
Suasana di rumah Ochy sedang sibuk. Hari ini akan diadakan pengajian menjelang pernikahan Reva. Di rumah Sissy dijadikan sebagai dapur umum tempat memasak dan menyiapkan semua konsumsi. Sissy menjadi seksi sibuk mondar mandir mengecek semua persiapan acara.
"Te, kata Mama kuenya 1 piring 3 macam aja." kata Rara yang sedang menggendong anaknya yang baru berumur 4 bulan.
"Iya Kak. Nanti Ate cek lagi." jawab Sissy yang masih sibuk memotong brownis kukusnya.
Acara pun berlangsung dengan khidmat. Papa Reva datang bersama istrinya. Hubungan Ochy dan Kak Genta membaik demi anak - anak mereka. Selesai pengajian, acara langsung dilanjutkan dengan siraman. Sebelumnya Reva melakukan sungkem pada keempat orang tuanya. Ochy tak henti - hentinya menangis dalam pelukan Matt. Rasanya campur aduk antara bahagia dan sedih melepas anak gadisnya untuk menikah dengan pria pilihannya. Sissy ikut menangis terharu menyaksikan semuanya.
"Mas, apa kita bisa menyaksikan anak - anak menikah nanti?" tanya Sissy lirih pada Rio.
"Insha Allah Dek. Kita harus sehat untuk mereka." Rio memeluk Sissy untuk menguatkannya.
"Aamiin. Semoga ya Mas." kata Sissy.
Prosesi siraman juga berjalan dengan lancar. Akhirnya acara ditutup dengan dodol dawet bergantian oleh Ochy dan Matt serta Genta dan Ninda. Meski memiliki orang tua yang bercerai tapi semua acara berlangsung dengan lancar. Selesai acara Sissy menemani Ochy ngobrol dengan Santi yang khusus datang dari Bandung. Rara, Reva dan Icha juga ikut ngobrol bersama mereka.
"Gak kerasa ya Reva sudah mau nikah lagi." kata Santi.
"Iya Teh. Akhirnya dia menikah juga." kata Sissy.
"Padahal Adek tuh manja banget." kata Ochy.
"Iya Ma. Biasanya gak mau lepas dari aku. Sekarang udah mau nikah aja." kata Rara sambil menyuapi anak pertamanya.
"Iya bener. Masih inget dulu kamu suka minta di puk - puk kalo mau tidur." kata Sissy sambil menjawil pipi ponakannya itu.
"Ate bikin malu aja." Reva langsung memerah mukanya.
"Kalo gak ada yang nikah kita gak bakal kumpul kayak gini ya?" kata Santi sambil memeluk Ochy.
"Iya terakhir kumpul bertiga pas nikahan Rara ya?" tanya Ochy.
"5 tahun yang lalu. Pas Icha nikah, aku juga gak bisa datang." kata Sissy.
"Nanti kumpul lagi pas Sissy mantu nih." ucap Ochy.
"Masih lama Teh. Anak - anak juga baru masuk SMA." Sissy berkata sambil tertawa.
"Ya gak papa. Aku juga pertengahan tahun pindah ke Bali. Nunggu Rico lulus SD aja." kata Ochy.
"Iya. Sedih deh Teh. Jadi jauh lagi." kata Sissy.
"Kasian Matt udah tua, Bolak balik Malang - Bali terus." Ochy memeluk adiknya.
"Kenapa belum pensiun sih ? Kan disana ada Nico?" tanya Santi.
"Nico kewalahan ngurus Hotel dan Villa. Gak ada yang megang Resto. Ya sekalian ngabisin masa tua di Bali aja." cerita Ochy.
__ADS_1
"Kan nanti kalo kita ke Bali bisa nginep gratis." celetuk Icha.
"Boleh banget kok Cha. Kabarin Ate aja." Ochy mencubit pipi Icha.
"Udah Dek. Kamu banyakin istirahat biar besok lebih segar." kata Rara sambil mengajak Reva ke kamar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sissy mengecek Reva yang sedang dirias di kamar.
"Udah siap Dek?" tanya Sissy.
"Udah Te. Tinggal ganti baju aja." Reva mengambil kebayanya dan menuju ke kamar mandi. Sissy ikut masuk dan membantu memakai kebayanya.
"Kamu cantik banget Dek." Sissy memuji ponakannya itu.
"Makasih Te. Aku deg - deg an banget ini." Reva meraih tangan Sissy.
"Tenang. Ambil nafas panjang lalu hembuskan. Wajarlah namanya juga mau menikah." kata Sissy menggenggam tanga Reva yang dingin.
"Bun, dipanggil Uwa Ochy." kata Aca masuk ke dalam kamar rias.
"Iya. Kamu temenin Kak Reva dulu." Sissy bergegas keluar dari kamar.
"Kakak cantik banget." Aca kagum melihat Reva.
Sissy menghampiri Ochy yang sedang duduk di teras.
"De, Reva udah siap?" tanya Ochy sambil memakai sepatunya.
"Udah Teh. Teteh berangkat duluan?" Sissy membantu merapikan kebaya kakaknya.
"Iya. Nanti kamu segera nyusul ya. Air minum dan kalung melati nya udah dibawa kan?" Ochy mengecek semua perlengkapan.
"Udah dibawa sama Teh Santi. Nanti aku nyusul sama Reva. Teteh cepetan berangkat. Nabti rombongan besan keburu datang." kata Sissy.
"Di masjid udah beres semua kan?" tanya Ochy lagi sebelum masuk ke mobil.
"Udah diurus sama Mas Alif dan Amira. Tenang aja." Sissy menutup pintu mobil Ochy dan berbalik menuju ke kamar rias.
"Ca, kamu berangkat duluan sama Ayah. Nanti Bunda berangkat sama Kak Rara." kata Sissy.
"Iya Bun." Aca langsung keluar kamar dan mencari Ayahnya.
"Te, kita berangkat sekarang?" tanya Reva masuk ke kamar rias.
"Udah siap calon pengantin?" tanya Sissy lada Reva.
__ADS_1
"Insha Allah Te." Reva berdiri dan berjalan digandeng oleh Rara.
Sissy menyetir sendiri mobilnya menuju masjid tempat akad nikah. Dilihatnya rombongan calon pengantin pria baru saja datang. Sissy memarkirkan mobilnya di depan pintu belakang masjid dan langsung mengajak Reva menuju ruang akhwat di bagian belakang masjid.
"Tarik nafas Dek. Lalu hembuskan perlahan." kata Sissy pada Reva.
Jojo sudah duduk berhadapan dengan Genta untuk mengucapkan ijab dan qabul. Setelah pembacaan doa, Genta pun berjabat tangan dengan Jojo. Genta mengucapkan ijab dan dijawab dengan qabul oleh Jojo dalam sekali tarikan nafas.
"Sah ?" tanya penghulu pada kedua saksi dan hadirin yang menyaksikan janji suci dua insan.
"Saahhh.." jawab saksi dan hadirin berbarengan.
"Alhamdulilah." ucap Reva dari tempatnya di bagian belakang masjid.
Sissy dan Rara pun menuntun Reva untuk bersanding dengan Jojo yang sudah jadi suaminya. Tausyiah nikah pun disampaikan secara singkat oleh penghulu. Acara dilanjutkan dengan sungkeman pada orang tua kedua mempelai. Ochy berdampingan dengan Genta dan kedua orang tua Jojo.
Setelah semua rangkaian ijab qabul selesai. Kedua mempelai pun menuju ke rumah untuk berganti pakaian.
Sore harinya mereka menuju ke tempat resepsi yang masih berada di komplek Pelangi. Resepsi dengan konsep garden party pun berlangsung meriah dan akrab. Kedua pengantin menyambut tamu dengan penuh ceria. Ochy dan Matt bergantian dengan Genta dan Ninda menemani mempelai di pelaminan.
"Selamat ya Dek." Sissy mencium kedua pipi Reva.
"Makasih ya Te." Reva memeluk erat Sissy.
"Selamat ya Reva. Semoga jadi keluarga tang sakinah mawardah warahmah." kata Rio menyalami Reva.
"Makasih Om." Reva tersenyum pada Rio.
"Jadi inget pas kita nikah ya Mas." Bisik Sissy memandang kedua mempelai sambil memeluk Rio erat.
"Kita ngulang malam pertamanya aja Dek." bisik Rio di telinga Sissy.
"Dasar genit." Sissy mencubit pinggang Rio.
Menjelang magrib acara pun berakhir. Reva dan Jojo langsung menuju hotel tempat mereka menghabiskan malam pertama sebelum bulan madu ke Korea.
Jangan lupa tetap dukung Author..
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1