Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#35 Bulan Madu (1)


__ADS_3

Sissy dan Rio sedang menilmati sarapan bersama Bunda dan Ranti yang kebetulan datang berkunjung ke rumah Bundanya.


"Jadi kalian mau bulan madu kemana Mas?" Tanya Ranti pada kakaknya.


"Ke Banyuwangi. Tapi nanti nginep dulu di Probolinggo sehari." Kata Rio sambil menikmati nasi goreng buatan Bunda.


"Ooh. Berapa lama Nak?" Tanya Bunda.


"Ya sekitar seminggu lah." Jawab Rio lagi.


"Trus nanti stay dimana Mas?" Kali ini Doni, suami Ranti yang bertanya.


"Abis honeymoon langsung aku bawa ke Mess dulu. Nanti kalo udah libur, baru pulang ke Malang dulu." Rio menjelaskan panjang lebar.


"Hati-hati ya Mbak. Mas Rio suka iseng loh." Ranti memperingaykan Sissy.


"Iya Ran, udah tau. Dari kemarin juga udah gitu." Sissy melirik Rio yang pura-pura gak denger.


"Masa? Berarri udah dong?" Ranti bertanay jahil membuat pipi Sissy merah merona.


"Hei. Lagi makan kok ngobroli itu. Udah jangan godain Mbakmu terus. Kasian tuh." Bunda menghentikan percakapan mereka.


Setelah makan, mereka pun memulai perjalanan bulan madunya.


"Udah siap Dek." Tanya Rio ketika mereka sudah di dalam mobil.


"Insha Allah." Sissy menjawab sambil melambaikan tangannya ke Bunda dan Adik iparnya.


Mereka menuju Probolinggo lewat tol. Perjalanan yang ditempuh pun hanya 2½ jam.


Siang hari akhirnya mereka sampai di kota Probolinggo. Sambil menunggu waktu check-in, mereka pun menuju pantai bentar. Mereka menikmati deburan air di atas dermaga kayu.


Rio memeluk Sissy dari samping, menikmati suasana pantai itu.


"Sejuk ya Dek." Rio memecah konsentrasi Sissy yang sedang menikmati hawa pantai.


"Bagus ya Mas." Sissy menjawab sambil memejamkan mata.


"Ayo Dek kita duduk di saung sebelah sana." Rio menunjuk sebuah saung kosong di sisi dermaga.


Mereka pun berjalan kesana sambil bergandengan tangan.


"Lumayan pegel nih kaki." kara Sissy sambil meluruskan kakinya di atas saung.


"Sini aku pijetin." Rio memulai mengambil kaki Sissy dan memijatnya.


"Jangan Mas. Gak usah." Sissy langsung menarik kakinya.


"Yawda kalo gak mau sini senderan di aku aja." Rio langsung menatik tubuh Sissy dan mendekapnya dari belakang.


"Hhmm.. Mas. Malu kan dilihat orang." Sissy meronta berusaha lepas dari Rio.


"Gak ada orang disini. Lagian ya biarin aja kan kita suami istri." Rio tetap menahan tubuh Sissy dalam dekapannya.

__ADS_1


Sissy pun mulai rileks dalam dekapan Rio. Sesekali Rio mencium puncak kepala Sissy yang tertutup hijab.


"Mas, Dedek Lapar." kata Sissy disusul dengan bunyi perutnya.


"Hahaha. Yawda kita cari makan yuk. Terus kita cari masjid dulu buat sholat, abis itu langsung ke hotel." kata Rio menarik Sissy untuk berdiri.


Jam 1 siang akhirnya mereka sampai di Bromo Park Hotel tempat mereka menginap.


Rio meletakkan koper pakaian mereka di luggage rack dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk.


"Mas, cuci muka dulu lah, kan abis panas-panas." kata Sissy pada Rio.


"Ntar dulu." Jawab Rio dengan mata terpejam.


Sissy bergegas menuju kamar mandi untuk berganti pakaian dan membersihkan wajahnya.


Tak lama kemudian dia pun keluar dan menghampiri Rio yang sudah tertidur pulas. Dikecupnya pipi suaminya itu.


"Mas.." Sissy berteriak ketika Rio menarik tangannya hingga terjatuh di dada Rio.


"Hhmm." Hanya itu jawaban yang terlontar. Rio masih memejamkan matanya tapi tangannya masih memeluk erat tubuh Sissy.


Sissy pun akhirnya mencari posisi yang nyaman di pelukan suaminya itu.


Jam 4 sore Sissy terbangun dan tak menemukan Rio di sampingnya. Sissy pun duduk di kasurnya. Dilihatnya Rio sedang sholat Ashar.


"Udah bangun Dek?" Rio bertanya sambil melirik Sissy.


"Iya Mas. Mau mandi dulu. Mas udah mandi?" tanya Sissy sambil mencari baju di dalam kopernya.


"Iya Mas." teriak Sissy dari kamar mandi.


Seelah selesai Sissy pun segera mengunci pintu dan sholat Ashar. Rio belum tau kalo Sissy sudah suci kembali.


Setelah itu Sissy mengambil remot dan menonton TV dengan santai di kasur.


Menjelang Magrib Rio kembali dengan membawa gorengan dan segelas ice green tea buat Sissy.


Mereka pun menikmati gorengan di sofa.


Saat adzan magrib berkumandang, Rio pun bergegas mengambil wudhu ke kamar mandi. Sissy yang sebelumnya sudah berwudhu, segera menggelar 2 sajadah untuk alas sholat mereka. Ketika Rio keluar, Sissy sudah siap dengan mukenanya.


"Mas, makmum ya." Kata Sissy yang membuat Rio kaget.


"Kamu udah selesai?" kata Rio sambil memakai sarungnya.


"Udah Mas." jawab Sissy singkat.


Setelah selesai sholat magrib, Rio memegang kepala Sissy dan membacakan doa, "ALLAHUMMA INNI AS’ALUKA MIN KHAIRIHA WA KHAIRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI. WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHA WA SYARRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI,”


Sissy mengaminkan dan mencium punggung tangan suaminya.


"Dek, kamu sudah bersih sejak kapan?" Rio mulai curiga dengan Sissy.

__ADS_1


"Dari kemarin sebelum berangkat ke Jombang." Jawab Sissy sambil menunduk.


"Ooh. Salahku juga sih kemarin gak nanya. Hehehe." Rio mengusao tangan Sissy lembut.


"Maaf ya Mas. Dedek gak bilang sama Mas. Dedek masih takut." jawab Sissy sambil menatap lekat Rio.


"Nanti malam ya kita coba. Pelan - pelan aja Dek. Mas juga kan belum pernah." Kata Rio sambil mengecup punggung tangan Sissy.


"Iya Mas." jawab Sissy.


"Sekarang kita ke Alun-alun yuk, cari makan. Mas udah lapar." Ajak Rio sambil menarik Sissy berdiri.


"Ayo Mas." Sissy masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


Mereka pun berjalan kaki sambil bergandengan tangan. Mereka menikmati soto kraksaan dan setelah itu lanjut ke warung ketan kratok yang kebetulan letaknya bersebelahan. Setelah kenyang, mereka kembali ke hotel.


Sampai di kamar Sissy langsung menuju kamar mandi untuk berganti baju dan cuci muka. Ketika keluar dari kamar dilihatnya Rio, sedang duduk santai di sofa sambil memainkan hp nya.


Sissy pun menghampiri Rio di sofa. Rio yang menyadari kehadiran Sissy langsung meletakkan hp nya di meja dan memeluk Sissy.


"Dek.." Rio menatapnya dengan tatapan meredup dan meraih dagu Sissy.


"Apa sih Mas?" Sissy tak berani menatap suaminya itu.


"Boleh ya aku cium kamu." Rio meminta ijin Sissy. Sissy hanya bisa mengangguk sambil menunduk malu. Rio pun meraih dagu Sissy dan menariknya mendekat.


cup.. Bibir Rio sudah mel***t bibir Sissy dengan lembut. Semakin lama ciuman itu semakin dalam dan panas. Lidah Rio pun berhasil menerobos mulut Sissy dan mengabsen setiap jengkal dari mulut Sissy.


Sissy melepas ciuman itu dan berusaha mengambil nafas.


"Dek..kita lakuin sekarang ya?" Rio bertanya sambil tangannya bermain di dada Sissy.


"Aku takut Mas." Sissy memegang tangan Rio, menghentikan tindakannya.


"Gak papa Dek. Pelan-pelan kok." Rio mulai mencium bibir Sissy lagi.


Sissy pun memejamkan matanya dan mulai mengimbangi permainan lidah Rio.


Tangan Rio sudah masuk ke dalam kaos Sissy dan menemukan yang dicarinya. Dia terus mer***s dan memel****r puncak pa****ra Sissy. Sissy pun bergelinjang menikmati semuanya. Rio melepaskan ciumannya dan mulai membuka pakaian Sissy dan pakaiannya. Suhu di ruangan itu mulai memanas. Rio menuruni wajah Sissy dan mulai menciumi pa****ra Sissy. Di ku**m puncak pa****ra nya. Sissy pun semakin menggelinjang dan menjambak rambut Rio. Hingga akhirnya Rio mulai menyatukan tubuh mereka.


"Mmhh." Sissy hanya meringis ketika merasakan sesuatu memasuki tubuhnya.


"Sakit ya Dek?" Rio menghentikan gerakannya.


"Sedikit Mas. Gak papa lanjutin aja." Sissy menggigit bibirnya.


"Pelan-pelan ya Dek." Rio mulai mencium lagi bibir Sissy.


Akhirnya malam itu menjadi malam penyatuan mereka. Tetesan darah yang tertinggal di sprei menjadi bukti hilangnya keperawanan Sissy.


Setelahnya mereka pun tertidur dengan saling berpelukan.


dukung tetus author ya.. Jangan lupa like👍 dan vote.

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung


__ADS_2