Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Season 2)#3 Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Dafa dan Hana. Aca sudah bersiap dirias oleh Uwa Ochy. Aca, Ical, Kian dan Vanya diminta untuk menjadi pagar ayu dan pagar bagus oleh tante Amira. Vanya dirias bersamaan dengan Mama Yoan, ibu dari mempelai pria. Sedangkan Kian hanya dibantu memakai beskap dan kainnya di rumah Hana.


Karena yang akan menikah adalah anak dari 2 sahabatnya, Sissy dan Zizi berbagi tugas. Sissy menemani Yoan sedangkan Zizi menemani Amira.


"Ca, sambil makan ya. Bubun suapin." Sissy membawa piring berisi nasi goreng dan menyuapi Aca dan Ical bergantian.


"Bun, Ical makan sendiri aja." protes Ical yang sedang bermain gadget di kasur.


"Biar sekalian Cal. Kamu cepet pake baju kamu. Nanti dibantu sama Kak Rara." kata Bunda sambil ikut makan juga.


"Bun, Kaos kaki Ayah mana?" teriak Rio dari dalam kamar.


"Kan udah Bunda siapin di atas kasur Yah." kata Sissy.


Karena tak ada jawaban Sissy pun lanjut menyuapi Aca dan Ical. Setelah makanannya habis, Sissy menuju ke kamarnya dan berganti pakaian.


"Udah ada kan Mas?" tanya Sissy menatap suaminya yang sednag tiduran di ranjang tanpa memakai bajunya.


"Ada." jawab Rio singkat.


"kok belum pakai batiknya?" Sissy langsung memakai gamisnya.


"Nunggu kamu Dek. Kan kamu juga belum pakai hijabnya." Kata Rio santai.


"Yawda ganti sekarang. Aku juga udah mau selesai ini." Sedikit melirik kesal pada Rio yang masih tiduran santai.


"Iya istriku sayang." kata Rio sambil mencium pipi Sissy lembut. Sissy mencubit lengan suaminya yang usil.


Setelah itu mereka berangkat ke rumah Yoan.


Disana suasana sudah sangat sibuk. Sissy langsung menuju ke tempat Yoan dan membantu mengurus semua yang akan dibawa.


"Udah beres semua Si?" tanya Yoan yang masih dirias.


"Beres Yo. Seserahan udah masuk mobilku." kata Sissy.


"Bantuin ambil tas sama sepatu aku Si." kata Yoan yang sedang dibantu memakai kain dan kebayanya tukang riasnya.


"Oke. Apalagi ?" tanya Sissy.


"Dafa sama Papanya udah siap kan?" tanya Yoan.


"Udah nunggu di ruang tamu Yo. Tinggal kamu aja." jawab Sissy.


"Anak - anak pagar ayu gimana?" Yoan coba mengecek satu persatu.


"Udah berangkat bareng sama Difan. Yuk, kita keluar." Sissy menggandeng tangan Yoan.


"Bismillah. Semoga lancar semuanya." Yoan berdoa sebelum berangkat.


"Aamiin." jawab Sissy.


"Kok aku deg - deg an ya Si?" kata Yoan pelan.


"Cie.. Yang udah mau punya mantu. Udah tuwir kamu ya." ledek Sissy.


"Kayak kamu gak aja." balas Yoan sambil tertawa.


"Kan anak aku masih SMA Yo. Masih lama lah." jawba Sissy santai.


"Iya ya. Ngapain dulu nikah cepet. Jadi tua duluan. Hehehe." Yoan mulai merasa tenang.

__ADS_1


"Ya ntar giliran aku punya mantu kamu udah punya cucu banyak Yo. Enak lah." Sissy mencandai sahabatnya itu.


Mereka pun menghampiri Dafa dan Topan yang sedang ngobrol santai dengan Rio.


"Udah siap Ma? Cantik banget sih?" puji Topan membuat Yoan tersipu malu.


"Udah Pa. Ayo berangkat Dafa. Kamu sudah siap kan?" Yoan menggandeng anaknya.


"Siap banget Ma." Dafa memeluk Mamanya.


"Ayo Mas. Kita juga berangkat." Sissy mengajak Rio masuk ke mobilnya.


"Nanti waktu anak kita menikah kita masih menyaksikan gak ya Dek?" kata Rio tiba - tiba.


"Masih lah Mas. Kok kamu ngomongnya gitu." Sissy melirik kesal pada Rio.


"Ya namanya umur kan gak ada yang tahu. Kita pasti udah tua saat mereka menikah." ujar Rio.


"Ya semoga kita masih menyaksikan mereka menikah." jawab Sissy.


"Aamiin." Rio mengusap lembut kepala Sissy yang terbalut hijab.


Rombongan datang dan disambut oleh keluarga calon mempelai wanita. Dafa langsung masuk dan duduk berhadapan dengan Alif, Ayah Hana. Topan dan Yoan duduk di belakang Dafa. Hana beserta Amira ditemani oleh Zizi dan Sissy menunggu di bagian belakang masjid.


"Tenang ya Han. Jangan gugup." Zizi berbisik di telinga Hana.


"Iya Manda. Makasih." kata Hana.


"Kamu juga jangan tegang Ra." Sissy menyenggol Amira yang tampak menerawang.


"Aku inget 28 tahun yang lalu Si. Dulu aku juga akad nikah disini." kata Amira.


"Iya ya. Udah mau punya cucu jangan melow ya." Sissy memeluk sahabatnya itu.


"Iya. Kamu kan mantu cuma sekali Ra. Abis ini gantian Zizi yang mantu." kata Sissy sbil tersenyum pada mereka.


"Ah, Kinan belum pernah bawa calonnya ke rumah. Dia sibuk di rumah sakit." jawab Zizi.


Ya, Kinan meneruskan cita - cita orangtua Zizi yang gak tercapai yaitu menjadi dokter.


Ijab kabul dimulai. Alif sudah mengucapkan Ijab dan Dafa menjawabnya dengan lantang. Akhirnya Dafa dan Hana sah menjadi suami istri. Semuanya ikut mengucap syukur. Difan yang menatap keduanya dari jauh pun nampak lega dan mengucap syukur.


"Doaku selalu untuk kalian berdua." gumam Difan dalam hati.


"Kak.." panggil Aca menyenggol lengan Difan.


"Apa Dek?" tanya Difan menoleh pada gadis belia itu.


"Pulpennya mana?" tanya Aca.


"Kan udah ada di kresek bareng sama buku tamunya Dek." jawab Difan.


"Kreseknya mana Kak? Masih di mobil ya?" tanya Aca.


"Oh iya Dek. Kan itu buat nanti di gedung." jawab Difan lagi.


"Sekarang gak usah pake buku tamu? Tapi tadi ada yang kasih kado." Aca menunjuk pada beberapa kado yang ditumpuk di ujung meja.


"Itu paling juga dari keluarga. Kan yang diundang keluarga aja." kata Difan sambil menatap pada tumpukan kado itu.


"Trus itu gimana Kak?" tanya Aca lagi.

__ADS_1


"Yawda. biar Ical bantuin aku masukin ke mobil." Difan Melirik pada Ical.


Ical pun membantu Difan membawa kado ke mobilnya.


Setelah itu mereka menuju gedung untuk resepsi. Hana dan Dafa berganti baju di ruang ganti gedung. Aca, Vanya, Ical, dan Kian sudah bertugas menjaga buku tamu di depan.


Aca bersama Kian sedangkan Ical bersama Vanya.


"Yang, makan duku. Sini aku suapin." kata Dafa sambil mendekatkan sendok kemulut Hana.


"Aku makan sendiri aja Fa." kata Hana malu dilihat oleh periasnya.


"Gak papa Mbak. Biar waktunya gak terbuang buat makan." Kata Ibu perias.


"Tuh Ibunya aja gak papa. Ayo Aa.." Dafa kembali menyodorkan sendok berisi makanan.


"Anggap aja Ibu gak ada disini." kata Ibu perias sambil tersenyum.


Dafa dengan cueknya terus menyuapkan makanan itu bergantian antara Hana dan dirinya.


"Mas nya romantis banget ya. Ibu jadi ingat waktu muda dulu." kata Ibu perias yang tak berhenti tersenyum melihat Dafa yang sellau menggoda Hana.


"Suami Ibu juga romantis ya?" tanya Dafa.


"Iya Mas. Sampai sekarang juga masih romantis. Padahal kami udah punya cucu." cerita Ibu perias.


"So sweet banget. Doain kami juga bisa romantis sampai tua seperti Ibu dan Suami, juga seperti orang tua kami." kata Dafa yang kangsung diaminkan oleh Hana dan Ibu perias.


Acara resepsi pun berlangsung dengan lancar dan meriah. Sissy dan Zizi ikut sibuk menyapa tamu yang mereka kenal.


Tak lama kemudian tampak Kinan yang datang bersama teman lelakinya.


"Nda, Bun. Kenalin ini dr. Ridwan. Senior Kinan di rumah sakit." Kinan mengenalkan lelaki itu pada Zizi dan Sissy.


"Kerja di rumah sakit yang sama?" tanya Zizi basa basi.


"Iya tan. Tapi saya juga lagi ambil spesialis." jawab Ridwan.


"Nda, aku ke kak Hana dan Kak Dafa dulu ya." Kinan langsung menarik tangan Ridwan sebelum di interogasi lebih jauh.


"Kayaknya sebentar lagi mau mantu juga nih." ledek Sissy sambil menatap dua sejoli itu.


"Tungguin aja ntar aku interogasi. Punya pacar gak pernah dikenalin." gerutu Zizi mencari suaminya untuk melaporkan hal itu.


Sissy hanya tertawa menatap Zizi.


"Kenapa kok ketawa Dek?" tanya Rio yang sudah berdiri di samping Sissy.


"Itu Mas. Tadi Kinan datang sama teman cowoknya. Zizi langsung senewen lihatnya. Gak pernah dikenalin katanya." Sissy menceritakan kejadian tadi.


"Bentar lagi pesta lagi nih." kata Rio sambil tertawa.


Jangan lupa tetap dukung Author..


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2