
Saat Difan sampai di rumah, terlihat sangat sepi. Sepertinya Mama dan Papanya belum pulang.
"Assalamualaikum." Difan membuka pintu dengan kunci miliknya.
Tak ada siapa - siapa. Semenjak Vanya menikah dan tinggal di rumah suaminya, rumah itu semakin sepi. Hanya Topan dan Yoan yang tinggal disana. Difan langsung naik ke kamarnya yang terletak di lantai atas. Kamarnya tetap bersih dan rapi seperti sebelum dia pergi setahun yang lalu. Difan langsung merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang empuk itu.
"Untung tadi sempat makan dulu di Bandara. Jadi sekarang tinggal mandi terus tidur deh." gumam Difan sambil mengambil handuk bersih dari lemari pakaiannya. Difan pun langsung menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Selesai mandi Difan beristirahat di kamarnya. Pintu kamar juga sengaja dia kunci agar tidak ada yang mengganggu tidurnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jam 4 sore Yoan dan Topan pulang ke rumah. Mereka tidak curiga apapun mengingat kondisi rumah yang tetap sama seperti saat mereka tinggalkan tadi pagi.
"Ma, Bikinin kopi ya." kata Topan.
"Iya Pa. Kebetulan tadi aku bawa kue juga dari Cake Shop." kata Yoan.
"Papa mau mandi dulu ya." Topan langsung masuk ke kamarnya.
Yoan sibuk di dapur memindahkan kue dan makanan yang dibelinya tadi. Karena hanya tinggal berdua saja maka Yoan selalu membeli makanan untuk makan malam mereka.
"Ma, Papa kok tiba - tiba kangen sama anak - anak kita ya ?" kata Topan sambil menikmati kue dan kopi.
"Iya Pa. Anak 3 udah gak ada yang tinggal disini. Yang 2 sibuk sama keluarganya, yang 1 belum ada kabar lagi." Yoan sedikit melamun memikirkan anak - anaknya.
"Kapan Difan terakhir ngabarin kamu ya Ma ?" tanya Topan.
"3 hari yang lalu. Katanya mau segera pulang tapi belum tau kapan." jawab Yoan.
"Oh ya ? Terus kapan mau pulang katanya ?" tanay Topan lagi.
"Belum tau. Tadi pagi aku telpon tapi gak aktif hp nya." Yoan mengambil hp nya lagi hendak menghubungi anaknya.
"Kita makan dulu aja yuk Ma. Aku udah lapar." kata Topan.
"Tapi aku mau telpon Difan Pa." protes Yoan.
"Nanti aja Ma. Abis makan." ajak Topan sambil menarik tangan istrinya.
"Iya deh Pa." Yoan pun mengikuti suaminya ke meja makan.
Mereka menikmati makan malam sambil mengobrol tentang anak - anaknya. Tak lama terdengar suara benda jatuh dari lantai atas.
"Suara apa itu Pa ?" tanya Yoan kaget.
"Gak tau. Paling juga cuma tikus." jawab Topan santai.
"Iya mungkin Pa. Tapi apa gak lebih baik di cek dulu." kata Yoan.
"Nanti aja. Lagian udah gak ada suaranya lagi." Topan meneruskan makannya. Yoan pun ikut meneruskan makannya.
Tak terasa sudah jam 7 malam. Difan mulai gelisah di kamarnya. Dia sangat kelaparan sekarang. Bahkan saat hendak mengambil botol minum dari atas meja tak sengaja malah menjatuhkan botol itu ke lantai. Difan pun langsung kembali duduk di ranjang. Difan memutuskan untuk menelepon Aca, kekasihnya.
__ADS_1
"Ca, Aku lapar." kata Difan sambil berbisik.
"Kalau lapar ya makan dong Kak. Kenapa harus laporan sih ?" kata Aca.
"Aku masih ngumpet di kamar. Mama sama Papa belum tahu kalau aku udah pulang." Difan mengadu pada tunangannya.
"Ya salah Kakak sendiri kenapa pake ngumpet segala." Aca mulai kesal.
"Hehehe. Biar surprise Ca. Kamu kesini dong bawain aku makanan." pinta Difan.
"Gak mau ah Kak. Ini udah malam. Lagian nanti aku ngomong apa sama Mama dan Papa." kata Aca.
"Iya juga ya. Kalo kamu ke rumah pasti Mama nanya sama siapa kesininya." kata Difan.
"Tuh kan tahu." kata Aca.
"Aku keluar lewat jendela aja kali ya buat beli makan." usul Difan.
"Gak usah aneh - aneh deh Kak. Tinggal keluar kamar terus turun ke ruang makan. Beres kan ?" kata Aca.
"Gak surprise dong Ca." Difan gak setuju dengan usul Aca.
"Kamu datang aja udah surprise buat Mama dan Papa Kak." kata Aca.
"Iya deh. Nanti aku turun." Difan akhirnya menyerah.
Sementara itu di lantai bawah Yoan mendengar suara laki - laki sedang berbicara di telepon.
"Iya Ma. Kita lihat yuk." Topan mengajak Yoan memeriksa ke lantai atas.
Mereka memeriksa kamar satu persatu. Kamar Dafa terlihat kosong. Kamar Difan terkunci rapat.
"Kamar Difan kok dikunci ? Kamu yang ngunci ya Ma ?" tanya Topan.
"Enggak Pa. Kamar gak pernah aku kunci kok." jawab Yoan.
"Terus kenapa ini terkunci ? Kamu bawa kuncinya gak ?" tanya Topan lagi.
"Aku simpan di bawah kuncinya Pa." kata Yoan.
"Kamu ambil gih. Aku tunggu sini." kata Topan.
"Bentar Pa. Aku kok curiga sesuatu. Kamu bawa hp kan Pa ?" tanya Yoan.
"Bawa. Nih." Topan memberikan hp nya.
Yoan mencari sebuah kontak dan langsung menghubunginya.
*kring.. kring..* terdengar bunyi hp di dalam kamar. Yoan hanya tersenyum mendengarnya.
"Hp siapa itu Ma. Kok di dalam kamar ?" Topan bingung dan belum mengerti dengan tindakan istrinya.
__ADS_1
"Anak kesayangan Papa nih." Yoan menunjukkan hp Topan. Dilayar tertera nama 'Difan'.
"Mama tahu kamu di dalam. Ayo buka pintu." Yoan berteriak di depan pintu kamar Difan.
Karena sudah ketahuan akhirnya Difan pun membuka pintunya.
"Ma.. Pa.." Difan mencium tangan orang tuanya sambil cengengesan.
"Kamu ini iseng banget ya!" Yoan memeluk dan menciumi Difan.
"Kamu kapan datang Fan ? Kenapa harus sembunyi sih ?" tanya Topan sambil mengikuti istri dan anaknya ke lantai bawah.
"Tadi siang. Abis nganter Aca ke rumahnya, aku langsung pulang terus tidur." kata Difan.
"Kamu datang sama Aca ? Kok bisa ?" tanya Yoan lagi.
"Aku jemput dia di Bandung." jawab Difan singkat.
"Jadi kamu udah lama pulang dari NTT ?" kali ini Topan yang bertanya.
"Udah semingguan Pa, Ma. Maaf ya aku gak langsung pulang ke Malang." kata Difan.
"Anak nakal. Kok bisa - bisa gak bilang sama Mama." protes Yoan.
"Hehehe. Sengaja surprise in Aca pas dia selesai sidang Judul skripsi." kata Difan.
"Eh.. Kamu udah makan ?" Yoan bangkit untuk mengambilkan minum.
"Belum Ma. Ini juga turun karena udah laper. Hehehe." Difan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Mau Mama masakin apa ? Makanannya udah habis soalnya tadi." Yoan mengintip isi kulkasnya.
"Gak usah Ma. Aku udah pesan makanan. Bentar lagi juga nyampe." kata Difan.
Benar saja, tak lama kemudian terdengar bel pintu berbunyi. Difan pun bangkit mengambil makanannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Maaf ya Bab ini hanya cerita ringan aja, masih nyusun cerita yang pas buat kelanjutannya. Janagn lupa ya, gak lama lagi bakalan tamat.
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1