
...Warning...
...part ini mengandung ehem - ehem.. ...
Keesokan harinya Difan dan Aca langsung ikut dengan Uwa Ochy ke Bali. Mereka ingin bulan madu meski hanya selama 3 hari saja. Uwa Ochy dan Uncle Matt sengaja membawa mobil sendiri agar bisa lebih santai di jalan. Berangkat dari Bali hanya bertiga saja hanya dengan Rico. Saat ini mereka harus berdesakan di mobil karena Nico serta istri dan anaknya ikut juga pulang ke Bali. Nico yang sudah menikah dan memiliki seorang anak itu sengaja datang dari Australia untuk menghadiri pernikahan adik sepupu tiri nya itu. Difan menawarkan diri untuk menggantikan Rico nyetir tapi ditolak oleh sepupu bulenya itu.
Sampai di Bali mereka langsung menuju Villa milik Uncle Matt.
"Kalian istirahat aja disini ya, Uwa langsung pulang ke rumah." kata Ochy.
"Iya Wa. Makasih." kata Difan mewakili Aca.
"Kak Nico nginep disini juga kan Wa ?" tanya Aca.
"Iya. Tapi tadi mampir beli makanan buat Alice." jawab Ochy.
"Oh iya Wa." kata Aca.
"Nanti malam kita makan seafood ke Jimbaran ya. Uwa jemput jam 7." kata Ochy sebelum pergi dari Villa itu.
Setelah Uwa Ochy pergi, Difan langsung menggandeng Aca masuk ke dalam kamar.
"Sayang, kamu capek gak ?" Difan memeluk Aca dari belakang.
"Capek Kak. Kenapa ?" Aca merasa gugup dipeluk sedekat itu oleh Difan.
"Bobok bareng aja yuk!" Difan membantu melepaskan hijab Aca dan menariknya ke ranjang.
"Kak, ngapain siang - siang gini sih ?" Aca tersipu malu.
"Ya mau buka segel lah Sayang.." Dufan mulai menciumi leher Aca dengan tangannya yang mulai bermain di dada Aca.
"Kak... Gak bisa nanti malam aja." Aca masih takut untuk melakukannya.
"Ya nanti malam kan bisa lagi." Difan tertawa nakal sambil menangkup wajah Aca dan mulai mencium bibirnya. Aca hanya diam saja dan mulai membalas ciuman suaminya.
Tangan Difan mulai mengelus punggung Aca dan perlahan berpindah ke dada nya. Aca yang awalnya masih takut dan ragu akhirnya mulai menikmati ciuman dan usapan tangan Difan yang menjalar ke tubuhnya.
"Kamu siap kan Sayang ?" tanya Difan pada istrinya yang masih berusia 21 tahun itu.
"Iya Kak. Pelan - pelan ya." jawab Aca.
Difan mulai memasukkan lagi lidahnya untuk mengabsen rongga mulut Aca sedangkan tangannya sibuk bermain di b****g Aca.
Aca pun memasukkan tangannya ke dalam kaus Difan dan meraba dada serta lengan suaminya yang sedikit berotot meski perutnya sedikit buncit.
Aca mulai mengerang dibalik ciumannya dan tak perlu lama - lama Difan langsung membuka kausnya dan baju Aca. Menyisakan b** dan c* nya saja.
__ADS_1
"Kamu seksi juga Sayang." bisik Difan di telinga Aca.
"Hhmm.." Aca hanya mengerang lirih.
Difan kembali menciumi bibir Aca sedangkan tangannya sudah berada di punggung Aca dan mulai membuka kait b**. Saat B** itupun jatuh, tangan Aca reflek menutup kedua bukit menantang yang ukurannya tidaklah terlalu besar.
"Kak.." protes Aca ketika tangan Difan mulai menurunkan tangannya.
"Gak usah malu sayang." bisik Difan sambil mulai menciumi leher jenjang Aca. Dengan satu tangan membelenggu tangan Aca dan tangan lainnya mulai memainkan dua gunung kembar Aca.
"Ugh..Kak.." Aca terbuai saat Difan menyesap puncak pa****ra Aca sembari tangannya sibuk melepaskan c* milik Aca.
Aca mulai meremas rambut Difan dan menikmati setiap sentuhan suaminya. Semuanya merupakan pengalaman baru bagi keduanya.
Butuh perjuangan untuk melakukannya karena ini adalah pengalaman pertama bagi Aca. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya Difan berhasil menjebol pertahanan akhir Aca dan menjadikan Aca istri sesungguhnya.
"Sakit Kak." Aca mulai menjerit kesakitan. Difan pun menghentikan sejenak aksinya dan kembali menciumi bibir istrinya.
"Maaf ya sayang. Kita lakukan perlahan ya." Difan mengusap airmata yang menggenang disudut mata Aca.
"Iya Kak." Aca berusaha menahan rasa sakitnya.
"Kita lanjut ya Ca." Difan menunggu untuk mendapatkan persetujuan istri kecilnya itu.
Aca hanya dapat menggangguk.
Difan pun kembali menggerakkan tubuhnya perlahan hingga Aca mulai merasa nyaman. Mereka sungguh menikmati detik demi detik penyatuan cinta mereka.
"Gak usah ditahan, keluarin aja Sayang. Kita keluarin bareng - bareng ya." bisik Difan dengan lembut.
Akhirnya mereka berdua terkulai lemas setelah penyatuannya. Difan langsung membawa Aca kedalam pelukannnya.
Jam 4 Aca terbangun dengan tubuh yang terasa remuk redam setelah pertempuran perdana mereka. Dilepaskannya tangan Difan yang melingkar di perutnya. Aca berusaha untuk bangkit dan memakai kembali bajunya.
"Auw.." terasa perih sekali bagian intinya
"Kenapa Yang ?" tanya Difan yang langsung duduk di samping Aca.
"Sakit Kak." keluh Aca.
"Mau aku gendong ?" goda Difan.
"Gak usah. Aku bisa sendiri." Aca menyelimuti tubuhnya dengan selimut di kamar itu.
"Kak, Spreinya berdarah." Aca kaget melihat sprei yang terkena noda darahnya.
"Biar nanti aku yang cuci. Kamu mandi dulu aja. Takutnya Uwa keburu manggil." Difan lalu mulai melepaskan sprei dari ranjangnya.
__ADS_1
Aca mengambil baju ganti dan melangkah ke kamar mandi. Setelah selesai gantian Difan yang mandi sekaligus mencuci sprei yang terkena noda darah perawan Aca.
Difan keluar dari kamar mandi dan langsung memeluk Aca yang sedang mengeringkan rambutnya.
"Makasih ya Sayang kamu mau menjadi istriku." ucap Difan lembut di telinga Aca.
"Kamu memang cinta pertama aku Kak. Aku juga gak nyangka ternyata kita bisa berjodoh ya." balas Aca sambil mengusap pipi Difan.
"Apalagi aku. Mana pernaha aku bermimpi akan berjodoh dengan adik kecilku ini. Meskipun harus melalui 2 kali patah hati. Akhirnya yang ketiga kalinya aku benar- benar menikah." Difan menciumi pipi tembem sang istri.
"Iya Kak." jawab Aca singkat.
"Cie.. Udah gak perawan nih !" ledek Difan sambil menggigit gemas telinga Aca.
"Iih.. Kan situ yang udah bikin aku gak perawan. Masih sakit nih Kak." protes Aca manja.
"Nanti juga terbiasa Sayang. Makanya harus sering - sering melakukan." kata Difan.
"Itu sih maunya Kakak." Aca pura - pura ngambek dan merajuk.
"Emang kamu gak mau ?" goda Difan.
"Ya mau sih." Aca langsung membenamkan wajahnya di dada Difan karena malu.
Difan hanya balas mengacak- acak rambut Aca.
*tok.. tok.. *
"Ca, Fan, Siap- siap ya. Kita berangkat setengah jam lagi." teriak Ochy dari balik pintu.
"Iya Wa." jawab Difan mewakili Aca.
Mereka pun ganti baju dan bersiap untuk makan malam di Jimbaran.
Maafkeun kalo cerita malam pertama nya sedikit membosankan. Karena Author juga udah pengantin lama dan bingung mau nyusun kata - katanya. 😁😁😁
Alhasil sedikit ambil inspirasi dari beberapa Author favorit. ✌✌
Sisa beberapa episode aja kita bakal tamat ya.. Ada masukan cerita siapa lagi nih yang dibuat ?
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung