Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#31 Lebaran


__ADS_3

Akhirnya setelah 6 hari terjebak di Lombok, Rio bisa pulang ke Surabaya. Rio pun mendapat cuti 3 hari untuk memulihkan kesehatannya.


"Assalamualaikum Bun." Rio memberi salam ketika sampai di rumahnya di Jombang.


"Waalaikumsalam." Bunda langsung memeluk erat anak sulungnya itu.


"Mas gimana kondisinya ?" Tanya Naya, isyri Haris.


"Alhamdulilah baik. Cuma masih lemes aja. Kurang tidur & kurang makan." Jawab Rio sambil menikmati teh manis hangat yang dibuatkan oleh Naya.


"Kamu gimana disana Nak?" Tanya Bunda yang masih menangis lemah.


"Rio masih tinggal di mess. Tapi jaringan komunikasi sama akses transportasi terputus." Jawab Rio lagi.


"Syukurlah Nak kamu sehat2." Kata Bunda sambil memeluk Rio lagi.


"Kok Pakde gak puasa?" Tiba-tiba si kecil Andi yang baru pulang sekolah nyeteluk melihat Rio minum.


"Pakde lagi sakit Nak. Jadi libur dulu puasanya." Naya menjawab pertanyaan anaknya itu sambil mengajaknya ke kamar.


"Tuh dengerin kata ponakannya. Puasa dong Mas!" Ledek Widi pada kakaknya yang hanya bisa tertawa.


"Ya kan masih sakit Wid. Besok juga udah puasa lagi." Jawab Rio cuek sambil menghabiskan tehnya.


"Udah kamu istirahat dulu. Biar bsok udah enakan badannya." perintah Bunda pada Rio.


"Siap Bun." Rio pun segera masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya. Tak lama dikeluarkan hp nya dan menghubungi sosok yang sudah sangat dirindukannya.


"Assalamualaikum." Sapa suara di seberang.


"Waalaikumsalam. Pa kabar Dek?" Tanya Rio.


"Mas tuh yang gimana kabarnya? Dedek sih baik-baik aja. Cuma kangen aja." Jawab Sissy.


"Ah kamu bisa aja bikin Mas seneng. Alhamdulilah Mas sekarang di Jombang. dikasih libur 2 hari sama bos." Kata Rio.


"Syukurlah. Jaga kesehatan Mas. Ingat ya bentar lagiau nikah." Sissy mengingatkan Rio mengenai pernikahan yang tinggal 3 minggu lagi.


"Siap Ibu negara." Ledek Rio. "Persiapannya udah beres semua kan Dek." Tanya Rio lagi.


"Insha Allah udah Mas. Tinggal hari H nya." Jawab Sissy.


"Oke deh. Mas mau istirahat dulu ya Dek. Nanti disambung lagi." kata Rio lagi.


"Iya Mas." Sissy mengakhiri hubungan telponnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari itu banyak sodara yang datang untuk menjenguk Rio.


"Wah calon manten kok pake ilang segala sih Yo." Kata Bulik Anik saat menjenguk.

__ADS_1


"Ya kan gak diniati bulik. Namanya juga musibah." Jawab Rio sambil cengar-cengir.


"Trus jadi gak nikahnya?" Tanya Paklik Hari, suami bulik Anik.


"Kalo lebarannya jadi ya nikahnya juga jadi lah Lik." Jawab Rio lagi.


"Ealah. Nikah kok jadi guyonan." Bulik Anik sedikit kesal dengan gaya Rio yang cuek.


"Bukan guyon Lik. Kan Emang bener. Selama Rio masih bisa ikutan Lebaran ya nikahnya juga jadi lah." Jawab Rio sedikit serius kali ini.


"Ya syukurlah." kata Bulik Anik singkat.


"Rio sehat dan masih kuat kok. Kalo mau nikah besok juga gak papa. Lebih cepat lebih baik. Hehehe." Canda Rio.


"Wes ngebet yo Le." Goda Paklik Hari.


"Udah hampir karatan ini." Rio semakin menanggapi candaan Paklik Hari.


"Emang besi bisa karatan." Lanjut Paklik Hari.


"Hati nya yang karatan. Kelamaan jomblo." Widi yang baru datang ikut menyahuti.


"Anak kecil gak usah ikutan." Kata Rio hendak menjewer Widi yang dengan cekatan langsung menghindar.


"Dasar orangtua." Ledek Widi lagi smabil masuk ke kamarnya.


Mereka pun hanya bisa tertawa melihat tingkah kakak beradik itu yang selalu saja bertengkar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari itu Cake Shop Pelangi terakhir buka dan akan libur hingga pernikahan Sissy selesai. Sissy, Amira, Yoan dan Zizi pun sudah berkumpul di Cake Shop untuk buka puasa terakhir bersama karyawan. Mereka juga sudah menyiapkan bingkisan buat para karyawan yang berjumlah 15 Orang.


"Zi, anteng banget ya anak kamu." kata Sissy yang sedang menggendong si kecil Kian.


"Udah cocok banget Si kamu gendong bayi." Kata Amira yang membelai lembut baby Kian.


"Cepetam bikin gih." Yoan menggoda Sissy.


"Hehehe. Iya abis ini bikin. Nunggu sah dulu." Jawab Sissy sambil tersenyum.


"Iyalah nunggu sah dulu. Tinggal bentar lagi juga." Kata Amira lagi.


"Hana sama si kembar gak pengen adik lagi nih ?" Tanya Sissy ke 2 sahabatnya.


"Aku sib dah cukup ya. Punya Si kembar aja udah repot. Gimana kalo nambah, bisa - bisa emaknya mati berdiri." Yoan mengucapkannya sambil tertawa.


"Aku sih pengen tapi ya belum dikasih lagi." Amira ikut menimpali.


"Ya ntar hamil barengan sama aku aja Ra." Sissy mengusap pelan punggung Amira.


"Aamiin. Insha Allah." Jawab Amira yang langsung diaminkan sama yang lain.

__ADS_1


Acara buka bersama hari itu pun berjalan lancar. Para karyawan sangat senang bisa mendapat libur yang lama.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari Lebaran pun tiba. Sissy dan jeluarga bersiap untuk sholat Ied di masjid dekat rumah. Sissy berangkat ke masjid bersama Reva dan Papa Adhi. Kebetulan Teh Ochy dan Rara sedang berhalangan jadi tidak ikut sholat dan menemani Mama Yani di rumah.


Setelah selesai sholat Ied, mereka pun ber maaf-maaf an.


"Ma, Pa, Maafin Sissy ya kalo banyak salah sama kalian." Sissy mencium tangan orang tuanya dan bersimpuh di depan mereka.


"Sama-sama De. Papa juga minta maaf kalo belum membahagiakan kamu." Kata Papa sambil menciumi pipi dan kepala Sissy.


"Mama juga minta maaf ya De. Masih sering repotin kamu." Mama pun menciumi dan memeluk Sissy dengan erat.


Setelah itu Sissy pun berpelukan denga Teh Ochy dan keponakan-keponakannya.


Lebaran kali ini dilengkapi dengan menu favorit keluarga seperti Ketupat, Opor ayam, sambel goreng kentang, bihun goreng, acar kuning dan ase cabe.


Setelah makan, Sissy memilih menuju lantai atas dan menelepon calon suami dan calon mertuanya.


"Assalamualaikum. Minal aidzin wal faidzin ya Mas. Maafin kalo Dedek banyak salah." Sissy membuka obrolan.


"Iya Dek. Sama - sama. Mas juga minta maaf kalo ada salah." Jawab Rio.


"Bun, Maafin Sissy ya kalo ada salah sama Bunda." Sissy pun meminta maaf pada calon mertuanya itu.


"Iya Nak. Bunda juga minta maaf ya." Kata Bunda menahan tangisnya.


"Dek, sabar dulu ya." Rio kembali ngibrol dengan Sissy sambil menjauh dari keluarganya yang sedang berkumpul.


"Sabar kenapa Mas?" Sissy bingung dengan perkataan Rio.


"Ya sabar dulu. Minggu depan baru ketemu trus.. " Rio sengaja menggantung ucapannya sambil tersenyum.


"Terus apa?" Sissy mulai bisa menebak arah omongan Rio.


"Ya terus bisa bobok bareng sama Mas." Rio berkata sambil tertawa kecil.


"Tuh kan pasti kesitu lagi omongannya. Mas tuh yang harus sabar." Sissy pura-pura kesal dengan Rio.


"Hahaha. Becanda Dek. Emang kamu gak pengen ?" Tanya Rio iseng menggoda Sissy.


"Apaan sih Mas. Mulai mesum deh." Sissy mulai merajuk.


"Hahaha. Lucu kamu Dek. Gak sabar penge cepet halal." Rio tertawa mendengar Sissy merajuk tersipu malu.


Kalian udah gak sabar ya menunggu Sissy menikah. Tunggu besok ya.


Jangan lupa Like dan tinggalkan jejak disini.


Baca juga Novel terbaru aku "Geng Pelangi" yang menceritakan persahabatan Sissy, Amira, Yoan dan Zizi. Baru beberapa episode sih.

__ADS_1


Makasih. 🙏🙏🙏


Bersambung


__ADS_2