
Akhirnya Sissy, Rio, Yoan dan Topan memutuskan pernikahan anak - anak mereka dilakukan 3 bulan lagi. Dan itu bertepatan 2 minggu sebelum wisuda kelulusan Aca. Difan ingin pada saat wisuda dia bisa mendampingi Aca sebagai suaminya.
flashback on
"Ca, kamu mau gak nikahnya dimajukan ?" tanya Difan saat mereka sedang berduaan.
"Tapi Kak.. Apa gak ribet persiapannya ?" Aca balik bertanya.
"Ya gaklah. Mama sama Bunda pasti bisa ngurusnya. Lagian kita Akadnya di KUA terus resepsinya di rumah." kata Difan.
"Kenapa harus dimajukan sih Kak ? Gak bisa setelah Wisuda aja ? Kan cuma tinggal 4 bulan lagi." kata Aca.
"Ca, Aku pengen dampingi kamu pas wisuda sebagai suami kamu. Aku pengen bisa genggam tangan kamu tanpa ada rasa bwesalah didepan Ayah dan Bunda." Dufan menatap mata Aca tajam.
"Iya deh Kak. Aku mau. Kita omongin sama Ayah dan Bunda ya." kata Aca.
Mereka pun menemui Rio dan Sissy.
"Yah, Bun, Ada yang mau kita omongin." kata Difan yang sudah duduk di hadapan Rio dan Sissy.
"Soal apa Fan ?" tanya Rio.
"Soal pernikahan kami Yah." kata Difan.
"Oke. Tapi Ayah mau Papa dan Mama kamu juga ikut mendengarkan.
"Iya Yah. Aku telepon mereka." Difan pun melakukan panggilan video dengan kedua orangtuanya.
"Pa, Ma, Aca sudah lulus." kata Difan membuka pembicaraan.
"Alhamdulilah. Selamat ya Ca." Kata Yoan sambil tersenyum.
"Kapan wisuda nya Nak ?" tanya Topan.
"Insha Allah 4 bulan lagi Pa." jawab Aca.
"Berarti abis itu kamu akan jadi menantu Mama ya." goda Yoan.
"Yoan, Topan, Masalah ini yang akan kita bahas. " kata Rio mendekatkan wajahnya ke kamera.
"Serius amat sih Yo ?" ledek Topan.
"Ini emang serius Pan. Jangan becanda ah." kata Rio sambil tersenyum.
"Ada apa ?" tanya Topan.
"Pa, Ma, Aku ingin memajukan pernikahannya." kata Difan menatap orang tua dan calon mertuanya.
"Udah gak sabar ya Nak ?" goda Yoan.
"Bukan gitu Ma. Aku pengen mendampingi Aca waktu dia wisuda." Difan menjelaskan.
"Papa sih setuju aja. Kamu gimana Yo?" tanya Topan.
"Saya juga setuju Pan, Yoan. Tapi maslaah persiapannya gimana ?" Rio menatap Yoan dan Sissy.
"Bisa diatur itu mah. Iya kan Yo?" Sissy menatap sahabatnya itu.
"Iya. Sebagian besar juga endorse." kata Yoan.
"Ma, Pa, aku pengen akadnya di KUA aja, trus resepsinya pake tenda di depan rumah Ayah Bunda. Gimana ?" Difan menyampaikan permintaannya.
"Boleh juga. Kita bikin yang sederhana aja." kata Yoan.
"Jadi kapan nih kira - kira waktunya ?" tanya Sissy.
"Kalo 3 bulan lagi gimana ?" tanya Yoan.
__ADS_1
"Aku sih oke - oke aja." jawab Rio yang disambut okeh anggukan Sissy.
"Kalo itu biar kita hitung dulu ya buat hari baiknya." kata Topan.
"Iya deh Pan. Kamu cari tanggal baiknya ya." Kata Rio.
"Siap. Kalian kapan pulang ?" tanya Topan.
"Kami pulang minggu depan." kata Rio.
"Aku pulang sama Aca Pa, Ma. Setelah dia beres revisinya." kata Difan.
"Iya. Kalian jaga diri disana ya." kata Topan sebelum mengakhiri panggilan video nya.
flashback off
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Difan mengantar Aca ke kampus untuk menyerahkan revisi skripsinya. Tak lupa dia juga mampir ke ruang tata usaha di kampus itu.
"Selamat pagi Pak." sapa Difan pada Pak Agung, dekan di fakultas bahasa.
"Pagi Pak Difan. Udah dapat jadwal ngajar ?" tanay Pak Agung.
"Belum Pak. Cuma nganter calon istri lagi revisi skripsi." kata Difan.
"Siapa calon istrinya Pak ? Jurusan apa ?" tanya Pak Agung lagi.
"Jurusan pendidikan bahasa inggris. Namanya Khansa Putri." jawab Difan.
"Oh.. Aca. Dia mahasiswi yang rajin." puji Pak Agung.
"Oh iya Pak." Difan tersenyum - senyum sendiri.
"Ca, Aku resmi jadi dosen di kampus kamu." kata Difan.
"Selamat juga kamu bakal jadi nyonya dosen." gida Difan.
"Iih.. Apaan sih Kak. Oh iya Kak. Besok kita jadi pulang ke Malang kan ?" tanya Aca.
"Jadi dong. Sambil nunggu jadwal ngajar, aku bakal tinggal di Malang.
"Emang kapan mulai ngajarnya ?" tanya Aca.
"Belum tahu." jawab Difan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tak terasa hati pernikahan tinggal menghitung hari. Aca sudah melakukan serangkaian perawatan menjelang pernikahan. Difan mengambil cuti dan sudah sampai di Malang sekitar 2 hari yang lalu. Karena masih dosen baru, jadi Difan tak bisa berlama - lama ijin. Pihak kampus hanya memberikan ijin sekitar 2 minggu saja.
"Ca, Aku kangen sama kamu." kata Difan di telepon.
"Sabar ya Kak. 2 hari lagi." kata Aca.
"Iya. Nanti kita ketemu lagi pas udah jadi suami istri ya. Mau di panggil apa ? Sayang atau Cinta" goda Difan.
"Apaan sih Kak. Alay." Protes Aca.
"Hehehe. Masa panggil nama doang." kata Difan.
"Terserah Kakak aja." kata Aca.
*tok.. tok.. * Suara pintu kamar Difan yang diketuk dari luar.
"Ca, Aku buka pintu dulu. Nanti kita sambung lagi ngobrolnya." Difan mematikan sambungan teleponnya.
"Ada apa Fa ?" tanya Difan sambil membuka pintunya.
__ADS_1
"Pengen ngobrol aja." Dafa masuk ke kamar Difan dan duduk di ranjang.
"Akhirnya kamu akan segera menikah ya Fan." kata Dafa.
"Iya Fa. Semoga kali ini tidak gagal ya." kata Difan sambil tertaqa ringan.
"Insha Allah. Semoga kamu bahagia dengan si adik kecil ya." kata Dafa tulus.
"Makasih Fa. Aku sendiri gak nyangka bakal jatuh cinta dnegan adik kecil kita." Difan menertawakan takdirnya.
"Jodoh gak ada yang tahu Fan. Si gadis kecil bertumbuh jadi gadis dewasa dan akan emnjadi istri kamu." goda Dafa.
"Iya. Dulu aku harus berebut wanita denganmu lalu aku harus kehilangan wanita yang kucintai dlaam suatu kecelakaan. Kali ini aku harus bahagia dengan gadia kecilku." kata Difan sambil menatap jauh entah kemana.
"Kamu gak dendam kan sama aku dan Hana ?" tanya Dafa.
"Ya gak lah Bro. Kalau dendamgak bakal aku mau ngelihat kalian lagi." Difan meninju lengan saudara kembarnya.
"Syukurlah." Dafa memeluk Difan.
Hari yang ditunggu tiba. Difan sudah bersiap dengan jas hitam dan pecinya.
"Gantengnya anak Mama." puji Yoan sambil merapikan kemeja yang dipakai Difan.
"Makasih Ma. Aku nervous nih." Difan menggenggam erat tangan Mama nya.
"Ayo kita berangkat." Topan menghampiri Istri dan anaknya dan menturuh Difan masuk ke mobil yang akan disopiri oleh Dafa. Topan dan Yoan menunggu dirumah.
Di tempat lain, Aca juga sudah bersiap menunggu di ruangan khusus di KUA. Kinan dan Reva menemani Aca di ruangan itu.
"Tarik nafas ya Ca. Biar gak nervous." kata Reva.
"Iya Teh. Aku deg - deg an banget ini." kata Aca sambil memegangi dadanya.
"Mempelai pria sudah datang." kata Ical masuk ke ruangan itu.
Diluar ruangan Sissy dan Rio menyambut calon menantu mereka yaitu Difan yang didampingi oleh Dafa dan saudara lainnya.
Akad nikah pun segera dimulai. Difan sudah menjabat tangan Rio dengan erat.
Rio pun mengucapkan ijab dan langsung disambut qabulnya oleh Difan. Dalam satu tarikan nafas Difan mengucapkan qabulnya dengan lantang.
"Bagaimana para saksi ?" tanya penghulu.
"Sah.." jawab saksi berbarengan.
"Alhamdulilah. Barakallahu." Difan mengucapkan syukur dalam hati. Begitu pun Aca yang berada di ruangan khusus.
"Alhamdulilah Ca. Kamu sudah sah jadi istrinya Difan." Reva memeluk adik sepupunya itu erat.
"Alhamdulilah." jawab Aca.
Aca langsung diantar keluar oleh Reva dan Kinan menghampiri suaminya. Difan tak berkedip menatap wajajh cantuk istrinya. Sudah 2 bulan dirinya tak bertemu dengan Aca. Karena jarak tinggalnya dan juga harus dipingit.
"Woi.. Jangan bengong aja. Nanti malam puas - puasin deh berduaan." bisik Dafa menggoda Difan. Difan pun langsung tersadar dari kekagumannya dan langsung bangkit menyambut istrinya itu.
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1