Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2) #17 Liburan Bersama


__ADS_3

Setelah sampai di pulau mereka pun langsung menuju Villa dengan 8 kamar itu. Kinan memberikan kunci kamar untuk mereka. Karena merasa lelah setelah menempuh perjalanan hampir 10 jam, mereka pun menuju kamar masing - masing. Aca sekamar dengaj Vanya dan Bu Fitri. Awalnya Aca merasa canggung harus sekamar dengan gurunya itu.


"Maaf Bu, Saya biar tidur sekasur sama Vanya." kata Aca sopan.


"Kan kita lagi liburan. Jadi kalian panggil saya Mbak aja ya." Fitri berkata pada 2 muridnya itu.


"Iya Bu eh Mbak." jawab Aca kaku.


"Dibiasakan ya Ca, Van." Fitri menepuk bahu Aca dan Vanya.


"Siap Mbak." jawab Vanya sambil menyimpan tas nya diujung ruangan.


Setelah beristirahat sejenak, Sissy dan Amira memanggil semuanya untuk sarapan.


Para orang tua duduk bersama di meja makan. Hana masih dikamar karena menemani Fahmi yang masih tidur. Aca, Ical, Vanya, Kian, Kinan, Dan Fitri menikmati sarapan di taman dekat kolam renang. Sedangkan Difan, Dafa dan Ridwan sarapan sambil ngobrol di teras depan.


"Ca, Van, nanti kita jalan - jalan ke pantai yuk." ajak Kinan.


"Mau banget Mbak. Sama siapa kesananya ?" tanya Aca.


"Ya ntar minta temenin cowok - cowok. Kita jalan kaki aja, kan deket." kata Kinan lagi.


"Lah trus si kecil gimana ?" Vanya bertanya sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Ntar biar dititipin ke Omanya. Hehehe." jawab Kinan.


"Mbak Fitri ikut juga ya ?" ajak Vanya.


"Siap Nanti aku ajak Difan juga deh." kata Fitri.


"Bilang aja kalo mau pacaran." ledek Kinan.


"Tau aja deh Mbak Kinan." kata Fitri malu - malu.


Ical langsung melirik ke arah Aca yang terdiam.


"Kak Kian ikut ya ? Kita jalan - jalan juga di pantai." kata Vanya manja pada Kian.


"Emangnya kalian pacaran ?" Ical berkata dengan ketus sambil sedikit melirik ke arah Aca.


"Biarin aja. Kita emang lagi pedekate. Iya kan Kak ?" kata Vanya dengan Pede nya.


"Apaan sih kamu. Kita kan sodaraan." jawab Kian dengan cuek sambil menatap ke arah Aca.


"Kasian deh lu. Ditolak sama Kian." ledek Ical.


"Ical rese deh." Vanya mencubit lengan Ical.


"Auw.. sakit Van." Ical mengusap bekas cubitan Vanya.


"Syukurin." jawab Vanya ketus.

__ADS_1


Vanya pergi ke kamar mandi.


Sore harinya Kinan menghampiri kamar Aca, Vanya dan Fitri.


"Yuk kita ke pantai sekarang. Biar keburu lihat sunset." kata Kinan yang langsung memasuki kamar para gadis.


"Sekarang Mbak?" Aca kaget dan langsung menegakkan tubuhnya.


"Bentar Mbak. Aku ganti baju dulu." kata Vanya sambil masuk ke kamar mandi.


"Iyalah. Udah gak panas kok di luar. Aku tunggu di luar ya." Kinan langsung keluar dari kamar.


Tak lama ketiganya langsung keluar kamar menghampiri Kinan dan Ridwan yang sudah menunggu di teras depan.


"Kita berlima aja nih Mbak ?" tanya Aca sambil celingukan mencari yang lain.


"Tuh.. Cowok - cowok nunggu disana." Ridwan menunjuk ke saung diujung halaman.


"Oke. Kita berangkat." Vanya langsung berlari menghampiri Kian dan bergelayut manja.


"Kak Kian jalannya sama aku ya." kata Vanya manja.


"Ya bareng - bareng ajalah." Kian risih dengan Vanya yang memeluk lengannya erat.


"Tapi aku pegangan sama Kakak ya, takut jatuh." Kata Vanya lagi.


"Kayak mau nyebrang aja pake pegangan." sindir Ical yang berjalan di sebelah Kian.


Ical melirik pada Aca yang sedikit manyun melihat Fitri sudah bergandengan dengan Difan. Di depan juga terlihat Kian yang masih berusaha melepaskan tangan Vanya dari lengannya.


"Kamu gak apa - apa Ca ?" tanya Ical.


"Gak. Emang kenapa ?" Aca balik bertanya.


"Ya kan ada pemandangan gak enak gitu di depan." Ical menunjuk ke depannya.


"Gak tau lah Cal. Aku masih bingung." kata Aca.


"Cerita aja sama aku Ca. Aku akan selalu ada buat kamu." kata Ical.


"Sebenarnya aku udah merelakan Kak Difan dengan Bu Fitri tapi entah kenapa lihat lamgsung mereka gandengan tangan tuh masih terasa sakit disini." Aca menunjuk dadanya.


"Aku tau ini pasti berat buat kamu. Apa kamu mau balik lagi ke villa ?" tanya Ical.


"Gak Cal. Aku pengen lihat sunset juga." jawab Aca.


"Trus Kian giman tuh ?" Ical bertanya lagi pada Aca.


"Gak tau. Aku gak ada hubungan apa - apa sama Kak Kian." jawab Aca datar.


"Kupikir dia suka sama kamu. Dan kalian bakal jadian." Ical memeluk bahu saudara kembarnya.

__ADS_1


"Kalau emang Kak Kian suka sama aku pasti dia gak bakal mau digelendotin sama Vanya kayak gitu." bisik Aca pelan.


"Brengsek banget tuh cowok. Aku pikir dia serius mau deketin kamu. Tapi kamu sempat suka sama dia kan ?" Ical menatap dalam pada Aca.


"Entahlah Cal. Aku bingung dengan perasaanku." kata Aca.


"Bingung gimana ?" tanya Ical.


"Aku ngerasa kalo Kak Kian deketin aku jadi aku mulai membuka hatiku buat dia. Tapi ketika melihat Kak Difan dengan pacarnya, aku juga merasa kesal dan cemburu." jawab Aca.


"Memang sudah melupakan cinta pertama Ca." kata Ical.


"Iya Cal. Aku mau menenangkan hatiku dulu." Aca menjawab dengan suara tercekat.


"Kamu kasih waktu juga buat hati kamu lah." Ical membelai lembut rambut Aca.


"Temanin aku terus ya Cal." Aca ersenyum pada Ical.


"Pasti Ca. Kamu harus cerita apapun sama aku ya." Ical membalas senyuman Aca.


"Duh.. Kalian kayak lagi pacaran deh. Mesra banget." teriak Kinan pada mereka berdua.


"Dia emang cinta sejati aku Kak. Kalo sampai ada yang berani nyakitin dia pasti akan berurusan sama aku." Ical melirik pada Kian dan Difan bergantian.


"Maksudnya apa sih dia ngomong kayak gitu sambil ngelihatin aku ?" gumam Difan tak paham.


"Mampus deh pasti dia marah lihat aku sama Vanya." kata Kian dalam hati langsung melepaskan tangan Vanya dari lengannya.


"So sweet banget deh. Coba adik aku kayak gitu." kata Kinan sambil mengacak rambut Kian.


"Apaan sih Mbak. Kan udah ada Kak Ridwan." Kian langsung merapikan rambutnya.


Ical tersenyum dan menatap lekat pada Kian yang salah tingkah.


Sebelumnya Author mau minta maaf karena jarang update.


Sepertinya karena banyak kesibukan lain di dunia nyata, cerita ini akan segera tamat. Mungkin hingga chapter 100.


Minta saran dong.. Kalian lebih suka kalau Aca dengan Difan atau Aca dengan Kian ? komen ya disini.


Jangan lupa tetap dukung Author..


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2