
Semalam adalah tahlilan hari ke 7 meninggalnya Papa. Rio sudah datang lagi untuk menjemput Sissy. Teh Ochy sudah lebih dulu pulang 3 hari yang lalu. Hari ini Sissy, Mama dan Rara akan pulang ke Malang. Nanti mereka akan kembali berkumpul setelah tahlilan 100 hari Almarhum Papa untuk membicarakan mengenai harta peninggalan Papa. Untuk sementara semuanya akan diurus seperti seperti sebelumnya oleh Ibu Titi dan Teh Santi.
Mereka berangkat setelah Isya. Sissy sudah menyiapkan bantal yang banyak untuk kenyamanan selama perjalanan.
"Hati - hati nyetirnya Mas." Pesan Ibu Titi.
"Iya Bu. Makasih ya." kata Rio sopan.
"Mbak Yani, jaga diri ya.. Maafin saya." kata Ibu sambil memeluk Mama.
"Sama - sama. Kamu juga jaga diri ya. Makasih udah ngerawat Papa selama ini." Mama balas memeluk Ibu Titi.
"Kita berangkat ya Bu. Makasih. Assalamualaikum." Sissy berpamitan pada Ibu Titi.
"Waalaikumsalam." jawba Ibu Titi.
Tak lupa mereka juga berpamitan dengan Teh Santi dan Icha.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Akhirnya jam 11 siang mereka sampai di Malang. Perjalanan dilakukan dengan santai mengingat kondisi Mama yang mudah capek dan Sissy yang sedang hamil muda.
"Dek, lusa kamu ikut pulang ke Surabaya kan?" tanya Rio saat mereka sudah di kamar.
"Iya Mas. Tapi nanti besok aku mau ke Cake Shop, janjian sama temen - temen." jawab Sissy.
"Boleh. Tapi Mas antar ya." kata Rio.
"Emang Mas gak capek." tanya Sissy lagi.
"Demi menjaga istri dan anakku pasti Mas gak capek lah." Rio mengusap perut Sissy.
"Iya deh. Tapi jangan rewel ngajakin pulang ya." pesan Sissy karena tau kebiasaan Rio yang gak suka berlama - lama di keramaian.
"Kamu pasti mau pamer anak kita kan?" Rio merebahkan kepalanya di pangkuan Sissy.
"Iya dong. Kan berita bahagia harus dibagikan." Sissy membelai lembut rambut Rio.
"Bisa aja kamu nih." Rio menyentil ujung hidung Sissy. "Oh iya Dek, Kita ke dokter nya kapan? Mau ke dokter mana?" tanya Rio.
"Mending di Malang apa di Surabaya ya Mas?" Sissy balik bertanya.
"Ya disini dulu gak papa. Ntar di Surabaya juga cari bidan aja yang deket Mess." kata Rio.
"Yawda besok sore pulang dari Cake Shop kita ke doker. Dokter di rumah sakit belakang Mas. Ada dokter kandungan cewek." kata Sissy.
"Oke." jawab Rio.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Assalamualaikum semuanya." Sissy menciumi sahabatnya satu persatu.
"Waalaikumsalam." Jawab mereka kompak.
"Si, kita ikut berduka cita ya atas meninggalnya Papa." Amira mewakili teman - temannyamenyerahkan amplop ke Sissy.
__ADS_1
"Apaan sih kalian kok repot gini. Makasih ya. Maafin kalo Papa ada salah." kata Sissy terharu.
"Kita juga minta maaf." Yoan menarik Sissy untuk duduk disampingnya.
"Lupakan yang sedih. Ternyata Allah juga kasih kegembiraan buat aku dan Rio." kata Sissy sambil menghapus airmatanya.
"Apaan nih? Kamu hamil ya?" tebak Amira yang dijawab dengan anggukan oleh Sissy.
"Selamat bumilku. Akhirnya ya Si." Zizi memeluk Sissy erat.
"Selamat sayangku." Amira pun memeluk Sissy.
"Selamat ya Si." Yoan gak mau kalah ikut memeluk Sissy.
"Kebiasaan. Kalo ketemu selalu berpelukan kayak teletubis." sindir Faisal sambil menyalami Rio.
"Sirik aja deh." balas Yoan.
"Kok pas Papa gak ada baru tau kalo hamilya Si?" ujar Amira.
"Sepertinya Papa sengaja menitipkan anak ini sebagai warisan dari Papa." Sissy mulai sedih mengingat Papanya.
"Iya Si. Allah punya rencananya sendiri." tambah Yoan.
"Bahkan saat aku video call terakhir dengan Papa sebelum beliau koma, Papa tiba - tiba titip pesan ke Rio suruh jagain aku sama anak kita. Padahal ka belum ketahuan kalo aku hamil." cerita Sissy yang bikin semuanya sedih.
"Yang sabar ya Si. Papa udah gak sakit lagi." Amira mengusap lengan Sissy menguatkannya.
"Trus kamu mau disini atau balik ke Surabaya?" tanya Zizi.
"Balik ke Surabaya lah. Kasian Rio kemarin aku tinggalin lama di Bandung." jawab Sissy.
"Iya kan masih rawan tuh." ujar Yoan.
"Jadi maaf ya aku gak bisa nengokin Cake Shop. Apalagi nanti harus ke Bandung lagi." lanjut Sissy.
"Ngapain ke Bandung? Kapan?" Zizi penasaran.
"Ngurusin harta peninggalan Papa. Mungkin pas 100hari. Ya sekitar 3 bulan lagi." jawab Sissy.
"Ya mungkin udah kuat kandunganmu." kata Amira.
"Emang ini udah berapa bulan ?" Yoan mengelus perut Sissy yang masih rata.
"Belum tahu pastinya. Mungkin sekitar 5 - 6 minggu." jawab Sissy.
"Cepetan periksa ke dokter." kata Zizi.
"Iya, ntar sore mau ke dokter." Sissy bangkit menuju ke konter untuk memesan kue.
"Mas, mau kue? " tanya Sissy pada Rio.
"Gak Dek. Minta roti abon aja Dek sama kopinya." kata Rio.
"Ya ampun dari tadi belum pesen kopi? Maaf ya Mas, keasyikan ngobrol." Sissy jadi gak enak sama suaminya.
__ADS_1
"Iya gak papa." jawab Rio singkat.
Setelah memesan kue dan minum, Sissy pun kembali bergabung dengan sahabatnya.
Mereka kembali asyik mengobrol sampai melupakan 2 pria yang duduk di meja sebelah mereka. Hingga tak terasa sudah sore.
"Manda, ayo kita pulang. Kasian Kian udah nungguin." Faisal menghampiri meja mereka.
"Ya ampun gak kerasa udah sore aja." Zizi panik melihat jam tangannya.
"Eh iya. Aku juga harus ke dokter." kata Sissy.
"Yawda kita bubar aja. Take care ya." Yoan mencium pipi sahabatnya satu persatu. Yang lain pun ikut ber cipika cipiki.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah mengantri Satu jam di dokter kandungan, akhirnya Sissy pun dipanggil masuk.
"Selamat sore Bu Rissya." sapa sang dokter sambil mempersilahkan Sissy dan Rio duduk.
"Sore Dok." jawab Sissy.
"Kita langsung aja ya Bu." Suster mempesilahkan Sissy naik ke meja periksa.
"Baru pertama kali ke dokter ya Bu?" tanya suster ketika melihat Sissy gugup.
"Iya Sus. Ini anak pertama." jawab Sissy.
"Ini ya Bu, Pak. Kita lihat disini ada titik putih ditengah. Ini adalah janin Ibu." Dokter menunjuk titik kecil di layar.
"Itu anak kami Dok?" Rio bertanya.
"Iya Pak. Melihat haid terakhir Ibu, saya kira ini usianya 7 minggu." kata Dokter lagi.
"Alhamdulilah Dok." jawba Sissy.
"Tetap dijaga kesehatan Ibu ya terutama karena Ibu hamil di usia segini mungkin akan lebih banyak kendalanya." pesan Dokter.
"Tapi aman kan Dok?" Rio mulai khawatir.
"Insha Allah Pak. Selama Ibu tidak melakukan hal yang berat dan makan yang bergizi." lanjut Dokter.
"Belum ketahuan cowok atau ceweknya ya Dok?" pertanyaan Rio disambut dengan tawa dari sang Dokter.
"Mas, Sabar dong." Rio mencubit lengan Rio.
"Belum dong Pak. Sekitar usia kandungan 5 bulan baru bisa terlihat jenis kelaminnya. Itupun terganting dari posisi sang janin." ujar Dokter.
"Baiklah Dok. Kami permisi dulu. Terima kasih." Sissy dan Rio pun melangkah keluar dari runag dokter sambil membawa fito usg bayi mereka.
"Pa, ini calon cucu Papa." kata Sissy dalam hati sambil menatap foto itu.
Ikut senang gak Sissy akhirnya hamil?
Jangan lupa Likeπ, Komen dan Vote..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung