
Hari ini Resto Gending kedatangan tamu besar yaitu Walikota dan keluarga besarnya. Mereka Makan siang disana. Sejak pagi pengawal dan ajudan sudah bersiaga di depan Resto tersebut untuk menghindari orang yang mencurigakan. Ruangan VIP yang digunakan pun sudah disterilkan sebelumnya. Sissy pun turun tangan langsung dengan persiapan ruangan dan makanan untuk orang nomer 1 di kota Malang itu. Beberapa tamu yang akan datang merasa risih dan mengurungkan niatnya untuk makan disitu. Suasana terlihat penuh ketegangan. Untungnya masih ada tamu yang mau makan disana sehingga operasional Resto pun seperti biasanya. Setelah 2 jam rombongan Walikota pun beranjak pergi dari Resto. Sissy dan staf lainnya pun bisa bernafas dengan lega.
Sepulang kerja Sissy pun mampir ke Cake Shop. Kebetulan hari ini jadwal rutin pertemuan mereka berempat.
"Assalamualaikum." Sapa Sissy ketika masuk ke Cake Shop.
"Waalaikumsalam." Jawab Metty, kasir di Cake Shop Pelangi.
"Belum pada datang yang lainnya?" Tanya Sissy.
"Tadi mbak Yoan udah datang, tapi barusan keluar buat beli makanan katanya." jawab Metty.
"Ooh.. Iya deh. Ini aku juga bawa minuman. Nih dibagi sama yang lain ya." Kata Sissy sambil memberikan bungkusan ke Metty.
Sissy masuk ke ruangan kerja Owner dan duduk santai di sofa. Karena capek dia pun terlelap. Hingga ada seseorang yang mengguncang pelan tubuhnya.
"Si, bangun. Ayo kita meeting dulu." Kata Zizi pelan.
"Eh iya. Maaf aku ketiduran." Ujar Sissy sambil bangkit menuju ke kamar mandi.
Setelah cuci muka, Sissy pun menuju k area depan Cake Shop.
"Hi girls." Sapa Sissy pelan.
"Kamu kenapa Si? kok lemes gitu ?" Yoan penasaran dengan sikap Sissy.
"Capek aja Yo. Tadi abis ada Walikota makan di Resto." jawab Sissy.
"Secapek itu ? Kayaknya ada hal lain yang kamu sembunyikan?" Yoan tidak puas dengan jawaban Sissy.
"Gara-gara mobil merah kemaren ya Si?" Ujar Amira membuat yang lain makin bingung.
"Ada apa emang?" Zizi mulai penasaran.
"Hhmm. Kayaknya sih, soalnya semalem kurang tidur karena kepikiran itu." Jawab Sissy.
Sissy pun menceritakan lagi soal mobil merah itu kepada sahabatnya bahkan Sissy pun menceritakan kejadian sore kemarin.
"Masa sih Pak Erick yang buntutin kamu?" Kata Zizi gregetan.
"Kalo dari ceritamu orangnya baik kan?" Sahut Amira
"Aku juga gak tau. Kemarin cuma liat Pak Erick berdiri di sebelah mobil merah itu." jawab Sissy.
"Yawda kamu harus hati-hati aja Si." Kata Amira lagi.
"Mending pake ojek atau jemputan langganan." Saran Yoan.
"Iya. Kemarin Rio juga nyaranin kayak gitu. Kalian ada kenalan supir taksi online gitu?" Sissy bertanya kepada ketiga sahabatnya.
"Aku ada nih Si. Temen SMP aku yang supir taksi online. Mau aku tanyain?" Zizi mengambil hp nya ketika dilihatnya Sissy mengangguk.
Zizi pun menelepon temannya dan meminta untuk datang ke Cake Shop Pelangi.
"Bentar lagi orangnya datang Si." Kata Zizi.
"Alhamdulilah." Sissy merasa lebih tenang.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan meeting untuk program spesial di bulan depan. Mereka selalu memberikan diskon atau harga spesial di waktu-waktu tertentu tiap bulannya.
Malam itu Sissy pun pulang diantar oleh Mas Bima, taksi online yang akan mengantar jemputnya.
*ttrrtt.. ttrrrtt..
Rio
Assalamualaikum. Gimana keadaanmu Dek?
Sissy
Waalaikumsalam. Alhamdulilah udah lebih tenang.
Rio
Mobil itu udah gak ngikutin kamu?
Sissy
Alhamdulilah hari ini mobil itu gak keliatan Mas..
Rio
Ya semoga emang cuma kebetulan aja Dek.
Sissy
Semoga ya Mas.
Oh iya Mas. Untuk sementara aku brkt kerja diantar jemput sm Mas Bima. Dia sopir taksi online temennya Zizi.
Rio
Sissy
Insha Allah Mas. Dia temennya Zizi.
Rio
Ooh.. Syukurlah kalo gitu. Pokoknya kalo ada apa-apa bilang sama Mas ya Dek.. Kapanpun jam berapapun hubungi Mas.
Sissy
iya Mas Insha Allah.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya Mas Bima menjemput Sissy jam setengah 8 di rumahnya.
"Mas, jangan lupa nanti jemput jam 5 ya." Sissy mengingatkan Bima sebelum dia turun dari mobil.
"Iya Mbak. Nanti saya WA kalo sudah sampai. Mbak tunggu di dalam aja." kata Bima
"Iya Mas." jawab Sissy.
Hari itu Sissy diajak bu Niken ke Batu untuk survey furniture dan peralatan untuk Resto mereka. Seharusnya Bu Niken berangkat dengan pak Rully, tapi karena beliau cuti mendadak akhirnya mengajak Sissy. Para owner bermaksud mengganti sebagian furniture mereka. Selain itu juga akan membeli peralatan masak untuk Kitchen.
__ADS_1
Tak disangka mereka bertemu dengan Pak Erick yang sedang membeli furniture juga.
"Selamat Pagi Bu Niken, Bu Sissy." Sapa Erick mengagetkan Sissy yang sedang melihat katalog barang.
"Eh.. Pagi Pak Erick." Jawab Sissy.
"Pagi Pak. Sedang belanja juga Pak ?" Tanya Bu Niken sopan.
"Iya Bu. Sedang cari meja belajar untuk anak saya." jawab pak Erick.
"Kebetulan sekali ya bisa ketemu disini." Lanjut Bu Niken.
"Kebetulan kebun dan rumah saya deket sini Bu. Monggo kalo mau mampir." Ajak pak Erick.
"Mungkin lain kali Pak. Kita masih banyak yang mau dicari." Bu Niken menolak dengan halus.
"Iya Bu. Saya permisi Bu." Pamit pak Erick sambil tersenyum pada bu Niken dan Sissy.
Sissy mengamati mobil yang digunakan pak Erick, ternyata dia memakai mobil hitam bukan merah.
"Lalu siapa sebenarnya pemilik mobil merah itu? Untuk apa dia ngikutin aku terus?" Sissy bertanya - tanya dalam hati.
Mereka masih mencari furniture dan peralatan yang cocok untuk Resto nya. Sebelum pulang Bu Niken mengajak Sissy makan di sebuah Rumah makan lesehan khas Jawa Timur.
"Sissy, kamu lagi ada masalah? Dari tadi kok diem aja dan kayak ngelamun gitu?" Tanya bu Niken sambil menyantap makanannya.
"Gak ada apa-apa Bu. Saya cuma sedang kurang enak badan aja." jawab Sissy.
"Kamu kok gak bilang. Tau gitu kan saya pergi sama yang lain." Kata Bu Niken lagi.
"Saya gak papa Bu. Saya malah seneng bisa jalan-jalan." Sissy mencoba tersenyum agar bu Niken tidak bertanya-tanya lagi. Untungnya bu Niken percaya dengan ucapan Sissy.
"Setelah ini kamu langsung pulang ke rumah aja Si. Gak usah kembali ke Resto. Saya juga mau langsung pulang." Kata Bu Niken.
"Iya Bu. Makasih." Jawab Sissy sambil melanjutkan makan.
Setelah selesai mereka langsung pulang. Sissy meminta turun di pertigaan sebelum ke rumahnya. Sissy ingin membeli buah untuk ibunya. Belum sampai Sissy di kios buah langganannya ketika sebuah mobil merah berenti di dekatnya.
"Maaf Bu, apa tau alamat ini?" Seorang lelaki menunjukkan kartu nama.
Belum sempat Sissy membacanya ketika tangannya ditarik masuk ke mobil itu. Mulutnya dibekap dan matanya langsung ditutup oleh kain hitam. Sissy mencoba berontak tetapi tenaganya kalah oleh lelaki itu. Tak lama Sissy pun merasa lemas dan tak sadarkan diri.
Sissy bangun dan menyadari bahwa sekelilingnya gelap. Ternyata matanya tertutup oleh kain hitam, tangan dan kakinya pun diikat. Sissy pun merasakan kalo dia duduk di sebuah kursi yang empuk. Sissy mencoba berteriak sekuat tetapi sepertinya tenaganya sudah habis saat mencoba melawan tadi. Didengarnya sebuah langkah kaki mendekatinya. Orang itu meminumkan segelas air untuknya.
"Kamu sudah bangun sayang??" suara seorang lelaki menyapanya.
"Kamu siapa?" Sissy bertanya dengan suara bergetar.
"Masa kamu lupa dengan suaraku?" lelaki itu balik bertanya. Sissy coba mengingat- ingat siapa pemilik suara itu.
Siapakah sebenarnya yang menculik Sissy?
Tunggu lanjutannya besok ya..
Jangan lupa Like 👍👍👍
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
Bersambung