Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#34 Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Pagi itu Sissy terbangun karena ada sesuatu yang mengusap pipinya. Ketika membuka mata, dilihatnya Rio sudah tersenyum genit padanya.


"Selamat pagi istriku sayang." Sapa Rio sambil mengecup kening istrinya.


"Selamat pagi Mas." Sissy membalikkan badannya menghadap suaminya.


"Udah bisa belum?" Rio bertanya sambil membelai rambut Sissy.


"Belum Mas. Sabar ya." Jawab Sissy sambil memeluk Rio.


"Hhmm." Hanya itu yang terdengar dari mulut Rio.


"Mas, Kemarin dapat voucher menginap dari tante Ani. Kita pake yuk biat jalan-jalan." Kata Sissy.


"Oh ya? Boleh Dek. Kita kemana? di Banyuwangi ada gak hotel itu?" Tanya Rio.


"Kayaknya ada deh Mas. Kita nginep di Banyuwangi aja ya. Lumayan 2 malam." Kata Sissy yang sedang mengecek dari internet.


"Oke. Besok kita berangkat ya." Kata Rio.


"Besok?" tanya Sissy lagi.


"Iya biar bisa puas keliling Jawa Timur. Katanya mau jalan2. Ntar kita nginep pertama di Probolinggo." Kata Rio.


"Iya, aku ngikut kamu aja Mas." Sissy pun bersiap untuk mandi.


"Mau kemana?" tanya Rio enggan melepas tanga Sissy.


"Mau mandi sayang. Kan mau nyiapin sarapan buat kamu." Kata Sissy sambil. menyentil hidung Rio.


"Mandi bareng dong." Rio mengerling ke Sissy.


"Gak." Jawab Sissy sambil menutup pintu kamar mandi. Meninggalkan Rio yang manyun. Tak lama kemudian Rio tersenyum sendiri mengingat rencana bulan madu mereka.


"Ma, nanti sore kita mau berangkat bulan madu." Lapor Sissy ke Mama Yani saat mereka sedang duduk santai sambil nonton TV.


"Jadi kemana De?" Tanya Mama.


"Ke Banyuwangi Ma. Tapi kita bawa mobil sendiri, mampir ke Jombang dulu. Nginep semalam disana." Jawab Sissy.


"Gak capek ?" Tanya Mama lagi.


"Insha Allah gak Ma. Kan nanti mampir- mampir juga. Bahkan besok nginep dulu di Probolinggo. Trus lewat Bondowoso baru ke Banyuwangi. Jalannya santai lah." Sissy menjelaskan rute perjalanannya.


"Iya De. Hati-hati aja kalian." pesan Mama sambil memegang tangan Sissy dengan erat seakan tak mau ditinggalkan.


"Ya kan sekalian liburan, jadi banyak berhentinya." Kata Sissy lagi sambil memeluk Mamanya.


"Udah kawin masih aja manja sama Mamanya." Teh Ochy muncul dengan membawa kue putu ayu buatannya disusul oleh Teh Santi yang bawa Teh Manis hangat buat Mereka.


"Biarin aja." jawab Sissy manja.


"De, Teteh pulang 2 hari lagi." kata Ochy sambil duduk di sebelah Mama.


"Loh kok cepet Teh? Kirain mau nunggu aku pulang dari bulan madu." tanya Sissy.

__ADS_1


"Kelamaan De. Kamu aja bulan madu nya seminggu lebih kan?" jawab Ochy.


"Iya sih." Sissy menjawab lirih.


"Tenang De. Aku pulang ke Bandung nya nunggu kamu kok." Kata Teh Santi sambil meminum teh nya.


"Bener Teh? Asik." Sissy reflek memeluk Teh Santi.


"Iya kan Papa udah pulang tadi pagi sama Om Andri jadi Teteh bisa nyantei." jawab Teh Santi.


"Untung Icha belum sekolah ya Teh." Ochy ikut berkomentar.


"Iya. Tahun depan kalo Icha sudah mulai sekolah, susah mau kemana-mana." Teh Santi menunjuk Icha yang sedang bermain boneka dengan Reva.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mereka berangkat jam 3 sore menuju Jombang dulu bertemu dengan Bunda. Tepat sebelum magrib mereka sampai di rumah Bunda di Jombang.


"Assalamualaikum Bunda." Sapa Sissy ketika memasuki rumah Bunda yang terlihat sepi.


"Waalaikumsalam. Alhamdulilah Nak kalian datang." Jawab Bunda menghampiri mereka berdua.


"Iya Bun. Mampir sebentar. Besok sudah berangkat ke Banyuwangi." Sissy mencium takzim tangan Bunda.


"Kok sebentar sih? Bunda kan kangen sama kalian." Bunda mencium pipi menantunya itu.


"Iya Bun. Kan aku cutinya juga cuma seminggu. Biar bisa menikmati jalan-jalannya dan cepet kasih cucu buat Bunda." Rio mencandai Bundanya.


"Kamu ini, selalu aja becanda." Bunda menjewer telinga Rio.


"Widi lagi ada acara ke kawinan temennya." Jawab Bunda.


"Ooh gitu. Bunda sendirian dong?" kata Sissy lagi.


"Udah Biasa Nak. Kalian istirahat dulu aja. Bunda udah beresin kamarnya." kata Bunda sambil berjalan ke dapur.


Sissy pun segera menyusul suaminya yang sudah rebahan di kamar.


Mereka sengaja menyisihkan beberapa helai pakaian yang akan digunakan malam ini saja. Selebihnya di koper yang masih tersimpan di bagasi.


"Sini Dek. Tidur di sebelah Mas." Rio menyuruh Sissy mendekat.


"Apa Mas? Udah mau magrib." Sissy mendekati Rio dan berbaring di lengan suaminya itu.


"Bentar aja. Akhirnya kita bisa tidur bareng di kamar ku ini." Kata Rio sambil memeluk Sissy.


"Iya Mas. Ntar Mas mau sholat dimana? di Masjid atau di rumah?" Sissy bertanya sambil menatap Rio.


"Di masjid aja." jawab Rio yang masih memejamkan matanya.


"Iya." Sissy membenamkan wajahnya di dada suaminya.


Widi datang ketika Rio, Sissy dan Bunda sedang makan malam.


"Eh.. Ada pengantin baru." Ledek Widi pada kakak dan iparnya itu.

__ADS_1


"Nduk, kalo masuk rumah kasih salam dulu." Bunda memperingatkan Widi.


"Oh iya lupa. Assalamualaikum." Widi langsung duduk di samping Bunda.


"Waalaikumsalam." jawab mereka kompak.


"Makan Wid." Sissy menawari Widi.


"Udah kenyang Mbak, Makasih." Jawab Widi sambil mengambil apel pai, oleh -oleh dari Malang.


"Gimana nih pengantin baru." Tanay Widi menggoda kakaknya.


"Baik Wid. Emang knapa ?" Rio menjawab dengan santai.


"Hhmm. Mas kali ditanya gak pernah serius." Widi mulai kesal dengan sikap Rio.


"Hahaha. Lagian kamu pengen tau apa sih anak kecil?" Rio balik mencandai Widi.


"Udah bikinin aku ponakan belum?" kata Widi sambil cengar cengir.


"Huss. Kamu nih pertanyaan nya kayak apa aja." Bunda menegur Widi.


"Maaf Bunda. Kan cuma nanya aja." jawab Widi sambil menunduk.


"Tuh liat kakak ipar kamu, mukanya udah merah gitu" Rio malah menggida Sissy.


"Udah udah. Ayo lanjutin makannya." Bunda melerai perdebatan mereka.


Selesai makan, mereka ngobrol sebentar sambil nonton TV. Rio sudah pamit duluan ke kamar setelah sholat isya. Jam 10 malam, Sissy menyusul Rio ke kamar. Dilihatnya Rio sudah tertidur pulas di ranjangnya. Sissy pun membersihkan mukanya dan mematikan lampu kamar itu. Dia pun menyusul tidur di samping Rio, suaminya.


Sissy menatap wajah suaminya. Terlihat sangat tenang saat tidur.


"Inilah wajah jodohku, belahan jiwaku." batin Sissy. Tanpa disadatinya tangannya sudah mengelus pipi dan dagu suaminya yang kasar oleh bekas cukuran yang udah tumbuh lagi.


"Sudah puas mandangin wajah ganteng ku ?" Tiba-tiba Rio membuka matanya saat Sissy menatapnya.


"Maaf ya Mas, kamu jadi bangun." Sissy hendak menarik tangannya yang sudah dipegangi oleh Rio.


"Siapa yang gak bangun kalo mukanya disentuh gitu." Rio tersenyum genit.


"Udah Mas. Kita tidur sekarang. Besok kan udah mau pergi lagi." Kata Sissy sambil membenamkan wajahnya di dada Rio.


"Hhmm. Iya Dek." Rio menjawab singkat.


Mereka pun tertidur dengan saling berpelukan.


Udah gak sabar kan melihat Bulan Madu mereka. Sabar dulu ya..


Jangan lupa like👍 dan vote..


Dukung terus author ya..


Baca juga karay terbaru ku judulnya "Geng Pelangi". Semoga kalian semua suka.


Makasih🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2