
#Akhirnya Othor memutuskan untuk menulis chapter bonus, melanjutkan sedikit cerita tentang kisah rumah tangga Aca dan Difan.
Mohon maaf ya kalo ada yang kurang nyambung..
Kasih saran dong buat cerita lanjutannya.. #
Selamat Membaca 📖📖
...*****...
Pagi itu Aca terlihat mondar mandir di kamarnya.
"Kamu kenapa sayang ?" tanya Difan.
"Perutku sakit Kak. Kayaknya kontraksi deh." jawab Aca.
"Kamu udah mau melahirkan ?" Difan mulai panik.
"Belum Kak. Tapi udah mulai sakit." Aca berusaha tenang. Dia membawa bahwa kontraksi akan hilang setelah beberapa saat dan akan berlangsung secara berkala.
"Kamu sudah mulai kontraksi Ca ?" tanya Sissy yang melihat Aca meringis menahan sakit.
"Iya Bun. Tapi masih sejam sekali." Aca mengusap punggungnya untuk mengurangi rasa sakit.
"Sepertinya kamu akan melahirkan hari ini." kata Sissy.
"Aku di rumah aja deh sayang, nemenin kamu." Difan menghentikan makannya.
"Sebaiknya kamu ngajar aja. Ini juga masih pembukaan awal. Masih lama kok. Nanti biar Bunda sama Ayah yang bawa ke rumah bersalin." kata Sissy.
"Iya Bun. Nitip Aca ya." pamit Difan sebelum berangkat ke kampus.
"Iya Nak. Kamu fokus ngajar aja ya." Rio menepuk bahu Difan.
"Sayang, aku tinggal dulu ya. Nanti aku temenin kamu saar melahirkan." ucap Difan sambil mencium kening Aca. Tak lupa perut besar Aca pun diciumnya.
"Papa berangkat dulu ya sayang. Kalian baik - baik disana ya." pesan Difan pada anak - anaknya yang masih di dalam perut Aca.
"Iya Papa. Hati- hati." Aca bersuara kecil seolah si kembar yang menjawab.
Beberapa jam kemudian..
"Bun... Ini air apa ya ?" tanya Aca yang panik melihat air berwarna sedikit keruh mengalir dari se******** nya.
"Sayang, ini air ketuban. Kamu sudah mau melahirkan. Apa terasa mulas ?" Sissy balik bertanya.
__ADS_1
"Sedikit Bun." jawab Aca.
"Kamu tenang ya. Kita ke rumah sakit sekarang." kata Sissy.
Sissy pun memanggil Rio dan memintanya membawakan barang milik Aca.
Sambil menyetir, Rio menghubungi Difan agar segera mnyusul ke rumah bersalin.
Aca sudah berada di dalam ruang persalinan saat Difan sampai. Suster pun mempersilahkan Difan untuk masuk mendampingi istrinya melahirkan. Tak butuh waktu lama akhirnya terdengar suara tangisan bayi.
"Alhamdulilah Yah. Kita sudah punya cucu." Sissy memeluk Rio sambil menangis bahagia.
"Iya. Alhamdulilah Bun." Rio mengusap lembut kepala Sissy.
Hanya berselang 2 menit, terdengar lagi tangisan bayi yang kedua. Sissy mengeratkan pelukan pada suaminya.
"Selamat ya sayang. Kamu sudah jadi Mama sekarang." Sissy mencium kening putrinya yang masih lemas pasca melahirkan.
"Makasih Bun. Akhirnya di kembar lahir juga." Aca menjawab lirih. Saat itu Difan sedang mengadzani si kembar ditemani oleh Rio.
Setelah selesai, Difan masuk ke ruang perawatan Aca bersama dengan suster yang membawa bayi mereka.
"Silahkan disusui dulu Bu." Suster itu menyerahkan dan meletakkan si kembar di dada Aca. Sissy melihat Aca yang sedang melakukan IMD. Kedua bayi itu dengan lincahnya berhasil menemukan dua sumber makanannya untuk saat ini. Difan dengan telaten mendampingi sang istri dan sesekali mengusap kepala istrinya.
"Kalian sudah siapin nama ?" tanya Rio.
"Bagus namanya." kata Sissy.
"Iya Bun. Kita panggil Nana dan Nia." Aca menambahkan.
"Alhamdulilah. Akhirnya Bunda punya cucu juga." Sissy memeluk dan mencium kening putrinya.
Sore harinya Yoan dan Topan yang tiba di Bandung dan langsung bergegas menuju rumah sakit tempat Aca melahirkan.
"Assalamualaikum." sapa Yoan dan Topan.
"Waalaikumsalam. Mama.. Papa.. masuk." jawab Difan.
"Akhirnya kalian nyampe juga." kata Sissy yang langsung memeluk sahabatnya.
"Mana cucu aku ?" tanya Yoan sambil mendekati Aca di ranjang.
"Mereka di bawa ke ruang bayi Ma." jawab Aca sambil mencium tangan mertuanya itu.
"Fan, Minta suster bawa cucu Mama kesini ya. Mama gak sabar buat ketemu sama mereka." perintah Yoan pada Difan.
__ADS_1
"Iya sebentar Ma." Difan pergi menuju ruang bayi. Tak lama kemudian Difan kembali dengan tangan kosong.
"Mana cucu Mama ?" tanya Yoan tak sabaran.
"Sabar Ma. Suster mau memandikan mereka dulu. Nanti dibawa kesini kok." jawab Difan.
"Mama gak sabar mau gendong mereka." kata Yoan.
Setengah jam kemudian suster membawa kedua bayi kembar Aca dan Difan.
Yoan masih harus bersabar karena kedua bayi itu harus disusui dulu oleh sang Ibu.
Topan dan Rio menunggu diluar ruangan untuk memberikan privasi kepada Aca.
Setelah selesai, Yoan langsung mengambil salah satu bayi.
"Akhirnya kita punya cucu perempuan juga Pa." kata Yoan pada suaminya.
"Iya. Lucu banget ya Ma." kata Topan.
"Jadi inget pas Difan dan Dafa masih bayi. Mereka kecilnya sama." kata Yoan dengan mata berkaca - kaca.
"Namanya juga bayi kembar sayang." Topan ikut mengusap pipi bayi Nana yang digendong istrinya.
"Aca dan Ical juga dulu kecil kayak ini waktu lahir." kata Sissy yang menggendong bayi Nia.
"Sayang banget dulu aku gak lihat mereka waktu bayi." Rio sedikit sedih mengingat kelahiran anak kembarnya dulu.
"Ya kan emang terhalang keadaan." Sissy mengusap lembut bahu suaminya.
"Lucu juga ya.. Anak kembar punya anak kembar." celetuk Topan memecahkan suasana yang mulai dibaluti keharuan.
Sontak tawa mereka pecah memenuhi ruangan.
"Sstt.. Jangan kenceng - kenceng. Nanti si kembar bangun." kata Sissy pada suami dan besannya.
...***...
Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Juga ada "Mengejar Cinta Shavira" yang bercerita tentang kisah cinta Ical, saudara kembar Aca.
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
__ADS_1
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏