
Sissy dan Rio menuju kamar mereka di lantai atas. Sissy membuka lemari dan berganti baju. Rio yang melihat istrinya berganti baju jadi tergoda. Dihampirinya Sissy, dipeluknya dari belakang.
"Mas, apaan sih?" Sissy berusaha melepaskan tangan Rio dari tubuhnya.
"Peluk bentar Dek." Rio makin mengetatkan pelukannya di pinggang Sissy.
"Mas, Aku kan mau ganti baju." protes Sissy.
"Pengen Dek. Liat nih, ada yang bangun." Tangannya meraih tangan Sissy untuk memegangi si utun yang sudah bangun di balik celananya.
"Iih. Apaan sih Mas. Kan masih pagi." Sissy langsung menarik tangannya.
"Ya gak papa. Kemaren kan gak main ke goa." bisik Rio sambil menciumi tengkuk Sissy. Tangannya pun sudah memainkan bukit kembar yang hanya tertutup b**.
"Hhmm." Sissy mulai bingung dengan reaksi tubuhnya yang nenikmati setiap sentuhan Rio.
"Ayo Dek, bentar aja." Rio menarik tangan Sissy ke ranjang. Dia melepaskan daster yang dipegang Sissy.
Rio mulai melepaskan kaosnya dan mencopot celana panjang milik Sissy. Ruo pu mulai melepaskan celana panjangnya sambil menatap tubuh Sissy yang sudah separuh telanjang. Rio kembali mencium bibir Sissy dengan rakusnya. Sambil me****t, diapun mencari kait b** Sissy dan melepaskan. Langsung dilahapnya dua bukit kembar Sissy yang semakin membuat Sissy keenakan.
"Mas.." Sissy mendesah dan menggelinjangkan tubuhnya. Rambut Rio pun menjadi sasaran jambakan tangannya.
"Mmhh.." Sissy mendesah lagi.
"Sekarang ya Dek?" kata Rio sambil melepaskan pa****ra Sissy. Sissy hanya mengangguk dan menbiarkan Rio melepas ****** ********.
*tok.. tok.. * Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.
Sissy dan Rio pun langsung panik mencari selimut untuk menutupi tubuh mereka.
"Iya. Kenapa?" Teriak Sissy tanpa membuka pintu kamar.
"Mbak, Disuruh Mama makan dulu." kata Mbak Sari di depan pintu.
"Iya Mbak. Nanti kita turun." jawab Sissy.
"Nanti malam aja ya Mas kita lanjutin." kata Sissy sambil memakai bajunya.
"Sialan. Gagal deh si utun senang- senang." Batin Rio sambil telentang di ranjang.
"Kamu turun duluan aja Dek. Mas mau nidurin si utun dulu." kata Rio kesal.
"Kasian." kata Sissy sambil mengusap lembut wajah Rio.
Dia pun segera turun ke ruang makan sebelum suaminya itu berubah pikiran.
"Hai Ma." Sissy mencium Mamanya yang sudah duduk di meja makan.
"Suamimu mana?" tanya Mama jetika dilihatnya Sissy turun sendirian.
"Masih di kamar mandi. Nanti nyusul kok." Sissy menuangkan nasi dan lauk pauk ke piring Mamanya.
"Rara kemana Ma?" Sissy mencari keponakannya yang lincah itu.
"Lagi ke toko buku sama temennya." kata Mama.
"Ooh." jawab Sissy singkat.
Tak lama Rio pun bergabung dengan mereka. Sissy reflek menatap si utun yang sepertinya sudah tenang di balik celana. Sissy pun tersenyum mengingat kejadian tadi yang langsung di senggol oleh Rio yang masih bete.
__ADS_1
Selesai makan Sissy sengaja menghindari suaminya untuk sementara. Dia pun memilih menemani Mama nonton TV, sedangkan Rio memilih menuju kamar untuk tidur.
Setelah Mama tidur siang, Sissy menuju kamarnya untuk melihat Rio. Dilihatnya suaminya itu sudah tertidur pulas. Sissy pun naik ke ranjang dan ikut berbaring di samping suaminya. Sissy memeluk pinggang dan tertidur di dada suaminya. Sissy paham betul kalo Rio sudah tidur pasti tak akan mudah terbangun meskipun disentuh atau dipeluk.
Rupanya Sissy tertidur pulas hingga tak sadar Rio sudah tidak ada di sampingnya.
Dia pun keluar kamar mencari Rio. Dilihatnya Rio sedang merokok di teras.
"Mas, udah bangun?" Sissy menghampiri Rio.
"Baru aja." kata Rio memandang sekilas pada Sissy.
"Aku bikinin kopi ya." Kata Sissy disambut anggukan oleh Rio.
Sissy pun turun membuatkan kopi.
"Non, sini sama Mbak aja." kata Mbak Sari ketika melihat Sissy di dapur.
"Gak usah Mbak. Buat suami harus aku yang bikin." ujar Sissy sambil tersenyum pada Mbak Sari.
"Iya Non. Mbak bangunin Mama dulu." Mbak Sari pun menuju kamar Mamanya.
Sissy segera membawa secangkir kopi ke teras atas.
"Makasih Dek." kata Rio ketika Sissy meletakkan cangkir kopi di sebelahnya.
"Dek, Aku besok pulang pagi - pagi aja ya." kata Rio.
"Katanya mau ke Dampit lagi?" tanya Sissy.
"Gak jadi. Proyeknya diundur." jawab Rio.
"Ooh. Oke Mas." kata Sissy.
"Waalaikumsalam." jawab Mbak Sari sambul membukakan pintu.
Sissy mengintip dari lantai atas, dilihatnya ketiga sahabatnya datang bersama suami mereka. Sissy segera berlari ke kamar untuk mengambil hijabnya.
"Assalamualaikum pengantin baru." Yoan memberi salam pada mereka.
"Waalaikumsalam." jawab Sissy dan Rio kompak.
"Rombongan nih." kata Sissy melihat formasi lengkap sahabatnya beserta suami mereka.
"Iya dong. Mumpung bisa kumpul." Amira mewakili mereka.
Para suami memulih untuk ngibrol di teras. Sedangkan para istri ngerumpi di depan TV.
"Gimana Si? Enak?" tanya Zizi ti the point sambil mengedipkan matanya.
"Apaan?" Sissy tersipu malu.
"Pura - pura gak tau." Yoan ikut meledek Sissy.
"Hahaha. Masa nanya kayak gitu. Kalo Rio denger kan malu." Elak Sissy.
"Halah, paling suamimu juga lagi diinterogasi sama suami - suami kita." kata Zizi lagi.
Sissy hanya tertawa kecil mendengar ucapan sahabatnya yang imut itu.
__ADS_1
"Gimana Si?" Yoan bertanya kepo.
"Harus dijawab banget ya?" Sissy masih berusaha mengelak.
"Ya iyalah. Jangan bilang kalo kamu masih perawan." Yoan menatap tajam pada Sissy.
"Ya gak lah." jawab Sissy singkat.
"Tuh kan. Gimana rasanya?" Zizi terus mendesaknya dengan pertanyaan yang sama.
"Iya iya. Sakit tapi lama - lama enak." Sissy langsung menutup mukanya menahan malu.
"Pasti jadi ketagihan kan?" kata Amira.
"Ya namanya juga masih baru. Wajarlah. Apalagi besok udah ditinggal." kata Sissy sedikit sedih.
"Yang bener? Kamu gak jadi pindah kesana?" tanya Yoan.
"Belum. Nanti awal bulan baru pindah." kata Sissy.
"Kenapa gak langsung ikut pindah?" tanya Amira.
"Ya Kan masih banyak yang harus diurus dulu. Terutama Mama. Trus aku juga harus nyelesaiin kerjaan di Cake Shop dulu." Jawab Sissy panjang lebar.
"Iya juga sih." Amira manggut - manggut.
"Kalian gak mau kan aku ninggalin Cake Shop begitu aja." Sissy balik bertanya ke sahabatnya.
"Ya gak lah. Trus rencananya gimana?" Zizi ikut bertanya.
"Ya kalo aku udah pindah ke Surabaya, Ntar kerjaan aku handle dari sana. Trus sebulan sekali lah nengok k Cake shop." Kata Sissy.
"Kalian juga gak usah piket lagi. Kita rekrut manager aja." Kata Sissy lagi.
"Ngapain Si? Sayang loh." Zizi kurang setuju dengan usul Sissy.
"Biar profesional. Kan gak enak masa kalian piket, aku gak." jawab Sissy.
"Betul juga sih. Kita tetep boleh main ke Cake Shop tapi kita gak pake jadwal piket lagi. Gitu kan maksud kamu Si?" Kata Yoan.
"Iya betul. Tapi tugas kita masing - masing tetep ya." Sissy menambahkan.
"Iya. Kita bisa ngerjakan tugas kita dari rumah aja." Amira ikut berkomentar.
"Oke deh. Paham." jawab Zizi.
Malam harinya Rio merasa kurang enak badan dan meminta Sissy untuk mengerok punggungnya.
"Kamu masuk angin, kelamaan di teras tadi Mas." kata Sissy.
"Iya sepertinya." jawab Rio lirih.
Setelah dikerok, Rio pun tertidur pulas. Kali ini giliran Sissy yang bete karena gagal '***-***'. Dia ingin membangunkan Rio tapi kasian melihat tidurnya yang pulas. Akhirnya Sissy pun ikut tertidur di samping suaminya.
Sepertinya Rio harus puasa dulu.
Penasaran dengan kisah apa lagi yang terjadi pada kehidupan mereka?
Dukung terus ya.. jangan lupa like 👍 dan komen. Juga Vote..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung