Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
(Bonus Chapter) #4 Syukuran 7 Bulanan


__ADS_3

#Akhirnya Othor memutuskan untuk menulis chapter bonus, melanjutkan sedikit cerita tentang kisah rumah tangga Aca dan Difan.


Mohon maaf ya kalo ada yang kurang nyambung..


Kasih saran dong buat cerita lanjutannya.. #


#Sst... Ada adegan ++#


Selamat Membaca 📖📖


...*****...


Tak terasa kehamilan Aca sudah memasuki usia kandungan 7 bulan. Kemarin sudah diadakan syukuran 7 bulan kehamilan yang dihadiri juga oleh Mama Papa dan Ayah Bunda.


Aca merasa bahagia banget bisa merayakan syukuran didampingi 2 ibu yang hebat. Apalagi Aca hamil anak kembar.


Saat ini Mama dan Papa Difan masih menginap di rumah mungil mereka. Begitu juga Ayah dan Bunda. Kedua besan yang memang bersahabat itu memang janjian datang bersama ke acara syukuran anak mereka.


"Ca, Bunda mau ngajak Mama jalan - jalan dulu ya. Mumpung lagi di Bandung." kata Sissy saat pagi itu mereka sedang berkumpul menikmati sarapan kupat tahu.


"Sama Ayah dan Papa juga ?" tanya Aca.


"Ya iyalah. Kalo mereka gak ikut, terus siapa yang nyupirin." jawab Sissy sambil tertawa.


"Sekalian biar ada yang bayarin belanjaan kita juga." Yoan ikut menimpali.


"Enak aja. Kan udah pegang semua uang. Masa masih minta dibayarin juga." protes Topan.


"Aku gak diajak Ma ?" tanya Aca.


"Jangan. Kandungan kamu udah besar. Diam aja anteng di rumah ya." larang Sissy.


"Iya. Kamu gak boleh terlalu capek." kata Difan.


"Aku kan juga pengen belanja Kak." rayu Aca.


"Boleh tapi gak sekarang. Lagian Mama sama Bunda kan mau ke Gunung Tangkuban perahu." Difan mengusap lembut kepala istrinya.


"Iya sayang. Besok atau lusa kita belanja baju buat si baby di Mall aja." bujuk Sissy.


"Iya deh Bun." jawab Aca pasrah.


Kedua pasang suami istri itupun pergi untuk jalan - jalan ke Gunung Tangkuban perahu meninggalkan Aca dan Difan di rumah.


"Den, Bibi juga pamit mau pulang. Besok Bibi kesini lagi." kata Bi Cicih.


"Iya Bi. Makasih ya." kata Difan lalu mengajak Aca untuk masuk ke rumah.


Aca langsung masuk ke kamar sedangkan Difan mengoreksi ujian mahasiswanya. Setelah selesai Difan menghampiri Aca di kamar. Dilihatnya Aca sudah tertidur pulas. Difan menelan ludahnya memandang tubuhnya Aca yang semakin seksi di kehamilannya.

__ADS_1


"Sayang..." panggil Difan lembut sambil mengusap perut buncit istrinya.


Melihat sang istri tak menanggapi panggilannya, Difan pun mengusap bagian tubuh istrinya yang menjadi favoritnya.


"Kak.." Aca mulai terusik ketika tangan Difan sudah menelusup masuk ke dalam baju nya.


"Sayang.. Aku pengen." bisik Difan.


"Kak, ini masih siang." kata Aca yang masih mengantuk.


"Mumpung gak ada orang. Kalo malam kan ada orangtua kita." Difan masih menggerayangi pa****ra Aca yang terlihat penuh itu.


"Kak.." Aca mulai mendesah akibat ulah tangan nakal suaminya itu.


"Boleh ya." Difan meminta ijin dari istrinya dulu.


Aca pun menggangguk mengiyakan.


Langsung saja Difan me***at bibir ranum sang istri. Sembari tangan terus memainkan dua gunung kembar miliknya itu. Difan pun mulai melucuti pakaian mereka satu persatu hingga tak bersisa. Ditariknya selimut untuk menutupi tubuh mereka.


"Kamu makin seksi aja Sayang." gumam Difan di depan dua gunung milik Aca. Hembusan nafas Difan membuat Aca meremang geli. Difanpun men***m kedua benda yang akan segera beralih kepemilikan itu.


"Agh.. Kak....." ucap Aca sambil menikmati perlakuan suaminya.


Difan tersenyum melihat reaksi istrinya.


"Hhmm.. Enak Sayang." kata Difan yang dibalaa anggukan oleh Aca.


"Udah basah Sayang. Aku masukin sekarang ya." bisik Difan lirih. Aca pun kembali mengganguk.


Tak perlu waktu lama, Difan pun melakukan penyatuan. Difan bergerak dengan perlahan dan hati - hati. Jangan sampai kegiatan mereka membahayakan janin dalam perut Aca.


"Kak..." teriak Aca saat Difan melakukan pelepasan.


"I Love You Sayang." bisik Difan sambil mencium dan memeluk Aca.


"Love You too." balas Aca sambil kemeluk suaminya erat.


Difan turun dari badan Aca dan mulai menyelimuti istrinya. Diapun ikut berbaring sambil memeluk dan mengusap perut buncit Aca dari belakang. Keduanya pun tertidur lelap karena kelelahan.


Aca menyingkirkan tangan Difan yang masih melingkari perutnya. Diliriknya jam di dinding.


"Kak... Udah jam 1, kita belum dhuhur." Aca mengguncang tubuh suaminya.


"Hhm.. Aku masih ngantuk sayang." kata Difan dengan mata yang masih terpejam.


"Ayo bangun Kak. Kita sholat dulu." kata Aca.


"Bentar lagi sayang. Kamu mandi duluan aja." kata Difan yang masih tetap terpejam.

__ADS_1


Aca pun bangkit menuju kamar mandi bersiap untuk mandi junub sekaligus mengambil wudhu.


Saat keluar dari kamar mandi, Aca melihat suaminya masih tertidur.


"Kak.. Ayo bangun." kata Aca.


"Iya bentar." jawab Difan yang mulai membuka matanya sedikit.


"Aku udah lapar Kak." bujuk Aca.


"Iya. Aku mandi dulu. Kita sholat terus makan." Difan langsung bangkit menuju kamar mandi.


Aca berganti baju sambil menunggu suaminya selesai mandi. Mereka pun sholat dhuhur berjamaah. Aca mencium tangan Difan setelah selesai sholat.


"Kamu mau makan apa Sayang ?" tanya Difan.


"Aku mau makan nasi timbel sama Sayur asem Kak." jawab Aca.


"Siap. Aku pesenin dulu ya." kata Difan sambil memesan makanan melalui aplikasi online.


Aca sudah siap duduk di meja makan saat pesanan makanan datang. Merekapun langsung menyantapnya dengan lahap.


Selepas Ashar, Mama, Papa, Bunda dan Ayah pulang ke rumah.


"Wah.. belanjaannya banyak banget." kata Aca melihat kantong belanjaan yang banyak.


"Ini Mama sama Bunda sekalian beli oleh - oleh buat Mama Amira dan Manda." kata Yoan.


"Buat kamu juga ada kok Sayang." kata Sissy.


"Sekalian kita juga beliin buat si kembar." kata Yoan sambil membuka jumper suite.


"Lucu banget Ma. Tapi kok warnanya putih ?" tanya Aca.


"Kan kita belum tau jenis kelaminnya. Jadi kita pilihin warna yang netral." jawab Yoan.


"Iya sih. Makasih ya Ma, Bun." Aca mencium pipi Ibu dan mertuanya bergantian.


Topan, Rio dan Difan hanya tersenyum sambil geleng - geleng melihat kelakuan ketiga wanita yang sedang heboh membongkar setiap kantong belanjaan.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Juga ada "Mengejar Cinta Shavira" yang bercerita tentang kisah cinta Ical, saudara kembar Aca.


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌

__ADS_1


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2