Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#69 Pekerjaan Baru


__ADS_3

Tak terasa sudah setahun mereka menempati rumah barunya. Sissy sudah memiliki 2 karyawan yang membantunya membuat brownis dan 2 kurir yang membantu mengantarkan pesanan. Rio dan Sissy lebih banyak fokus di pemasaran dan pembukuannya.


"Bun, Besok Pak Ahmad sama Pak Yusuf mau kesini." kata Rio.


"Ada perlu apa Yah?" tanya Sissy.


"Mau survey lokasi pabrik yang baru. PT. Samudra Steel mau buka pabrik di Jombang Bun." cerita Rio.


"Trus hubungannya sama Ayah apa ?" Sissy menghentikan kegiatannya merekap orderan.


"Ayah juga gak tau. Ya mungkin minta ditemenin aja ke lokasi pabrik. Kan Ayah warga asli sini." kata Rio.


"Iya sih. Ya udah besok Ayah bawain brownis buat mereka masing - masing 1 kotak." kata Rio.


"Siap Bunda." Rio mencium Pipi istrinya lalu berlari menuju halaman belakang.


"Ayaahh.." Teriak Sissy sambil tersenyum sendiri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Selamat siang Pak Ahmad, Pak Yusuf." sapa Rio menyambut mantan bos nya itu.


"Selamat siang Pak Rio. Bagaimana kabarnya?" sapa Pak Ahmad.


"Alhamdulilah Baik." jawab Rio sambil mempersilahkan mereka untuk duduk.


"Sibuk apa sekarang Rio?" tanya Pak Ahmad.


"Ini pak bantuin usaha istri saya aja." Rio menunjuk banner di depan garasi.


"Silahkan diminum Pak." Sissy meletakkan cangkir teh mansi dihadapan mereka.


"Makasih Bu. Bagaimana kabarnya? Anak Ibu bagaimana?" sapa Pak Ahmad sopan.


"Alhamdulilah kami semua baik. Anak - anak juga semakin aktif." jawab Sissy.


"Alhamdulilah Bu." ucap Pak Yusuf.


Sissy pun meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu.


"Silahkan diminum Pak." Rio mempersilahkan tamunya untuk minum.


"Biar tidak terlalu membuang waktu, mati kita ke lokasi Pak." Kata Pal Yusuf setelah meminum Teh nya.


"Mari Pak. Saya pamit ke istri saya dulu." Rio pun masuk ke dalam rumah.


"Silahkan Pak. Kami menunggu di mobil." Pak Ahmad dan Pak Yusuf menuju ke mobil yang menunggu di luar.


"Dek, Mas mau ke lokasi dulu." kata Rio sambil mengambil jaket dan tasnya.


"Iya Mas. Hati - hati di jalan ya." Sissy mencium punggung tangan Rio.


"Assalamualaikum." Rio langsung menuju pak Ahmad yang sudah menunggu di mobil.


"Waalaikumsalam." jawab Sissy.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Assalamualaikum." terdengar suara salam dari pintu depan.


"Waalaikumsalam. Mas, Pak." Jawab Sissy.

__ADS_1


"Maaf Bu Rio. Kami mau langsung pamit." kata Pak Ahmad.


"Kok gak minum atau makan dulu. Kebetulan saya baru selesai masak nih." kata Sissy basa - basi.


"Makasih Bu. Biar gak terlalu sore sampe Surabaya, mau mampir ke kantor lagi." Pak Yusuf menjawab dengan sopan.


"Makasih banyak buat oleh - olehnya." kata Pak Ahmad.


"Tunggu Pak. Saya bawakan lagi buat di kantor." Sissy menyerhkan kantong berisi 3 kotak brownis.


"Wah, terima kasih banyak Bu. Pak Rio." Pak Yusuf menerima kantong itu.


"Kami permisi dulu. Assalamualaikum." pamit Pak Ahmad.


"Waalaikumsalam." jawab Sissy dan Rio kompak.


"Mas udah makan?" tanya Sissy sambil. mengambil jaket Rio yang dilepaskannya.


"Udah tadi makan sama mereka. Mas capek Dek. Mas ke kamar ya." Rio melangkah masuk ke kamar.


Sissy masuk ke kamar membawakan teh hangat buat Rio.


"Diminum dulu Mas." Sissy menyodorkan cangkir teh.


"Makasih Dek." Rio segera menyeruput teh nya.


"Mau aku pijetin?" tanya Sissy.


"Gak usah Dek. Mas udah ngantuk banget." jawab Rio lesu.


"Kamu ada masalah Mas?" tanya Sissy penasaran dengan sikap Rio.


"Iya Mas. Istirahat aja." Sissy melangkah menuju pintu.


"Iya." jawab Rio singkat.


Dilihatnya ada sesuatu yang dipikirkan oleh Rio tapi belum diceritakan Sissy. Sissy pun keluar dan menemui Sita, asistennya di dapur.


"Ta, kamu bikin lagi yang original 3 ya." perintah Sissy.


"Order tambahan Mbak?" Sita bingung karena tadi sudah pas sesuai pesanan.


"Gak. Yang tadi buat Bu Intan aku kasihkan bos nya Bapak dulu." Jawab Sissy santai.


"Siap Mbak." Sita pun langsung membuat adonan tambahan.


Saat makan malam Rio masih terlihat menyimpan sesuatu.


"Mas, makan dulu. Nasinya jangan cuma didiemin aja." kaat Sissy.


"Masih panas Dek." Rio coba mengelak.


"Hhmm. Udah dingin Mas." kata Sissy.


"Iya ini Mas makan." Rio berusaha fokus dan menikmati makanannya.


Setelah makan, Rio memilih menyendiri di teras depan sambil memandangi jalanan.


"Mas, aku cariin kamu disini ternyata." Sissy duduk di samping Rio.


"Iya Dek. Gerah di dalam." Rio memandang sekilas istrinya.

__ADS_1


"Anak - anak cari kamu tuh. Kan biasanya main dulu sebelum tidur." kata Sissy sambil mengusap lembut tangan suaminya.


"Maafin Mas ya. Ada yang Mas pikirin." kata Rio sambil memegang tangan Sissy.


"Mas gak mau cerita sama aku?" Sissy menarik wajah suaminya untuk menatapnya.


"Nanti malam Mas ceritakan. Sekarang biar Mas pikirin sendiri dulu." kata Rio sambil tersenyum pada Sissy.


"Iya Mas. Aku masuk dulu ya mau lihat anak - anak." Sissy bangkit masuk ke rumah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malam harinya Rio masuk ke kamar dan menghampiri Sissy yang sedang membaca di ranjang. Rio langsung memeluk pinggang istrinya dan membenamkan wajahnya di leher istrinya.


"Kamu kenapa sih Mas?" Sissy menyimpan buku nya dan membelai rambut Rio.


"Aku ditawari kerja lagi sama Pak Ahmad tadi. " kata Rio.


"Di kantor Surabaya?" tanya Sissy.


"Gak. Di pabrik cabang baru di Jombang." Jawab Rio.


"Ya gak papa dong Mas. Kan masih di Jombang." Sissy mencubit lembut pipi Rio.


"Tapi tempatnya jauh Dek." Rio menatap Sissy.


"Jauhan mana sama Surabaya atau Malang? Emang berapa jam?" Sissy mulai ngomel.


"Ya gak Dek. Tempatnya di perbatasan dengan Kediri. Sejam lah kesana." Rio melepaskan pelukannya dari Sissy.


"Cuma sejam Mas. Gak papa lah." Sissy ganti memeluk suaminya.


"Tapi siapa yang bantuin kamu disini." Rio masih terlihat ragu.


"Banyak Mas yang bantuin aku. Kan ada Sita, Lia, udah ada kurir juga." Sissy memeluk erat Rio.


"Tapi Dek.." Belum selesai Rio berkata Sissy sudah memotongnya.


"Mas, ini kesempatan bagus buat karir kamu. Ambil aja. Aku dukung kamu kok." Sissy menatap Rio meyakinkannya.


"Beneran gak papa Dek?" Rio menatap tajam kedalam mata Sissy.


"Iya Mas. Aku juga kasihan lihat Mas mati gaya di rumah aja." Sissy mencium lembut pipi Rio.


"Makasih ya Dek. Kamu tau aja Mas udah jenuh di rumah terus." Rio mencubit pipi Sissy.


"Lumayan lah Mas. Kamu jadi bisa ngasih lebih banyak ke Bunda." Sissy mencium bibir Rio. Rio pun menyambutnya dan memperdalam ciuman itu.


"Dek, ayo kita bikin adik buat si kembar." tangan Rio mulai menelusup ke balik daster Sissy.


"Mas, aku udah hampir 40 ini. Masa hamil lagi?" Sissy melotot tajam ke arah Rio.


"Gak papa Dek. Banyak kok yang hamil udah tua." Rio semakin melancarkan aksinya.


Akhirnya Sissy hanya pasrah aja menikmati setiap sentuhan suaminya. Mereka pun menghabiskan malam yang membara saling melepaskan kerinduan.


Jangan lupa LikeπŸ‘, Komen dan Vote..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2