Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#74 Pindah lagi ke Malang


__ADS_3

Malam itu Sissy dan Rio menyempatkan untuk ngobrol sebelum tidur.


"Dek, kamu mau tinggal disini atau kembali ke Jombang?" tanya Rio sambil membelai rambut Sissy.


"Terserah kamu aja Mas." Sissy menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Aku tanya mau kamu gimana yang sebenarnya." Rio terus membelai rambut Sissy.


"Sejujurnya aku pengen disini aja Mas. Di Jombang terkadang aku suka kesepian." Sissy menatap wajah suaminya.


"Ya gak papa kalo kamu lebih nyaman disini." Rio mencubit hidung Sissy gemas.


"Kamu gak marah Mas?" Sissy menegakkan badannya dan menatap Rio. Dia ingin mencari kesungguhan jawaban dari Rio.


"Kenapa harus marah. Malah aku ada sebuah permintaan atau usulan." kata Rio.


"Apa tuh? Jangan bilang mau kawin lagi ya?" Sissy malah mencandai Rio.


"Ya gak lah. Sebenarnya aku pengen resign dari pabrik Dek." Rio menundukkan wajahnya.


"Kenapa Mas? Ada masalah?" tanya Sissy sambil memegang kedua pipi suaminya.


"Aku mau cerita tapi kamu jangan marah ya." Rio menatap tajam pada Sissy.


"Insha Allah gak." Sissy menganggukkan kepalanya.


"Aku gak nyaman dengan karyawan baru disana. Manager HRD nya cewek terus suka genit sama aku." Rio berkata pelan.


"Kenapa gak nyaman. Malah enak dong dideketin cewek." goda Sissy sambil pura - pura cemberut.


"Gak lah Dek. Kan aku udah punya kamu dan si kembar. Aku malah gak nyaman." Rio memegang tangan Sissy lembut.


"Terus setelah resign rencananya kamu mau gimana?" tanya Sissy lagi.


"Aku pengen bikin usaha sendiri aja. Biar bisa punya waktu yang banyak buat kalian." usul Rio.


"Ya aku sih gak papa Mas. Tapi kamu tetep urusin usaha brownis nya ya." Sissy mengusap wajah suaminya.


"Usaha brownis biar tetap diurus sama Haris dan Naya. Rumah juga bisa ditempati sama mereka." usul Rio.


"Boleh juga Mas. Aku juga mau kembali aktif di Cake Shop Pelangi aja." kata Sissy.


"Makasih ya sayang udah mengerti keinginanku." Rio merengkuh Sissy dalam pelukannya.


"Sama - sama Mas." Sissy membenamkan wajahnya mencium aroma maskulin suaminya.


"Dek, boleh aku minta itu.." Rio berkata pelan pada Sissy.


"Apa Mas?" Sissy pura - pura tidak tahu keinginan Rio.


"Udah lama Dek. Adik kecilku kangen sama kandangnya." bisik Rio di telinga Sissy.


"Dasar mesum." Sissy menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.

__ADS_1


"Kelamaan puasa Dek. Nanti karatan. Hehehe. Boleh ya." tangan Rio mulai menjelajah di seputar dada Sissy.


"Gimana mau ngelarang. Udah masuk duluan." Sissy mencium bibir suaminya.


Sissy sangat menikmati setiap sentuhan tangan Rio di tubuhnya. Bahkan des***n makin terdengar saat bibir Rio meng***m pa****ra Sissy dengan rakusnya.


"Mas.." Sissy tak merasakan kenikmatan yang diberikan suaminya itu.


Tak lama Rio pun segera melakukan penyatuan dengan Sissy. Hawa panas semakin menyebat di kamar itu. Akhirnya keduanya terbaring lemas sambil tetap berpelukan.


"Bunda.." suara ketukan membangunkan mereka dari tidurnya.


"Iya sayang." Rio segera mengambil celana pendek nya dan menuju ke pintu. Tak lupa dia juga melemparkan daster Sissy yang berserakan di lantai.


"Kenapa sayang nya Ayah?" Rio menggendong Aca yang menangis mencari Bundanya.


"Aca mau tidur sama Bunda." Aca menunjuk ke arah Sissy yang terduduk di ranjangnya.


"Ini masih pagi sayang. Kamu kenapa?" tanya Sissy memeluk Aca di pangkuannya.


"Aca mimpi buruk Bun. Aca mau tidur disini." Aca tak mau melepaskan pelukannya pada Sissy.


"Boleh sayang. Sini tidur sama Bunda dan Ayah." Rio ikut naik ke ranjang.


"Gak boleh. Aca mau tidur berdua aja sama Bunda." Aca mendorong Rio agar turun dari ranjang.


"Kok gitu sayang. Kan kita bisa tidur bertiga." Rio bertahan di pinggir ranjang.


"Iya iya. Ayah tidur sama Ical aja." Rio bangkit dan berjalan menuju pintu.


"Dadah Ayah." Sissy masih sempat melambaikan tangannya.


"Untung tadi udah minta jatah. Kalo bukan anak sendiri udah aku usir." batin Rio hanya menatap sekilas istri dan anak perempuannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sebenarnya Sissy merasa jenuh hanya diam di rumah saja sepeninggal Mama. Tapi kehadiran sahabatnya cukup menghibur dirinya. Seperti hari ini mereka sedang berkumpul di halaman belakang rumah Sissy.


"Si, Kamu bakal stay disini terus?" tanya Yoan yang sibuk menyuapi anak bungsunya yang berumur 2 tahun.


"Belum tau Yo. Pengennya sih gitu. Soalnya di Jombang juga gak ada yang bantuin jaga si kembar." kata Sissy.


"Usaha kamu gimana?" kali ini Amira ikut bergabung dengan mereka.


"Usaha tetep jalan, yang pegang adik ipar aku. Suamiku juga ikut ngontrol semuanya." jawab Sissy.


"Trus kerjaan Rio gimana kalo kamu pindah sini?" tanya Yoan lagi.


"Itu yang belum terpikirkan. Rio juga ada rencana mau resign lagi. Mau fokus ngurus usaha aja." jawab Sissy.


"Kepikiran gak kalo suami kita juga punya usaha bareng." tiba - tiba Zizi memberikan ide nya.


"Hhmm. Bisa apa gak ya? Ntar malah memaksakan diri lagi." komentar Amira ragu dengan ide Zizi.

__ADS_1


"Kebetulan nih suami ku mau ambil alih usaha temannya. Tempat pencucian mobil gitu. Siapa tahu suami kalian ada yang mau gabung." kata Zizi.


"Boleh juga tuh Zi." Yoan nampak tertarik dengan ide Zizi.


"Ntar aku sampein ke suami aku deh." kata Sissy.


"Iya aku juga ntar ngomong sama Mas Alif." Amira ikut menambahkan.


"Si, Aca sama Ical gak disekolahin?" Zizi mengganti topik pembicaraan.


"Belum Zi. Sekalian masuk TK aja Zi." jawab Sissy.


"Iya sih. Emang bagusnya belajar sama ibunya aja." Amira ikut berkomentar.


"Tapi kalo ibunya kerja kan susah ngajarinnya juga." Zizi protes dengan pendapat Amira.


"Iya juga. Semua benar kok." ucap Sissy mencegah perdebatan lebih lanjut.


"Si, Aca cantik banget loh. Kita besanan yuk." celetuk Yoan mengalihkan pembicaraan.


"Eh.. Sama Kian aja. Kan lebih muda tuh." Zizi gak mau kalah.


"Kembar sama kembar kan seru tuh Si." kata Yoan.


"Ya aku sih terserah anaknya aja. Kalo emang suka dengan slaah satu dari anak kalian ya gak papa." Sissy hanya tersenyum sambil memandang Aca yang sedang bermain bersama anak - anak lainnya.


"Siap lah. Kita lihat aja mereka nanti. Siapa tau malah anakku jodohnya sama anak Amira atau Zizi." Yoan tersenyum lebar.


"Seru juga kalo kita semua bisa besanan ya." mulai lagi muncul ide gila Zizi.


"Jangan maksain lah. Kalo emang jodoh ya Alhamdulilah. Kalo gak jodoh juga gak papa." Sissy tersenyum pada sahabatnya.


"Setuju." jawab Amira singkat.


"Kamu mah bisanya setuju aja." goda Yoan pada Amira.


"Sayang kita gak bisa besananya Ra?" kata Sissy merangkul Amira.


"Bisa aja. Kalo Hana suka ama berondong." Yoan tersenyum jahil.


"Ya kali. Bedanya 8 tahun kan? Jangan lah." ucap Amira.


"Jodoh gak ada yang tau Ra." celetuk Sissy.


"Semoga diantara anak - anak kita ada yang berjodoh ya." Kata Zizi yang langsung diaminkan oleh ketiga sahabatnya.


Jangan lupa dukung terus ya..


Jangan lupa LikeπŸ‘, Komen dan Vote..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2