
Rio terbangun menjelang Ashar dan merasakan ada yang menekan dadanya. Ternyata Sissy sedang tidur memeluknya.
Rio pun memindahkan kepala dan tangan Sissy dari badannya. Sissy yang memang kecapekan hanya bergerak sebentar kemudian kembali tidur lagi.
Rio bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Lalu berganti pakaian dengan kemeja dan celana kain. Hari ini dia harus menyambut tamu dari Jepang yang akan bekerja sama dengan perusahaan mereka.
Karena Sissy tak kunjung bangun, Rio pun segera meninggalkan rumah menuju kantor pusat.
"Nanti saja aku kirim Wa ke Sissy." batin Rio.
Jam 4 Sissy terbangun dan tidak menemukan Rio dimanapun. Sissy sudah mencari ke setiap sudut rumah tapi tak dilihatnya suaminya itu. Sissy pun duduk termenung di meja makan.
*ttrtt.. ttrrtt.. *
Sissy
"Mas, kamu dimana? kok pergi gak bilang?
Sampai setengah jam Sissy menunggu belum ada jawaban juga. Akhirnya Sissy pun memutuskan untuk mandi. Setelah mandi, belum ada balasan juga dari Rio. Karena lapar, Sissy pun memasak mie instan.
"Apa Mas Rio marah ya sama aku. Kenapa dia pergi gak bilang?" Sissy berpikir dengan keras dalam hati. Kalopun marah, kenapa hanya karena hal sepele. "Lagian itu bukan kemauanku. Masa ada tamu harus diusir." batin Sissy lagi.
Hari sudah gelap, Sissy pun sholat magrib seorang diri di kamar. Akhirnya Sissy memutuskan untuk menelpon Rio.
"Kenapa gak dari tadi aja ya?" ucap Sissy dalam hati.
*kring.. kring.. *
"Assalamualaikum Mas." Sissy memberi salam begitu telponnya diangkat di seberang.
"Waalaikumsalam Dek." Jawab Rio pelan.
"Mas kemana sih? Kok gak bilang sama aku." protes Sissy.
"Maafin Mas ya Dek. Mas lagi meeting sama tamu dari Jepang. Tadinya Mas mau Wa kamu begitu sampai di kantor. Tapi ternyata tamunya udah datang jadi Mas lupa Dek. Hp nya juga Mas silent." Rio menjelaskan panjang lebar.
"Syukurlah kalo gitu. Kirain Mas marah gara-gara tadi siang." kata Sissy.
"Ya gak mungkin lah Mas marah gara-gara itu. Nanti malam kan bisa dilanjut." Bisik Rio genit.
"Mas mulai deh Mesum." Sissy tersipu malu.
"Hehehe. Yawda Dek. Mas lanjut lagi ya. Udah ditungguin." kata Rio lagi.
"Mas pulang jam berapa?" tanya Sissy lagi.
"Agak malem Dek. Kamu kalo mau makan ya makan duluan aja." jawba Rio sambil menutup telponnya.
__ADS_1
Sissy sedikit kesal karena baru juga sehari ikut kesini, udah ditinggal aja. Sissy pun membuka kulkas dan memasak makanan dari bahan yang tersisa. Selesai makan, Sissy memilih menonton TV di ruang tengah. Sissy sibuk memindahkan chanel TV nya karena dianggap tak ada acara yang seru. Karena bosan akhirnya Sissy mematikan TV dan menuju ke sofa. Dia memainkan hp nya smabil tiduran. Acara di You**** lebih seru daripada di TV. Sissy mulai menguap. Diliriknya jam di dinding, ternyata sudah jam setengah 10, pantas Sissy susah merasa ngantuk.
Sissy pun kirim Wa ke Rio.
Sissy
Mas, masih lama? Aku tidur duluan ya.. udah ngantuk.
terkirim. Tapi belum dibaca.
Akhirnya Sissy pun masuk ke kamar, berganti daster dan kemudian naik ke ranjang. Sissy mengecek sosial medianya sebentar kemudian tak terasa dia pun terlelap.
Rio pulang ke rumah jam 11 malam. Lampu sudah padam semua. Dia pun masuk ke rumah dan tak lupa mengunci pintunya. Rio menyimpan kue yang sengaja dibelinya tadi ke kulkas. Rio membuka pintu kamar dan dilihatnya Sissy sudah tertidur. Rio pun mencuci muka dan berganti baju. Kemudian dia pun tidur di sebelah Sissy.
"Maafkan Mas ya Dek. Udah ninggalin kamu sendirian." Rio membelai lembut pipi istrinya.
Seperti biasa ritual sebelum tidur dikecupnya kening, kedua pipi serta bibir istrinya. Lalu dia pun tidur sambil memeluk sang istri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sissy terbangun saat adzan subuh. Disampingnya Rio masih tertidur lelap sambil memeluk pinggangnya. Diciumnya kening suaminya itu lalu beralih ke pipi kanan dan kirinya, terakhir di kecupnya sekilas bibir suaminya. Rio membuka matanya saat Sissy mengecup bibirnya. Ditariknya Sissy ke pelukannya.
"Mas, Ayo sholat dulu." Sissy mencoba mendorong tubuh Rio.
"Bentar aja Dek. Mas juga harus berangkat pagi-pagi." Kata Rio sambil mengecup puncak kepala Sissy.
"Iya nih Dek. Tamu yang dari Jepang maunya pagi - pagi dah kesini." Rio berkata sambil membelai rambut Sissy.
"Mas harus briefing dulu sama anak - anak di pabrik." kata Rio lagi.
"Yawda sekarang Mas mandi deh. Aku mau siapin kopi sama sarapan." kata Sissy sambil melepaskan pelukan Rio.
"Itu kemarin Mas beli kue dan roti. Nanti makan itu aja." kata Rio sambil masuk ke kamar mandi.
"Iya Mas." Sissy pun beranjak menuju dapur.
"Makasih ya Dek." teriak Rio dari dalam kamar mandi.
Sissy menemani Rio menikmati roti bakar dan kopi hitamnya.
"Dek, nanti Mas gak makan siang di rumah ya!" kata Rio pada Sissy.
"Nanti Mas makan dimana?" tanya Sissy.
"Mas nemenin tamu itu makan di restodeket sini lah." jawab Rio.
"Pulangnya malam lagi?" tanya Sissy lagi.
__ADS_1
"Gak tau Dek. Mungkin Abis magrib, Sepertinya Mas harus nemanin dia makan malam dulu. Nanti Mas kabarin deh klo mau pulang." kata Rio sambil memegang tangan Sissy.
"Ya pokoknya Mas kabarin aku ya." kata Sissy.
"Maafin Mas ya. Harus ngurusin tamu dari Jepang ini." Rio ngerasa bersalah karena ninggalin Sissy seharian.
"Gak papa Mas." Jawab Sissy sambil tersenyum menatap Rio.
"Kamu kalo mau makan bisa pesen aplikasi online atau titip ke security aja minta dibeliin makanan di warung depan." kata Rio lagi sambil bersiap untuk berangkat.
"Iya Mas. Kamu fokus kerja aja. Aku gak papa kok." Sissy mencium punggung tangan Rio.
"Dah sayang." Rio mengecup lembut kening Sissy.
Karena masih pagi, Sissy pun memilih untuk tiduran lagi di kamar.
Tak lama Sissy terbangun karena suara berisik di luar rumah. Disibaknya gorden jendelanya, ternyata sudah cukup siang. Diliriknya jam, sudah jam 9. Ternyata Sissy ketiduran cukup lama, 3 jam. Sissy bergegas mandi dan memakai hijabnya. Dia pun keluar rumah bergabung dengan Mira, Bu Yuli dan Rani yang asik ngerumpi di depan rumah Mira.
"Baru bangun ya Mbak?" tanya Rani, si kepo.
"Iya tadi abis Mas Rio berangkat, ketiduran lagi." jawab Sissy sambil mengendong Radi.
"Enak Mbak kalo masih belum punya buntut mah." kata Rani sinis.
"Ya kebetulan aja Mbak. Masih capek kemarin baru datang." Sissy memberikan alasannya.
"Kan masih pengantin baru. Wajar lah kalo sering kecapekan." Goda Bu Yuli.
"Gak juga Bu. Kan Mas Rio lagi sibuk sama tamu Jepang. Semalam aja pulangnya pas saya udah tidur trus tadi jam 6 udah berangkat lagi." curhat Sissy.
"Sabar ya Mbak. Suami - suami kita emang kalo udah sibuk ya kayak gitu." kata Mira.
"Emang gitu ya Mbak?" Tanya Sissy.
"Ya bakal sering ditinggal keluar kota. Apalagi Mas Rio, posisinya kan Manager Operasional, jadi sering ngurus proyek di luar kota." Bu Yuli menjelaskan.
"Sabar aja Mbak. Kerjanya gila tapi kalo cuti juga gak ribet." kata Mira.
Ya akhirnya Sissy hanya bisa bersyukur punya suami yang bekerja.
Lebih baik daripada suami pengangguran kan? Setuju gak?
Jangan lupa Like 👍, Komen dan Vote.
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1