
Setelah pulang dari KUA mereka beristirahat sebentar sebelum mulai resepsi pernikahan.
Aca langsung masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Difan ikut masuk dan memeluk Aca dari belakang.
"Assalamualaikum istri kecilku." Difan mencium pipi Aca dari belakang.
"Waalaikumsalam om ganteng suamiku." balsa Aca sedikit menggoda Difan.
"Kok om sih. Emang aku setua itu ?" protes Difan.
"Ya kan emang Kakak udah tua. Hehehe." kata Aca iseng.
"Mulai nakal ya istri aku ini." Difan makin mengetatkan pelukannya.
"Kak, lepasin, nanti ada yang masuk." kata Aca. Sebenarnya Aca tak ingin Difan melepaskan pelukannya tetapi dia terlalu malu untuk melakukannya.
"Bentar sayang. Kan ini pertama kalinya aku memeluk istri kecilku." Difan berbisik di telinga Aca. Aca langsung merasa merinding mendengarnya. Bukan merinding karena ada syaiton ya. tapi karena pertama kalinya dipeluk seperti itu sama lelaki selain ayah dan Ical, saudara kembarnya.
"Ehem.." suara Uwa Ochy mengagetkan mereka. Difan langsung melepaskan pelukannya dan menjauh menuju sisi ranjang.
"Maaf mengganggu pengantin baru. Tapi Aca harus ganti baju dulu." kata Ochy sambil tersenyum simpul.
Aca bergegas menuju kamar mandi dan berganti baju sedangkan Difan memilih untuk tiduran di ranjang sambil memperhatikan Aca yang sedang bersiap untuk dirias.
"Kak, bisa keluar bentar gak ?" pinta Aca pada Difan.
"Emang kenapa ?" tanya Difan masih enggan beranjak dari tempatnya.
"Aku malu kalau dilihatin kayak gitu." jawab Aca.
"Kamu nih ada - ada aja. Iya deh aku keluar bentar." Difan bangun dari ranjang dan melangkah keluar. Tak lupa mengusap kepala Aca sekilas.
"Kamu jangan jauh - jauh ya. Kan harus ganti baju juga." kata Ochy.
"Iya Wa. Mau ambil minum aja." jawab Difan.
"Kenapa harus malu gitu sih ? Baru juga jadi suami istri udah gitu. Nanti Suami kamu tersinggung loh." tegur Ochy.
"Habisnya Kak Difan ngelihatinnya kayak gitu Wa. Aku jadi malu." kata Aca.
"Harus dibiasakan biar suami juga betah di dekat kita. Nanti kalian bakal bareng - bareng loh." Ochy mengingatkan.
"Iya Wa. Pelan - pelan tapinya." jawab Aca.
"Iya nanti juga bakal terbiasa." kata Ochy sambil tersenyum pada keponakannya itu.
"Ma, Udah siap kah ?" Rara masuk ke kamar menghampiri Mama dan adik sepupunya.
"Cuma tinggal touch up dikit." kata Ochy.
"Baju nya bagus Ca. Cocok banhet di kamu, keliatan makin cantik deh." puji Rara.
"Teh Rara bisa aja. Jadi malu aku." kata Aca.
__ADS_1
"Wow!! Istriku cantik banget." goda Difan. Aca hanya menanggapi dengan tersipu malu.
"Udah jangan godain istri kamu terus. Uwa gak selesai - selesai nih. Mending kamu ganti baju dulu gih." Ochy ngomel panjang lebar.
"Iya Wa." Difan mengambil bajunya dan berjalan menuju kamar mandi.
Difan dan Aca tersenyum manis sepanjang acara menyambut para tamu. Kaki Aca rasanya sudah pegal karena berdiri dengan memakai seoatu hak tinggi selama 2 jam.
"Kamu kenapa Ca ?" bisik Difan yang melihat Aca meringis menahan sakit.
"Kaki aku pegel banget ini." kata Aca.
"Kamu duduk dulu aja, mumpung belum ada tamu lagi." kata Difan.
"Iya deh Kak." Aca pun duduk dan meneguk air mineral yang disediakan khusus untuk pengantin.
"Kalian kalau mau makan dulu gak papa. Tamu jya udah sepi kok." Rara mendekati Aca dan Difan.
"Nanggung Teh. Nunggu selesai aja sekalian." Aca menolak ajakan Rara.
"Ya udah. Sambil duduk aja. Nanti aku bawain es buah deh." Setelah itu Rara langsung menuju tempat es buah. Tak lama kemudian Rara kembali dengan membawa 2 gelas es buah.
"Nih buat kalian." kata Rara.
"Makasih ya Teh." kata Aca sambil menerima 2 gelas es buah dan memberikannya 1 buat Difan.
"Selamat ya Ca, Pak Difan." ucap Kiki dan Dhea, sahabat Aca di SMA.
"Makasih ya. Akhirnya kalian datang." Aca memeluk erat kedua sahabatnya.
"Aku juga gak pernah nyangka Ki." balas Aca sambil melirik Difan.
"Gak sia - sia kamu nungguin si om." lanjut Kiki.
"Pak Difan makin ganteng aja ya Ca." bisik Dhea.
"Ehem.. Saya denger loh. Jangan godain suami orang lah." canda Difan.
"Ya maaf Pak. Abis Bapak emang beneran tambah ganteng." kata Kiki sambil cengengesan.
"Makasih ya Kirana." kata Difan.
"Jangan dipuji. Nanti makin geer orangnya." ledek Aca. Akhirnya setelah bercanda sebentar Kiki dan Dhea pun meninggalkan mereka.
Sejam kemudian tamu undangan sudah tidak ada lagi dan akhirnya mereka masuk ke dalam rumah. Aca langsung masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Difan pun mengikuti Aca masuk ke kamar.
"Kak, keluar dulu gih. Aku mau ganti baju dulu." pinta Aca.
"Ganti aja. Kenapa harus malu, kan aku suami kamu." Difan melepas baju nya dan merebahkan diri di ranjang.
"Malu dong Kak." kata Aca pelan.
"Gak usah malu. Nanti juga bakal lihat kok." goda Difan.
__ADS_1
"Ya udah aku ganti di kamar mandi aja." kata Aca sambil membawa baju ganti ke kamar mandi. Hampir setengah jam Aca belum keluar juga dari kamar mandi. Difan mulai khawatir.
"Ca, kamu gak apa - apa di dalam. Kok lama banget." tanya Difan sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Bentar Kak. Ini buka jilbab nya yang lama." jawab Aca.
"Perlu aku bantu ?" tanya Difan lagi.
"Gak usah. Udah selesai kok. Tinggal bersihin muka." jawab Aca lagi.
Difan berjalan kembali ke ranjang dan memainkan hp nya. Banyak pesan masuk dari teman kuliahnya dulu yang mengucapkan selamat padanya.
Akhirnya Aca keluar dengan kaos dan celana santainya. Hijab instan juga sudha bertengger di kepalanya. Difan hanya terpaku menatap sang istri yang terlihat cantik.
"Kenapa Neglihatinnya kayak gitu ?" tanya Aca yang merasakan Difan sedang menatap tajam padanya.
"Sini yang." panggil Difan. Aca pun mendekat pada suaminya.
"Makasih ya kamu mau menunggu dan jadi iatri aku." Difan memegamg tanga Aca.
"Sama - sama Kak. Makasih juga kamu mau menjadi suami aku. Akhirnya cintaku gak bertepuk sebelah tangan." Aca mengusap lembut wajah suaminya yang dipenuhi bulu halus.
Difan pun menarik Aca ke dalam pelukannya. Lama mereka hanya berpelukan dalam diam.
Difan kemudian menangkup wajah Aca dan mulai mencium bibirnya.
"Kak.. " Aca berusaha menolak.
"Istri gak boleh loh menolak permintaan suami." bisik Difan lirih. Mereka pun berciuman dengan lembut. Ini adalah pengalaman pwrtama bagi Aca karena dia belum pernah berpacaran sebelumnya.
"Tapi.." Aca berusaha berbicara saat Difan melepaskan bibirnya.
"Gak boleh tapi - tapi an." kata Fifan kembali ******* bibir Aca.
"Kak.. Itu ada yang ngetuk pintu." Aca mendorong Difan agar melepaskan ciumannya.
*tok.. tok.. *
"Pengantin baru.. Ayo makan dulu." Sissy berteriak dari luar kamar.
"Iya Bun." Aca dan Difan menjawab berbarengan.
"Kita lanjutkan nanti malam ya." bisik Difan di telinga Aca.
Ada yang sudah gak sabar ya nungguin malam pertama mereka ?
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung