Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#51 Kabar Gembira


__ADS_3

# Karena Author baru lulus kontrak, kita kasih bonus, 3 episode hari ini. #


Selamat Membaca 📖📖📖


Teh Ochy kembali dengan keresek kecil ditangannya.


*tok.. tok.. *


"Iya Teh." kata Rio saat membuka pintu.


"Aku masuk ya." Teh Ochy sudah melangkah masuk ke kamar menghampiri Sissy yang duduk di ranjang sambil memainkan hpnya.


"Teteh. Bawa apa ?" kata Sissy sambil mematikan hp nya.


"Nih De. Besok pagi - pagi kamu cek ya." Teh Ochy menyerahkan kresek itu ke Sissy.


"Test pack ?" Sissy mengeluarkan isi kresek hitam itu.


"Iya De. Gejala kamu tuh kayak orang hamil." Ochy tersenyum memegang tangan Sissy.


"Emang iya ya Teh?" Rio ragu.


"Coba aja dulu. Semoga aja bener ya." Teh Ochy keluar meninggalkan mereka.


"Aamiin." Sissy dan Rio mengaminkan ucapan Ochy tersebut.


"De, Semoga benar ya." Rio menghampiri Sissy dan memeluknya.


"Mas inget gak sebelum kita berangkat kesini, kita juga mau tes kan?" Sissy mengingat kejadian malam itu.


"Iya De. Bahkan Mas udah beli test pack nya ? Ketinggalan di meja ruang tamu." Rio tersenyum bahagia bahkan sebelum tau hasil nya.


"Iya Mas. Semoga positif ya." kata Sissy sambil memeluk Rio.


"Aamiin." jawab Rio.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi - pagi Sissy udah terbangun dan langsung menuju ke kamar mandi membawa test pack nya. Dia tak sabar mengetahui hasilnya. Lama ditatapnya benda kecil ditangannya itu hingga akhirnya muncul garis merah 2.


"Alhamdulilah." Sissy pun sujud syukur.


Sissy segera keluar dan segera memberitahukan kabar gembira itu pada Rio.


"Mas, bangun." Sissy mengguncang bahu Rio.


"Kenapa Dek?" Rio membuka matanya.


"Ayo sholat subuh Mas." Sissy sedang memakai mukenanya.


"Iya Dek. Tunggu bentar." Rio beranjak menuju kamar mandi untuk mandi sekaligus berwudhu.


Mereka pun sholat subuh berjamaah.


"Mas, liat ini." Sissy menyerahkan benda kecil itu pada Rio.


"Ini apa Dek? Tunggu. Ini kan test pack. Cara bacanya gimana?" Rio mbolak balikkan benda kecil itu.


"Itu kan ada garis merah. Kalo 2 berarti positif." Sissy menunjuk pada benda kecil itu.


"Ini ada 2 garis merah. Berarti.. positif." Rio langsung memeluk Sissy.


"Iya Mas. Alhamdulilah." Sissy memeluk erat Rio.

__ADS_1


"Alhamdulilah Dek. Akhirnya kita bisa hamil juga." Rio sudah menghujani Sissy dengan ciuman di kening, pipi dan bibirnya.


"Kamu harus jaga kandungan kamu ya Dek. Ini titipan dari Papa juga." kata Rio sambil mengusap perut rata Sissy.


"Iya. Ini keinginan Papa. Semoga anaknya laki - laki sesuai keinginan Papa." Sissy ikut mengusap perutnya yang berisi janin.


"Nanti kalo udah di Surabaya kita periksa ya Dek." kata Rio lagi.


"Iya, sekarang aku mau mandi Mas. Mau kasih tau Mama dan yang lainnya." Sissy masuk ke kamar mandi.


Rio pun keluar untuk bikin kopi di dapur.


"Sissy udah bangun Mas?" tanya Ibu yang sedang menyiapkan sarapan.


"Udah Bu. Lagi mandi." jawab Rio sambil masak air panas.


"Sini biar Ibu bikinin kopinya." kata Ibu hendak mengambil alih cangkir Rio.


"Gak usah Bu. Biar saya bikin sendiri." Rio memegang cangkirnya.


"Oh yawda. Ibu mau ambil telur dulu." Ibu masuk ke ruang makan.


Rio membawa kopinya ke teras. Baru aja dia duduk, ketika Sissy keluar dan bergegas menuju rumah Teh Santi.


"Pelan - pelan Dek." Rio menperingatkan Sissy yang jalan dengan terburu - buru.


"Eh iya Mas. Lupa. Ayo ikut Mas." Sissy menarik tangan Rio untuk ikut dengannya.


Rio menyimpan kopinya di meja teras dan mengikuti Sissy.


"Assalamualaikum." Sissy memberi salam.


"Waalaikumsalam." jawab Mama dan Teh Santi yang sedang sibuk di dapur.


"Teh Ochy mana Ma?" Sissy mencari sosok kakaknya itu.


"Di kamar. Tidur lagi." jawab Mama.


"Kenapa sih De?" Teh Santi mematikan kompornya dan berjalan menuju Sissy dan Mama.


"Mas aja yang ngomong." kata Sissy menatap pada Rio.


"Duduk dulu Ma, Teh." Ruo mengajak mereka ke ruang tengah.


"Gimana hasilnya?" tanya Teh Ochy yang sudah keluar dari kamar.


"Mama, Teteh - teteh, alhamdulilah Sissy hamil." kata Rio yamg disambut dengan senyuman dari semuanya.


"Alhamdulilah. Selamat ya De." Mama memeluk dan mencium Sissy.


"Tuh kan bener dugaanku. Selamat De." Ochy ikut memeluk Mama dan adiknya itu.


"Selamat ya De. Alhamdulilah Teteh dapat ponakan lagi." kata Teh Santi sambil ikut berpelukan.


"Papa pasti seneng dengarnya." kata Teh Santi.


"Selamat ya Rio." Teh Santi menyalami Rio.


"Makasih ya Teh." kata Rio terharu melihat semuanya menyambut bahagia kabar gembira ini.


"Wah, Ada apa ini. Kok bahagia sekali sampai kedengaran dari luar." kata Ibu dan Yoga tiba - tiba muncul.


"Ini Bu. Sissy hamil." kata Teh Santi.

__ADS_1


"Selamat ya Sissy, Rio. Papa pasti ikut bahagia akhirnya kalian bisa hamil." Ibu menyalami Sissy dan Rio bergantian.


"Selamat Mas, Teh." Yoga ikut menyalami mereka.


"Makasih Bu, Yoga." Sissy dan Rio menjawab bersamaan.


Ibu pun membawa semangkuk besar nasi goreng dan memakannya bersama - sama di rumah Teh Santi.


Sissy merasa bahagia melihat seluruh keluarganya berkumpul seperti ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Entah kenapa setelah tahu bahwa dirinya hamil, Sissy mulai merasakan mual dan muntah tiap pagi. Hari ini hari kedua Papa meninggal, Rio pamit untuk pulang dulu ke Surabaya.


"Mas, jangan pulang. Disini aja." Sissy merengek sambil memeluk Rio erat.


"Nanti aku jemput lagi setelah 7 hari." kata Rio sambil mencium puncak kepala Sissy.


"Tapi Mas. Aku jadi sendirian." Sissy masih merajuk.


"Kan aku harus kerja Dek. Buat nabung biaya lahiran anak kita juga." Bujuk Rio agar Sissy membiarkannya pergi.


"Udah De. Kan ada Mama disini." kata Mama sambil membelai Sissy.


"Iya. Tuh ada Teh Ochy dan Teh Santi juga." kata Rio.


"Iya deh. Tapi cepet balik kesini ya." Akhirnya Sissy melepas pelukannya pada Rio.


"Keluar deh manjanya." ledek Ochy.


Sissy hanya manyun dan melotot pada Ochy.


"Hati - hati disana ya Mas." kata Sissy sambil mencium tangan Rio.


"Siap." Rio balas mencium kening Sissy.


"Hei, udah jalan. Banyak jomblo disini." kata Ochy melihat Kemesraan itu. Mereka semua tertawa.


"Makanya nikah lagi dong." ledek Sissy.


"Teh Santi kan mau nikah lagi." Ochy keceplosan yang langsung dihadiahi cubitan oleh Santi.


"Oh iya. Mama baru tau." Mama terlihat bahagia melihat mantunya sudah menemukan pengganti anaknya.


"Insha Allah Ma. Doain aja." jawab Santi sambil tersipu malu.


Rio pun berangkat menuju bandara diantar Yoga. Sissy pun masuk ke kamarnya.


"Pa, Ini cucu yang Papa tunggu - tunggu." kata Sissy sambil mengusap foto Papa.


"Seperti pesan Papa saat terakhir kita video call. Mungkin Papa sudah tau kalo aku hamil." kata Sissy lagi.


"Aku janji akan jaga anak ini baik - baik." Sissy menciumi foto Papa dan memeluknya erat di dada.


#Crazy up nya segini dulu ya. Mulai besok udah normal lagi.#


Jangan lupa dukung author terus..


Like 👍, Komen, Vote..


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2