
Sissy dan ketiga sahabatnya memilih mengisi liburan kali ini ke Yogyakarta. Mereka berangkat dengan mobil masing-masing dengan mengajak keluarganya. Pagi itu Rio sudah menjemput Sissy, Mama dan 2 ponakannya.
Mereka sepakat untuk berkumpul di rumah Yoan sebagai titik keberangkatan.
Setelah semuanya lengkap mereka berjalan beriringan menuju Jogja. Setelah perjalanan 1 jam, mereka berhenti di titik pemberhentian pertama di Pare- Kediri. Karena sudah jam 8, mereka pun mencari sarapan sambil istirahat.
"Ma, masih kuat kan?" Tanya Sissy ketika dilihatnya Mama sedikit pucat.
"Iya Dek. Cuma Mama sedikit pegel aja. Kakinyakan nekuk dari tadi." Jawab Mama.
"Ooh.. Kalo gitu abis ini Rara sama Teva biar duduk di bangku belakang ya. Jadi Eyang bisa selonjoran." Perintah Sissy pada ponakannya.
"Siap Te." Jawab mereka kompak.
"Dek, kamu mau pecel atau soto ?" Rio menghampiri mereka yang masih berdiri dekat mobil.
"Pesenin pecel buat Mama yang gak pedes ya Mas. Nanti aku nyusul kesana." Jawab Sissy.
"Oke." Rio kembali ke warung pecel itu.
"Kakak sama Adek mau sarapan apa?" Biar Ate pesenin. Kalian makan disini aja ya." Tanya Sissy.
"Pecel aja tapi barengan Te. Jangan terlalu pedes." Jawab Rara.
Sissy menyusul Rio ke warung. Setelah mengantar makanan buat Mama dan keponakannya, Sissy ikut makan di warung tersebut.
"Tante gak papa Si?" Tanya Amira ketika melihat Sissy mondar-mandir dari warung ke mobil.
"Ya cuma pegel aja kakinya." Jawab Sissy sambil menyuap nasi pecel ke mulutnya.
"Ooh.. iya suruh selonjoran aja." Saran Amira.
"Iya udah. Nanti Rara sama Reva lindha ke belakang biar Mama bisa duduk lebih nyaman." Jawab Sissy lagi.
"Maklum Ra, udah tua, makin rewel." Kata Rio yang langsung dipelototin Sissy.
Mereka melanjutkan perjalanan ke Jogja.
Perjalanan 2 jam di jalan tol itu tak membosankan karena sepanjang jalan Reva dan Rara tak henti-hentinya bernyanyi. Lumayanlah buat menghibur. Apalagi Suara Rara yang sangat merdu. Mama malah bisa tertidur mendengar nyanyian cucunya.
"Dek, Nanti kamu tidur sama aku ya?" Rio setengah berbisik.
"Ngaco. Mau digorok sama Mama apa?" Jawab Sissy sambil melayangkan cubitan ke tangan kiri Rio.
" Hahaha. Becanda kali Dek." Rio menarik tangannya untuk menghindari cubitan Sissy.
__ADS_1
"Gak lucu becandanya." Sissy langsung manyun.
"Kok marah. Ntar cantiknya ilang loh." Rio menjawil dagu Sissy yang ahnya diam saja sambil menatap ke depan.
"Dek, Maafin Mas. Kan becanda Dek." Kata Rio lagi.
Sissy sengaja mendiamkan Rio sepanjang sisa perjalanan.
Ketika memasuku kota Solo mereka memilih untuk beristirahat lagi dan berjalan-jalan di pasar Klewer. Sissy mengajak Rio untuk mencari kain batik untuk seragam di pernikahan mereka nanti.
"Ngapain beli sekarang Dek. Kanmasih lama juga acaranya." Tanya Rio.
"Ya mumpung ke Solo Mas. Disini lumayan murah dan bagus kain batiknya. Meskipun acaranya sederhana tapi aku pengen beliin seragam buat adik-adik kamu dan kakakku."
Jawab Sissy sambil menarik tangan Rio agar mempercepat jalannya.
"Emang kamu ada uangnya?" Rio bertanya lagi.
"Mas kok tanyanya gitu? Tenang aja Dedek gak bakalan minta sama Mas kok." Sissy melepaskan tangan Rio dan meninggalkannya.
"Dek.. Dek.. Tunggu Mas." Rio berlari mengejar Sissy yang sudah jauh.
"Nih Mas, Dedek pake uang pesangon dari Resto kemarin." Sissy menunjukkan amplop tebal yang berisi uang.
"Iya Dek. Nantikalo kurang bisa oake uang Mas juga kok." Rio membujuk Sissy.
Di toko batik kedua, mereka bergemu dengan Zizi dan Faisal. Mereka juga tengah memilih baju batik.
Setelah puas berbelanja mereka kembali ke parkiran mobil. Dilihatnya Mama sedang mencandai Kinan, anak Zizi.
"Tuh Si, Mama kamu dah gak sabar pengen punya cucu lagi." Goda Zizi
"Iya, cepetan bikinin deh. Auw.." Faisal mengaduh karena langsung dicubit oleh Zizi.
"Aku sih bikin sekarang juga mau kok." Kata Rio dengan tersenyum lebar.
"Gak lucu." Jawab Sissy sambil mendekat ke Mama.
Akhirnya mereka tiba di Jogja jam 1an. Sissy langsung minta mampir ke Gudeg yang terkenal di dekat Kraton Yogyakarta.
Karena memang sudah waktunya makan siang, tempat itu cukup penuh. Untungnya tadi Sissy sudah reservasi lewat telepon sehingga mereka bisa langsung menikmati gudeg yang enak itu. Setelah kenyang, mereka pun menuju hotel di daerah malioboro. Mereka memilih penginapan 2 lantai yang cozy. Jumlah kamarnya pun tidak terlalu banyak tapi sangat nyaman. Zizi dan Sissy mendapat kamar di lantai bawah sedangkan Yoan, Amira dan Rio mendapat kamar di lantai atas. Mereka sengaja memilihkab kamar di lantai bawah karena Zizi sedang hamil dan Mama nya Sissy gak kuat kalo harus naik turun ke lantai atas.
Mama kelelahan karena perjalanan yang jauh dan mwmilih langsung beristirahat di kamar.
Sedangkan Sissy membongkar belanjaannya di kamar Rio.
__ADS_1
"Awas loh ya kalian jangan macam-macam di kamar." Amira mengingatkan sepasang kekasih itu sebelum masuk ke kamar.
"Cuma satu macam aja kok Ra." Canda Rio sambil masuk ke kamarnya.
"Jangan dengerin Ra. Cuma mau bongkar belanjaan tadi kok." Jawab Sissy.
Sissy menyusul Rio yang ternyata sudah rebahan di kasur.
"Sini dulu Dek." Panggil Rio agar Sissy mendekat.
"Mau ngapain Mas?" Sissy hanya menatap Rio dan menyilangkan tangannya di dada.
"Sini cuma tiduran aja. Pasti capek kan?" Rio langsung menarik tangan Sissy mendekat.
Sissy hanya bisa pasrah ditarik oleh Rio hingga terbaring di ranjang. Rio pun langsung memeluk Sissy dan mencium bibirnya dengan lembut. Sissy menyambut ciuman itu. Sissy reflek mendorong dada Rio ketika tangan lelaki itu mulai naik ke dadanya.
"Mas, Aku capek." Kata Sissy dengan suara pelan.
"Maaf Dek. Kebawa suasana. Yawda kita tidur aja." Kata Rio sambil memeluk Sissy dari belakang.
Tak terasa mereka tidur selama satu jam. Mereka terbangun karena suara dari hp Sissy.
"Ate, lagi dimana?" Suara Rara terdengar di sebrang.
"Ate lagi beresin belanjaan Kak. Kenapa?" Kata Sissy lagi.
"Sama Om Rio ya? Eyang nyariin nih." Kata Rara.
"Iya Kak. Ate ke bawah sekarang." Sissy langsung menutuo telepon dan bangkit turun meninggalkan Rio yang masih tidur.
"Assalamualaikum Ma! Maaf ya tadi lagi beresin belanjaan di kamar Rio." Sissy berusaha memberi alasan agar Mama tidak curiga.
"Awas loh Dek, kamu gak boleh melewati batas. Kalian harus tunggu sampai resmi menikah." Mama memperingatkan Sissy.
"Iya Ma. Insha Allah gak macam-macam kok." Jawba Sissy.
"Mama percaya sama kamu. Jadi kamu jangan sampai nidai kepercayaan Mama." Kata Mama lagi.
"Iya." Sissy menghembuskan nafas panjang. Hampir aja tadi kejadian, untung aku masih bisa menahannya.
Ditempat lain, Rio terbangun dan kebingungan karena Sissy sudah gak ada disana.
"Huft.. Semoga Sissy gak marah lagi." Rio bergumam dalam hati.
Jangan lupa dukung author ya dengan Lije dan Vote. Biar semakin semangat nulisnya. 💪💪
__ADS_1
Makasih🙏🙏🙏
Bersambung