Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#45 Resmi Pindah ke Mess


__ADS_3

Pagi itu Sissy dan Rio sudah siap untuk pindah ke Surabaya. Mama yang dipeluk Rara dan Reva hanya menangis melepas kepindahan Sissy.


"Ma, aku pasti nengokin Mama kok. Jangan sedih ya!" Kata Sissy sambil memeluk erat Mama.


"Iya De. Jangan lupa sama Mama ya?" Mama memeluk Sissy dengan erat.


"Pasti Ma. Kapan-kapan Mama juga maen ke Surabaya ya?" kata Sissy sambil menghapus airmata Mama.


"Iya De." Mama menciumi pipi Sissy.


"Reva dan Rara jagain Eyang ya." kata Sissy sambil mencium pipi ponakannya satu persatu.


"Iya Te." jawab mereka kompak.


"Mbak Sari, titip Mama ya. Kalo ada apa - apa telpon aja." Sissy memeluk perempuan yang sudah seperti kakaknya itu.


"Iya Mbak. Hati - hati disana ya Mbak." Mata Mbak Sari sudah berkaca - kaca.


Rio pun mencium tangan Mama dengan takzim.


"Mama titip Sissy ya. Kamu jaga dia dengan baik." bisik Mama ketika memeluk Rio dengan erat.


Rio dan Sissy pun meninggalkan rumah Mama sekaligus kota Malang menuju ke tempat yang baru. Sissy membuang muka ke jendela menyembunyikan airmata yang mengalir di pipinya.


"Sabar ya Dek. Jangan sedih, kan masih bisa ketemu lagi." Rio mengusap punggung Sissy yang masih menangis dalam diam.


Sissy masih merasa sedih meninggalkan kota tempatnya menghabiskan masa sekolahnya hingga akhirnya dia tertidur. Rio yang melihatnya hanya tersenyum dan kembali konsen untuk menyetir.


"Dek, bangun. Kita makan dulu." Rio mengguncang tubuh Sissy membangunkannya.


"Dah sampe mana Mas?" Sissy menggeliat dan membuka matanya.


"Sidoarjo. Kita makan dulu." Rio membuka seat belt nya.


"Iya Mas." Sissy pun membuka seat belt nya dan keluar dari mobil.


"Sini Dek, kita duduk di saung sana aja. Biar lebih romatis." Rio menunjuk saung yang menghadap ke taman bunga.


"Iih, Sok romantis deh. Kesambet ya Mas?" Sissy meledek Rio.


"Hahaha." Rio hanya tertawa meninggalkan Sissy di belakangnya.


Sambil menunggu pesanan datang, Rio mendekat ke Sissy dan memeluk dari samping.


"Dek, kita udah berapa lama nikah?" tanya Rio.


"Baru mau 2 bulan." jawab Sissy.


"Mas mau nanya. Kamu ikhlas gak pindah ikut sama Mas?" Rio menatap Sissy lekat.


"Apaan sih Mas. Kok nanya nya gitu?" Sissy gak suka dengan pertanyaan Rio.


"Dijawab aja Dek." Rio maksa bertanya.


"Kan sekarang Dedek istri Mas. Pasti harus ikut sama Mas kemanapun." jawab Sissy sambil menunduk.


"Mas tau kamu masih berat ninggalin Mama." Rio mengangkat dagu Sissy agar menatapnya.

__ADS_1


"Mungkin belum terbiasa. Baru kali ini ninggalin Mama." jawab Sissy menatap lekat suaminya.


"Mas harap kamu ikhlas ya nemanin Mas dimanapun." kata Rio lagi.


"Insha Allah Mas. Kasih waktu ya buat adaptasi." Sissy menatap Rio sambil tersenyum.


"Iya Dek. Kita sama - sama belajar ya." Rio mencubit hidung Sissy dengan gemas.


Akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang. Mereka pun menikmati makanan dengan penuh canda gurau. Rio senang melihat Sissy sudah bisa tersenyum lagi.


Seperti janjinya pada Papa, Mama dan Allah saat ijab kabul, Rio pun berjanji pada dirinya untuk selalu membahagiakan dan membuat Sissy tersenyum.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Fiuh.. Akhirnya sampai rumah juga." Sissy meletakkan tubuhnya di sofa ruang tamu.


"Capek ya Dek?" Rio duduk di sebelah Sissy.


"Lumayan Mas. Capek juga di jalannya." Sissy memejamkan mata dan menyenderkan tubuhnya.


"Seminggu ini kamu capek banget sih? Jadi kerasa banget perjalanan Malang - Surabaya." Kata Rio sambil memijat lengan Sissy.


"Bukan cuma seminggu Mas. Tapi sebulan ini lah." kata Sissy smabil menepis tangan Rio yang mulai merambat kemana - mana.


"Tapi udah beres kan semua urusannya?" tangan Rio mulai memijat bagian depan tubuh Sissy.


"Udah Mas." Sissy masih berusaha menepis tangan nakal Rio.


"Hhmm." Rio mulai memijat atau tepatnya meremas pa****ra nya.


"Mas, jangan nakal sih?" Sissy membuka matanya dan mendapati Rio yang cengar - cengir menatapnya.


*tok.. tok.. * Sebuah ketukan di pintu rumah membuat Rio menghentikan aksinya.


"Permisi Pak, ini saya bawa barang - barang di mobil." kata Agus, salah satu security pabrik.


"Iya, tolong dibawa ke dalam Pak." kata Rio sambil membuka pintu dengan lebar. Dilihatnya Sissy sudah masuk ke dalam kamar.


Agus dan Didik membawakan barang - barang mereka yang lumayan banyak. Setelah 2x bolak - balik akhirnya semua barang sudah terangkut.


"Makasih ya Gus." kata Rio pada Agus dan Didik sambil memberikan sedikit uang buat ngopi.


"Makasih ya Pak." kata Agus dan Didik sambil berlalu kembali ke pos security.


Rio segera mengunci pintu rumahnya dan menyusul Sissy ke kamar.


Dilihatnya Sissy sudah membuka hijabnya dan berbaring di ranjang. Rio yakin Sissy hanya pura - pura tidur.


"Dek," Rio memeluk Sissy dari belakang.


Sissy hanya diam sambul menutup matanya, berpura - pura tidur.


"Dek, jangan sampe aku paksa nih!" Rio masih memeluk Sissy sambil tangannya bermain di dada Sissy.


"Hhmm. Apaan sih Mas." Sissy membalikkan tubuhnya menghadap Rio.


"Lanjutin yang tadi Dek." Rio langsung menyambar bibir Sissy dan mengecupnya penuh hasrat. Sissy pun mempersilahkan lidah Rio masuk dan bermain di mulutnya. Setelah bergelut lidah cukup lama, Sissy pun melepas ciumannya dan mengambil nafas.

__ADS_1


"Mas, Aku capek nih." Sissy mendorong tubuh Rio menjauh.


"Sekalian capeknya Dek. Abis itu bisa tidur nyenyak." kata Rio menarik Sissy mendekat.


"Kan masih banyak waktu." Sissy memeluk Rio.


"Ya kan semakin sering semakin baik peluangnya. Biar cepet hamil." Bisik Rio di telinga Sissy.


"Dasar mesum." ujar Sissy sambil membenamkan wajahnya di dada Rio.


"Mesum sama istri sendiri kan gak papa." Rio menarik dagu Sissy dan mencium bibirnya dengan lembut.


Ciuman yang lembut berubah menjadi liar. Tangan Rio sudah mulai membuka kancing kemeja Sissy dan melepaskannya. Berikutnya b** Sissy pun sudah dilemparnya kesamping ranjang. Bibir Rio melepaskan bibir Sissy dan mulai turun ke leher dan menuju dua bukit kembar istrinya itu. Rio pun mengh***p dengan lembut pa****ra Sissy. Sissy pun menggelin***g dan mend***h, mambuat suasana semakin panas. Rio sudah bersiap melepas celana panjang dan celana d***m Sissy. Ketika tiba - tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya.


*tok.. tok.. *


"Assalamualaikum." Suara perempuan memberi salam.


"Waalaikumsalam." Sissy menjawab reflek.


"Mas, buka pintu dulu gih." Sissy mendorong tubuh Rio menjauh.


"Biarin ajalah Dek. Nanggung." kata Rio hendak meneruskan kegiatan mereka.


"Kalo gitu aku aja yang buka pintu." kata Sissy sambil mengambil pakaiannya.


Sissy pun mengambil hijabnya dan membuka pintu.


"Mbak Sissy. Maaf kalo ganggu." Ternyata Mbak Mira yang bertamu.


"Gak kok Mbak. Tadi lagi di kamar mandi." Sissy mempersilahkan Mira Masuk.


"Ini ada sedikit kue buat Mbak sama Pak Rio." Mira duduk di sofa ruang tamu.


"Makasih Mbak." Sissy menerima sepiring kue dari Mira.


"Wah, barang - barangnya masih berantakan Mbak." kata Mira melihat kardus yang berserakan di ruang tamu dan ruang tengah.


"Iya Mbak. Belum diberesin. Masih capek." jawab Sissy sambil mengambil piring untuk memindahkan kue dari Mira.


"Mau dibantuin Mbak?" Mira menawarkan bantuannya.


"Gak usah Mbak. Biar nanti saya bereskan pelan-pelan." kata Sissy.


"Oh iya deh Mbak. Saya permisi pulang dulu." pamit Mira sambil membawa piring kosong bekas tempat kue.


"Makasih ya Mbak." Sissy pun langsung menutup pintu dan masuk ke kamar menghampiri Rio.


Dilihatnya Rio sudah tertidur di ranjang dengan kaos yang sudah dibukanya.


Sissy pun ikut naik ke ranjang dan berbating di sebelah Rio. Dipeluknya Rio dan direbahkan kepalanya di dada Rio. Mereka pun tertidur tanpa melanjutkan permainan yang tertunda tadi.


Kasian gak sih liat Rio di PHP-in sama Sissy.


Jangan lupa Like 👍, komen dan Vote.


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2