Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#29 Mama Opname


__ADS_3

Pagi itu Sissy sedang menuju percetakan untuk mengambil undangan sekalian melihat souvenir untuk pernikahannya. Kebetulan percetakan itu milik teman SMA Sissy. Setelah menentukan souvenir yang dipilihnya, Sissy memasukkan undangan ke bagasi mobilnya dan bergegas menuju ke Cake Shop. Dia ingin membelikan kue kesukaan Mama.


Ternyata perjalanan cinta mereka masih ada hambatan.


Ketika meninggalkan rumah, tadi kondisi Mama kurang sehat, sakit maag nya kambuh lagi. Sissy sudah menyuruh Mbak Sari untuk membuatkan Cream Soup buat Mama. Perasaan Sissy tidak enak sepanjang perjalanan dari Cake Shop ke rumah. Benar saja ketika sampai rumah, kondisi Mama semakin memburuk. Sissy ditemani oleh Mbak Sari membawa Mama ke IGD rumah sakit tempat Mama berobat. Mama di diagnosa Infeksi Lambung sehingga harus dirawat di rumah sakit. Sissy segera mengurus administrasinya.


Setelah Mama mendapat kamar, Sissy ijin pulang dulu untuk mengambil pakaian Mama, pakaiannya dan alas untuk tidur nanti malam. Sissy akan menjaga Mama di rumah sakit malam ini.


*kring.. kring.. *


"Assalamualaikum Teh." Sissy menelpon Teh Ochy.


"Waalaikumsalam. Ada apa Dek?" Tanya Teh Ochy di seberang telpon.


"Mama opname Teh. Infeksi Lambung." Kata Sissy.


"Ya Allah. Kok bisa Dek?" Tanya Ochy lagi.


"Mungkin masuk angin. Sama beberapa hari ini makannya agak rewel." Jawab Sissy.


"Kamu di rumah sakit sekarang?" Ochy bertanya lagi.


"Aku pulang dulu mau ambil baju. Nanti malam aku nginep jagain Mama." Kata Sissy.


"Iya Dek. Kamu jaga kesehatan juga ya. Rara biar siang aja kesananya, suruh tetep sekolah. " Kata Ochy lagi sebelum menutup telponnya.


Setelah mengambil pakaian di rumah, Sissy sekalian menjemput Rara di sekolahnya.


"Assalamualaikum Te. Tumben jemput Kakak." Kata Rara pada Tantenya.


"Iya Kak. Eyang masuk rumah sakit. Ate baru pulang ambil baju di rumah, sekarang mau balik ke rumah sakit sekalian jemput kamu. " Kata Sissy lagi.


"Eyang sakit apa Te?" Tanya Rara.


"Infeksi Lambung. Dari kemarin kan susah makan." Sissy menjelaskan pada Rara.


"Iya ya Te. Kasian Eyang." Rara menunduk menahan tangis.


"Kamu doain aja ya biar Eyang cepat sembuh."


Sissy mengusap lembut kepala ponakannya itu.


"Kakak ikut nginep di rumah sakit ya Te?" kata Rara.


"Gak boleh. Kamu sekarang ikut Ate ke rumah sakit tapi nanti pulang sama Mbak Sari. Besok kan harus sekolah." Kata Sissy lagi.


"Iya Te." Jawab Rara singkat.


"Rara laper Te." Kata Rara setelah terdengar bunyi perutnya yang keroncongan.


"Hahaha. Nanti kita beli makan di rumah sakit ya." Sissy mengacak-acak rambut Rara dengan gemas.


Sissy pun mengajak Rara makan di restoran padang depan rumah sakit. Setelah kemyang mereka pun masuk ke kamar tempat Mama Yani dirawat.


"Assalamualikum Eyang." Rara langsung memeluk Eyang yang masih terbaring lemah di atas ranjang.


"Kak, Kasian Eyang dong." Sissy memperingatkan keponakannya itu.


"Gak papa sayang. Eyang juga pengen meluk kamu." Kata Mama Yani pelan.


"Kondisi Mama gimana sekarang?" Tanya Sissy sambil mendekat ke Mamanya.

__ADS_1


"Alhamdulilah sudah lebih baik Dek. Cuma masih lemas aja." Kata Mama sambil mengusap lembut tangan Sissy.


"Eyang baru aja bangun Non. Dari tadi tidur terus." Lapor Mbak Sari.


"Baguslah biar bisa istirahat. Biar cepet sembuh ya Ma." Kata Sissy lagi.


"Iya Dek." Jawab Mama.


Tak lama kemudian Sissy menyuruh Rara dan Mbak Sari untuk pulang.


Sepeninggal mereka, Sissy mengirim chat ke Rio.


Sissy


Assalamualaikum Mas. Mama masuk rumah sakit.


Rio


Loh kenapa? Kamu di RS skrg?


Sissy


Infeksi Lambung. Iya aku jaga Mama Malam ini.


Rio


Ooh. Kamu jaga kesehatan kamu juga ya Dek.


Sissy


Iya Mas. Makasih ya.


Rio


Sissy


Ya. Smoga aja Mama gak lama-lama di RS nya.


Rio


Aamiin.


Sissy


Aamiin.


"Dek.. Dek.. " Mama berteriak memanggil Sissy yang tengah tertidur karena kelelahan.


"Iya Ma. Kenapa?" Tanya Sissy panik mendengar Mamanya berteriak.


"Jangan tinggalin Mama ya." Kata Mama sambil memegang erat tangan Sissy.


"Gak Ma. Ade tidur di sofa sini." Kata Sissy sambil membelai lembut rambut Mama.


"Mama haus Dek." Kata Mama lagi. Sissy pun dengan sigap mengambilkan minum untuk Mama.


"Udah sekarang Mama tidur lagi ya. Biat cepet sembuh." Kata Sissy lagi.


Sissy pun kembali merebahkan tubuhnya di sofa setelah memastikan Mama sudah terlelap.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hari Minggu itu Rio menepati janjinya untuk menemani Sissy di rumah sakit.


"Mas, Kalo liat kondisi Mama kayak gini, aku kok gak tega mau ninggal Mama." Kata Sissy sambil menyandarkan kepalanya di bahu Rio.


"Pelan-pelan aja Dek. Kita kan gak langsung pindah." kata Rio sambil mengusap lembut kepala Sissy.


"Bener ya Mas?" Sissy coba meyakinkan jawaban dari Rio.


"Iya bener. Tapi suatu saat kamu tetep harus ikut Mas."


"Kita tunggu sampai kondisi Mama bener-bener pulih. Kita berdoa aja ya." Rio mengecup lembut puncak kepala Sissy yang terbalut hijab.


"Iya Mas. Semoga Mama cepet pulih." Jawab Sissy yang langsung diaminkan oleh Rio.


"Udah dapet rumah?" Tanya Sissy lagi.


"Sementara di Mess pabrik aja." Kata Rio.


"Di Mess? Gabung sama yang lain? Emang boleh?" Sissy masih bingung dengan jawaban Rio.


"Ada rumah Dek. Khusus buat yang sudah berkeluarga." Jawab Rio terkekeh melihat kepolosan Sissy.


"Ooh.. " Jawab Sissy singkat.


"Ada 5 rumah. Sekarang 2 sudah terisi. Nanti kamu bakal punya temen juga kalo pas Mas lagi dinas keluar kota." Rio menjelaskan lagi ke Sissy.


"Iya Mas. Sekarang Paham. Hehehe." Jawab Sissy sambil tertawa ringan.


"Nak Rio." Panggil Mama dari tempat tidurnya.


"Iya Ma." Rio mendekat ke Mama.


"Mama mau minta tolong sama kamu. Jangan bawa Sissy pergi ya." Kata Mama yang membuat Rio dan Sissy kaget.


"Apa tadi Mama dengar obrolan aku sama Mas Rio?" Sissy bertanya dalam hati.


"Enggak Ma. Mama gak usah pikirin itu dulu ya. Nanti kita obrolin lagi kalo Mama sudah sehat." Rio coba membujuk Mama agar lebih tenang.


"Iya Nak." Jawab Mama lirih.


Malam itu Rio memilih tidur di sofa di luar ruangan.


Pagi harinya Mama terlihat lebih segar, mungkin ada pengaruh dari omongan Rio tadi malam. Sepertinya Mama kepikiran soal Sissy yang akan pindah setelah menikah.


Sore hari, Rio pun pamit untuk pulang lagi ke Surabaya.


"Tenang Dek. Kita turutin dulu kemauan Mama. Setelah itu kita pikirin gimana caranya membujuk Mama agar mau ngijinin kamu pindah ikut Mas. Kamu percaya sama Mas ya." Kata Rio sebelum meninggalkan Sissy.


"Iya Mas." Hanya itu yang bisa dikatakan Sissy.


2 hari kemudian akhirnya Mama sudah boleh pulang. Sissy pun merawat Mama di rumah hingga benar-benar pulih kondisinya.


Bagaimana rencana pernikahan mereka? Apakah Mama akan membiarkan Sissy untuk pindah dengan Rio?


Jangan Lupa LikeπŸ‘ dan Vote ya..


Biar lebih semangat nulisnya πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2