
"Bun, aku ikut ya ke Bandung." rengek Aca pada Sissy.
"Kan kamu harus sekolah sayang." kata Sissy.
"Ijin aja Bun. Masa aku sama Ical aja yang gak ikut?" Aca masih membujuk Sissy.
"Sayang, kamu sama Ical kan masih sekolah. Kak Reva juga gak ikut, dia nemenin Rico yang juga harus sekolah." Sissy menjelaskan pada Aca.
"Sayang, nanti kalo libur sekolah kita pergi lagi ke Bandung buat liburan." Rio ikut berkomentar.
"Bener Yah? Jangan bohong loh." Aca sudah bergelayut manja pada Rio.
"Iya bener. Sekarang Ayah, Bunda sama Uwa mau ngurus kontrakan punya Aki dulu." Rio mengusap lembut kepala Aca.
"Ya udah sekarang kamu tidur dulu. Ayah sama Bunda juga mau istirahat." kata Rio.
"Aca mau tidur sama Bunda." Aca langsung memeluk Sissy.
"Ya udah kita tidur bertiga." Sissy menarik Aca masuk ke kamarnya.
"Bentar Dek, aku selesaiin laporan ini dulu." kata Rio tanpa melihat pada Sissy.
"Ayah, Malam ini kita tidur bertiga." Sissy menatap pada suaminya.
"Apa? Eh.. Ada Aca. Kenapa kamu tidur disini Nak?" Rio langsung menutup laptopnya.
"Besok aku gak boleh ikut ke Bandung. Jadi sekarang aku mau tidur sama Bunda." Aca langsung menempatkan diri di tengah - tengah ranjang.
"Aduh, Gak dapat jatah deh malam ini." bisik Rio di telinga Sissy.
"Mas.." Sissy langsung mencubit lengan Rio.
"Ayah kenapa bisik - bisik sama Bunda sih?" Aca penasaran dan langsung bangun.
"Gak. Itu Ayah lupa kalo pengen ke wc dulu." kata Rio sambil masuk ke kamar mandi.
"Iih.. Ayah jorok." teriak Aca langsung tiduran lagi. Sissy hanya bisa tertawa melihat tingkah kocak suaminya.
Keesokan paginya Sissy sedang menyiapkan sarapan untuk mereka semua.
"Nak, kalian nanti kalo makan beli di gofood aja ya. Ayah sudah isiin saldo gopay nya." kata Sissy sambil memberikan masing - masing segelas susu.
"Iya Bun." jawab Ical.
"Aca, kamu kok diam aja?" tanya Rio yang melihat Aca hanya terdiam sambil melahap sarapannya.
"Iya Yah. Aca cuma pengen ikut sama Bunda." kata Aca dengan mata berkaca - kaca.
"Anak Ayah kok jadi kolokan gini? Kan kita cuma sebentar sayang." Rio mengacak rambut Aca.
"Seminggu itu lama Yah. Aku takut di rumah hanya berdua aja sama Ical." rengek Aca.
"Dasar manja. Kan ada kak Reva dan Rico di rumah sebelah." kata Ical.
"Nanti Bunda bawain oleh - oleh deh. Kamu mau apa tinggal bilang ya." Sissy mencium lembut kepala Aca dan Ical bergantian.
"Iya deh Bun. Nanti aku Wa pesenannya apa aja." kata Aca.
"Ya sudah kalian berangkat. Nanti terlambat." kata Sissy.
"Ayah sama Bunda berangkat jam berapa?" tanya Ical sebelum pamit.
"Jam 9. Hati - hati di jalan dan hati - hati di rumah ya!" Sissy mencium lagi pipi anaknya bergantian.
__ADS_1
"Assalamualaikum." pamit Ical dan Aca yang berangkat naik sepeda motor.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ayo Ca kita pulang." Ical sudah menunggu di depan kelas Aca.
"Kita cari makanan dulu ya Cal. Biar nyamoe rumah langsung istirahat." kata Aca sambil mengikuti Ical ke parkiran.
"Oh iya Bunda sama Ayah kan gak ada." gumam Ical.
"Kita makan bakso aja ya." kata Aca sambil menaruh kepalanya di bahu Ical.
"Jangan peluk gitu lah. Risih tau." protes Ical.
"Belajar Cal. Kali punya cewek jadi terbiasa kan." goda Aca sambil tertawa.
Mereka pun mampir di warung bakso langganan mereka. Aca memesan bakso komplit sedangkan Ical memesan mie ayam bakso. Mereka pun makan dengan lahap dan sesekali bersenda gurau dengan mesra. Pengunjung lain mengira mereka adalah sepasang kekasih. Setelah kenyang mereka pun pulang ke rumah. Di jalan Ical mampir dulu ke resto fastfood untuk membelu makanan untuk nanti malam.
"Ngapain sih kamu beli banyak banget. Kan nanti bisa gofood aja." omel Aca melihat banyaknya makanan yang dipesan oleh Ical.
"Awas ya kalo kamu ikut makan." ancam Ical.
"Ya kan mubazir Cal kalo gak dihabisin. Hehehe." Aca memeluk saudara kembarnya itu.
"Aca!! Lepasin." teriak Ical yang langsung membuat Aca makin tertawa ngakak.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam itu rumah kak Reva terasa sepi karena kak Reva dan Rico sedang pergi bareng Papa nya kak Reva.
"Cal, temenin aku disini dong. Jangan diam di kamar terus." panggil Aca dari ruang TV.
"Bentar Ca. Nanggung lagi main game." teriak Ical dari dalam kamarnya.
"Apaan sih nih anak, ganggu orang lagi main game aja." gerutu Ical sambil turun ke lantai bawah.
"Cal, Ada orang ngintip. Aku takut." bisik Aca.
"Tamu paling juga Ca. Kamu apaan sih?" omel Ical sambil menuju ke depan.
"Hai Cal. Kirain gak ada orang soalnya kok sepi." kata Kian dari luar pagar.
"Aku lagi di kamar. Masuk kak." Ical hendak membukakan pintu.
"Gak usah Cal. Aku cuma mampir bentar. Ini ada titipan dari Manda. Katanya Bubun sama Ayah lagi pergi ke Bandung ya." Kian menyodorkan kresek berisi makanan pada Ical.
"Makasih ya kak. Wah.. Apaan nih kayaknya enak." Ical mengintip sedikit isi kreseknya.
"Gak tau tuh Manda yang bikin." kata Kian langsung pamit untuk pulang.
Ical membawa masuk kresek itu sambil terus mengintip isinya.
"Siapa Kak? Itu apa?" tanya Aca langsung mengikuti Ical yang berjalan menuju meja makan.
"Dari Manda. Ini macaroni schotel." kata Ical.
"Wah.. Aku mau dong. Ambilin piring Cal." kata Aca yang sibuk membuka macaroni schotel nya.
"Enak aja nyuruh - nyuruh. Ambil sendiri. Jangan manja." kata Ical sambil berlalu menuju ke kamar mandi.
"Iya iya aku ambil sendiri." gerutu Aca.
Tak lama Ical ikut bergabung dengan Aca menikmati macaroni schotel. Setelah habis Ical melanjutkan dengan makan ayam dan kentang goreng yang tadi dibelinya.
__ADS_1
"Aku udah kenyang. Mau ke kamar dulu ya. Pintu depan udah aku kunci kok." Ical langsung naik ke kamarnya.
"Ical.. Jangan tinggalin aku." Aca langsung lari mengikuti Ical.
"Cal, aku tidur disini ya malam ini." Aca langsung naik ke ranjang Ical.
"Apaan sih Ca. Tidur di kamar kamu sendiri. Biasanya juga kan gitu." Ical menarik tangan Aca agar turun dari ranjangnya.
"Aku takut Cal." Aca memeluk Ical.
"Gak usah takut. Kan ada aku disini. Ayo, aku anter ke kamar kamu." Ical menarik tangan Aca dan menuntunnya ke kamarnya sendiri.
"Temenin aku dulu sampai tidur ya Cal." Aca memegang tangan Ical.
"Iya aku temenin." Ical menemani sambil bermain game dari hpnya.
Tak lama dilihatnya Aca sudah tidur. Ical pun mematikan lampu dan keluar dari kamar Aca.
Ical masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Hhmm.. Sebenarnya aku takut juga sih kalo hanya berdua aja sama Aca. Tapi ya gimana lagi." Ical coba memejamkan matanya.
"Ical, Aca.. Ayo bangun." teriak suara perempuan dari lantai bawah.
"Bunda sudah pulang." gumam Ical sambil terbangun duduk di ranjangnya.
Dikamar yang lain Aca pun melakukan hal yang sama dengan Ical. Maklumlah mereka kan saudara kembar.
"Bunda.." teriak Aca sambil berlari menuruni tangga.
"Bukan. Ini kak Reva. Cepetan mandi trus sarapan." kata Reva.
Ical yang hendak turun juga langsung balik badan dan masuk ke kamar mandi.
"Pagi Kak. Kirain tadi Bunda udah pulang." tanya Ical sambil mengambil susu dari kulkas.
"Baru juga ditinggal sehari udah nyariin." ledek Reva.
"Hehehe. Iya kak. Abis semalam rasanya sepi cuma berdua aja sama Aca." kata Ical.
"Iya. Kak Reva kemarin pulangnya malam. Rico capek jadi langsung tidur." kata Reva.
"Kak, Nanti malam tidur sini dong." kata Aca yang baru turun dari kamarnya.
"Iya boleh. Kakak tidur di kamar bawah ya." kata Reva.
"Iya kak." jawab Aca dan Ical kompak.
Sebenarnya Reva hanya berpura - pura akan tidur di rumah mereka. Rencananya setelah si kembar tertidur di kamar masing - masing, Reva akan kembali ke rumahnya melalui pintu penghubung di bagian tengah rumah.
Kira - kira bakal ketahuan gak ya rencana Reva? Apa kalian juga takut kalo ditinggal sendirian di rumah?
Jangan lupa tetap dukung Author..
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1