Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#10 Latar Belakang Keluargamu


__ADS_3

Hari itu menjadi hari yang sibuk buat Rio dan Sissy.


Rio sedang melakukan presentasi nya di kantor cabang Pt. Kalio di Malang. Setelah melakukan presentasi dia pun berkesempatan berkunjung ke pabrik nya sembari mengecek suku cadang yang digunakan disana. Setelah itu diadakan rapat untuk membahas tipe dan model baja yang akan digunakan.


Sedangkan di tempat lain Sissy juga sedang mempersiapkan laporan bulanannya. Salah satu tugasnya adalah merekap Absensi para karyawan baik bagian Service maupun Kitchen. Siang nanti akan ada meeting dengan calon klien. Diliriknya jam, tersisa waktu kurang lebih 3 jam hingga waktu janji ketemu dengan kliennya. Cepat-cepat diselesaikan tugasnya.


Tak terasa sudah masuk jam makan siang, Rio pun dijamu oleh pihak Pt. Kalio untuk menikmati hidangan di restoran di dekat pabrik. Selama makan siang pun masih terjadi obrolan-obrolan ringan terkait proyek kerjasama mereka hingga ke masalah pribadi juga.


"Pak Mario ini sudah menikah atau belum? " Tanya Pak Didik, Manager Operasional di Pt. Kalio.


"Belum pak." jawab Rio singkat.


"Sepertinya bapak terlalu pemilih nih sampai belum menikah. Hehehe" Lanjut pak Didik.


"Mau dikenalin gak pak..?" Pak Yudha, Staff Keuangan ikut menimpali.


"Gak usah repot-repot pak.. Insha allah udah ada calonnya." Jawab Rio tegas. Padahal dia sendiri baru aja dekat dengan Sissy.


"Ooh jangan lupa undang kami ya kalo menikah nanti." Ucap Pak Didik yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Rio.


Obrolan masalah pribadi seperti ini membuat Rio tak sabar untuk bertemu lagi dengan Sissy. Akhir nya dia memutuskan untuk kirim pesan ke Sissy.


*trrttt.. trrrttt..


Rio


Assalamualaikum Si. Udah makan siang belum ?


Sissy


Waalaikumsalam. Ini baru selesai Sholat, bentar lagi makan.


Rio


Ini aku juga lagi mau makan. Kamu makan di Cake Shop ?


Sissy


Gak spertinya. Kerjaan masih banyak. Makan di kantin aja.


Rio


Yawda deh. Met makan ya. Jangan lupa nanti sore ya..


Sissy


Oke. Met makan juga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Siang itu Sissy meeting dengan calon klien yang akan mengadakan Ulang Tahun Sweet Seventeen anaknya. Berbagai konsep pun mereka diskusikan hingga pemilihan menu makanan dan minuman yang akan disajikan di acara tersebut. Karena yang akan mengadakan acara adalah salah satu anak pengusaha terkenal di Malang, tamunya pun anak-anak orang kaya semua.


Dari tema dan dekorasi yang dipilih pun terkesan glamor dan mewah.

__ADS_1


Acaranya dilaksanakan 3 hari lagi dengan bintang tamu penyanyi muda ibukota yang cukup terkenal.


Akhirnya meeting hari itu selesai juga. Sissy pun mengantar klien nya sampai ke pintu keluar Resto tersebut.


Sissy kembali ke ruangannya sambil mengecek hp nya yang sejak tadi di silent.


dilihatnya ada 2 panggilan tak terjawab dari Rio. Selain itu ada juga pesan masuk.


Rio


Si, Aku udah selesai nih kerjanya. Nanti aku jemput ke Resto ya?


Rio


Si, Lagi sibuk ya? Kok telponku gak diangkat?


Rio


Si, Aku otw nih ke Resto kamu.


Sissy


Maaf Yo. Tadi meeting sama klien jd hp nya aku silent. Klo udah nyampe Resto kamu kabarin aku ya. Aku selesaiin kerjaanku dulu.


Rio


Siap.


Sejam kemudian Rio pun tiba di Resto Gending.


*ttrrtt.. ttrrttt...


Rio


Si, Aku dah nyampe di Resto.


Sissy


Tunggu bentar ya. Aku selesaiin kerjaanku dikit lagi.


Rio


Iya nyantei aja. Selesaiin semuanya baru turun ya.


Sissy langsung menuju ke ruangan Accounting menyerahkan rekap absensi karyawan.


"Permisi Pak. Mau ngasih rekap absensi karyawan." Kata Sissy di ruangan Pak Rully.


"Oke bu." Pak Rully menerima berkas itu.


"Saya langsung pamit ya Pak. Udah jam pulang nih."


"Silahkan Bu." jawab pak Rully sopan.

__ADS_1


"Buru-buru amat Si ? mau pulang bareng?" sapa Bayu, salah satu Chef yang kebetulan tinggal satu komplek dengan Sissy.


"Maaf Bay. Masih mau mampir ke tempat lain dulu." Sissy menolak dengan halus.


"Sial banget sih harus ketemu sama dia" Gerutu Sissy dalam hati.


Sebenernya Bayu sosok yang menyenangkan tetapi sayangnya terlalu genit sehingga Sissy merasa risih jika dekat dengannya. Apalagi Sissy kenal baik dengan istrinya jadi ya lebih baik dia menjaga jarak. Sissy sudah tak mau berurusan dengan suami orang lagi.


Ketika sampe di Resto, Sissy melihat Rio sedang bermain hp. Sissy menuju ke kasir dan membayar pesanan Rio. Lalu Sissy pun menghampiri Rio.


"Assalamualaikum." Sapa Sissy dari belakang Rio


"Waalaikumsalam. Udah selesai Si ?" Tanya Rio.


"Udah. Yuk langsung pergi." Ajak Sissy menarik tangan Rio untuk segera pergi dari Resto.


"Kenapa sih kok buru2 ? Kalem dong Si." Rio heran dengan tingkah Sissy.


"Itu ada orang rese pengen nganterin pulang." jawab Sissy masih dongkol.


Akhirnya Rio diam saja ditarik pergi oleh Sissy.


Hari ini mereka pergi makan rawon di dekat Alun-alun. Selesai makan mereka memilih untuk bersantai sambil ngobrol di Alun-alun.


"Si, Kapan aku boleh mampir ke rumah kamu?" tanya Rio sambil menyeruput jus jambu nya.


"Kapan ya? besok kamu sibuk gak?" Sissy balik bertanya.


"Bisa lah. Paling besok jadwalnya sama kayak hari ini." jawab Rio.


"Yaudah. Besok kamu jemput aku di Resto trus kita bareng pulang ke rumah kamu."


"Hhmm. Kamu yakin mau ketemu sama mama aku? " tanya Sissy lagi.


"Yakin banget. Aku tuh mau serius sama kamu Si. Makanya mumpung lagi disini ya sekalian kenalan sama keluarga kamu." Rio berusaha meyakinkan Sissy.


"Mungkin aku belum cerita kalo Papa aku gak disini Yo."


"Trus beliau dimana?"


"Papa sudah menikah lagi dan tinggal di Bandung. Mantan istri Aa juga tinggal di Bandung. Rumahnya sebelahan sama papa. "


"A arya sudah meninggal 5 tahun lalu. Beliau punya anak 1, cewek, sekarang tinggal sama ibunya di rumah Aa yang dibelikan sama Papa."


"Kakak aku yang kedua juga udah bercerai sama suaminya dan kerja di Bali. Anaknya ada 2, yang satu tinggal sama aku dan Mama, yang satu lagi tinggal sama Nenek dari Bapaknya. "


"Jadi kesimpulannya aku berasal dari keluarga yangorang tuanya tinggal terpisah meskipun gak bercerai. Kamu masih mau serius sama aku?" Sissy bercerita latar belakang keluarganya untuk meyakinkan apakah Rio benar2 serius padanya.


"Insha Allah aku yakin Si. Kita berusaha sama-sama ya." Rio pun balik menceritakan tentang ibunya dan adik-adiknya. Tak lupa mereka pun saling berbagi konsep dan harapan akan pernikahan yang diinginkan. Diselingi dengan senda gurau, mereka berusaha untuk menyamakan visi dan misi akan pernikahan.


"Si, mulai hari ini kamu panggil aku 'Mas' ya jangan panggil nama aja. Trus aku panggil kamu 'Dedek'. Oke?" pinta Rio.


"Hhmm. Aneh sih, gak biasa. Tapi oke lah." Jawab Sissy sambil tertawa geli.

__ADS_1


Tak lama mereka pun memutuskan pulang. Rio menemani Sissy menunggu ojek online nya datang. Setelah itu dia pun menuju ke hotel tempatnya menginap yang tak jauh dari Alun-alun.


Bersambung


__ADS_2