
Hari terakhir di Bali dimanfaatkan Sissy untuk belanja oleh - oleh buat mertua dan adik iparnya. Sissy membawa si kembar ke pusat oleh - oleh di daerah sunset road.
"Mama, mau beli apa aja?" tanya Sissy yang sudah mendorong troli belanjaannya.
"Ini aja De. Pai Susu sama kacang nya." Mama menunjuk makanan yang diinginkannya.
Sissy pun mengambil dan memasukkan makanan itu ke dalam troli. Sissy membeli beberapa kaos bali, daster untuk adik ipar, keponakan serta ibu mertuanya. Setelah puas berbelanja Sissy pun segera pulang untuk membereskan barangnya.
Keesokan harinya mereka naik penerbangan paling pagi ke Surabaya. Merekalangsung berpisah di Bandara. Karena Mama sudah dijemput oleh Sopir langganan Sissy dahulu langsung menuju ke Malang. Sedangkan Sissy dijemput oleh Haris, adik iparnya.
"Maaf ya Ma. Aku gak mampir ke Malang dulu. Kasian si kembar kecapekan." kata Sissy berpamitan pada Mamanya.
"Iya De. Mama juga capek nih. Kamu juga harus istirahat. Jaga kesehatan ya." Mama memeluk Sissy dengan erat.
"Iya Ma. Hati - hati ya Ma." Sissy mengantar Mama sampai mobilnya menghilang dari pandangan.
"Kita masih nunggu om Haris sayang." kata Sissy pada Aca yang sedang asik mengoceh.
"Assalamualaikum Mbak Sissy." Sapa seseorang yang berada di belakangnya.
"Waalaikumsalam." Sissy pun menoleh.
"Loh, Pak Erick? Kok bisa disini?" Sissy kaget dengan kehadiran Erick disana.
"Iya Mbak. Lagi jemput Ibu saya baru pulang dari Jakarta. Mbak Sissy sendiri lagi apa?" tanya Erick.
"Saya abis dari Bali. Lagi nunggu jemputan." jawab Sissy ramah.
"Udah lama ya kita gak ketemu. Anak kamu lucu sekali." Erick menatap Aca yang dalam gendongam Sissy.
"Iya Pak. Ini anak saya sudah 4 bulan, kembar." Sissy menunjuk Ical yang sedang tertidur dalam baby trolley.
"Ooh kembar. Keren banget. Eh, jangan panggil Pak dong. Kan kita bukan rekan kerja lagi. Panggil nama aja biar lebih akrab." kata Erick.
"Iya Mas. Berarti Mas juga panggil nama aja. Masih jadi supplier di resto gending?" tanya Sissy.
"Masih. Suami kamu mana Si?" Erick mencari sosok Rio yang tak dilihatnya.
"Suami aku lagi sakit Mas. Dia masih koma." cerita Sissy sedih.
"Subhanallah. Kok bisa? Gimana ceritanya." Erick merasa prihatin dengan kondisi Sissy.
Sissy pun menceritakan mengenai kecelakaan yang menimpa mereka, proses kelahiran prematur si kembar hingga Rio yang koma.
"Aku turut prihatin ya Si. Semoga suami kamu cepat bangun dari komanya." ujar Erick.
"Makasih ya Mas." Sissy tersenyum pada Erick.
"Si, aku pamit duluan. Sepertinya Ibuku sudah datang." Erick pun pamit seelah bertukar no hp mereka.
Tak lama Haris pun datang menghampiri mereka. Dia bersama dengan Naya, istrinya.
"Mbak, Maaf ya nunggu lama." Sapa Naya sambil mencium tangan Sissy.
"Gak kok. Kebetulan Mama Yani juga baru pergi." kata Sissy sambil mendorong troli Aca.
Sampai di Jombang Sissy langsung diantar menuju rumahnya. Dia ingin istirahat sejenak karena merasa lelah setelah perjalanan Bali - Jombang.
Sore hari Sissy mengunjungi Rio di rumah sakit.
__ADS_1
"Assalamualaikum Mas. Gimana kabar kamu? Aku bawa oleh - oleh buat kamu. Kamu cepet bangun ya." kata Sissy sambil mengusap lembut pipi Rio.
Sissy hanya sebentar menemui suaminya karena dia merasa lelah akibat perjalanan ke Bali.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
*kring.. kring..
"Assalamualaikum. Apa kabar Si?" ujar suara di seberang telepon.
"Waalaikumsalam. Alhamdulilah baik Mas Erick." jawab Sissy.
"Lagi ngapain Si? Ganggu gak?" tanya Erick.
"Lagi nunggu toko aja." jawab Sissy.
"Kamu buka toko disana?" tanya Erick lagi.
"Iya Mas. Buat cari nafkah sama ngisi kesibukan juga." jawab Sissy.
"Baguslah. Emang Cake Shop kamu gimana Si?" Erick masih terus bertanya.
"Cake Shop nya masih. Sekarang kita para owner cuma ngurusin dari jauh aja. Operasional diserahkan pada manager." cerita Sissy panjang lebar.
"Kenapa kamu gak buka Cake Shop juga di Jombang?" usul Erick.
"Sempet kepikiran sih. Tapi sekarang masih ngumpulin modal dulu. Ini juga aku suka bikin kue dan roti untuk dijual di toko." kata Sissy lagi.
"Kalo mau aku bisa bantuin modalnya." ujar Erick.
"Gak usah Mas. Makasih. Kalaupun aku buka Cake Shop ya harus modal sendiri lah. Lagian disini kemampuan pasarnya beda dengan di Malang." Sissy menjelaskan keadaan di Jombang.
"Iya. Daya beli masyarakat sini gak seperti di Malang. Harus pintar - pintar pilih menu dan harga jualnya." Ucap Sissy.
"Pokoknya kalo memang butuh tambahan modal hubungi aku aja ya." kata Erick.
"Iya Mas. Maaf ya Mas aku mau ke rumah sakit dulu nengokin suami aku." kata Sissy sebelum mematikan sambungan teleponnya.
Sissy merasa mulai risih dengan perhatian yang berlebih dari Erick. Sissy pun masuk ke kamar untuk melihat si kembar.
"Hai anak - anak Bunda. Lagi apa nih?" Sissy masuk ke kamar dan menghampiri si kembar yang sedang asik mengoceh sendiri.
"Baru bangun Bun." Mbak Dian menjawab mewakili si kembar.
"Mbak Dian jaga toko dulu ya. Biar si kembar sama saya aja." Sissy membuka hijabnya dan mendekati si kembar.
"Udah haus belum? ***** dulu yuk." Sissy menggendong Aca dan menyusuinya. Ical menangis melihat hanya Aca yang digendong oleh Sissy.
"Ooh. Ical mau ***** juga?" Sissy mengambil Ical dan menyusuinya di pa****ra sebelahnya.
"Pelan - pelan ya sayang nyusunya." Sissy mengelus kepala kedua anaknya itu.
"Mas, apa yang harus aku lakuin. Aku merasa kesepian harus merawat anak kita sendirian. Aku butuh support kamu Mas." gumam Sissy pelan.
Aca lebih dulu tertidur sedangkan Ical masih terus menyusu. Sissy melepaskan mulut Aca dari pa****ra kirinya dan menidurkannya di samping. Ical yang masih menyedot dengan rakusnya digendong oleh Sissy agar posisi menyusunya lebih nyaman.
*tok.. tok... *
"Mbak Sissy, Ada tamu." Mbak Dian memanggil dari luar pintu.
__ADS_1
"Iya Mbak." Sissy kaget karena sepertinya dia ketiduran tadi.
"Siapa Mbak?" Sissy membuka pintu dan menuju ruang tamu.
"Gak tau Mbak." Mbak Dian mengikuti Sissy ke ruang tamu.
"Sissy. Gimana kabar kamu ?" kata tamu perempuan yang ternyata Tante Nova, adik sepupu Mama yang tinggal di Surabaya.
"Tante.. Lama gak ketemu. Alhamdulilah Sissy sehat Te." Sissy memeluk tantenya.
"Iya nih kebetulan Tante lagi nemenin Om ada meeting di PG Cukir." cerita Tantenya.
"Tante gimana kabarnya?" Sissy bertanya balik.
"Alhamdulilah. Si kembar mana? Tante pengen ketemu." kata Tante Nova.
"Ada Te. Lagi tidur di kamar. Yuk masuk." Sissy mengajak untuk mengikutinya.
"Tante sendirian nih?" tanya Sissy.
"Sama sopir. Tadi di drop." Tante Nova mengikuti Sissy.
"Ooh. Tuh mereka Te." Sissy membuka pintu kamarnya.
"Aduh.. Lucunya kalian. Ini kado buat kalian." Tante Nova menghampiri si kembar yang tertidur pulas.
"Makasih Nenda." Kata Sissy menirukan suara anak kecil.
"Kok gak bangun sih. Tante gendong gak papa ya?" Tante Nova meminta ijin dulu ke Sissy.
"Boleh Nenda. Mau gendong Ical atau Aca nih?" tanya Sissy.
"Ical aja deh. Tantekan gak punya anak cowok." Tante Nova mulai mengangkat Ical yang sama sekali tidak terganggu tidurnya.
"Biar nular ya Te." ledek Sissy.
"Serem ah Si kalo hamil lagi. Biar nanti nunggu cucu aja." Tante Nova tertawa menatap Sissy.
"Siap Tante." Sissy menatap Ical yang makin nyaman dalam pelukan Nenda Nova.
"Ini cucu cowok pertama Mama ya?" tanya Tante Nova.
"Iya Te. Dan mungkin satu - satunya." kata Sissy.
"Emang kamu gak mau nambah?" Goda Tante Nova.
"Ya gak tau Te. Gimana dikasihnya aja. Lagian Bapaknya juga masih koma." jawab Sissy sedikit tercekat.
"Yang sabar ya Si. Eh, Teh Ochy gak mau hamil lagi?" tanya Tante Nova.
"Gak katanya. Oh iya anak Uncle Matt kan cowok Te. Jadi cucu cowok Mama ada 2." Sissy tertawa mengingat Nico si bocah blasteran.
"Iya ya." jawab Tante Nova singkat.
Kedatangan Tante Nova mengurungkan niat Sissy untuk menjenguk Rio di rumah sakit. Setelah Magrib Tante Nova baru pamit untuk pulang.
Jangan lupa Likeπ, Komen dan Vote..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung