Kisah Cinta Sang Perawan Tua

Kisah Cinta Sang Perawan Tua
#59 Khalid & Khansa


__ADS_3

Setiap hari Sissy selalu memerah asi nya untuk bayi kembarnya. Kondisi si kembar sudah mulai stabil. Hanya tinggal menunggu waktu hingga mereka bisa keluar dari inkubator dan diperbolehkan pulang. Sedangkan Rio masih koma. Sudah hampir satu minggu dia terbaring di ruang ICU.


"Pagi Bu Sissy." sapa dokter Yuni saat Sissy sedang menengok si kembar di ruang inkubator.


"Pagi dok." Sissy tersenyum pada dokter yang merawat si kembar.


"Alhamdulilah Bu. Hari ini si kembar kondisi nya sudah baik, nanti siang sudah bisa keluar dari inkubator." kata dokter Yuni.


"Alhamdulilah dok. Kapan kami bisa pulang?" tanya Sissy lagi.


"Insha Allah besok sudah bisa pulang Bu. Kita lihat kondisi si kembar hari ini." ucapan dokter Yuni membuat Sissy tersenyum lega.


"Makasih ya dok." kata Sissy.


"Ibu juga harus sehat ya biar Asi nya lancar." kata dokter Yuni sebelum meninggalkan Sissy bersama si kembar. Sissy hanya menjawab dengan anggukan.


"Kamu dengar Nak. Besok kita sudah bisa pulang." Sissy mengajak ngobrol kedua bayinya.


"Semoga Ayah juga cepat bangun dan bisa pulang bareng kita." Sissy memegang tangan kecil Khansa.


"Khalid juga doain Ayah ya." Sissy tersenyum pada bayi lelakinya yang memegang erat jarinya.


Habis dari ruang bayi Sissy menyempatkan untuk mampir ke ruang ICU menemui Rio.


Dengan berjalan tertatih Sissy mendekat pada Rio yang masih terbaring diam di ranjangnya.


"Mas, kamu bangun dong. Besok aku dan anak kita sudah boleh pulang." Sissy mengelus lembut tangan suaminya.


"Kamu harus lihat si kembar Mas. Mereka mirip sama kamu. Terutama mata dan hidungnya." Sissy mulai mengusap pipi Rio yang mulai brewokan itu.


"Mas, aku kangen sama kamu. Kangen dipeluk kamu, kangen manja sama kamu, kamu wangi kamu." Sissy mulai menangis.


"Mas, semua orang juga kangen sama kamu. Bunda, Mama, Adik - adik, ponakan kamu, semua kangen sama kamu. Ayo bangun Mas." Sissy masih menangis sambil memperhatikan wajah tampan suaminya itu.


"Aku pamit dulu ya Mas. Besok aku kesini lagi dan kamu harus bangun ya." Sissy menciumi kening, pipi dan bibir suaminya.


Tanpa Sissy sadari, setelah dirinya pergi, Rio pun meneteskan air matanya. Jauh di bawah alam sadarnya Rio ingin memeluk dan menenangkan istrinya itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Siang itu dokter Yuni memenuhi janjinya untuk membawa si kembar pada Sissy. Akhirnya Sissy bisa memeluk si kembar dengan bebas. Dan untuk pertama kalinya Sissy bisa menyusui langsung si kembar. Pertama Khansa yang dia susui setelah itu baru Khalid. Cara menyusu bayi cowok dan cewek memang berbeda. Khalid lebih rakus menyusu nya sampai pa****ra Sissy terasa kosong. Sissy masih menatap Khalid yang sedang menyusu padanya, sedangkan Khansa lagi digendong oleh Ranti, sang tante.


"Siapa nih Mbak namanya?" tanya Ranti.


"Yang cowok Khalid, yang cewek Khansa." jawab Sissy.


"Khansa mirip sama Mas Rio ya Mbak?" kata Ranti sambil mengusap pipi bayi yang sedang tertidur di pelukannya itu.

__ADS_1


"Iya. Khalid juga mirip sama Mas Rio." kata Sissy.


"Tapi kulitnya putih ngikut Mbak nih." ujar Ranti.


"Ya syukur deh gak gosong kayak Ayahnya. Hehehe." meski tertawa tapi Sissy merasa sedih karena teringat Rio yang belum sadar juga.


"Yang sabar ya Mbak. Jangan banyak pikiran biar si kembar juga gak rewel." kata Ranti sambil mengelus bahu Sissy.


"Iya Ran. Makasih ya kamu mau nemenin Mbak." kata Sissy sambil tersenyum pada adik iparnya itu.


Malam itu Mama dan Bunda datang menjenguk Sissy menggantikan Ranti yang sudah pulang tadi sore.


"Kondisi kamu gimana De?" tanya Mama sambil mencium kening anaknya.


"Alhamdulilah Ma. Udah bisa jalan normal kok. Ya masih ada sakit sedikit sih tapi kadang - kadang aja kerasanya." kata Sissy.


"Syukurlah." Mama duduk di kursi samping ranjang Sissy.


"Nak, Bunda suapin ya." kata Bunda sambil mengambil piring makanan Sissy.


"Iya Bun." Sissy pun makan dengan lahap.


"Ma, Kalo Ade udah keluar dari rumah sakit, Mama juga pulang ke Malang aja ya." kata Sissy pelan, takut menyinggung Mamanya.


"Mama Mau nemenin kamu aja De." kata Mama.


"Iya Bu. Kan ada saya yang nemenin Sissy." kata Bunda.


"Iya deh. Kalo kamu udah keluar dari rumah sakit baru Mama pulang ke Malang." Mama terpaksa menyetujui permintaan Sissy.


"Mana nih Cucu Mbah kok belum datang?" Bunda mencoba mengalihkan pikiran Besan dan menantunya itu agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.


"Iya Eyang juga udah gak sabar pengen gendong mereka." kata Mama.


"Bentar lagi juga diantar kesini Ma, Bun." kata Sissy sambil membetulkan posisi duduknya.


Tak lama kemudian suster membawa boks si kembar masuk ke ruangan.


"Tuh kan bener. Mereka datang." kata Sissy.


"Waktu nya menyusui ya Bu Rissya." kata suster.


"Makasih Sus. Biar nanti saya yang kasih ke Ibunya." kata Bunda.


Bunda langsung menggendong Khansa dan memberikannya pada Sissy. Kemudian Bunda juga menggendong Khalid dan duduk di sebelah Mama.


"Nih Bu. Cucu laki - laki kita." Bunda mengarahkan Khalid agar melihat Eyangnya.

__ADS_1


"Lucunya kamu Nak." Mama membelai lembut pipi cucu lelaki pertamanya itu.


"Seneng kan punya cucu jagoan." kata Bunda.


"Iya. Ini cucu lelaki pertama saya." kata Mama menciumi pipi Khalid


"Khalid.. Kenalin nih Eyang sama Mbah." Bunda mencubit lembut pipi Khalid. Khalid langsung meresponnya seolah tau apa yang dibicarakan Mbah nya.


"Besok kita udah bisa pulang Bun." kata Sissy yang masih menyusui Khansa.


"Oh ya? Alhamdulilah." Bunda tersenyum menatap Sissy.


"Alhamdulilah ya De. Sama si kembar juga kan?" tanya Mama.


"Iya dong Ma." kata Sissy sambil melepas pa****ra nya dari mulut Khansa yang sudah tertidur. Bunda mengambil Khansa dan memberikannya pada Mama. Kemudian Khalid diberikan ke Sissy untuk disusui.


"Repot juga ya punya anak kembar. Ribet pas mau nyusu gini. Hehehe." keluh Bunda setengah bercanda.


"Dinikmatin ajalah Bun." jawab Sissy.


"Sayang ya Ayahnya gak bisa ikut merasakan keribetan ini." kata Bunda sedih mengingat anaknya yang masih koma.


"Iya Bun." Sissy hanya menjawab singkat.


"Oh iya Nak. Kemarin bos nya Rio telpon. Nanyain gimana kondisi kalian." kata Bunda.


"Nelponnya kemana Bun?" tanya Sissy.


"Ke Hp nya Rio. Mau telpon balik tapi kan kita gak tau passwordnya jadi ya cuma bisa angkat telpon aja." jawab Bunda.


"Trus apa katanya Bun?" tanya Sissy lagi.


"Kemarin ngobrolnya sama Haris. Bunda takut gak ngerti." jawab Bunda.


"Ya udah besok aja Sissy tanya ke Haris." kata Sissy.


"Tapi kamu tau password Hp nya Rio?" tanya Bunda.


"Tau Bun. Biar besok aja aku tanya lagi ke Haris." kata Sissy sambil menyerahkan Khalid yang sudah tertidur di pelukan Sissy.


Gaes.. Doain ya biar Rio cepat sadar..


Jangan lupa LikeπŸ‘, Komen dan Vote..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2