
Selepas maghrib semua keluarga bubar dan meninggalkan Rio bersama Sissy dan si kembar. Kebetulan sekali Mbak Dian tiba - tiba harus pulang kampung karena ayahnya sedang sakit. Jadilah kini tinggal mereka berempat.
Sissy sangat menikmati bersantai di pelukan suaminya sambil melihat si kembar yang sedang tertidur di karpet depan TV.
"Bahagia ya Dek melihat mereka begitu pulas tidurnya." Rio memeluk mesra istrinya.
"Alhamdulilah ya Mas kita bisa mengalami hal ini. Melihat anak - anak kita tumbuh sehat." Sissy memandang sekilas suaminya dan kembali lagi mengawasi si kembar.
"Pekerjaanku gimana Dek?" Rio teringat akan kantornya.
"3 bulan yang lalu aku udah ijin untuk kamu resign Mas. Maafin aku ya ambil keputusan sendiri." Sissy menceritakan mengenai kejadian 3 bulan yang lalu. Termasuk mengenai tawaran untuk kembali bekerja disana.
"Tapi sepertinya aku gak ingin kembali kesana Dek." kata Rio sambil memainkan rambut Sissy.
"Semua terserah kamu Mas. Apapun keputusannya, aku setuju saja." Sissy mengusap pipi suaminya yang ditumbuhi bulu halus.
"Aku mau menikmati waktu bersama dengan kalian dulu." ucap Rio.
"Iya Mas. Yang penting kamu harus sehat dulu. Masalah pekerjaan kita omongkan belakangan." Sissy mencium lembut pipi Rio.
"Tabungan kita gimana Dek?" tanya Rio.
"Alhamdulilah masih ada Mas. Sisa pesangonnya masih banyak kok Mas. Toko ku juga laris." kata Sissy.
"Alhamdulilah. Kamu memang istri yang hebat." Rio mencium bibir Sissy dengan lembut. Sissy pun menikmati ciuman itu hingga lama kelamaan berubah semakin menuntut. Rio menjelajahi semua sudut mulut Sissy. Mereka saling mel***t dan bertukar Sa****. Rio sudah mulai mbuka kancing kemeja Sissy dan menelusupkan tangannya disana. Sissy sangat menikmati setiap sentuhan nakal Rio.
"Huaa...." Suara tangisan Aca menghentikan kegiatan mereka. Sissy langsung bangkit dan menghampiri Aca. Rupanya Aca ngompol. popoknya sudah penuh.
Sissy dengan cekatan mengangkat dan mengganti popok Aca. Rio mengecek anak lelakinya ternyata masih tertidur pulas. Dia sama sekali tidak terganggu oleh tangisan saudara kembarnya.
Sissy membawa Aca yang sudah ganti baju ke sofa ruang tengah.
"Haus ya nak?" Kata Rio mengajak anaknya bicara.
"Iya Ayah." Sissy menyusui Aca yang langsung menyambutnya dengan rakus.
"Kalo tidur pake diapers Dek?" tanya Rio melihat Aca sudah berganti diapers.
"Iya Mas. Biar anteng tidurnya. Maaf ya Mas jadi terganggu sama anak - anak." kata Sissy sambil mengusap pipi suaminya.
"Gak papa Dek. Kalo sama anak - anak aku akan ngalah. Kan bisa dilanjut abis ini." Rio mengedipkan sebelah matanya dengan genit.
__ADS_1
"Nunggu Ical bangun sekalian Mas. Abis ini juga dia pasti bangun dan menyusu." kaat Sissy.
"Masa sih? Kok kamu tau?" Tanya Rio tak percaya.
"Feeling seorang Ibu aja. Hehehe." Belum juga Sissy menutup mulutnya ternyata benar, Ical sudah bangun dan menangis.
"Mas, kamu bisa gendong dia dulu ?" tanya Sissy.
"Iya." Rio pun menggendong Ical, tak peduli kaosnya terkena ompol jagoannya itu.
"Makasih Ayah." Sissy tersenyum pada Rio.
"Bunda emang yang terbaik deh." Rio mencium pipi Sissy sekilas.
Akhirnya si kembar sudah tertidur. Sissy pun segera bersih - bersih di kamar mandi. Keluar dari kamar mandi Sissy melihat Rio sudah tiduran di kasur hanya memakai celana pendeknya.
Rio langsung menarik tangan Sissy hingga berbaring di kasur. Lum***n demi lum***n mereka lakukan. Tangan Rio sibuk mere**s dan mengusap pa****ra Sissy. Hingga tanpa dirasa baju Sissy mulai basah olah air susu yang keluar dari pa****ra nya. Rio pun mulai melepaskan daster Sissy hingga hanya memakai b** dan c* saja. Dengan sanagt lembut Rio menciumi leher Sissy hingga sang empunya merasa geli.
"Mas.." panggil Sissy yang terdengar sexy di telinga Rio.
"Hhmmm.." Rio masih sibuk menciumi daging yang menyembul dari b** yang dipakai Sissy.
Tanpa sengaja Sissy mende**h dengan semua perlakuan Rio. Membuat Rio semakin berg***ah.
"A..aku juga Mas." Sissy terbata - bata menahan kerinduan akan belaian suaminya.
"Kamu makin cantik Dek." Rio meremas bo***g Sissy yang memeluknya erat.
Rio membuka b** dan c* Sissy dan mulai meremas pa****ranya lembut. Sissy tak kuasa menahannya hingga mengeluarkan des***n sexy yang membuat Rio makin panas.
Tanpa menunggu lama Rio pun memasukkan juniornya pada lubang kenikmatan yang sangat dirindukannya itu. Rio langsung menarik pinggang Sissy dan menggoyangnya dengan lembut, Sissy pun bergerak dengan lembut mengimbangi gerakan Rio. Sissy membiarkan Rio mengatur tempo permainan mereka hingga akhirnya Rio menumpahkan lahar panas disana dan terjatuh di pelukan Sissy.
"Makasih ya Dek" Rio mengecup lembut puncak kepala Sissy.
Sissy memeluk erat Rio dan menahannya tetap disana untuk beberapa saat. Setelah itu Rio melepaskan pelukannya dan membiarkan Sissy mengatur nafasnya. Tak lama Sissy bangun dan melangkah ke kamar mandi untuk bersih - bersih. Kemudian dia kembali berbaring di samping Rio.
"Makasih ya Mas kamu sudah bertahan demi aku." Sissy memandang wajah suaminya yang terlihat teduh. Sissy pun memeluk Rio dan merebahkan kepalanya di dada Rio.
Rio terbangun dengan keringat mengucur di dahinya. Dilihatnya Sissy tidak ada di sampingnya. Sepertinya Rio mimpi buruk.
"Dek.." Rio berteriak memanggil Sissy.
__ADS_1
*flashback on*
"Maaf ya Mas. Aku gak bisa hidup sama pengangguran kayak kamu." Kaat Sissy berbalik badan menjauhi Rio.
"Dek, Maafin aku. Aku janji akan cari pekerjaan baru." Rio mengejar Sissy.
"Lelaki penyakitan dan cacat seperti kamu mau kerja apa? Kamu mau kasih makan apa aku dan si kembar?" Sissy berhenti dan menatap tajam pada Rio. Anehnya semakin Rio mengejar, semakin Sissy menjauh.
"Dek, kasih aku kesempatan. Aku pasti bisa bekerja dengan baik." Rio terus berlari mengejar Sissy.
"Maaf Mas. Kamu cari perempuan lain aja." Sissy menghampiri seorang lelaku dan menggenggam tangannya.
"Kamu harus terima kenyataan ini Rio. Sissy sudah memilih aku." sahut lelaki di sebelah Sissy itu.
"Dia siapa Dek? Kenapa kamu sama dia." Rio berteriak pada Sissy.
"Aku kekasihnya." jawab lelaki itu.
"Kenapa kamu merebut istri aku?" tanya Rio setengah berteriak.
"Justru kamu yang sudah merebut Sissy dari aku. Puas kamu." teriak lelaki itu sambil menarik tangan Sissy menjauh dari Rio.
"Enggak Dek. Kamu gak boleh pergi ningggalin aku." Rio terus berteriak hingga Sissy dan lelaki itu tak terlihat lagi.
*flashback off*
"Ada apa Mas? Kamu kenapa ?" Sissy masuk ke kamar dengan kebingungan.
"Kamu jangan tinggalin aku Dek." Rio langsung memeluk Sissy.
"Aku abis nyusuin si kembar. Gak kemana - mana kok." Sissy mengusap rambut Rio yang masih memeluknya.
"Aku mimpi kamu pergi sama lelaki lain." Rio menatap wajah istrinya.
"Cuma mimpi aja sayang. Udah subuh, ayo kita mandi trus shalat berjamaah." Sissy menarik Rio ke kamar mandi.
Mereka pun mandi bersama dan bersiap untuk shalat subuh.
Apakah mimpi itu pertanda buruk?
Jangan lupa Likeπ, Komen dan Vote..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung