
Sissy memutuskan untuk mengontrak rumah sendiri di dekat rumah sakit tempat Rio dirawat agar mudah untuk menjenguknya. Rumah ini akan ditempati oleh Sissy ditemani oleh Mbak Dian, adik Mbak Sari yang akan membantunya mengurus si kembar.
Hari ini semua keluarga berkumpul di rumah barunya untuk syukuran sekaligus aqiqah Khalid & Khansa.
Khalid Putra Hanggana dan Khansa Putri Hanggana.
Penyembelihan 3 kambing sudah dilakukan di kampung Rio dan diurus oleh keluarga disana. Sissy hanya membawa seperlunya ke rumah itu untuk menjamu tetangga dan keluarganya.
Khalid sudah terlihat tampan seperti ayahnya dengan pakaian warna putih begitu juga Khansa yang terlihat cantik dengan gaun putihnya.
Sissy memandangi foto Rio yang terpasang di dinding kamar mereka.
"Mas, kamu harusnya ikut hadir saat aqiqah si kembar. Mereka terlihat tampan dan cantik, mirip sama kamu Mas." Gumam Sissy seolah sedang berbicara langsung dengan Rio.
"Aku dan si kembar selalu menunggu kamu Mas." Sissy menatap lama foto suaminya sebelum akhirnya keluar dari kamar.
Sissy kembali keluar kamar untuk menemui keluarganya.
"Mana cucu Eyang?" tanya Mama yang sedang duduk di ruang TV.
"Lagi bobok Ma. Kecapekan kayaknya. Dari tadi diajak becanda terus." jawab Sissy.
"Iya ya daritadi diajak becanda terus. Apalagi tadi banyak orang juga." kata Mama.
Sissy hanya tertawa mendengarkan Mama bertukar cerita dengan Bunda, Bude dan saudara yang lain.
Tak lama kemudian terdengar suara tangisan yang disusul oleh suara tangisan satu lagi. Begitulah resiko punya bayi kembar, satu nangis yang lain ikut nangis juga.
Sissy bergegas masuk ke kamar diikuti oleh Mama dan Bunda.
"Anak Bunda udah bangun. Kenapa sayang ?" Sissy menghampiri keduanya di boks bayinya.
"Kenapa De?" tanya Mama dari belakang punggung Sissy.
"Ini Khansa bab kayaknya Ma." kata Sissy sambil menggendong Khansa ke baby tafel, meja untuk mengganti popok. Sissy membersihkan dan mengganti popok Khansa dengan cekatan.
"Khalid bab juga? kok ikut nangis." Bunda memeriksa popok Khalid.
"Kayaknya gak deh Bun. Cuma ikut - ikutan adiknya aja." kata Sissy.
__ADS_1
"Iya tuh, dia gak bab. Cuma nemanin Adek aja ya. Sekarang malah ketawa dia." Bunda membawa Khalid ke sebelah Mama.
"Bikin heboh aja ya Nak?" Mama menjawil pipi Khalid yang mulai chubby.
"Udah nih Yang. Khansa udah wangi lagi" Sissy menyerahkan Khansa pada Mama.
"Kita keluar yuk Nak." Bunda membawa Khalid keluar kamar diikuti oleh Mama yang menggendong Khansa.
"Lah ini bintang utamanya akhirnya sudah bangun." Kata Bude Tini.
"Duh, lucunya ponakanku ini." kata Widi sambil mencium pipi Khansa.
"Iya dong Te. Kan Mama aku juga cantik." Bunda meniruka suara anak kecil.
"Tante udah gak sabar ya pengen punya baby juga?" Haris iseng menggoda adiknya itu.
"Makanya nikah dong." Ranti ikut menambahkan. Widi pun langsung mengomel dan mencubit kedua kakaknya itu.
Mereka pun tertawa melihat tingkah kakak beradik itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sore harinya rumah sudah sepi hanya menyisakan Mama dan Mbak Sari yang masih menginap beberapa hari lagi. Sissypergi ke rumah sakit untuk membesuk suaminya.
"Ada acara apa Bu?" tanya Suster Anna, suster senior yang menjaga di ruang ICU.
"Tadi abis aqiqah di kembar." jawab Sissy.
"Selamat ya Bu. Semoga si kembar jadi anak yang sholeh dan sholehah. Semoga Pak Rio juga cepat sembuh dari komanya." ucap Suster Anna yang langsung diaminkan oleh Sissy. Sissy pun bergegas ganti pakaian khusus untuk masuk ke ruang ICU.
"Mas, tadi aku udah bikin aqiqah buat Khansa dan Khalid." Sissy bercerita sambil memegang tangan Rio.
"Alhamdulilah mereka sangat anteng saat acara. Mereka tuh pinter Mas, sama seklai gak rewel." Sissy terus mengajak bicara Rio yang masih tertidur.
"Kamu kapan mau bangun Mas? Aku butuh kamu Mas." Kata Sissy sambil mencium tangan Rio.
"Mas, kamu cepet bangun ya. Kita jalan - jalan sama si kembar. Kamu kan janji mau ngajak liburan ke Bali. Teh Ochy juga udah mau nikah 2 bulan lagi. Kamu harus nemenin aku." Sissy masih mengusap tangan Rio.
"Mas, aku pulang dulu ya. Kasian si kembar pasti nyariin. Besok aku datang lagi ya Mas. Kamu harus bangun Mas." Sissy mencium kening, pipi dan bibir suaminya.
"Bu Rissya, Dokter mau ketemu." kata suster ketika melihat Sissy keluar dari ruang ICU.
__ADS_1
"Iya Sus." Sissy pun melangkah menuju ruangan dokter Taruma.
"Selamat Sore Bu Rissya." sapa Dokter Taruma.
"Selamat Sore dok." Sissy duduk di hadapan dokter yang merawat suaminya itu.
"Bu, kondisi Pak Mario sebernarnya sudah baik, sudah stabil. Tapi saya juga masih mencari tahu kenpa beliau belum bangun juga." Kata dokter Taruma.
"Tapi suami saya masih bisa sembuh kan dok?" Sissy bertanya dengan sedikit khawatir.
"Insha Allah Bu. Saya minta bantuan Ibu agar terus menstimulasi beliau dengan mengajaknya bicara." pinta dokter Taruma.
"Insha Allah dok. Apa itu bisa membantu suami saya ?" tanya Sissy lagi.
"Insha Allah bisa Bu. Itu bisa merangsang otaknya untuk bangun dan segera sadar. Semua alat vitalnya menunjukkan hasil yang baik. Kita hanya tinggal menunggu waktu saja." dokter menjelaskan panjang lebar.
"Sejauh ini Pak Mario sudah merespon ucapan Ibu dengan mengeluarkan airmata. Iyakan Bu?" kata dokter lagi.
"Betul dok. Beliau sering meneteskan airmata ketika saya ajak ngobrol." ucap Sissy.
"Bagus Bu. Semoga kedepannya bisa lebih bagus lagi kondisi beliau." Dokter Taruma tersenyum pada Sissy.
"Makasih ya dok. Saya pamit dulu. Si kembar sudah menunggu di rumah." Sissy keluar dari ruangan dokter.
Sissy keluar dari rumah sakit dan berjalan menuju rumahnya yang hanya berjarak 500 meter. Sepanjang jalan Sissy banyak melamun memikirkan kondisi suaminya.
"Apa yang harus aku lakukan Mas kali sampai kamu gak bangun - bangun." gumam Sissy dalam hati.
"Apa aku sanggup membesarkan si kembar seorang diri?" Batin Sissy lagi.
Tanpa terasa akhirnya Sissy tiba di rumahnya. Dia menuju kamar mandi untuk mencuci tangannya sebelum menemui si kembar. Segera dia menuju kamar dan melihat si kembar sedang tidur ditemani oleh Mama. Akhirnya Sissy memilih menuju teras belakang rumah dan menikmati secangkir coklat hangat.
"Sepertinya aku harus mencari kesibukan lain untuk mengisi waktu." Sissy berpikir apa yang cocok dilakukannya.
"Baiklah aku harus membuka toko atau kios disini. Garasi bisa aku manfaatkan. Aku juga akan bikin roti sendiri buat dijual di kios." Sissy berbicara sendiri.
"Baiklah, besok aku harus survey mencari supplier ke pasar. Semangat Sissy. Kamu harus bangkit lagi." Sissy menyemangati dirinya sendiri.
Kalian mau ikut menyemangati Sissy kan?
Jangan lupa Likeπ, Komen dan Vote..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung