Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#38 Rumpian Ibu-ibu Mess


__ADS_3

Pagi itu Sissy dan Rio menuju ke pusat perbelanjaan di kota Surabaya. Mereka berniat untuk menghabiskan hari libur terakhir Rio dengan berbelanja kebutuhan dapur dan perabotan. Sebelum berbelanja mereka menonton film di bioskop dulu. Setelah nonton, karena sudah lapar akhirnya mereka masuk ke sebuah resto cepat saji.


"Pengantin baru. Pa kabar nih? kok bisa kebetulan ketemu disini ya?" Sapa seseorang pada mereka.


"Adi.. Alhamdulilah kita baik Di. Kamu sama siapa?" Rio menyapa balik orang tersebut yang ternyata Adi, rekan kerja Rio sekaligus teman SMA Sissy.


"Sama anak istri. Tuh, mereka duduk disana." Adi menuju ke meja di pojok ruangan itu.


"Ooh. Nanti kita kesana deh Di." Jawab Sissy yang masih mengantri.


"Iya. Aku duluan ya." Adi pun berlalu meninggalkan mereka sambil membawa nampan makanan.


"Oke." Jawab Rio.


Setelah mendapatkan pesanannya, mereka pun menuju meja di sebelah meja Adi dan keluarga.


"Assalamualaikum Mbak." Sapa Sissy pada wanita di sebelah Adi.


"Ini Ma. Temenku yang tadi aku ceritakan." Kata Adi memperkenalkan istrinya, Nia pada Sissy dan Rio.


"Oh iya. Saya Nia. Kemarin juga datang ke nikahan kalian kok." Kata Nia sambil memeluk Sissy.


"Iya Mbak. Lagi jalan-jalan ya Mbak." Rio bertanya.


"Abis belanja bulanan aja. Kebetukan Ayahnya juga pulang cepet tadi." Jawab Nia.


"Iya Mbak. Silahkan dilanjutkan. Kami duduk disana dulu." Sissy menghampiri Rio yang sudah lebih dulu duduk di kursi sebelah.


Sissy dan Rio pun menikmati makanan mereka. Tak lama Adi, Nia dan anak-anak mereka menghampiri.


"Sissy, Rio, Kita duluan ya." Adi pamit kepada mereka.


"Iya Di, Mbak. Silahkan." Jawab Rio.


"Kapan-kapan mampir ke rumah." kata Nia.


"Insha Allah Mbak." Sissy dan Rio pun melanjutkan makan mereka sepeninggal Adi dan keluarganya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya Sissy bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan buat Rio.


"Mas, sarapannya sama telur dadar aja ya? Ribet kalo harus masak pagi-pagi." teriak Sissy pada Rio yang sedang mandi.


"Iya Dek. Apa aja pasti aku makan." jawab Rio.


Sissy pun memasak nasi dan menyiapkan telur dadar spesial buat suaminya itu. Sambil menunggu nasi matang, Sissy menyiapkan baju kerja untuk Rio.

__ADS_1


"Dek, nanti Mas makan siang di luar. Soalnya ada tamu dari kantor pusat." Kata Rio saat mereka sarapan.


"Iya Mas. Trus aku ngapain ya?" Sissy mulai bingung karena tak ada kegiatan yang bisa dilakukan.


"Kamu main aja sama ibu-ibu tetangga. Biasanya mereka suka kumpul." Kata Rio


"Iya deh Mas." jawab Sissy pasrah.


Jam 9 Sissy keluar rumah dan melihat ibu-ibu tetangga sedang berkumpul di lapangan voli sambil mengasuh anak-anak mereka. Tampak Mbak Mira sedang menyuapi si kecil Radi yang baru berumur 2 tahun. Di sebelahnya ada Bu Yuli, istri Pak Harun, 2 anak beliau sudah sekolah SD, jadi Bu Yuli termasuk senior diantara mereka. Sissy pun menghampiri mereka.


"Mbak Sissy, sini ngumpul Mbak." Sapa Bu Yuli ketika melihat Sissy.


"Iya Bu, masih bingung mau ngapain aja." Kata Sissy sambil duduk di sebelah Mira.


"Loh, ini Ara kok sendirian? Mama mana?" tanya Sissy ketika melihat Tiara, anak Mas Aji dan Mbak Rani.


"Rani sedang ganti pampers si bayi." jawab Mira.


"Ooh..Iya." Sissy pun mendengarkan obrolan ibu-ibu ini.


"Mbak Sissy, seneng akhirnya bisa lihat Pak Rio menikah." celetuk Rani yang baru datang lagi.


"Iya Mbak. Alhamdulilah dapet istri yang cantik." Bu Yuli menambahkan.


"Bisa aja Bu. Alhamdulilah berjodoh." Jawab Sissy bijak.


"Mbak Sissy udah gak kerja." tanya Mira.


"Terakhir kerja dimana Mbak?" Rani ikut bertanya juga.


"Di Restoran Mbak. Di Malang." Jawab Sissy.


"Sayang ya Mbak harus berhenti." Kata Bu Yuli.


"Ya kan emang udah memilih untuk ikut suami Mbak." Jawab Sissy.


"Dulu saya juga kerja Mbak di pabrik roti dekat sini. Tapi semenjak hamil Ara berhenti, trus setahun kemudian hamil lagi Jidan. Yaudah lah ngurus anak aja." Rani cerita sambil menidurkan Jidan.


"Enakan juga jadi ibu rumah tangga Ran. Bisa ngatur waktu lebih fleksibel." ujar Bu Yuli.


"Liat anak dan suami sehat, kita ikut seneng." Mira menambahkan.


"Iya ya Mbak. Semoga aja saya juga bisa cepet hamil." Kata Sissy sambil mengelus lembut pipi Jidan yang sudah tertidur di pangkuan ibunya.


"Nih banyak biar cepet dapet anak, harus sering-sering main sama anak kecil." Kata Rani sambil memberikan Jidan ke pelukan Sissy.


"Iya Mbak. Aamiin. Semoga ya. Biar gak ketuaan pas ngelahirin." Sissy terus memandangi wajah Jidan yang tertidur pulas dipelukannya.

__ADS_1


"Emang umur berapa Mbak? Kan baru nikah?" Selidik Rani.


"Ya udah umur lah Mbak. Emang telat nikahnya." Jawab Sissy sambil terkekeh.


"Gak papa Mbak. Kalo udah rejeki pasti dikasih Mbak." kata Bu Yuli.


"Saya juga dulu nunggu lama Mbak. 2 tahun baru dapat." Mira menambahkan.


"Oh Ya Mbak?" Sissy tertarik dengan cerita Mira.


"Iya kan dulu sempet LDR. Aku masih kerja di Blitar, Mas Andi disini." kata Mira. " Akhirnya aku mutusin buat resign aja. Alhamdulilah 6 bulan bisa hamil."


"Dulu kerja dimana Mbak?" Sissy bertanay lagi.


"Kerja di Bank ***. Tadinya di Suraabaya, tapi 2 bulan setelah nikah malah dipindah ke Blitar." ujar Mira.


"Saya juga minggu ini may pulang ke Malang dulu. Nyelesaiin urusan disana." Kata Sissy.


"Mas nya ditinggal dong Mbak." goda Bu Yuli.


"Sementara Bu. Mungkin bulan depan mulai stay disini." Kata Sissy.


"Iya Mbak. Cepet-cepet pindah kesini. Kasihan Mas nya." Kata Bu Yuli.


"Iya Bu. Ini juga kan masih ngurusin ibu saya dulu, sama ngurus sekolah ponakan juga." Jawab Sissy.


"Mbak Sissy yang ngurus semuanya? Lah Saudaranya kemana?" Rani mulai kepo.


"Kakak saya di Luar kota. Ya gimana lagi, sementara ya dijalanin aja." Sissy mulai tak nyaman dengan sikap Rani yang kepo.


"Ya Mbak. Dijalanin aja. Mas Rio orangnya baik kok. Gak neko-neko." Kata Bu Yuli menenangkan Sissy. Untung aja ada Bu Yuli yang bisa menetralkan suasana.


"Bulan depan Pak Bos Bayu juga mau boyong istrinya kesini." Kata Mira.


"Oh ya? Tinggal di rumah yang Mana?" Tanya Sissy.


"Nih, rumah no 1 yang paling ujung." Rani menunjuk rumah di ujung dekat pos satpam.


"Ooh.." Sissy hanya bisa manggut-manggut.


"Nikahnya awal bulan depan Mbak. Di Semarang. Nanti kira kesana bareng-bareng." Kata Bu Yuli.


"Iya Mbak. Sekalian piknik kita." Kata Mira yang sudah tos dengan Rani.


"Kasian yang kurang piknik." Ledek Bu Yuli disambut tawa semuanya.


Jangan lupa dukung author ya.. LikeπŸ‘ dan vote.

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2