
Hari lamaran pun tiba.
Di rumah Sissy sudah sibuk dengan persiapan sejak pagi hari. Papa sudah datang 2 hari yang lalu bersama Teh Santi dan Icha. Teh Ochy juga sudah datang kemarin sore. Reva pun ikut menginap di rumahnya.
Sissy sedang didandani oleh Teh Ochy, ya dandanan simple dan natural aja. Tak lupa Sissy memakai hijabnya dibantu oleh Amira, yang memang telah berhijab lebih dulu. Ya, hari ini Sissy mantap untuk merubah penampilannya dengan berhijab. Dia pun sengaja tidak bercerita ke Rio, karena ingin memberi surprise.
"Yoan, bantuin teteh siapin kue di piring." Kata Teh Ochy pada Yoan yang asik ngobrol dengan Zizi.
"Iya Teh." Yoan pun dengan sigap menata jue yang baru datang itu di piring.
"Aku bantuin apa dong Teh?" Tanya Zizi sambil memegangi perutnya yang kian membesar.
"Bumil gak boleh capek-capek. Oh iya, kalian naik aja deh, temenin Sissy di kamarnya. Tadi Amira juga disana." Kata Teh Ochy mengambil piring kecil, diisinya beberapa kue dan diberikan ke Yoan untuk dibawa ke kamar Sissy.
"Nih buat kalian makan bareng Sissy ya." Yoan pun menerima piring itu dan langsung menuju ke lantai atas diikuti oleh Zizi.
Teh Ochy dan Teh Santi melanjutkan mempersiapkan makanan dan minuman yang akan disuguhkan untuk rombongan calon besan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rombongan keluarga Rio pun tiba setelah dhuhur. Papa dan Mama menyambut keluarga calon besan. Mereka memang sepakat mengadakan lamaran sederhana dan hanya mengundang keluarga terdekat saja. Rio masuk ke rumah bersama dengan Bunda Susi, Pakde dan Bude Suroso. Diikuti oleh Adik-adiknya, Ranti, suami dan anaknya, Haris dengan istri dan anaknya serta Widi. Barang yang dibawa pun sangat banyak sampai Teh Santi dibantu dengan sahabatnya kewalahan menerimanya. Aneka macam makanan mulai dari yang tradisional seperti Ketan, lemper sampai makanan modern seperti bolu, kue tart. Ada juga parcel buah.
Sissy keluar dari ruangan dengan hijabnya. Rio terpana melihatnya. Dia merasa takjub dan tak menyangka dengan perubahan cara berpakaian Sissy.
"Hei, Jangan melongo gitu. Itu iler udah hampir netes." Goda Haris pada kakaknya.
"Kayak ngeliat bidadari Ris." Jawab Rio tanpa mengedipkan matanya.
"Cie.. yang lagi berbunga-bunga." Ledek Widi.
Semua yang disana tertawa dengan tingkah Rio.
"Kamu semakin cantik Nak." Kata Bunda saat Sissy mencium punggung tangannya dengan takzim.
"Makasih Bunda." jawab Sissy tersipu malu.
Karena sudah tengah hari, mereka pun memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.
"Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum Bapak dan Ibu Adhi Suryadi yang kami hormati." Pakde membuka obrolan serius mereka. "Kami datang kemari dengan rombongan keluarga, Saya selaku Wali pengganti Almarhum Ayah Mario, bermaksud untuk meminang putri Bapak, Ananda Sissy untuk anak kami Mario."
"Waalaikumsalam Bapak Ibu sekalian. Alhamdulilah Saya Selaku Ayah kandung dari Ananda Sissy, akan menyerahkan Kepitusan kepada Anak kami tercinta." Jawab Papa Adhi.
__ADS_1
Acara demi cara berlangsung dengan khidmat dan sangat intim. Hingga sampai pada pemasangan kalung oleh Bunda Susi kepada Sissy.
Mereka pun berfoto bersama.
"Selamat ya Nak. Smoga lancar hingga hari H. " Kata Bunda mencium pipi Sissy dan memeluknya.
"Makasih Bunda." Jawab Sissy.
"Selamat ya. Rio, kamu harus jaga Sissy mulai dari sekarang." Rio mengangguk mendengar pesan Papa.
"Selamat ya Sissy, Rio. Moga-moga lancar semua persiapannya." Mama pun tak mau kalah memeluk dan mencium putri bungsunya dan calon menantunya.
"Makasih Ma." Sissy dan Rio menjawab dengan kompak.
"Cie.. Kompak nih." Ledek Rara sambil tertawa.
"Anak kecil gak usah ikutan." protes Sissy yang membuat Rara langsung manyun.
"Selamat ya mbak. Sabar-sabar ngadepin Mas Rio." Kata Widi yang langsung dijitak oleh Rio.
Suasana sangat hangat, mereka pun bergantian mengucapkan selamat pada Sissy dan Rio. Alhamdulilah acara lamaran sudah dilaksanakan dengan lancar. Hari pernikahan pun sudah diputuskan 3 bulan lagi. Mulai dari sini PR besar untuk Sissy karena dia memilih untuk mengurus sendiri semua persiapannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
3 hari kemudian Rio sengaja mengambil cuti untuk mengurus pendaftaran pernikahan ke KUA terdekat. Mereka harus bergerak cepat mengurus segala sesuatunya karena waktu penikahan yang tinggal sebentar lagi dan kebetulan mereka memilih tanggal pernikahan di bulan Syawal, sehingga mereka ingun sebelum ramadhan semua persiapan sudah beres. Mereka memilih untuk mengurus sendiri semua persiapan pernikahan. Mulai dari mendaftar ke KUA, pemilihan gedung pernikahan, katering, dekorasi, souvenir hingga undangan pernikahan. Bahkan Sissy sudah menjhitkan gaun untuk pernikahan mereka.
Setelah bolak-balik beberapa kali dari KUA ke kelurahan, akhirnya berkas mereka pun sudah lengkap, tinggal menunggu jadwal pemberkasan berikutnya.
"Alhamdulilah Dek. Akhirnya beres juga." Kata Rio ketika mereka sudah duduk santai di ruang atas rumah Sissy.
"Iya Mas. Sekarang tinggal ngurus katering dan dekor." Sissy membawa 2 gelas es teh dan gorengan yang mereka beli tadi.
"Nyantei dulu Dek." Kata Rio sambil menyeruput minumannya.
"Bajumu udah dijahit Dek?" Tanya Rio lagi.
"Udah dong Mas. Emang kenapa ?" Sissy balik bertanya.
"Ya Kalo belum biar dijahit di langganannya Bunda aja." kata Rio.
__ADS_1
"Ya jangan lah. Ntar kan langsung dipake disini. Ribet kalo jahitnya di Jombang." ucapa Sissy.
"Kalo yang sarimbit ?" Tanya Rio.
"Ya biar aja disana. NantiMas bungkus buat seserahan." Jawba Sissy.
"Oke." Rio menjawab dengan singkat.
"Dek, kamu tambah cantik kalo pake hijab kayak gini." Rio memainkan ujung jilbab Sissy.
"Gombal kamu Mas." Sissy tersipu malu.
"Seriusan. Kenapa gak dari dulu aja pake hijab. Kenapa tiba-tiba mau pake hijab Dek?"
"Kalo pengen kan udah dari lama. Tapi setelah kejadian penculikan kemarin bikin aku mikir lagi. Dan tiba-tiba merasa ini saat yang tepat." Jawab Sissy panjang lebar.
"Alhamdulilah ya Dek. Kamu diberi hidayah." Rio mulai menciumi puncak kepala Sissy.
"Kamu gak keberatan kan Mas? Maaf ya gak nanya pendpaat kamu dulu." Sissy membalikkan badan dan menatap tajam pada Rio.
"Ya gak lah Dek. Aku malah seneng. Sekarang itu kamu masih hak nya Papa, Aku belum punya hak untuk mengatur kamu." Kata Rio sambil memandang Sissy dengan tatapan sendunya.
"Makasih ya Mas. Tapi jaga jarak dulu ya." Sissy langsung bangkit menjauh. Dia sangat apaham dengan tatapan sendu dari Rio, berarti ada sesuatu yang diinginkan berkaitan dengan syahwatnya.
"Iya Dek. Maaf ya Mas suka khilaf." Rio berkata dengan lesu.
"Khilaf kok suka. Suka itu ibadah, ngaji. Hehehe." Canda Sissy untuk mencairkan suasana.
"Iya Dedekku sayang." Rio mencubit hidung Sissy dengan gemas.
"Mas.. baru aja dibilangin jaga jarak." Protes Sissy sambil manyun.
"Sedikit aja Dek." Rio tertawa melihat ekspresi Sissy.
Udah Gak sabar melihat mereka menikah kan? Sabar dulu ya.. Semua akan indah pada waktunya😄😄
Jangan lupa dukung author ya.. jangan lupa Like 👍 dan Vote 💪💪
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1