Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Bonus Chapter) #2 USG pertama


__ADS_3

#Akhirnya Othor memutuskan untuk menulis chapter bonus, melanjutkan sedikit cerita tentang kisah rumah tangga Aca dan Difan.


Mohon maaf ya kalo ada yang kurang nyambung..


Kasih saran dong buat cerita lanjutannya.. #


...Selamat Membaca 📖📖...


...*****...


Pagi itu Aca dan Difan bersiap untuk ke dokter kandungan.


Terlihat sudah banyak yang menunggu saat mereka sampai di dokter kandungan.


"Kak, antriannya panjang." keluh Aca.


"Ya gak apa - apa Sayang. Sabar aja." Difan coba memberi pengertian pada istrinya itu.


"Kenapa sih banyak orang yang hamil." Aca masih terus menggerutu.


"Kamu nih. Orang hamil kok gak boleh. Lah kamu sendiri juga hamil." Difan mengelus kepala Aca yang terbalut hijab.


"Kan jadinya harus antri lama." kata Aca sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ibu hamil gak boleh banyak ngomel. Kasian dedek bayinya." ucapan Difan menghentikan omelan Aca. Aca hanya mengangguk sambil memalingkan muka dari Difan.


"Ibu Khansa Putri." perawat akhirmya memanggil mereka setelah menunggu hampir satu jam.


Aca dan Difan pun masuk ke ruangan dokter.


"Selamat Pagi Bu Khansa." sapa dokter Inayah.


"Pagi dok." Aca tersenyum pada dokter yang masih terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda.

__ADS_1


"Bu Khansa masih muda ya." kata dokter Inayah.


"Iya dok. Saya menikah muda. Tapi suami saya sudah dewasa kok." kata Aca sambil tersenyum pada Difan.


"Kita periksa dulu ya Bu." suster membantu Aca naik ke tempat periksa.


"Mau USG sekalian ?" tanya dokter Inayah.


"Iya dok." jawab Difan.


"Ini Bu janinnya. Masih kecil tapi sehat. Usia janinnya sudah 5 minggu." dokter Inayah menjelaskan.


"Wah.. Kecil sekali anak kita sayang." kata Difan.


"Belum ketahuan jenis kelaminnya ya dok ?" tanya Aca.


"Belum Bu. Biasanya kalo sudah memasuki 5 bulan bisa kelihatan. Itupun kalo dedeknya gak malu - malu." goda dokter Inayah.


"Sekarang saya sering mual dan lemes dok. Gak bisa ngapa - ngapain jadinya." Aca menyampaikan keluhannya.


"Iya dok. Makasih ya." kata Aca.


"Bapak juga selalu temenin istrinya ya. Jangan ditinggal sendirian terutama di trisemester awal ini." dokter menatap pada Difan.


"Siap dok." jawab Difan.


"Silahkan. Ini foto janinnya. Vitamin dan susunya harus diminum rutin ya. Biar Ibu dan bayinya sehat." dokter Inayah memberikan foto usg dan resep pada Difan.


Difan dan Aca pun menuju ke apotik untuk menebus vitamin.


Sampai di rumah, Aca langsung mengirimkan foto usg nya pada Sissy dan Yoan. Sissy yang kebetulan sedang berkumpul dengam ketiga sahabatnya langsung tersenyum riang.


"Girls, lihat nih cucu pertama aku." Sissy menunjukkan foto usg Aca.

__ADS_1


"Wah.. akhirnya ya Si." kata Amira.


"Aku juga dapat fotonya." kata Yoan.


"Ya iyalah. Itu kan cucu kalian." ledek Zizi.


"Trus Ical kapan meritnya ? tinggal dia aja nih yang belum nikah." tanya Amira.


"Gak tau. Dia belum menunjukkan tanda - tanda ingin menikah." jawab Sissy.


"Kenalin sama keponakan aku aja. Mau gak ?" usul Yoan.


"Aku sih terserah anaknya aja Yo. Gak pernah mau maksain." jawab Sissy.


"Dicoba aja dulu kali ya." kata Yoan.


"Suruh keponakan kamu bikin flyer atau spanduk ke kantornya Ical. Siapa tau berjodoh." saran Zizi.


"Bener juga. Tumben kamu pinter Cil." Yoan mencubit pipi sahabatnya itu.


"Emang aku pinter, cuma selama ini gak mau sombong aja." canda Zizi.


"Bisa aja kamu." Sissy mencubit lengan Zizi.


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Juga ada "Mengejar Cinta Shavira" yang bercerita tentang kisah cinta Ical, saudara kembar Aca.


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2