojo yang bayarin." kata Reva lagi.


Tak lama Jojo menjemput dan mereka berangkat ke Mall.


Mereka langsung menuju ke tim***e karena Rico ingin segera menjajal permainan basket favoritnya. Ical ikut bermain battle melawan Rico, sedangkan Aca hanya menyemangatin keduanya. Reva dan Jojo pamit untuk menuju ke salah satu gerai yang menjual sepatu.


"Ca, Kakak ke G*** dulu ya. Trus sekalian mau nyari yang lain juga. Kalian disini aja. Nanti kita samperin lagi." pesan Reva sebelum meninggalkan adik - adiknya.


"Iya Kak." jawab Aca singkat.


"Tapi kalo ada apa - apa kalian WA aja ya." Kata Reva lagi yang disambut dengan anggukan oleh Aca.


"Ca, haus nih. Beli minuman gih. Teh Boba aja." kata Ical sambil menyeka keringatnya.


"Siap. Aku tinggal bentar ya." Aca pun menuju ke kedai yang menjual Teh boba.


Tak lama Aca kembali dengan membawa 3 gelas teh boba.


"Cal, Co, minum dulu nih." panggil Aca pada kedua saudaranya.

__ADS_1


"Lumayan jago juga kamu ya basketnya." kata Ical sambil mengacak rambut Rico.


"Iya dong. Kan aku ikut basket di sekolah." jawab Rico sambil membanggakan bakatnya.


"Wah jagoan kamu ya." puji Ical lagi.


"Emang kamu kutu buku." ledek Aca sambil menyodorkan teh boba pada Ical.


"Hehehe. Aku cuma gak suka kumpul - kumpul banyak orang aja." jawab Ical sambil menikmati minumannya.


"Ntar gak laku - laku loh." ledek Aca lagi.


"Apaan Ca? Kita masih SMA, gak boleh pacaran dulu." kata Ical smabil menatap tajam pada Aca.


"Ya enggak Cal. Tapi kan boleh aja deket sama cowok, temenan aja." elak Aca.


"Awas ya kalo sampe ketahuan pacaran. Aku bilang ke Ayah." kata Ical.


"Dasar tukang ngadu." gerutu Aca.


Rico yang mendengar perdebatan kakak beradik itu hanya tersenyum saja.


"Kak Reva mana sih? Aku dah lapar nih." kata Rico sambil memegangi perutnya.


"Kita makan sendiri aja yuk. Kan tadi udah dikasih uang sama kak Reva." usul Aca.


"Iya. Ngemil aja dulu. Beli burger aja yuk. Nanti makan beratnya biar sama kak Reva." Ical ikut memberi usulan.


"Ayo. Kita ke Mc*. Let's go." Rico langsung berjalan menuju resto cepat saji favoritnya.


Saat mereka sedang menikmati burger nya, ada seseorang yang menepuk bahunya.


"Kak Kian. Lagi apa disini ?" tanya Ical.


"Lagi nganter Manda belanja." jawab Kian sambil duduk di sebelah Aca.


"Trus Mandanya kemana?" tanya Aca sambil menatap Kian.


"Manda masih di supermarket. Aku laper jadi mampir dulu kesini." Kian menunjukkan kantong berisi makanan.


"Ooh.. Makan sini aja Kak." usul Aca.


"Ca, makan yang bener dong jangan belepotan gitu." Kian mengambil tisu dan mengelap makanan yang menempel di pipi Aca.


"Kenapa Aku jadi deg - deg an gini sih." batin Aca dalam hati sambil memandang wajah Kian.


"Aca cantik banget sih kalo dilihat dari dekat gini." gumam Kian sambil menikmati wajah cantik di hadapannya.


"Ehem.." Ical berdeham membuat kedua orang yang terdiam saling memandang itu jadi belingsatan.


"Makasih Kak." Aca mengambil tisu dari tangan Kian. Tanpa sengaja tangannya menyentuh tanga Kian sekilas.


"Yaelah, bentar - bentar bengong, saling tatapan gitu. Berasa nonton drakor ya Co." ujar Ical sambil menoleh pada Rico.


"Bisa aja kamu Cal." Kian memalingkan wajahnya dari Aca yang hanya bisa menunduk malu.


"Ya sudah. Aku duluan ya, kasian Manda sudah nunggu di bawah." pamit Kian.


"Iya Kak." jawab mereka kompak.

__ADS_1


"Orangnya dah jauh, gak usah dilihatin terus." sindir Ical.


"Apaan sih Cal. Cuma lihat aja." jawab Aca dengan tersipu malu.


"Suka juga gak papa kok. Asal jangan pacaran dulu." goda Ical.


"Cie.. Aca punya gebetan." Rico ikut meledek.


"Ini anak bule ikutan ngeledek aja. Udah ah aku mau ke toilet dulu." kata Aca ketus.


"Hahaha. Malu tuh dia." Rico sempat meledek sebelum Aca menjauh.


"Tadi aku kenapa sih? Kak Kian terlihat keren gitu. Tapi aku kan sukanya sama Kak Difan." Aca sibuk berpikir didepan kaca toilet.


"Gak boleh Ca. Kamu harus setia sama Kak Difan." Gumam Aca lagi sambil tersenyum sendiri.


"Maaf Mbaknya kenapa? Dari tadi senyum sendiri?" tanya perempuan yang berdiri di sebelahnya.


"Kepo banget deh Mbak." gerutu Aca sambil keluar dari toilet.


*tring.. *


Ical


Ca, kita dah selesai. Kita tunggu di tim****e ya.


Aca


Oke bos.


Aca pun menuju pintu keluar tapi dia tidak langsung menuju tim****e. Aca memilih berjalan - jalan dulu melihat aneka aksesoris.


Setelah puas melihat dan berbelanja Aca pun menghampiri saudaranya. Ternyata Kak Reva dan Kak Jojo juga sudah disana.


"Wah.. belanjaan Kakak banyak banget." kata Aca saat melihat kantong belanjaan yang berjejer.


"Iya Ca. Ini sekalian beli buat seserahan." jawab Reva sambil tersenyum.


"Emang kapan kak?" tanya Aca penasaran sambil mengintip isi kantong belanjaannya.


"Insha Allah akhir bulan depan lamarannya." jawab Reva.


"Selamat ya Kak." Aca memeluk Reva.


"Makasih." Reva pun balas memeluk adik sepupunya itu.


Reva pun mengajak semuanya untuk pulang.


#Maaf ya kemaren liburnya lamaaaa banget 🤭🤭. hari ini upload 2 ya..


Jangan lupa tetap dukung Author..


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2