
Pagi itu dengan diantar ojek langganannya Sissy menuju pasar untuk berbelanja keperluan tokonya. Setelah itu Sissy langsung pulang ke rumah.
Sissy menyusui dan menidurkan si kembar. Sissy pun ikut merebahkan tubuhnya di samping si kembar. Rencananya siang nanti dia akan mengunjungi Rio di rumah sakit.
"Assalamualaikum Mas. Gimana kabar kamu?" sapa Sissy sambil menggenggam tangan Rio.
"Mas, aku puterin video liburan kemarin ya. Lihat nih si kembar terlihat senang banget pertama kalinya diajak ke pantai." Sissy mendekatkan hp nya ke depan Rio seolah Rio bisa melihatnya.
"Mereka udah mulai ngoceh Mas. Sebentar lagi sepertinya udah bisa duduk deh. Alhamdulilah mereka sangat aktif. Makanya kamu cepet bangun ya Mas biar bisa main sama mereka." Sissy terus mengajak Rio berbicara.
"Mas, Maafin aku ya. Aku mau jujur sama kamu. Kemarin aku gak sengaja ketemu sama Erick. Dia perhatian banget sama aku. Aku merasa menemukan kamu di dia Mas. Ada yang perhatian sama aku lagi. Aku bingung harus gimana Mas?" Sissy menangis sambil menggenggam tangan Rio.
"Kalo kamu sayang aku dan anak - anak kita, kamu harus segera bangun ya Mas." Sissy mencium lembut pipi dan bibir Rio sebelum pulang.
Tanpa disadari Sissy, tangan Rio mulai bergerak.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari ini Sissy sedang malas untuk keluar rumah. Baru saja Sissy tertidur setelah menyusui si kembar ketika dering hp membangunkannya.
"Halo." kata Sissy yang masih setengah terpejam.
"Selamat Pagi Bu Rissya. Saya suster Ella dari rumah sakit." ujar suara di seberang.
"Iya. Ada apa ya Sus?" Sissy langsung menegakkan tubuhnya.
"Ibu bisa ke rumah sakit sekarang? Pak Mario sudah sadar." suster itu memberi info.
"Alhamdulilah. Saya segera ke rumah sakit Sus." Sissy segera berganti pakaian dan keluar kamar.
Setelah meminta Mbak Dian untuk menjaga si kembar, Sissy langsung menuju ke rumah sakit.
"Bu Rissya." Dokter Arifin menyambutnya.
"Bagaimana kondisi suami saya Dok?" tanya Sissy.
"Alhamdulilah sejauh ini stabil Bu. Cuma beliau masih perlu banyak istirahat untuk pemulihannya." jawab Dokter.
"Boleh saya jenguk kan dok?" tanya Sissy lagi.
"Boleh Bu. Kita masih akan observasi beberapa hari ini." dokter Arifin menambahkan.
"Iya Dok." Sissy langsung menuju kamar rawat Rio.
"Assalamualaikum." Sissy memberi salam.
"Waalaikumsalam." jawab Rio lemah.
"Mas, Alhamdulilah kamu sudah sadar." Sissy memeluk Rio.
"Alhamdulilah Dek. Kamu gimana kondisinya?" Rio memandang lekat wajah yang sangat dirindukannya.
"Aku baik Mas. Aku kangen sama kamu Mas." Sissy membelai lembut rambut Rio.
"Perut kamu udah kempes? Anak kita gimana? Emang aku berapa lama komanya Dek?" tanya Rio memperhatikandan mengelus perut Sissy.
"Kamu tuh udah 5 bulan koma. Si kembar sehat sekali Mas. Mereka mirip sama kamu loh." kata Sissy sambil tersenyum.
"Kasian kamu ya Dek. Ngurus si kembar sendirian." Rio mulai mengusap pipi Sissy.
"Kan ada Bunda, Adik kamu sama Mbak yang nemenin aku." Sissy mengambil tangan Rio dari pipinya dan menciumnya lembut.
__ADS_1
"Maafin Mas ya. Gak bisa nemenin kamu." Rio menatap lekat wajah istrinya.
"Kan Mas juga lagi sakit. Gak disengaja kan?" Sissy mencium lembut pipi suaminya.
"Kamu harus ceritain semuanya Dek. Biar aku bisa menebus waktu yang terlewatkan." kata Rio.
"Iya Mas nanti aku ceritain. Tapi sekarang Mas harus banyak istirahat." ucap Sissy.
"Iya Dek." Rio memang mulai merasa ngantuk, efek dari obat yang diminumnya.
Setelah Rio tertidur, Sissy pun keluar sebentar untuk menghubungi Ibu mertuanya.
"Assalamualaikum Bun. Sissy mau kasih kabar gembira." Sapa Sissy.
"Waalaikumsalam. Ada apa Nak?" tanya Bunda penasaran.
"Mas Rio sudah siuman Bun." kata Sissy.
"Yang bener Nak? Alhamdulilah." Bunda mengusap syukur.
"Bunda kesini ya, Sissy tunggu." Sissy pun menutup sambungan teleponnya.
Tak sampai satu jam kemudian Bunda sudah tiba di rumah sakit. Bunda pun bergegas menuju ruang rawat Rio.
"Assalamualaikum." Bunda langsung menghampiri Sissy yang sedang duduk di sofa di depan kamar rawat Rio.
"Waalaikumsalam. Bun, duduk sini dulu." ajak Sissy.
"Rio mana Nak?" tanya Bunda.
"Mas masih istirahat Bun. Tadi udah makan dan minum obat. Kita tunggu disini ya Bun." Sissy menjelaskan.
"Kondisinya gimana Nak?"
"Sudah boleh pulang?"
"Belum. Dokter mau observasi dulu kurang lebih 3 hari."
"Ooh gitu ya. Baiklah."
"Kita harus pastikan kondisi Mas Rio bener - bener stabil Bun."
"Iya. Bunda gak sabar mau ketemu Rio."
"Kalo mau lihat Bunda masuk aja tapi jangan dibangunin dulu Mas nya."
Bunda pun masuk ke kamar rawat dan duduk di samping ranjang Rio. Dipandangi wajah anak sulungnya itu.
"Kenapa kamu lama sekali tidurnya Nak? Bikin bunda dan istri kamu khawatir." Bunda menangis sambil mengusap tangan Rio.
Tanpa disadarinya airmatanya menetes ke tangan Rio. Rio pun langsung membuka matanya. Dilihatnya wajah wanita yang sangat dikagumi dan disayanginya.
"Bunda.." panggil Rio lirih.
"Kamu terbangun gara - gara Bunda ya?"
"Enggak papa kok Bun. Bunda gimana kabarnya?"
"Alhamdulilah Bunda baik Nak."
"Maafin Rio ya Bun. Rio udah celakain Bunda."
__ADS_1
"Kamu juga kan gak sengaja Nak. Bunda gak papa kok. Malah kamu yang parah sakitnya."
"Makasih ya Bun udah jagain istri dan anak - anak Rio."
"Sissy gak pernah mau merepotkan Bunda Nak. Dia selalu menjaga kamu dan anaknya sendirian."
"Jadi Sissy gak tinggal sama Bunda?"
"Hanya sekitar sebulan setelah melahirkan. Setelah itu dia memilih mengontrak rumah dekat sini."
"Aku gak tau Sissy bisa tegar dan mandiri seperti itu."
"Dia memang sangat tegar Nak. Kamu gak boleh nyakitin dia ya Nak. Dia banyak berkorban buat kamu."
"Insha Allah Bun."
"Kamu harus cepet sehat dan cepet temenin istri kamu membesarkan si kembar."
"Gimana kabar mereka Bun. Aku pengen lihat si kembar."
"Kamu yang sabar. Kamu harus cepet pulih jadi bisa pulang ke rumah dan ketemu anak - anak kamu."
"Iya Bun."
"Loh Mas. Kamu udah bangun?" Sissy tiba - tiba masuk dan menghampiri mereka.
"Iya. Barusan ngobrol sama Bunda."
"Jangan capek - capek dulu ya Mas. Biar bisa cepet pulang." Sissy mengambilkan air minum untuk Rio.
"Makasih ya sayang. Kamu memang istri terbaik." Rio mengusap pipi Sissy dengan lembut.
"Mulai gombal deh." Sissy meledek Rio.
"Kamu punya foto si kembar Dek?" Rio ingin sekali melihat wajah anak - anaknya.
"Nih Mas. Ada foto dan video mereka." Sissy memberikan hp nya ke Rio.
Rio melihat foto dan video si kembar. Sesekali Rio tersenyum dan kemudian merasa terharu melihat si kembar yang sudah mulai besar.
"Kamu membesarkan mereka sendirian Dek?" tanya Rio.
"Gak sendirian Mas. Dibantu Bunda, Adik - adik juga ada Mbak Dian ART di rumah." jawab Sissy.
"Oh iya kamu kasih nama siapa mereka Dek?" tanya Rio lagi.
"Khalid Putra Hanggana dan Khansa Putri Hanggana. Seperti nama yang kita pernah obrolin dulu." Sissy mengingatkan Rio pada obrolan mereka sebelum kecelakaan itu terjadi.
"Iya benar. Nama yang cantik dan bagus." ucap Rio.
"Aku panggilnya Ical dan Aca." kata Sissy lagi.
"Makasih ya Sayang." Rio mencium pipi istrinya. Sissy balas mencium pipi suaminya.
"Kamu makin cantik aja Dek?" Rio merayu Sissy.
"Ehem.. ehem. Bunda masih disini loh." ucap Bunda membuat Sissy tersipu malu. Rio hanya cengengesan mendengar komentar Bunda.
Akhirnya bangun juga kan Rionya. Makasih ya yang udah sabar dan setia mengikuti kisah Rio dan Sissy.
Jangan lupa Likeπ, Komen dan Vote..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung