
Tak terasa 2 bulan sudah berlalu. Hari - hari Aca diisi dengan fokus mengerjakan skripsi. Kemarin adalah bimbingan terakhirnya. Hari ini Aca sudah mendaftar dan menyerahkan berkas skripsinya.
Sissy dan Rio sengaja datang ke Bandung bersama Difan untuk menyemangati anak gadisnya itu.
"Bismilah ya Nak. Kamu pasti bisa." Rio menyemangati Aca.
"Kamu pasti bisa Ca. Bunda selalu doain kamu." Sissy memeluk Aca erat.
"Makasih Ayah, Bunda." kata Aca.
"Berangkat yuk. Aku anter kamu." kata Difan.
"Kita ikut juga yuk Bun." usul Rio.
"Gak udah Yah. Aku kan malu kalau ada kalian. Lagian masa sidang skripsi aja harus ditungguin." cegah Aca.
"Iya Yah. Kita tunggu di rumah aja." kata Sissy.
"Ya udah kamu dianter Difan aja." kata Rio.
"Iya biar aku yang nungguin Aca." Difan sudah siap mengantar Aca dengan motor milik Ical.
"Assalamualaikum." pamit Aca dan Difan.
"Waalaikumsalam." jawab Sissy, Rio dan Ical.
Aca dan Difan pun berangkat ke kampus.
"Padahal aku kan pengen jadi orang pertama yang dipeluknya saat lulus nanti." kata Rio sambil menatap punggung Aca yang sudah menghilang dari pandangan.
"Duh Mas sudah mulai posesif nih sama anak gadisnya. Apalagi bentar lagi bakal dilepas loh." goda Sissy.
"Justru karena itu Dek. Aku ingin menikmati momen yang tersisa sebelum tanggung jawabku pada Aca berpindah pada Difan." kata Rio.
"Iya deh terserah kamu aja Mas." Sissy meninggalkan suaminya yang masih cemberut.
Sementara itu Aca dan Difan sudah tiba di kampus. Difan memarkirkan motornya dan mengikuti Aca masuk ke gedung tempat sidang skripsi.
"Kakak mau ikut sampai depan ruangan ?" Aca merapikan bajunya.
"Gak. Aku tunggu disini aja. Kamu fokus dan semangat ya. Jangan lupa baca doa dulu." Difan memegang bahu Aca untuk menguatkannya.
"Iya Kak. Makasih. Aku masuk dulu ya." pamit Aca.
Aca menuju ruang sidang untuk mengikuti pembukaan sidang. Setelah pembukaan, Aca menunggu gilirannya di depan ruangan. Sambil menunggu Aca membaca kembali materi yang akan dipresentasikannya.
Saat tiba gilirannya, Aca pun masuk dan menempatkan dirinya di depan para penguji. Aca menatap pada dosen pembimbingnya dan menatap dukungan senyuman dan anggukan dari dosen tersebut.
"Selamat Pagi. Perkenalkan nama saya Khansa Putri Hanggana. Saya ingin mempresentasikan skripsi saya yang berjudul ........ " Aca mulai menyampaikan presentasinya.
Aca melakukan presentasi dengan lancar. Setelah 1½ jam melakukan presentasi dan tanya jawab akhirnya Aca keluar dari ruangan.
Aca langsung menemui Kak Difan yang menunggu di depan gedung.
"Kak.." panggil Aca.
"Udah selesai Ca ?" tanya Difan.
__ADS_1
"Alhamdulilah." jawab Aca.
"Hasilnya gimana ? Lulus kan ?" tanya Difan lagi.
"Hasilnya belum Kak. Nunggu 2 kloter lagi. Abis itu diumumkan bersamaan. Sekalian penutupan." kata Aca.
"Ya udah kita tunggu aja." kata Difan.
"Iya Kak. Aku deg - deg an banget." kata Aca sambil memegangi dadanya.
"Tapi tadi lancar presentasinya." tanya Difan.
"Alhamdulilah. Tadi lancar semua. Aku juga bisa jawab semua pertanyaan penguji." jawab Aca.
"Optimis aja kalo gitu. Kamu pasti lulus dengan nilai bagus." Difan membesarkan hati tunangannya.
"Iya Kak." Aca tersenyum pada Difan.
"Udah 2 jam. Kamu nunggu depan ruangan aja Ca. Takut gak denger pas dipanggil." kata Difan.
"Iya deh Kak. Kakak gak ikut ?" tanya Aca.
"Gak usah. Aku mau ke kantin dulu. Mau beli kopi." kata Difan.
Aca menunggu di depan ruang sidang sambil ngobrol dengan temannya yang ikut sidang juga hari itu.
Akhirnya sidang telah selesai. Semuapeserta diminta masuk ke ruangan.
"Alhamdulilah sidang skripsi hati ini telah selesai. Sebanyak 24 orang sudah melakukan presentasi dan hasilnya adalah kalian semua lulus." Ketua sidang memberikan pengumuman.
"Alhamdulilah." ucap para peserta sidang. Sebagian melakukan sujud syukur akan keberhasilan mereka.
"Kak Difan.." Aca langsung menghampiri Difan yang menunggunya.
"Gimana ? Lulus kan ?" tanya Difan.
"Alhamdulilah Kak. Nilaiku juga A. Tinggal revisi dikit aja." jawab Aca.
"Selamat ya Ca. Udah lulus kuliah." Difan memeluk Aca.
"Makasih Kak. Kita pulang yuk, udah gak sabar ketemu Bunda dan Ayah." ajak Aca.
"Hayuk." Difan memasangkan helm di kepala Aca.
"Assalamualaikum. Bunda.. Ayah.." Aca memasuki rumah mencari ibu dan ayahnya.
"Waalaikumsalam. Kamu kok teriak - teriak gitu sih Ca ?" Sissy menghampiri anaknya.
"Bunda.. Ayah.. Aku lulus." Aca memeluk Sissy dan Rio.
"Alhamdulilah. Selamat ya Sayang. Bunda bangga sama kamu." Sissy memeluk anak gadisnya.
"Ayah juga bangga sama kamu." Rio mengusap kepala Aca.
"Makasih Yah, Bun, udah doain aku." kata Aca menatap kedua orangtuanya.
"Itu udah kewajiban Ayah sama Bunda." kata Rio.
__ADS_1
"Loh Bun, Itu Difan dibiarin diem depan pintu ?" kata Rio sambil menunjuk ke arah calon menantunya.
"Loh iya Ayah. Bunda sampe lupa kalau ada Difan." Sissy langsung mennghampiri Difan.
"Kamu juga gimana sih Ca. Calon mantu Ayah kok ditinggalin di luar." omel Rio sambil menggoda Aca.
"Aca juga lupa kalau ada Kak Difan." Aca menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Fan, maafin Aca ya. Ninggalin kamu diuar. Ayo masuk." ajak Sissy.
"Gak apa - apa Bun. Kan Aca lagi berbagi kebahagiaan dengan Ayah sama Bunda." Difan tersenyum menatap Sissy.
"Masuk yuk Kak. Ini udah aku buatin minuman spesial." kata Aca sambil menarik tangan Difan untuk masuk.
"Ehem.." Rio menghentikan langkah kedua sejoli itu.
"Eh.. Maaf Yah. Reflek." Aca memberikan alasan.
"Makanya cepat di halalin biar bisa gandengan sepuasnya." sindir Rio.
"Saya sih mau aja Yah. Tapi nunggu tuan puteri nya." kata Difan sambil melirik pada Aca.
"Ya nanti dulu lah. Kan belum wisuda." kata Aca.
"Ca, Fan, Ayah inginnya kalian segera menikah. Untuk menghindari fitnah." kata Rio.
"Tapi Yah. Aku kan baru aja lulus. Masa buru - buru sih." kata Aca.
"Ya gak apa - apa toh. Lagian kalian mau nunggu apalagi." kata Rio lagi.
"Emang gak apa - apa Yah kalau kami cepat menikahnya." tanya Difan.
"Aca kan sudah lulus, cuma tinggal nunggu wisuda aja. Gimana kalau kalian nikah aja. Nanti pas wisuda bisa sekalian bulan madu." kata Rio yang disambut anggukan oleh Sissy.
"Bunda setuju Ca, Fan." kata Sissy.
"Aku sih mau banget Yah, Bun. Tapi persiapannya gimana ?" tanya Difan.
"Nanti biar Bunda yang ngomong sama Mama. Biar cateriing dan dekor bisa dimajukan." kata Sissy.
"Kamu sudah siap kan Ca ?" tanya Rio.
"Insha Allah Yah. Aca siap." jawab Aca menatap lelaki yang merupakan cinta pertamanya.
Difan pun menatap Aca dan tersenyum padanya. Aca pun melakukan hal yang sama pada calon suaminya.
Siap - siap mau kondangan ? Barengan yuk sama Otor. 😁😁
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
Bersambung