
# Karena Author baru lulus kontrak, kita kasih bonus, 3 episode hari ini. #
Selamat Membaca 📖📖📖
Pagi itu Sissy masih terbaring di kamarnya setelah tadi pagi pingsan di samping jenazah Papa yang masih disemayamkan di rumah.
Flashback On
Dari semalam Sissy tak mau beranjak dari sisi jenazah Papa. Dia terus mengaji dan menangis di samping jenazah Papa. Mama dan Teh Ochy sudah beristirahat di rumah Teh Santi yang bersebelahan dengna rimah Papa.
"De, kamu istirahat dulu." kata Teh Santi.
"Gak Teh. Aku nemenin Papa aja disini." jawab Sissy lirih.
"Kamu perlu istirahat De. Ayo ke kamar temani suamimu." Teh Santi mulai memaksa Sissy untuk berdiri.
Akhirnya Sissy berjalan ke kamar. Dilihatnya Rio masih sholat. Sissy pun naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya disana. Dia masih memikirkan Papa, merasa bersalah karena selalu galak pada Papanya.
"Dek, kamu istirahat ya. Jangan nangis terus." Rio sudah naik ke ranjang dan memeluk Sissy.
"Mas, aku ingat Papa. Rasanya aku banyak salah sama Papa." kata Sissy disela isakannya.
"Gak Dek. Semua emang jalannya harus begini." Rio berusaha menenangkan.
"Aku ngerasa belum wujudin keinginan Papa untik punya cucu laki - laki." kata Sissy lagi.
"Insha Allah nanti kita akan punya anak laki - laki." kata Rio lagi.
"Iya Mas." Sissy masih menangis dipelukan Rio.
"Kita doain Papa aja. Ikhlasin kepergiannya." Rio mengusap lembut kepala Sissy yang masih tertutup hijab.
Rio pun membaringkan Sissy dan tidur bersamanya.
Pagi harinya Sissy terbangun dan langsung berlari menuju ruang tamu tempat jenazah Papa disemayamkan.
"Papa, jangan tinggalin Ade Pa." Sissy menangis sambil mengusap tubuh kaku Papanya.
Andri dan Yoga yang sedang berjaga disitu pun terbangun dan menghampiri kakak tirinya itu.
"Teh, yamg sabar. Kita harus ikhlasin Papa." kata Andri lembut.
Sissy tak memperdulikan ucapan Andri. Dia masih saja menangis memanggil Papanya.
"Dek, udah. Kita sholat aja yuk. Doain Papa." Rio yang dijemput Yoga datang menghampiri Sissy.
Sissy pun menatap suaminya dan mengangguk pelan. Saat berdiri hendak berjalan ke kamar, tiba-tiba Sissy merasa pusing dan kehilangan kesadarannya. Rio dengan sigap menangkap Sissy sebelum jatuh ke lantai. Dengan dibantu Yoga dan Andri, Sissy digotong ke kamar.
Flashback Off
Setelah satu jam, akhirnya Sissy pun sadar.
"Mas, aku kenapa?" tanya Sissy pada Rio yang menungguinya.
"Kamu pingsan Dek." jawab Sissy.
"Aku ngerasa pusing Mas." kata Sissy lemah.
"Ini kamu minum dulu biar ada tenaga." Rio menyodorkan gelas berisi teh manis hangat.
Sissy pun meneguknya dan merasakan hangat menjalar ke tenggorokan dan perutnya.
"Udah jam berapa ini Mas?" tanya Sissy.
__ADS_1
"Jam setengah 7 Dek. Kenapa?" Rio balik bertanya.
"Aku mau mandi trus ikut ke pemakaman Papa." jawab Sissy.
"Kamu masih lemah Dek. Istirahat aja disini ya!" Rio mengusap tanga Sissy lembut.
"Gak Mas. Aku kuat kok. Bentar aku mandi dulu." Sissy bangkit dan menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai bersiap, Sissy keluar dati kamar. Dilihatnya Mama, Teh Ochy, Rara dan Icha sudah berkumpul disana.
"De, kamu udah baikan?" tanya Mama menyuruh Sissy mendekat.
"Udah kok Ma. Sissy mau ikut ke makam." kata Sissy.
"Kamu yakin Dek?" Teh Ochy khawatir dengan kondisi Sissy.
"Iya Teh. Udah gak papa kok." Sissy memang sudah berhenti menangis.
"Yawda. Rio, kamu jagain Sissy ya." Teh Ochy menatap adik iparnya.
"Iya Teh." Rio menjawab singkat.
Setelah disholatkan jenazah Papa pun dibawa ke area pemakaman yang berjarak 600m dari rumah. Sissy, Mama dan Ibu naik di mobil bersama Rio. Sedangkan yang lainnya berjalan kaki ikut rombongan pengantar.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan lancar. Setelah berdoa sejenak, Sissy pun langsung pulang karena merasa sangat pusing.
Rio memapah Sissy turun dari mobil menuju ke kamar.
"Istirahat dulu Dek. Biar gak pusing." kata Rio sambil membawa Sissy ke ranjang.
Sissy pun berbaring tanpa banyak protes.
Rio keluar kamar setelah Sissy tertidur. Dia menemani Andri yang sedang duduk di teras.
"Gak Mas. Nanti aja. Gantian dengan Ibu dan Riska." jawab Andri yang sedang merokok.
"Aku temanin. Mama sama yang lainnya di rumah sebelah ya?" tanya Rio lagi.
"Iya. Teh Sissy udah istirahat?" Andri balik bertanya.
"Udah. Kasian dia ngerasa terpukul karena meninggalnya Papa." kata Rio.
"Aku sih gak terlalu dekat dengan Papa juga sih Mas. Tapi kata Ibu memang Teh Sissy yang paling dekat sama Papa." Andri bercerita.
"Sissy bilang juga gitu sih. Bahkan sama almarhum A Arya juga sering berdebat katanya." Rio menimpali.
"Assalamualaikum." Teh Santi memberi salam.
"Waalaikumsalam." jawab mereka kompak.
"Ibu dimana Ndri?" tanya Teh Santi.
"Di kamar Teh. Lagi istirahat." kata Andri.
"Teteh masuk ya. Siapa tau udah bangun." Teh Santi langsung masuk tanpa menunggu jawaban dari Andri.
Tak lama Teh Santi pun keluar lagi diikuti oleh Ibu Titi.
"Yawda Bu. Saya belanja sama Ochy aja. Assalamualaikum." pamit Santi pada Ibu Titi.
"Mau dianter Teh?" Rio menawarkan pada Santi.
"Kamu gak capek?" tanya Teh Santi.
__ADS_1
"Kan ngantermya naik mobil Teh. Dari pada diem aja. Pegel semua badannya." kata Rio.
"Iya udah deh. Boleh. Teteh manggil Ochy dulu ya." kata Teh Santi.
"Saya ambil kunci mobil dulu." Rio pun masuk ke kamar.
Dilihatnya Sissy masih tertidur.
Rio mencium sekilas kening Sissy dan langsung keluar lagi.
"Bu, nitip Sissy dulu ya. Saya nganter belanja dulu." pamit Rio.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Acara tahlilan sore hari nya berjalan lancar. Banyak sekali yang datang untuk ikut mendoakan almarhum Papa. Badan Sissy masih terasa lemah terutama kalo dipakai duduk lama. Sissy pun tak bisa membantu persiapan tahlilan.
"Kamu sakit apa sih Dek. Kok belum pulih juga?" tanya Ochy setelah tahlilan selesai.
"Gak tau Teh. Badan rasanya lemes banget. Kalo dipakai berdiri juga suka pusing." kata Sissy.
"Makannya kurang mungkin ya. Tapi kan udah gak nangis." Ochy merasa curiga dengan kondisi Sissy.
"Iya. Tadi pagi makan sedikit langsung mual." jawab Sissy.
"Kondisi kamu aneh Dek. Masa capek gak habis - habis." kata Ochy.
"Ya gak tau Teh. Biasanya aku selallu kuat kok. Bawaannya pengen tidur mulu jadi makin lemes deh." keluh Sissy.
"Yawda, nanti Teteh belikan vitamin ya." Ochy menepuk bahu Sissy lembut.
"Iya Teh. Makasih." Sissy segera masuk ke kamar.
"Yo, kamu ngerasa kondisi Sissy aneh gak?" tanya Ochy pada Rio yang duduk di teras.
"Ya gak juga sih Teh. Kayaknya Kecapekan nangis aja." Rio tidak mencurigai apapun.
"Kamu ngerasa ada yang aneh dengan bentuk tubuh Sissy?" Ochy berbisik di telinga Rio.
"Apaan sih Teh. Gak ada, biasa aja." Rio malu dengan pertanyaan Teh Ochy.
"Jangan malu. Kapan terakhir hubungan?" Ochy bertanya tanpa malu pada adik iparnya.
"Sebelum kesini Teh. Sekitar 3 hari yang lalu." Rio menjawab dengan malu.
"Fix ini sih." gumam Ochy.
"Fix apaan Teh?" Rio bingung dengan ucaoan Ochy.
"Udahlah. Ntar juga tau." kata Ochy sambil berlalu meninggalkan rumah.
Ochy yang merasa curiga dengan kondisi Sissy segera pergi ke apotek untuk membeli sesuatu.
Apa yang dibeli Ochy?
Yang tau boleh nebak deh..
Dukung terus author ya..
Like 👍, Komen, Vote
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1