
Pagi itu Sissy sedang duduk santai di teras menemani sang Mama yang sedang memandangi taman bunganya. Sudah setengah jam Mama hanya memandang taman tanpa menoleh pada Sissy. Mama seperti melamun memikirkan sesuatu. Bahkan teh dan pisang rebus yang disuguhkan pun belum disentuhnya.
"Ma, Minggu depan Ade pindah ke Surabaya ikut Mas Rio ya." kata Sissy perlahan.
"Iya De. Mama paham." Mama menjawab tanpa menoleh pada Sissy.
"Mama marah ya mau Ade tinggal." Sissy mulai mendekati dan memegang erat tangan Mama.
"Gak De. Mama ikhlas kok melepas kamu. Sekarang kan kamu sudah jadi istri, jadi kamu harus menemani suami kamu." Mama menatap dan menangkup lembut wajah Sissy.
"Ma, Ade pasti akan kangen sama Mama." Aissy mencium lembut punggung tangan Mamanya.
"Iya De. Mama juga pasti kangen kamu." Mama mulai menangis.
"Sebulan sekali Ade pasti datang kesini Ma. Nengok mama sekalian ke Cake Shop juga." kata Sissy sambil memghapus air mata yang jatuh di pipi Mama.
"Iya De." Mama menciumi pipi anak bungsunya itu.
"Assalamualaikum." Rio datang memberi salam.
"Waalaikumsalam." jawab Sissy dan Mama serempak.
"Nak, pagi - pagi udah sampe sini." kata Mama sambil menghapus air matanya.
"Iya Ma. Udah kangen sama Mama." jawab Rio sambil memberikan kantong ke Mama.
"Duduk Mas. Aku bikinin kopi." Sissy sengaja memberikan waktu berduaan untuk Mama dan menantunya itu.
"Apa ini Nak?" tanya Mama menerima kantong itu dari tangan Rio.
"Itu baju hangat baru buat Mama." kata Rio.
"Makasih ya Nak. Kok repot - repot." kata Mama sambil membuka kantongnya. Sebuah sweater warna ungu,warna favorit Mama.
"Gak repot Ma. Kebetulan ada temen yang jual. Ya saya beli aja buat Mama sama Bunda." jawab Rio.
Sissy yang dari tadi mengintip di balik jendela tersenyum bahagia melihat keakraban suami dan Mamanya.
"Nak, kamu harus jagain Sissy ya. Jangan pernah sakitin dia." pesan Mama smabil menatap lembut pada Rio.
"Insha Allah Ma. Saya pasti akan selalu menjaga Sissy. Saya akan bahagiakan dia Ma. Minta doanya aja ya Ma." Rio mencium lembut tangan Mama mertuanya.
"Mama pasti selalu doain kalian." jawab Mama.
"Ini Mas, kopinya." Sissy meletakkan kopi di meja teras.
"Makasih Dek." Rio meminum perlahan.
"Mas, besok kita ajak Mama jalan - jalan ke Kebun Raya Purwodadi yuk?" kata Sissy sambil memeluk bahu Rio.
"Besok? Mama mau?" Rio bertanya pada mertuanya.
__ADS_1
"Ngapain De?" tanya Mama lagi.
"Ya piknik aja Ma. Bagus tempatnya, ijo, seger." bujuk Sissy.
"Boleh deh. Ajak Mbak Sari juga." kata Mama.
"Iya. Nanti kita bawa makanan dari sana, bener-bener piknik." kata Sissy lagi.
"Kamu cek dulu bahan makanannya. Mumpung masih pagi." perintah Mama.
"Siap Bu Bos." Sissy segera masuk ke dalam rumah.
"Mbak, aa bahan makanan apa ?" tanya Sissy sambil membuka kulkas.
"Emang mau bikin apa Non?" tanya Mbak Sari yang sedang mengupas bawang.
"Besok kan mau piknik ke kebun raya. Enaknyabawa apa ya Mbak?" Sissy malah balik bertanya kepada ART nya.
"Terserah Mbak Sissy aja. Saya tinggal menyiapkan aja." kata Mbak Sari.
"Hhmm." Sissy duduk di kursi untuk berpikir.
"De, Mama mau sayur asem." usul Mama.
"Aku ayam goreng Te." Rara ikut berpendapat.
"Mas mau apa?" Sissy bertanya pada suaminya.
"Sambel terong sama ikan asin." jawab Rio.
"Siap Mbak." Mbak Sari sudah mencatat semua menunya.
"Mbak sekarang lihat bahan yang udah ada apa? trus bisa dibeli di tukang sayur langganan apa gak? Kalo ada yang kurang, dicatat, biar saya beli di supermarket." kata Sissy sambil meninggalkan dapur.
Tak lama Mbak Sari menyerahkan catatan yang harus dibeli.
Sissy pun pergi berbelanja bahan makanan dan perbekalan buat piknik besok ke supermarket.
"Kak, kamu ambil trolley. Dan bawa catatan ini." Sissy menyerahkan secarik kertas pada ponakannya itu.
Satu jam mereka menghabiskan waktu untuk berbelanja.
Sampai di rumah Rio sudah memasang muka cemberut.
"Kok lama sih Dek! Mas kangen." Rio merengek seperti anak kecil minta balon.
"Emang mau ngapain?" Sissy menyimpan tas dan membuka hijabnya.
"Kangen Dek." Rio memeluk Sissy dari belakang.
"Mas, tahan dulu ya. Aku lagi dapet." Kata Sissy berbisik di telinga Rio.
__ADS_1
"Boong." Rio masih memeluk erat Sissy.
"Beneran. Kalo gak percaya ya liat sendiri." Sissy hendak membuka celananya.
"Iya deh percaya. Puasa lagi deh." gerutu Rio langsung menuju teras untuk merokok.
"Maaf ya sayang." Sissy menghampiri Rio dan berbisik di telinganya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mereka sudah sampai di Kebun Raya Purwodadi. Rio memarkir mobilnya di area air mancur. Sissy dibantu Mbak Sari segera menggelar tikar di taman dekat situ. Kebetulan hari ini cuaca sangat cerah hingga banyak sekali orang yang sedang piknik.
Mama menikmati taman bunga yang terbentang luas disana ditemani Rara dan Mbak Sari. Sednagkan Rio dan Sissy duduk berdua menikmati air mancur.
"Mas, aku udah bilang ke Mama kalo mau pindah ikut ke Mess." Sissy menatap suaminya yang sedang memperhatikan sepasang anak muda yang sednag berpacaran.
"Iya. Trus ?" Rio hanya merespon sedikit.
"Ya Mama sedih lah. Tapi menerima semua itu kok." Sissy mulai memeluk lengan Rio yang kekar.
"Iya tadi Mama juga pesen ke Mas. Suruh jaga kamu, bahagiain kamu." kata Rio sambil mengusap kepala Sissy.
"Minggu depan brarti aku pindahnya ya." Sissy merebahkan kepalanya di dada suaminya.
"Kenapa gak ikut besok aja Dek?" Rio memandang lekat istrinya.
"Kan belum perpisahan sama Geng Pelangi." Sissy beralasan.
"Katanya udah beres urusan di Cake Shop?" Rio meragukan alasan Sissy.
"Kalo urusan di Cake Shop udah beres. Tapi belum perpisahan sama sahabat aku." Kata Sissy lagi.
"Kamu sengaja ngulur waktu ya? Mas kesepian Dek." Rio mencium kening Sissy.
"Gak Mas. Emang kan jadwalnya minggu depan baru pindah." Sissy tersenyum sambil memegang Pipi suaminya.
"Gak kasian sama Mas yang udah kesepian." Rio mulai merajuk.
"Kalo sekarang ikut juga lagi puasa kan?" Sissy berbisik biar tak ada yang mendengar.
"Hhmm. Ya terserah kamu aja Dek." Rio menyerah untuk mendebat Sissy. Sissy pun mencium lembut pipi Rio.
"Te, Om, Makan dulu." Rara berteriak memanggil Sissy dan Rio.
Mereka pun segera menghampiri Mama dan yang lainnya dan ikut bergabung menikmati makan siang mereka. Sissysenang melihat Mama makan dengan lahap. Sepertinya Mama sudah tidak terlalu memikirkan Siasy yang akan pindah dari rumah itu. Selesaimakan, mereka berkeliling Kebun Raya dengan naik mobil khusus yang disediakan disana. Saat hari sudah mulai gelap, merekapun pulang kembali ke rumah.
Hayo, siapa yang kemaren pengen langsung hamil, sabar dulu ya.. kita nikmati dulu konflik apa lagi yang akan terjadi.
Dukung author ya..
Like 👍, Komen dan Vote..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung