
Sudah hampir 4 bulan Rio koma. Meskipun sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa tapi hingga kini Rio belum sadar juga. Menurut pemeriksaan dokter kondisi organ vitalnya baik semua. Hanya tinggal menunggu waktu saja hingga Rio akan sadar dan pulih kembali.
"Mas, Aku pamit ya seminggu ini gak bisa jenguk kamu. Aku mau ke Bali menghadiri acara nikahan Teh Ochy. Nanti pas aku pulang kamu harus bangun ya sayang." Sissy mencium punggung tangan Rio. Tak lupa mengecup keningnya juga.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sissy sudah tiba di Bali dengan membawa pasukan banyak. Ada Mama, Rara, Reva, si kembar, Mbak Sari dan Mbak Dian. Baru kali ini Sissy mengajak si kembar liburan bahkan naik pesawat ke Bali. Teh Santi, Suaminya dan Icha sudah datang lebih dulu dan menunggu rombongan Sissy tiba. Mereka masih menunggu supir yang akan menjemput dan mengantar mereka ke Villa yang sudah disediakan oleh calon suami Teh Ochy.
"Hallo keponakan Ua yang cantik dan ganteng." Sapa Teh Santi sambil mencubit gemas pipi Khansa dan Khalid.
"Hallo Ua Santi. Kok makin cantik aja ?" Sissy langsung mencium pipi kakak iparmya itu.
"Bisa aja kamu De. Kamu tuh keliatan kurusan." kata Teh Santi.
"Yah gimana lagi kan ngurusin si kembar cuma dibantu Mbak Dian aja. Rio juga belum sadar Teh." Sissy teringat akan suaminya.
"Kamu yang sabar ya De." Teh Santi mengusap lembut punggung Sissy.
"Udah ah Teh. Kita jangan sedih - sedihan. Kita kan mau menghadiri hari bahagia Teh Ochy." Sissy tersenyum sambil menghapus airmatanya.
"Siap De." Teh Santi menggandeng Sissy menuju tempat Mama dan yang lainnya berkumpul.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Siang itu cuaca Bali yang panas membuat Sissy hanya berdiam saja di Villa menemani si kembar yang mulai mengoceh.
"De, kamu gak jalan - jalan ke pantai?" tanya Mama yang sambil membawa sepiring pepaya potong.
"Gak ah Ma. Males, panas." jawab Sissy sambil mencomot pepaya.
"Nanti malam mau diajak makan di jimbaran sama Matt." kata Teh Ochy yang datang sambil menggendong Khansa.
"Aku gak ikut ya Teh. Kasian Aca sama Ical kena angin malam. Belum kuat mereka Teh." kata Sissy.
"Iya sih De. Anginnta pasti kenceng. Yawda ntar biar aku pesenin makanan buat di Villa aja ya." kata Ochy lagi.
"Makasih ya Tetehku sayang." Sissy memeluk dan mencium kakaknya dengan manja.
"Udah jadi Ibu masih aja manja." ledek Ochy sambil mencubit pipi Sissy.
__ADS_1
"Biarin. Mama jangan lupa pake jaket yang tebel." Sissy tak lupa memperingatkan Mamanya.
"Iya De. Kamu sama siapa di Villa?" tanya Mama.
"Sendirian aja gak papa Ma." jawab Sissy.
"Janganlah. Biar Mbak Sari dan Mbak Dian nemenin kamu di Villa ya?" usul Ochy.
"Kasianlah Ma. Mereka kan pengen ke Jimbaran juga." kata Sissy.
"Gak papa Neng. Biar kita disini aja." jawab Mbak Sari mewakili Mbak Dian.
"Yawda, nanti biar aku pesenin seafood juga ya. Biar ngerasain makan yang sama." kata Ochy sambil berlalu menuju kolam renang menemui Rara, Reva dan Icha yang sedang berenang.
"Kaka, Adek, Icha, Jangan lama - lama renangnya ya. Nanti malam kan kita mau makan seafood di Jimbaran." Ochy meneriaki anak dan keponakannya yang masih asyik berenang.
"Siap Ma. Siap Te." jawab mereka serempak.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Mas, harusnya kamu ada disini sama kita." Sissy memandangi langit yang cerah dari tepi kolam renang.
"Iya Mbak. Harusnya Mas Rio ikut berlibur dengan kita." Sissy tersenyum menahan airmatanya.
"Sabar ya Mbak. Mas Rio pasti segera bangun Mbak." Dian mengusap bahu Sissy untuk menguatkannya.
"Aca sama Ical sudah tidur Mbak?" tanya Sissy.
"Iya Mbak sudah tidur ditemenin sama Mbak Sari di kamar." jawab Mbak Dian.
"Syukurlah. Seafood nya udah diangetin kan Mbak?" Tanya Sissy lagi.
"Udah Mbak. Tadi saya kesini juga mau bilang itu. Tapi diajak ngobrol jadi lupa. hehehe." ujar Mbak Dian sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Panggil Mbak sari. Kita makan seafood nya dulu Mbak." kata Sissy melangkah masuk ke Villa.
Mereka pun menikmati seafood yang sudah dipesankan oleh Ochy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Upacara pernikahan Ochy dan Matt berlangsung lancar. Ijab kabul sudah dilaksanakan tadi pagi di Masjid. Siang ini akan diadakan garden party di Resto dekat Villa tempat mereka menginap. Keluarga Matt yang berasal dari Australia banyak yang datang. Matt atau Matthew Randy Smith adalah seorang duda yang memiliki 1 putra yang bernama Nicholas andreas Smith. Ibu Nico sudah meninggal sehingga Nico ikut tinggal dengan Matt di Bali. Matt memiliki sebuah perusahaan advertising di Bali. Matt memilih menjadi mualaf semenjak mengenal Ochy setahun yang lalu.
Matt & Ochy
Matt berencana akan membuka cabang perusahaan advertising nya di Malang dan mengajak Ochy serta Nico untuk pindah kesana. Selain agar bisa berkumpul lagi dengan Rara dan Reva, Matt pun ingin agar Ochy bisa dekat dan menjaga Mama yang sering kesepian semenjak ditinggal Sissy. Apalagi sekarang Sissy sibuk mengurus si kembar sekaligus merawat Rio yang masih koma di rumah sakit.
"Selamat ya Teh. Semoga kalian langgeng." Sissy mencium pipi Ochy dan menjabat tangan Matt, kakak iparnya itu.
"Makasih ya De. Semoga kamu juga bisa kumpul lagi sama Rio ya." Ochy memeluk adik kesayangannya itu dengan erat.
"Thank you Sissy. Hope you also happy with your family." kata Matt sambil menjabat erat tangan Sissy.
"Thank you Matt." balas Sissy.
Tak lupa mereka berfoto. Sissy bahagia melihat kakaknya sudah menemukan kebahagiannya lagi. Dilihatnya Rara dan Reva cukup akrab dengan Nico yang usianya lebih tua 2 tahun dari Rara. Nico memang anak yang ceria dan supel. Di sudut yang lain Sissy melihat Teh Santi juga terlihat bahagia denga Icha dan suami barunya. Meskipun kakaknya sudah tiada tapi Sissy selalu menganggap Teh Santi seperti kakaknya sendiri. Setiap melihat keluarga kecil mereka mengingatkan Sissy pada sosok Rio. Bahkan dia belum bisa merasakan kebahagian memiliki keluarga kecilnya. Dilihatnya si kembar Aca dan Ical yang makin hari makin aktif saja.
"Te, Ayo kita ke dekat kolam. Eyang mau foto disana katanya." Reva mengagetkan Sissy yang tengah melamun.
"Ayo." Sissy menggendong Ical menuju ke kolam.
"De, Mama pengen foto bareng cucu - cucu." kata Mama.
"Yawda ini Mama gendong Ical. Nanti biar Aca digendong sama Rara." Sissy menyuruh Mama duduk dan memberikan Ical dipangkuan Mama.
"Ayo Nico ikut juga." kata Mama.
"Iya Eyang." jawab Nico sopan.
Semua terlihat bahagia melihat keakraban nenek dengan cucu - cucunya itu.
"Seandainya kamu ada disini Mas. Kebahagian kami akan lebih lengkap." gumam Sissy dalam hati.
Jangan lupa Likeπ, Komen dan Vote..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1